
Beberapa tahun kemudian. Gege sudah beranjak dewasa, sekarang dia memasuki sekolah kedokteran. Dia kuliah di Universitas ternama dikota A.
Dia juga memiliki seorang kekasih yang sudah menjalin hubungan dua tahun bersamanya. Mereka berjanji, setelah Gege lulus nanti maka mereka akan melangsungkan pernikahan secepatnya. Pacar Gege seorang asisten dosen dimasa kuliahnya, dia lulus dengan nilai terbaik. Sehingga setelah lulus dia langsung diterima menjadi Dosen dikampusnya dan menerima beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S2.
Gege merasa sangat bangga menjadi kekasihnya. Meskipun dia bukan lelaki yang tampan, namun sikapnya yang baik mampu meluluhkan hati Gege. Apalagi dia sangat pintar dan juga memiliki wawasan yang luas, menjadi poin tersendiri bagi Gege.
"Honey, congratulation yah... Akhirnya kamu menyelesaikan studi kamu. Seminggu lagi kamu wisudahkan?!!"
"Iya Honey, thanks... 😊 Makasih juga yah, karena kamu udah nemenin aku selama ini." Gege langsung memeluk pacarnya yang bernama Raka Wijaya.
"Tentu dong, masa mas harus ninggalin pacar mas yang cantik ini." Raka langsung mencubit hidung Gege dengan gemes.
Gege dan Raka sedang makan siang dikontrakan Gege, Raka sangat menyukai masakan Gege. Selain Cantik, Gege memang sangat pintar memasak. Sehingga tak jarang Raka selalu mintak dimasakin oleh Gege.
Ketika mereka sedang asik makan dan mengobrol, tiba - tiba datang seorang perempuan menghampiri mereka.
"Raka, kamu harus bertanggung jawab sama aku. Aku hamil anak kamu, kamu tahu gak ini sudah tiga bulan." Gege sangat syok mendengar ucapan perempuan tersebut. Membuatnya terdiam tanpa bisa berkata apa - apa.
"Loe pasti pacarnya kan?!! Asal loe tahu yah, gue belum putus sama pacar loe dan kita juga sering melakukan itu berdua."
Gege makin syok, namun dia berharap semua ini hanya kebohongan, dan Raka bisa membela dirinya. Namun ketika Gege menatap Raka, dia hanya diam saja tanpa memberikan penjelasan apapun.
"Kenapa?!! loe berharap Raka akan menjelaskannya sama loe. loe gak percaya sama gue?!! loe ingat gak waktu tahun baru kemaren. Raka bilang dia sakit perut sama loe kan?!! Asal loe tau, dia bukan sakit perut. Melainkan dia lagi dikamar sama gue dan kami sedang enak - enakan dikontrakannya. Loe hanya dibohongi selama ini."
Dada Gege merasa sesak mendengar semua perkataan perempuan tersebut. Namun dia tidak ingin terlihat lemah, sehingga dia menahan air matanya yang hendak keluar.
Malam tahun baru...
"Honey. Ayo kita pergi jalan - jalan, sebelum kita membuat acara dikontrakan. Kamu mau kan kita jalan - jalan dulu?!!" Raka mengajak Gege untuk keliling kota, sebelum mereka merayakan pesta tahun baru dikontrakan Gege dan menikmati keramaian.
"Oke, kita balik sebelum jam sebelas yah Haney." Gege menerima ajakan pacarnya tersebut.
"Oke siap sayanggg..." Raka memegang tangan Gege dan mengajaknya naik motor. Karena jika mereka menggunakan mobil, maka mereka akan terjebak macet.
"Ternyata malam tahun baru memang ramai yah...Kayaknya sebentar lagi bakalan macet deh..."
"Yah namanya juga tahun baru Honey, pastinya ramailah. Makanya kita diluar gak usah terlalu lama, jam sebelasan kita balik kekontrakan yah."
"Iyaaa sayanggg...I love you..." Raka mengucapkan kalimat tersebut sambil menarik tangan Gege dan menciumnya.
__ADS_1
Gege tersipu malu, karena meskipun mereka sudah pacaran selama dua tahun Gege hanya pernah berpelukan saja dengan Raka. Meski di momen - momen tertentu Raka akan bersikap manis seperti ini, tetap saja Gege merasa sangat malu.
Raka juga pernah meminta ciuman kepada Gege, tapi Gege selalu menolak dan dia ingin ciuman pertamanya diberikan kepada suaminya nanti. Namun hal tersebut tidak pernah dipermasalahkan oleh Raka, karena dia akan menjawab bahwa ciuman tersebut akan menjadi miliknya. Karena Gege pasti akan menjadi istrinya nanti.
"Honey, aku akan mempersiapkan peralatannya dulu, kita akan bakar - bakar ayam dan ikan yang sudah kita beli tadi siang. Dan aku juga udah bikin puding kesukaan kamu." Gege sangat bersemangat sesampainya mereka dikontrakan Gege, disana sudah ada teman - teman yang lain menunggu kedatangan mereka.
"Duh... Pengantin baru akhirnya datang juga. Kirain bakal diluar sampe acara tahun barunya selesai." Reno sahabat sekaligus teman satu angkatan denga Raka menggoda mereka yang baru saja sampai.
"Apaan sih kak... Kita keluarkan bentar doang...!!! Lagian tadi juga udah dibilang ke Rani." Gege membela diri dan langsung masuk kedalam kontrakannya.
Ketika tengah asik membakar ayam, Raka mengajak Gege untuk berbicara berdua dan menjauh dari rombongan.
"Honey, tiba - tiba perut mas sakit. Kayaknya mas diare deh. Maaf yah Honey, kayaknya mas gak bisa ikut kalian. Mas izin pulang kekontrakan dulu yah, nanti kalau udah mendingan mas balik lagi kesini. Boleh yah?!!"
"Kok bisa diare sih Honey, memangnya tadi siang kamu makan apa?!!" Gege merasa kawatir melihat Raka yang kesakitan.
"Gak tau Honey, kamu punya minyak telon gak?!! Mas mintak yah...!!!" Raka memperlihatkan ekpresi kesakitan.
Gege buru - buru masuk kedalam dan mengambil minyak telonnya. Dan dia juga selalu menyimpan P3K dikontrakannya, sehingga dia langsung mencari obat diare untuk Raka.
"Honey, ini minyak telon kamu usap - usap dibagian perut. Dan ini obat diare, kamu langsung makan 2 biji sekaligus yah mas. Kalau diarenya gak kunjung berhenti, kamu minum satu aja setiap kali mau pup."
Raka akhirnya langsung pergi meninggalkan Gege. Ketika Reno melihat Raka pergi, dia langsung menghampiri Gege.
"Raka mau kemana Ge?!!"
"Katanya dia sakit perut, jadi izin pulang sebentar untuk istirahat."
"Yakin sakit perut?!! Kok bisa?!!" Reno bertanya seakan dia tau sesuatu, namun Gege tidak mempedulikannya. Dia sangat mempercayai Raka, sehingga dia tidak pernah mendengarkan gosip miring mengenai kekasihnya tersebut.
Padahal sudah banyak yang memperingati Gege, bahwa Raka bukanlah lelaki yang baik. Namun Gege tidak pernah mengubris omongan tersebut, dia terlalu mempercayai Raka dan akan serius dalam hubungan mereka. Apalagi selama ini Raka sangat baik padanya, dia selalu bisa mengambil hati Gege. Bahkan sering membantu Gege dalam tugas - tugasnya, meskipun itu bukan jurusannya.
Beberapa jam berlalu, namun Raka tidak juga kembali. Bahkan dia juga tidak mengabari Gege, hingga acara tahun baru pun berakhir.
Gege mencoba untuk menghubungi Raka, namun ponselnya tidak pernah di angkat. Gege berpikir jika Raka mungkin saja sudah tertidur, sehingga dia tidak bisa mengabarinya.
Kembali lagi kecerita awal, disaat perempuan tersebut menyadarkan Gege bahwa Raka bukanlah lelaki sebaik yang dipikirkannya.
"Mas... Apa itu benar ?!!" Gege seakan tidak percaya, dengan apa yang terjadi saat ini. Dia masih dibutakan oleh cintanya dan masih berharap jika semua itu adalah kebohongan.
__ADS_1
"Gak honey, dia bohong. Kamu percayakan sama mas?!! Bagaimana mungkin mas menghamili dia. Mas sudah lama putus dengan dia sayang. Lagian kita juga udah dua tahun sayang, masa kamu lebih percaya sama dia ketimbang mas sayang. Mungkin saja itu adalah anak temannya. Yang jelas itu bukan anak mas Honey." Raka mencoba untuk meyakinkan Gege. Namun Gege masih ragu, siapa yang harus dipercayainya.
"Lebih baik kamu pergi sekarang, aku sudah bahagia dengan pacar aku. Jadi aku mohon sama kamu jangan ganggu hubungan kami. Kita tidak mungkin akan kembali lagi." Raka menarik tangan perempuan tersebut dan membawanya pergi.
Gege masih diam ditempatnya, dia tidak mengatakan apapun. Dia membiarkan Raka pergi bersama perempuan tersebut, karena menurutnya itu adalah urusan mereka. Dan mungkin saja Raka ingin menyelesaikan urusan mereka terlebih dahulu.
Keesokan harinya Raka menemui Gege lagi, dia mengajak Gege makan disebuah restoran. Dia memesan makanan mahal dan mengajak Gege berbincang - bincang seakan - akan kejadian kemarin tidak pernah ada.
Setelah kembali kekontrakan, barulah Gege menanyakan masalah kemarin.
"Katakan yang sebenarnya mas, apa kamu masih berhubungan dengan mantanmu itu?!! Apa yang dikatakannya benar atau tidak?!!"
"Honey, kamu gak mau manggil mas Honey lagi?!! Jadi kamu lebih percaya dia ketimbang mas?!! Kita pacaran bukan sebentar honey, kita jalan udah 2 tahun, dan itu tidak sebentar loh. Dia minta balikan sama mas, bahkan dia juga manggil semua keluarga mas sebelumnya dan mengatakan hal yang sama. Mas gak pernah lakuin itu sama dia sayang, tapi kalau dulu waktu pacaran kita memang pernah melakukannya. Tapi dia juga sudah tidak perawan lagi. Jadi mas gak salah dong yang...!!!"
Seakan dihantam oleh ombak, hati Gege berdegup sangat kencang. Dia tidak percaya, bahwa lelaki yang dicintainya selama ini yang sangat dia percayai. Dengan mudahnya menceritakan masalah keperawanan perempuan dan bahkan mengakui pernah melakukannya.
"Berapa kali mas?!!" Gege berusaha untuk tetap bersikap tenang.
"Sekali yang, gak mungkin empat kali."
Lagi - lagi Gege terkejut bukan main, sungguh dia tidak pernah menyangka. Bahwa lelaki pilihannya adalah bajingan. Bahkan dia juga sudah meminta restu kepada kedua orang tuanya, Gege benar - benar merasa sangat malu karena sudah dikhianati.
"Ayo kita putus mas, aku tidak sanggup mendengar semua ini. Aku benar - benar tidak percaya akan semua ini. Ini benar - benar sangat sulit bagi aku." Gege tidak bisa menahan air matanya lagi, dia menangis meratapi nasibnya.
"Honey, maafkan mas...Mas mohon kita jangan putus yah...!!! Bukannya kita sudah sepakat, bahwa kita akan segera menikah?!!"
"Tapi aku tidak bisa percaya sama kamu lagi mas. Aku tidak tau, sudah berapa banyak wanita yang kamu tiduri."
"Tidak sayang, hanya perempuan itu. Itu juga karena dia yang memaksa mas, lelaki jika disuguhkan mana bisa menolak yang."
"What?!! Are you sure?!! Aku benar - benar tidak percaya sama kamu mas. Dengan mudahnya kamu mengatakan semua ini..."
"Aku hanya tidak ingin membohongi kamu honey, makanya aku mengatakan semuanya. Apa kamu ingin aku berbohong?!!"
"Setidaknya, jika kamu berbohong mungkin tidak akan sesakit ini mas. Biarkan aku sendiri dulu, pikiran aku benar - benar kacau mas. Aku tidak bisa berpikir jernih saat ini." Gegepun akhirnya meninggalkan Raka yang terdiam didepan kontrakan Gege.
Apakah yang akan terjadi setelah ini?!!
Apakah Gege masih akan tetap menerima Raka, dan menikah dengannya?!!
__ADS_1
Atau dia akan memutuskan melupakan Raka untuk selamanya?!! Lalu bagaimana tanggapan keluarga Gege yang sudah merestui hubungan mereka?!!