
Tak terasa sekarang Gege sudah memasuki kelas 6 Sekolah Dasar atau SD. Hari ini adalah Ujian kelulusan. Gege sangat deg - deg an, karena nilainya saat ini menjadi acuan dia lulus atau tidak lulus.
"Ge... Rok mu berdarah... !!!" Umi berbisik ditelang Gege ketika dia melihat rok Gege yang penuh dengan darah.
"Cepat tutupi Ge, sebelum dilihat sama Iris..." Titik buru - buru berlari kedelakang Gege.
Saat itu Iris tengah asik mimilih jajanan sekolah. Sehingga dia tidak ikut serta memperhatikan rok Gege.
"Kalian serius...?!! Apa banyak?!!" Gege masih belum menyadarinya. Karena dia kesulitan untuk melihat ke arah belakang roknya.
"Kayaknya kamu datang bulan deh, kayak yang dibilang sama mama aku."
"Iya Umi benar, mens... mensturbasi... "
"Bukan Tik...!!! Tapi menstruasi... yang biasa kita sebut datang bulan."
"Pantes aja... tadi rasanya aku pengen pipis, tapi gak mau pipis. Aku ngerasa ada yang ngalir, tapi kayak gak nyadar gitu..."
"Gimana sih Ge, kok kamu ngomongnya belibet gitu..."
"Jadi gimana nih... ?!! Kalau kelihatan ma Iris bisa pingsan dia."
"Kasih tau buk Guru Ge, lagian kita masih ada satu ujian lagi loh...!!!"
"Iya Umi bener, kasih tau buk guru aja Ge. Ntar kamu cepet - cepet pulang buat ganti. Kan masih ada waktu 20 menit lagi menjelang ujian masuk."
"Ya udah deh, aku ke ruangan guru dulu yah..."
Tidak lama setelah Gege pergi, barulah Iris menghampiri mereka berdua.
"Gege mau kemana mi... ?!!"
"Mintak izin pulang bentar... "
"Kenapa? Gege sakit?!!"
"Iyaaa Iris... Gege tiba - tiba aja datang bulan. Kamu tau kan datang bulan?!! kayak orang dewasa gitu, menstrusi."
"Kok dia gak bilang aku dulu..." Iris merasa dirinya tidak mengetahui apa - apa.
"Memangnya kamu mau lihat darah Gege yang udah memenuhi rok belakangnya?!!" Sekarang giliran Titik yang bertanya.
"Ntar kamu pingsan lagi...!!! Kan kasihan Gege, ntar gak jdi pulang malah justru ngurusin kamu."
"Kamu jahat banget sih Mi... Setidaknya Gege kasih tau aku juga, bukan langsung main tinggal pergi aja." Iris tetap bersikeras dan cemberut.
"Assalamualaikum buk, permisi..." Gege mengucap salam ketika berdiri didepan ruang para guru.
"Wa'alaikumsalam, ada apa Ge...?!! jawab salah satu guru yang merupakan wali kelas Gege.
"Begini buk... (Gege merasa sangat malu) Bobo...bo...boleh minta izin pulang sebentar gak buk?!!"
"Kamu lagi sakit?!! Hari ini kita Ujian Nasional loh. Kalau kamu telat, kamu bisa gagal ujian dan kalau kamu gagal ujian kamu gak bisa lulus."
"Iyaaa buk, saya tau. Tapi keadaannya darurat buk, kayaknya saya datang bulan." Dengan malu Gege memperlihatkan bagian belakang roknya yang sudah dipenuhi darah.
"Yah ampun Ge...!!! Memang kamu gak ngerasa pas darahnya keluar?!!"
__ADS_1
"Saya gak nyadar buk, saya kira keputihan. Soalny sebelumnya juga banyak keputihan yang keluar."
"Yah sudah sana, tapi kamu harus cepat - cepat balik yah...Jangan sampe telat, nanti kamu bisa gagal ujian."
"Yah buk, kalau gitu saya permisi buk. Assalamualaikum..."
"Iya... Wa'alaikumsalam...Ingat yah harus cepat balik."
Gege mengangguk, lalu ia berjalan ke arah gerbang sekolah. Setalah keluar gerbang sekolah, Gege berlari menuju rumahnya.
Dengan nafas yang tidak beraturan, Gege nghos - ngosan sampai dirumah.
"Loh, bukannya kamu hari ujian Ge?!!"
Melihat Gege pulang buru - buru, tante Ani langsung menghampirinya.
"Iya tante, ini mau balik lagi kesekolah."
"Terus ngapain kamu pulang?!!"
"Rok aku kotor tante, jadi aku pulang mau ganti rok sekolah."
"Kamu jatuh?!!" Nyatanya tante Ani memang tidak memperhatikan pantat Gege ketika dia berlari memasuki rumahnya tadi.
"Gak tante...Aku datang bulan, jadi roknya penuh darah menstruasi." Gege pun menjelaskan keadaannya pada tante Ani.
"Owh gitu... Cepat juga yah kamu datang bulan. Terus kamu udah pake pembalut ?"
"Saya juga tidak tau tante, untungnya kakak punya stok dirumah. Jadi saya pake yang punya kakak aja dulu. kalau gitu saya balik sekolah lagi yah tan... Takut nanti telat, gak bisa ikut ujian kan gawat..." Gege pun kembali berlari menuju sekolahannya.
Hingga akhirnya tante hanya bisa berteriak dari kejauahan.
"Ge... Hati - hati...!!! nanti kamu jatuh lari - lari kayak gitu...!!!"
"Iya tan, saya akan hati - hati. Assalamualaikum..." Gege menjawab ucapan tantenya dengan berteriak juga, ketika dia mendengar teriakan dari tante Ani.
"Dasar tu anak... Wa'alaikumsalam." Tante Ani hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Gege.
Sesampai disekolah ternyata semua murid sudah memasuki kelas. Gege buru - buru menuju ruang kelasnya. Dia sangat bersyukur karena wali kelasnya baru saja membagikan lembar kertas ujian.
"Akhirnya kamu sampai juga, cepat buruan duduk dibangkumu."
"Baik buk, terima kasih."
Ruangan kelas terasa sunyi, selama proses ujian tidak boleh ada suara apapun dan tidak boleh menoleh ke kanan ataupun ke kiri. Di atas meja yang ada hanya satu kertas ujian, kertas jawaban dan pensil serta clipboard atau papan ujian.
Semua murid sangat tenang, meski terkadang ada sebagian murid yang nyuri - nyuri pandang meminta bantuan ke temannya yang lain.
"Ge, gimana ujian tadi. Semua pertanyaan kejawab kan?!!"
"Alhamdulillah Umi... Meski tadi sempat was - was takut telat." Gege senyum pepsodent merasa bersyukur karena bisa mengikuti ujian dan menjawab semua pertnyaan.
"Aku tadi juga sempat kawatir karena pas guru udah masuk, kamu belum nyampe juga."
"Hehehe... Makasih yah Iris ku sayanggg...!!! Tapi akhirnya aku datang kan?!! Maaf yah aku gak ngasih tau kamu, pas pulang tadi. Karena aku buru - buru dan lagian aku juga takut, nanti kamu lihat rok aku yang penuh darah bisa pingsan."
"Iya... makasih yah kalian udah jagain aku..."
__ADS_1
Mereka berempat pun berpelukan satu sama lain. Persahabatan yang sudah terjalin selama 6 tahun dan sebentar lagi mereka akan berpisah. Menuju sekolah yang lain, karena mereka tidak melanjutkan kesekolah yang sama seperti saat ini.
"Semoga kita semua Lulus yah...!!!"
"Amiiin....!!!" Semua serempak menjawab amin ketika Umi mendo'akan kelulusan mereka.
"Hari ini adalah hari terakhir kita ujian, kalian udah ada persiapan ketika lulus nanti?!" Titik bertanya pada teman - temannya, dia berharap bisa satu sekolah lagi dengan sabahat - sahabatnya itu.
"Aku gak mau sekolah dipedalaman lagi, jadi aku memutuskan untuk sekolah diluar."
"Memangnya orang tua kamu ngijinin Ge?!! Kalau aku sekolah dekat - dekat rumah aja sih. Soalny aku kan anak pertama, jadi aku gak bisa jauh - jauh. Aku harus bantuin mama jagain adek aku."
"Iya... Adek kamu kan banyak yah Ris. Kamu enam bersaudarah kan?!! Tambah satu yang dibawah kamu kembar."
"Enak gak jadi anak pertama Ris?!!"
"Enak sih... Kita yang berkuasa dirumah. Hahaha... tapi pas mereka berantem jadi ribet. Apalagi kalo lagi bandel - bandelnya gak bisa diam."
"Kalo Titik ma enak, anak bungsu dalam keluarganya. Kamu gak mau nambah adek lagi Tik...?!!"
"Gak lah Umi, orang tua aku kan udah tua. Mana bisa punya anak lagi. Apalagi beliau sering sakit - sakitan."
"Kalau Gege mah, kata bundanya gak bisa punya adek lagi. Malah dipaksa minta adek terus. Akhirnya dapat yah Ge..."
"Hehehe iya Ris, aku juga sangat bersyukur karena Bunda menuhi keinginan aku punya adek lagi. lagian sepi dirumah, gak mungkinkan aku main sama kakak - kakak aku. Mereka aja sibuk sama urusan masing - masing. Apalagi kakak laki - laki aku, gak pernah ada dirumah. Yang nomor dua juga nggak sekolah dikampung."
"Owh iya iya, kak Gigi juga udah SMP yah. Kok kamu gak sekolah ditempat kak Gigi Ge ? Aku juga mau lanjut kesana loh..."
"Gaklah Ris, aku mau sekolah Madrasah. Aku mau ngikuti abangku. Nanti setelah lulus Madrasah aku lanjut Aliyah."
"Aliyah nanti kamu ngekos dong, kan jauh dari rumah."
"Iya... itung - itung mau belajar mandiri. Kita harus belajar mandiri sedini mungkin. Biar ketika kita dewasa nanti gak takut sendirian."
"Wah... bener juga itu...!!! Aku setuju ucapanmu Ge."
"Awalnya Bunda sama Abah gak kasih izin. Syukurnya abang ku mendukung dan mengatakan pada bunda dan abah untuk membiarkan aku mandiri."
"Enak juga punya abang, sayang nya aku gak punya abang."
"Tapi abang sepupumu kan banyak Ris."
"Iya sih, tapi kan tetap beda."
"Ya udah yuk... kita pulang, ntar dicariin orang tua kita."
"Yah ampun...!!! Gara - gara keasikan ngobrol, jadi lupa pulang." Titik menepuk jidatnya sendiri yang selalu lupa waktu jika sudah ngumpul bersama sahabat - sahabatnya ini.
"Ha ha ha... " Merekapun tertawa bersama.
"Yuk kita jalan, nanti malah gak jadi pulang." Akhirnya Gege berdiri dari bangku dan berjalan menuju pintu keluar.
Didepan ruang kelas mereka masih saja berbincang - bincang sambil melangkah kan kaki mereka perlahan menuju rumah masing - masing.
Akhirnya menstruasi pertama Gege datang diakhir sekolah dasar. Apakah mereka akan LULUS bersama atau justru ada yang TIDAK LULUS. Nantikan kisah selanjutnya...
PETUALANGAN GEGE dan KAWAN BARUnya.
__ADS_1