Waktu Berharga

Waktu Berharga
Tes Masuk Sekolah


__ADS_3

Sedikit bercerita tentang tes masuk sekolah sebelum masuk lanjutan hari pertama sekolah.


"Gege kamu masuk Madrasah juga?!!"


Tiba - tiba saja sebuah tangan menepuk bahu kanan Gege. Yang membuat Gege kaget, karena dia sedang fokus memperhatikan teman - teman yang keluar masuk dari dalam ruangan tes masuk sekolah.


"Yani...Kamu masuk Madrasah juga?!!"


Yani adalah teman satu sekolah Gege, namun tidak begitu dekat pada saat Sekolah Dasar waktu itu. Karena mereka tidak pernah satu kelas.


"Iya, aku gak mau masuk SMP. Jadi aku masuk Madrasah."


"Kayak gak ada pilihan aja sekolah ini."


"Hahaha...Gak gitu juga sih, memang akunya pengen masuk Madrasah."


"Bukan karena gak mau sekolah masuk hutan kan?!!"


Karena setelah lulus Sekolah Dasar dikampung mereka, mereka harus masuk Sekolah Menengah Pertama atau SMP di daerah pedalaman. Yang daerahnya masih ASRI sehingga banyak yang bilang sekolah kesana sekolah masuk hutan. Yang setiap hari harus melewati hutan yang banyak monyet bergelantungan disetiap pohon.


"Yah itu juga sih, coba aja bisa masuk SMP diluar...Kan lebih enak, lagian kalo disana kesekolah harus bangun pagi - pagi banget. Aku paling susah bangun terlalu pagi Ge."


"Aku juga susah bangun pagi sih, selesai sholat subuh aku malah tidur lagi." Gegepun tersenyum kekeh.


"Apalagi kalo kita telat bangun, langsung ditinggal Mobil Angkutan. Bisa - bisa libur tiap hari aku."


"Hehehe... Kamu nomor urutan ke berapa?!!"


"Aku nomor 15, sekarang masih nomor 10 kan?!! Kamu nomor berapa Ge"


"Aku Nomor 13, berarti aku duluan dong."


"Iya, nanti kasih tau aku yah kalo susah. Mudah - mudahan kita bisa lulus bersama."


"Amin... Kan tes nya cuman disuruh ngaji, terus kayaknya itu hafalan ayat - ayat pendek deh. Kamu hafal kan ayat - ayat pendek?!!"


"Hafal sih, tapi gak banyak Ge. Kira - kita diminta berapa yah kita baca ayat pendeknya?!!"


"Kayaknya dua atau tiga ayat pendek deh, soalny yang mau tes kan banyak. Itu kayaknya juga ada pembacaan sholat jenazah deh...!!!" Gege dan Yani melihat secara bersamaan kedalam ruang tes yang kebetulan tidak tertutup meskipun didalam satu ruangan kelas.


"Aduh mati aku... Aku udah gak hafal sholat Jenazah Ge. Gimana ini...?!!" Wajah Yani berubah cemas dan suram, dia takut gagal.


"Jangan cemas dulu, Bismillah aja. Moga aja kamu gak kebagian sholat Jenazah. Soalny tu gak keseluruhan murid, kayaknya dipilih - pilih gitu."

__ADS_1


"Semoga aja yah Ge, aku mulai cemas nih...!!!"


"Udah santai aja, kalo kamu gugup ntar malah gak bisa jawab apa - apa."


"Iya Ge..." Yani pun berusaha menenangkan jantungnya yang mulai berdebar - debar.


Sekarang tiba giliran Gege yang dipanggil. Yani berusaha memberi semangat kepada Gege, meskipun jantungnya mulai berdebar - debar lagi.


"Semangat Ge, kamu pasti bisa."


"Iya Yan, makasih. Kamu juga jangan cemas yah. Bismillahirrahmanirrahim..." Gege tersenyum manis ke arah Yani, berusaha menenangkan Yani. Padahal dia yang akan tampil didepan, tapi Gege tau Yani sangat kawatir.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam, dengan saudari Georgina Geraldin."


"Saya pak..." Jawab Gege tenang.


"Silahkan bukak Al-Qur'annya, Surah Al-baqarah ayat 145."


"Baik pak... " Gege pun mengikuti perintah bapak pengawas dan membuka lembaran yang dimaksud.


Setelah Gege menemukan halaman yang dimaksud, Gege memulainya dengan sangat tenang. Dia melantunkan ayat suci Al-Quran dengan sangat merdu dan indah. Sehingga membuat para pengawas lupa untuk menyuruh Gege berhenti.


Hingga salah satu pengawas mendengar ucapan Yani dan tersadar, sudah waktunya menyuruh Gege untuk berhenti.


"Sudah cukup, silahkan kamu baca dua ayat pendek yang kamu hafal."


"Baik pak, terima kasih." Setelah menutup ayat suci Al-Qur'an, Gege pun melakukan tes selanjutnya dan membaca dua ayat pendek. Yaitu Surah Al'alaq dan An-naas.


Gege melakukan tes dengan lancar dan baik, sehingga semua pengawas bertepuk tangan.


"Selamat saudari Georgina Geraldin, kamu lulus tes dan minggu depan kamu bisa langsung masuk sekolah seperti yang lainnya. Nanti akan dijelaskan lebih detailnya saat kamu melakukan daftar ulang di TU (Tata Usaha, tempat administrasi murid baru).


"Terima kasih banyak pak, kalau begitu saya sudah boleh pulang pak?!!"


"Iya silakan, tolong panggilkan nomor selanjutnya yah. Nomor 14..."


" Baik pak, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam..." Semua pengawas menjawab bersamaan.


Sedangkan diluar Yani sudah menunggu Gege dengan tidak sabar. Ketika Gege keluar dari ruangan tes dia langsung menghampiri Gege.

__ADS_1


"Gimana Ge?!!"


"Tunggu bentar Yan, nomor 14 disuruh langsung masuk."


Nomor 14 yang mendengar ucapan Gege langsung berjalan menuju ruang tes. Sambil mengucapkan terima kasih sama Gege.


"Ganteng banget cowok itu Ge, apalagi saat dia tersenyum manis sama kamu. Duh... Manisnyaaa... " Yani menggoda Gege dan menyenggol bahu Gege dengan bahunya.


"Yah ampun Yan...!!! Kita baru lulus Sekolah Dasar loh, masak kamu udah mikirin cowok sih...?!! Habis ini giliran kamu loh...!!!" Sekarang giliran Gege yang menggoda Yani.


"Ihhhh... Ge, kamu jangan nakutin aku dong...!!! Jantung aku mulai berdebar - debar lagi nih..."


"Berdebar - debar karena cowok barusan yah?!!" Gege pun tertawa lepas, hingga dia diteriaki oleh salah satu guru yang kebetulan lewat disana.


"Kamu perempuan kok tertawa bisa sekeras itu sih?!! Nanti suara kamu bisa mengganggu peserta yang lain. Kalau sudah selesai tes, pulang sana. Jangan main - main lagi, langsung pulang kerumah."


"Iya buk, maaf yah buk." Gege pun hanya bisa menunduk malu.


"Kasihan banget kamu Ge, jadi kena marah kan?!! Kualat kamu karena nertawain aku. Hihihi..." Yani tersenyum puas melihat Gege kena marah.


"Senang kamu yah aku dimarahi. Awas aja nanti kamu dikasih tes Sholat Jenazah, baru tau rasa. Mau kamu aku do'ain supaya tampil baca sholat Jenazah?!! Biasanya do'a orang teraniaya dikabulkan loh...!!!" Gege menakut - nakuti Yani yang wajahnya sudah mulai pucat.


"Jahat banget sih kamu Ge..." Yani hampir saja ingin menangis.


"Hahaha... Yah ampun Yan...!!! Gak nyangka aku kamu sepolos ini. Yah gak mungkinlah aku sejahat itu, aku cuman bercanda kok." Gege pun memeluk Yani, agar Yani bisa tenang.


"Kamu mau nungguin aku kan Ge?!!"


"Yah gimana dong Yan, aku tadi di antar sama kakak sepupu aku. Itu dia udah nungguin aku disana." Gege menunjuk kakak sepupunya yang tengah duduk di atas motor.


"Ya udah deh, kamu hati - hati dijalan yah. Do'ain aku lulus tesnya yah...!!!"


"Amin... Kamu pasti lulus kok, percaya deh...!!! Udah sana, giliran kamu tuh. Kalo kamu gugup ingat aja wajah cowok ganteng tadi..." Gege kembali menggoda Yani.


"Dasar kamu Ge, aku masuk dulu. Byeee...!!!" Akhirnya Yani melambaikan tangan dan masuk ke ruang tes.


Gege hanya bisa tertawa melihat kelakuan temannya tersebut. Akhirnya Gege punya teman disekolah barunya nanti.


Tes selesai dan Gege kembali kerumah dengan tenang. Setelah dia diperbolehkan untuk kembali ke rumah.


Apakah akan ada cinta manis disekolah nanti, melihat Gege dan Yani yang langsung bertemu laki - laki tampan disekolah barunya.


Nantikan kisah selanjutnya WAKTU BERHARGA.

__ADS_1


__ADS_2