Waktu Berharga

Waktu Berharga
Keluarga


__ADS_3

Hari ini Gege pulang dengan riang, lantaran dia sudah tidak sabar ingin bertemu adiknya. Semenjak Gege punya adik kecil, dia jarang main keluar rumah. Dia lebih senang bermain sama adiknya.


Sampai dirumah, Gege langsung mengganti seragam sekolah. Dirumah sangat sepi, tidak ada siapapun dirumah. Sang adik bungsu yang dirindukannya tidak berada dirumah.


"Tante...!!! Adekku ada disini gak?!!" tanya Gege pada tante Ani tetangga sebelah rumah yang merupakan kerabat dekat Gege. Ibu tante Ani kakak beradik dengan ibu bunda Gege, yaitu bunda Renata.


"Ini adekmu lagi main..." sahut tante Ani yang tengah tidur-tiduran bersama adik Gege.


"Eh...adek kakak ada disini...?!! Bunda kemana? Adek ditinggal bunda lagi yah?!! Nanti adek main sama kakak aja yah...!!!"


"Ge ge ge..." Seakan mengerti ucapan kakaknya, sang adik tertawa senang melihat Gege yang langsung menggendongnya.


"Kita main dirumah yah dek, nungguin kak Gigi pulang..."


Gege pun meminta izin tante Ani untuk membawa adiknya pulang.


"Iya kamu baik-baik dirumah yah Ge. Kalo ada apa-apa cepat panggil tante. Ok."


"Iya tante...Gege kan udah biasa ngasuh adek." jawab Gege singkat sambil melangkahkan kaki menuju rumahnya.


"Dek, kakak makan dulu yah. Kamu tiduran disini sambil main yah." Gege memberikan mainan kerincing ke tangan adiknya. Lalu bergegas mengambil nasi. Karena pulang sekolah tadi Gege belum sempat makan, lantaran tidak sabar ingin bertemu adiknya.


Dirumah Gege hanya berdua dengan adiknya, sedangkan sang bunda dan abah sedang bekerja dikebun mereka.


Sambil menyuap nasi kemulutnya, Gege tidak lupa mengajak adiknya bermain.


"Cilub baaa..."


Sang adik yang bernama Geora Jiordan yang biasa dipanggil Geji tertawa melihat ekpresi kakaknya.


Selesai makan Gege mengendong adiknya lagi, namun tiba-tiba Geji menangis tanpa henti.


"Hoek...hoek...hoek..."


"Cup cup cup, aduh dedek kakak lapar yah?!! Sabar yah dek, bentar lagi bunda pulang."


Gege sangat keteteran mengasuh adiknya yang tidak berhenti-henti nangis. Anak seusianya yang masih duduk disekolah dasar harus mengasuh adiknya yang masih kecil. Sedangkan kakaknya masih disekolah karena belum waktunya pulang.


"Ge bawa adikmu kedepan, dia lapar itu. Minta tolong ASI sama mama Meme." ucap tante Gege yang tinggal disebelah rumahnya.

__ADS_1


Gegepun bergegas menggendong adiknya yang masih kecil kedepan, rumah tetangga yang masih kerabat dekatnya.


"Tante...Geji dari tadi gak mau berhenti nangis. Kata tante Ani Geji lapar." ucap Gege yang hampir menangis, melihat adiknya yang tak kunjung tenang.


"Bunda mu itu memang keterlaluan, anak masih sekecil ini udah ditinggal. Gak kasihan sama anaknya." balas tante Santi sambil menyusui Geji.


Tante Santi dan bunda Renata sama-sama melahirkan, hanya berselang beberapa jam saja. Sehingga beliau bisa memberikan ASI kepada Geji adik Gege.


Setelah merasa kenyang, Geji kembali tersenyum ceria melihat kakaknya yang duduk setia disampingnya. Melihat senyuman adiknya yang manis, Gege kembali tenang dan ikut tersenyum.


"Makasih tante," ucap Gege setelah adiknya tidak menangis lagi dan Gege langsung membawanya pulang.


Tante Santi hanya tersenyum melihat Gege menggendong adiknya dan berjalan menuju rumahnya.


Sebelum adiknya lahir, Gege memang suka mengasuh anak tetangga. Setiap hari dia selalu mengeluh ingin punya adik sendiri. Padahal abah dan bunda tidak memiliki rencana untuk punya anak lagi. Mengingat Gege yang selalu bertanya mana adiknya, akhirnya abah dan bunda memutuskan untuk memberikan Gege adik lagi.


"Adek kakak yang manis, jangan nagis lagi yah. Bentar lagi bunda pulang..."


"Ga ga ga..." seakan mengerti ucapan kakaknya, Geji menyahuti Gege dengan bahasanya sendiri. Tak lupa iya tersenyum manis sambil mengusap pipi sang kakak.


Gege sangat senang, dia bisa bermain sepuasnya dengan sang adik. Apalagi Geji termasuk anak yang tidak rewel. Seperti anak bayi pada umumnya.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam tatak," jawab Gege menirukan bahasa anak kecil yang belum lancar ngomong sambil mengayunkan tangan sang adik.


"Geji rewel gak dek?!!" Gigi sempat kawatir melihat adiknya hanya tinggal berdua dirumah.


"Tadi Geji sempat nangis lama kak, karena minta ASI. Jadi aku bawa tempat tante Santi mintak tolong disusui."


"Syukurlah tante Santi mau membantu kita dek. Maafin bunda yah dek, bunda seperti ini karena keadaan kita." ucap Gigi agar adiknya tidak mengeluh dengan keadaan saat ini.


"Iya kak, lagian Gege senang main sama Geji. Gege gak perlu kerumah Intan lagi." jawab Gege semangat, karena biasanya dia mengasuh Intan anak tetangganya yang lain.


"Kamu udah makan belum?!!"


"Udah kak, tadi Geji aku tidurin dikarpet dan aku langsung makan."


"Ya udah, kakak ganti baju dulu. Habis itu kakak makan yah dek. Kamu bantuin kakak jaga Geji dulu yah."

__ADS_1


"Yah kak."


Gege melanjutkan bermain dengan adiknya, hingga merekapun tertidur lelap dilantai yang beralaskan tikar.


Melihat sang adik tidur nyenyak, Gigi tidak mau mengganggu mereka. Sehingga dia memutuskan untuk ikutan tidur siang.


"Hoaaaam..., yah ampun sudah jam 4 sore," Gigi bergegas bangun dan pergi kedapur. Seperti biasa dia memasak nasi dan air.


Mendengar kakaknya yang sudah bangun, Gege ikutan bangun dan membantu sang kakak mencuci piring. Selagi sang adik masih tertidur lelap.


Sorepun berlalu, menjelang maghrib abah dan bunda sampai dirumah. Mereka sangat senang melihat anak-anak tengah asik bermain didepan rumah. Geji dalam gendongan Gigi langsung menggapai-gapai sang ayah yang baru sampai.


"Ba ba ba..."


"Hahaha...anak abah sudah bisa manggil abah yah...?!!" abah sangat senang melihat tingkah putri bungsunya.


"Abah masih kotor nak, tunggu abah bersih-bersih dulu. Geji gak rewel kan hari ini?!!" ucap sang bunda yang berdiri dibelakang abah.


"Enggak bun, Geji gak rewel kok. Hanya saja tadi dia lapar dan minta ASI. Untungnya tante Santi maj bantu menyusui Geji." jawab Gege membalas pertanyaan sang bunda.


"Yah ampun...maafin bunda yah nak. Besok bunda gak tinggal lagi."


"Gak apa-apa bun, Gege akan mengasuh adik dengan baik dirumah. Bunda kerja aja bantu abah."


"Terima kasih yah nak, bunda sangat bersyukur kalian bisa memahami keadaan kita." Bunda tersenyum bangga dengan ucapan anaknya.


"Iyah bun...maaf juga yah bun, kita cuma bisa bantu ini aja." Gigi ikut menjawab ucapan bundanya.


"Yah udah, bunda mau mandi dulu. Kayaknya abah udah selesai mandi."


"Iya bun..."


Dimalam hari satu keluarga duduk bersama diruang tamu seperti biasa.


"Sruuuup..." abah menikmati kopi buatan Gege yang paling disukai beliau.


"Kopi buatan Gege memang selalu enak. Bunda saja membuat kopi tidak seenak ini." ucap abah menyanjung anak kesayangannya.


"Tentu donk abah, Gege membuat kopinya penuh kasih sayang..." 😁

__ADS_1


"Hahaha..." semua tertawa mendengar ucapan Gege.


Rasanya begitu damai, ketika seluruh keluarga sudah berkumpul seperti ini.


__ADS_2