Waktu Berharga

Waktu Berharga
Belajar Kelompok


__ADS_3

Tepat pada pukul enam dipagi hari, Gigi membangunkan adiknya Gege yang masih tertidur nyenyak di atas tempat mereka. Dia ingin mengajak adiknya tersebut untuk mandi bersama sebelum berangkat kesekolah.


"Ge bangun...Kamu gak sekolah? Udah pagi loh. Nanti kita terlambat kalo kamu gak bangun-bangun." Sambil mengguncang tubuh Gege yang sepertinya masih malas untuk bangun.


Setelah beberapa menit, Gegepun akhirnya bangun dari tidurnya. Duduk beberapa detik lalu beranjak dari tempat tidur dan mengikuti kakaknya dari belakang.


Karena dirumah tidak ada kamar mandi atau tempat mereka bersih-bersih, jadi mereka menumpang mandi disumur tanah milik tetangga yang berada tepat dibelakang rumah mereka. Sebenarnya mereka masuk sekolah jam 07.30 WIB, tapi mereka harus mandi dalam kegelapan agar yang punya sumur tidak terganggu. Untung saja sumurnya tidak terlalu dalam, jadi meskipun dalam keadaan yang masih gelap mereka bisa menimba air untuk mandi.


"Brrrr...duh dingin banget kak." keluh Gege yang kedinginan ketika dia menyiramkan air ketubuh kecilnya. Dia menggigil kedinginan sambil menggosok sabun ketubuh kecilnya.


"Sabar yah dek, kalo gak mandi nanti bauk loh. Gak ada yang mau dekat-dekat sama kamu. Emang kamu mau kayak gitu, dijauhi sama teman-teman kamu karena bauk gak mandi...?" Jawab Gigi menyemangati adeknya.


"Gak kak." Sahut Gege mengerti dengan ucapan kakaknya yang ada benarnya juga.


Selesai mandi mereka bergegas kembali kerumah dan melanjutkan aktivitas lainnya. Memakai seragam sekolah dan tak lupa Gege meminta bantuan sang bunda untuk mengepang dua rambutnya yang panjang seketek. Tanpa diminta, bunda Renata memang suka mengepang dua rambut Gege. Kadang Kepang dua lepas, kadang kepang dua dijalin. Makanya Gege selalu tampil rapi kesekolah, karena rambutnya tidak pernah lupa diikat oleh bunda Renata.


"Makasih bun. oh ya bun, nanti pulang sekolah aku ijin kerumah teman belajar kelompok boleh gak?!!" tanya Gege setelah rambutnya selesai dikepang dua.


"Iya boleh, tapi baik-baik yah dirumah orang. Jangan buat macam-macam." bunda Renata tidak lupa menasehati anaknya agar bersikap baik datang kerumah orang lain.


"Baik bun..." Gege pun mengangguk dan berpamitan pergi kesekolah sambil mencium tangan bunda dan abahnya secara bergantian. Begitupun Gigi, melakukan hal yang sama sambil merenteng jajanan keripik ubi yang dibuat bunda Renata.


Meski Gigi dan Gege satu sekolah dan mereka membawa jualan masing-masing, keripik buatan bunda Renata sangat terkenal enak. Sebanyak apapun mereka bawa kesekolah, pasti akan habis tanpa sisa. Bahkan ada juga yang tidak kebagian, karena masing-masing guru kadang membeli lebih dari 5 bungkus.


Sesampainya disekolah gege langsung dihampiri oleh teman-temannya.


"Ge nanti jadi gak belajar kelompok dirumah aku...?!." Ucap Umi salah satu teman yang sering belajar kelompok dengan Gege. Umi adalah anak kepala desa pada saat itu, dia memiliki fisik yang lemah dan tubuhnya kurus namun tinggi. Meski nada bicaranya sangat lembut, Umi merupakan perempuan yang pemarah. Dia memiliki karakter yang tegas dan suka memimpin. Makanya jika ingin belajar kelompok lebih sering dirumah Umi ketimbang rumah yang lain.


"Aku sih oke-oke aja, gimana yang lain setuju gak?!!." Jawab Gege sambil melirik teman-temannya yang lain bernama Titik dan Iris.


"Oke..." jawab mereka hampir serempak.


"Tapi nanti jadi bawa makan siang gak?!!," ucap Gege ketika dia sudah masuk kedalam kelas dan menduduki bangkunya.


"Tentu donk, biar kita makan siang bareng sekalian. Kan ngerjain tugasnya sampe sorean." Iris menimpali ucapan Gege yang sedang berdiri didepan mejanya.


Kring...Kring...Kring...


Lonceng jam pulang sekolah pun berbunyi. Semua anak-anak bersorak gembira dan langsung berhamburan keluar dari ruang kelas tanpa lupa berpamitan terlebih dahulu kepada guru yang berada didepan kelas.

__ADS_1


Gege dan tiga sekawannya berjalan santai keluar dari ruang kelas mereka setelah berpamitan dengan bu guru.


"Ge, nanti kamu mampir ke rumah aku dulu yah, biar kita jalan bareng ke rumah Umi." Kata Titik yang rumahnya berdekatan dengan rumah Gege.


"Oke, nanti Iris kita tunggu dipersimpangan rumah Umi aja." Jawab Gege sambil melihat kearah Iris.


"Siaaap..." Irispun menjawab singkat. Sambil berjalan melanjutkan langkah kaki menuju rumah masing-masing.


Sesampai dirumah Gege langsung mengganti seragam sekolah dengan baju rumahan. Dia menyiapkan buku-buku yang diperlukan dan memasukkannya kedalam tas. Tak lupa dia mengambil bekal makan siang yang akan dimakan nanti bersama teman-teman belajar kelompoknya. Setelah merasa semua sudah siap, Gegepun keluar rumah dan melangkahkan kakinya menuju rumah Titik.


"Assalamualaikum Tik...kamu udah siap blom?!!" Gegepun memanggil Titik ketika dia sudah sampai didepan rumah Titik.


Dengan berlari-lari kecil Titik menghampiri Gege dan berkata, "Udah donk, yok kita jalan."


Merekapun melangkahkan kaki menuju persimpangan rumah Umi dan ternyata Iris sudah menunggu disana.


"Akhirnya kalian datang juga. Aku kira kalian sudah pergi duluan." ketika dia melihat Titik dan Gege menghampirinya.


Gege dan titik hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang satu ini. Karena Iris memang tipikal perempuan yang suka cemas gak karuan dan dia juga fobia darah. Bahkan dia sering pingsan jika melihat darah secara langsung.


"Udah, ayok kita jalan. Ntar kalo kita kelamaan Umi bisa ngamuk loh..!!!"


Sesampainya dirumah Umi bukannya mengerjakan tugas, mereka malah asik bermain. Karena dirumah Umi memang banyak mainan dan sekarang mereka keAsyikan bermain rumah-rumahan.


"Hei, kita tidak jadi makan?! Sekarang udah jam 2 loh, bahkan hampir setengah tiga." ucap Iris yang tidak sengaja melirik jam dinding yang tergantung tepat didepannya.


"Yah ampun, tugas-tugas kita belum selesai loh?!!" Gege menimpali ucapan Iris.


"Kita makan dulu lah, aku lapar ni.." jawab Titik yang sudah kelaparan.


Dan akhirnya merekapun memutuskan untuk makan terlebih dahulu, baru menyelesaikan tugas-tugas sekolah.


"Ge kamu bawa lauk apa?!!" tanya Iris yang selalu menyukai masakan bunda Renata. Bahkan mereka semua sangat menyukai masakan bunda Gege tersebut.


"Aku bawa rendang ikan, kalian mau gak?!! Aku bawa lebih loh...!!!" jawab Gege yang tau bahwa teman-temannya pasti mintak.


Secara serempak mereka menjawab, "Mauuuu...." Dan akhirnya merekapun makan dengan lahap dan tenang.


Selesai makan mereka melanjutkan menyelesaikan tugas masing-masing, sambil sekali-kali bercanda dan tertawa bersama.

__ADS_1


"Kalian ingat gak? Tadi buk ndut jewer telinga wasit, dia sampai nangis dan kencing dicelana loh...!!!"


"Hahaha..." Semuanya tertawa lepas, sampe ada yang muncrat dari mulutnya.


"Yah ampun Ge, kok kamu masih ingat-ingat itu sih. Kasihan loh wasitnya sampe malu dan minta pulang." ucap Titik sambil memegang perutnya yang hampir kram karena tertawa.


"Iya yah, buk ndut malah makin marahin dia dan dibilang anak manja. Padahal memang anak mami. Dia aja manggil mami ke mamaknya."


"Terus mi, pas maminya datang malah lebih galak lagi dari buk ndut."


"Hahaha..." merekapun kembali ketawa sampai berlinangan air mata.


"Kamu lebih takut mana Ge, mami Wasit apa buk ndut?!!" tanya Iris sambil menghapus air mata yang berlinangan dimatanya karena tertawa lepas.


"Aku sih lebih takut sama buk ndut, ngomongnya santai tapi tangannya main. Main jewer...main cubit...main tepok. Duh...ngeriii..." Jawab Gege merinding.


"Iya yah, aku pernah dicubit sama buk ndut karena telat masuk. Duh...cubitannya sakit banget loh...!!!" timpal Titik mengingat kejadian waktu itu.


"Kamu dan Gege sama-sama sering telat, padahal udah sering kena marah." Umi gak tinggal diam, dia juga ikutan berkomentar. Sambil menceramahi Gege dan Titik.


"Hahaha..." semua kembali tertawa.


"Iya tau, murid kesayangan buk ndut yang gak pernah dimarahi, diomeli apalagi dicubiti...duh...irinyaaa...!!!" ucap mereka bertiga hampir bersamaan menertawakan Umi murid kesayangan buk ndut.


Waktu menunjukkan pukul 4 sore hari. Gege dan dua temannya yang lain berpamitan dengan Umi dan Ibunya. Merekapun kembali kerumah masing-masing. Jika ada tugas sekolah, empat sekawan ini memang selalu berkumpul bersama mengerjakan tugas sekolah. Mereka mengerjakan masing-masing meskipun sedang berkumpul dan ketika ada salah satu yang tidak bisa mengerti akan jawabannya, barulah yang lain menjelaskan. Tanpa memberi contekan, tapi menyelesaikan bersama. Makanya nilai mereka pasti berbeda, karena mereka memang tidak pernah mau memberikan contekan pada masing-masing. Kecuali mengerjakan bersama-sama, begitu pula ketika mereka ujian tidak akan ada saling lirik atau tanya.


Sampai dirumah Gege langsung bantuin kakaknya mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya. Sang kakak memasak nasi dan air, sedangkan Gege mengangkut air dari rumah tetangga yang berada di depan rumahnya. Sumur tetangga didepan rumah memang untuk mencuci piring, mencuci beras dan untuk kebutuhan lainnya. Sumur tanah milik tetangga belakang rumah tempat Gege dan kakaknya menumpang mandi dipagi hari saja. Karena sore dan pada hari libur mereka akan mandi disungai sambil mencuci pakaian kotor dan mengambil air untuk diminum melalui sumur pasir yang dibuat ditepi sungai.


Gege dan Gigi sering bertengkar masalah pekerjaan rumah. Karena Gege sering kali lupa diri main diluar rumah pulangnya sorean. Sehingga tidak bisa membantu pekerjaan rumah.


Dan ketika orang tua mereka pulang, maka keduanya akan kena marah. Karena tetangga sebelah selalu mengadu pada orang tua mereka soal pertengkarannya.


"Kak ayok kita mandi kesungai, sekarang udah jam lima sore." rengek Gege pada kakaknya yang baru selesai menyalin nasi yang sudah siap dimasak.


"Iya ayok, kamu udah ambil baju ganti?!!" jawab Gigi sambil mengambil baju gantinya.


"Udah kak, itu..." tunjuk Gege yang memperlihatkan pakaian ganti serta handuk yang diletakkan dalam ember.


Merekapun berjalan kaki keluar rumah menuju sungai, setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah.

__ADS_1


Orang tua Gege dan Gigi memang mengajarkan tanggung jawab pada mereka sejak dini. Agar nantinya ketika orang tua mereka tidak dirumah, mereka bisa melakukan semuanya sendiri.


__ADS_2