
Hari ini adalah hari penentuan kelulusan Gege dan teman - temannya. Dari semalam Gege sangat bersemangat, karena sebentar lagi dia akan tau hasil ujiannya.
"Ge...hari ini hasil ujian mu keluar yah?!! Itu artinya hari ini juga penentuan kelulusan mu."
"Iya bun, jika Gege lulus... Bentar lagi Gege akan masuk sekolah Madrasah."
Gege memperlihatkan senyum pepsodent kepada Bunda dan keluarganya yang lain. Kebetulan saat ini Gege dan keluarganya sedang sarapan bersama.
"Jadi kamu beneran mau masuk Madrasah?!! Memangnya teman - teman kamu yang lain juga masuk Madrasah?!!"
"Gak tau juga yah, Umi, Iris dan Titik katanya gak masuk Madrasah. Tapi mereka memilih untuk masuk ke sekolah tempat kakak."
"Terus kenapa kamu gak ikutan masuk ke sekolah kakak?!!"
"Bukannya kakak sendiri yang bilang, kalau sekolah kakak gak bagus dan gak seru sekolah disana?!!"
"Hahaha... Jadi kamu percaya?!! Tapi memang bener sih, mending sekolah di Madrasah. Kamu bisa mengenal lebih banyak teman dari kampung luar. Dan kamu juga gak perlu melihat monyet setiap pagi."
"Hahaha... " semua tertawa mendengar ucapan Gigi.
"Udah sana siap - siap, nanti kalian telat lagi."
"Iya bun..."
Akhirnya Gege dan Gigi berangkat kesekolah masing - masing. Biasanya Gigi akan berangkat lebih pagi, karena dia harus menunggu angkutan umum terlebih dahulu. Jika dia telat, maka dia tidak akan bisa pergi kesekolah. Angkutan umum kesekolah Gigi hanya 2 mobil, keduanya berangkat beriringan. Sehingga jika ada siswa yang telat bangun atau terlambat dari jadwal keberangkatan, maka mereka akan ditinggalkan dan mereka akan libur sekolah. Kecuali ada tumpangan lain atau di antar keluarga mereka.
Hari ini Gigi masuk siang, karena mereka baru selesai ujian. Jadi Gigi kesekolah hanya mengikuti kegiatan sekolah saja. Sehingga tidak perlu berangkat terlalu pagi seperti biasanya.
"Ge.... Akhirnya kamu sampai juga. Sini, hari ini hari terakhir kita ngumpul disekolah ini. Kalian bakal kangen aku gak?!!"
Disekolah teman - teman Gege sudah menunggu kedatangannya. Umi, Iris dan Titik duduk dihalaman depan kelas mereka. Halaman yang ditumbuhi rumput jepang, sehingga mereka bisa langsung duduk di atasnya tanpa takut kotor. Karena rumputnya sangat bersih dan tidak basah.
"Gak." Semua menjawab hampir bersamaan.
"Ih... jahat banget sih...!!! Yakin kalian gak bakalan kangen sama Titik Jenita wanita paling cantik dan super baik hati ini...?!!"
"Iuuuu...!!! Gak banget deh kamu Tik, jadi orang jangan terlalu percaya diri."
"Ih...Apaan sih Ris, kan emang kenyataannya aku cantik dan superrr baik...Iya gak Ge?!!"
"Iya in aja deh, dari pada ntar nangis..."
"Hahahaha... " Semua tertawa
"Kamu gimana sih Ge, jawabnya uang ikhlas dong...!!! Jangan setengah - setengah gitu..."
"Kamu gak malu sama Umi?!! Kan Umi wanita paling cantik disekolah." Iris tersenyum sambil menutup mulutnya.
"Lah kok bawak - bawak Umi sih. Umi gak ngerasa kalau Umi cantik." Umi menjawab Iris malu - malu.
"Iya iya... Titik memang cantik, gak mungkin ganteng. Kan dia cewek, kalau dia ngaku ganteng baru kita bilang gak. Iya kan Tik...?!!" Gege tersenyum sambil menyenggol bahu Titik dan mengangkat kedua alisnya menggoda Titik.
"Kamu yah Ge, padahal tadi aku udah mulai senang. Tapi ujung - ujungnya nyakitin. Tega banget sih kamu..." Titik pura - pura memasang wajah cemberut dan sedih.
"Udah udah... Buk Ana yang paling cantik. Jadi kalian jangan ngaku - ngaku cantik lagi. Karena kecantikan kalian akan di kalahkan oleh buk Ana."
" Waaah... Aku setuju...!!!" Gege langsung angkat tangan telunjuknya.
"Kalau itu sih aku takut bilang tidak, jadi aku iya in aja deh..." Iris ikut unjuk tangan.
"Iya sih, buk Ana paling cantik. Kalau ada yang bilang buk Ana jelek, hati - hati nilai kalian langsung anjlok."
"Hahaha..." Semua tertawa serempak.
__ADS_1
Nyatanya buk Ana adalah guru yang paling killer atau menakutkan disekolah tersebut. Tidak ada yang bisa membantah beliau termasuk guru - guru yang lain, bahkan kepala sekolah sekalipun.
"Bestiii... Wali kelas kita menuju ke ruang kelas, ayo kita masuk..."
"Iya bener... Ayo cepet kita masuk...!!!"
Gege dan ketiga sahabatnya berlari menuju ruang kelas mereka.
"Selamat pagi anak - anak..."
"Selamat pagi buk..." Semua murid menjawab bersamaan.
"Gimana rasanya? hari ini adalah hari terakhir kalian sekolah disini, jika kalian LULUS pastinya... Jadi... Ada yang mau tetap disekolah ini gak?!!!"
Semua murid saling bertatapan, melihat apakah ada yang mau tetap tinggal atau tidak. Buk gurupun tertawa melihat tingkah mereka, bukannya menjawab. Mereka malah saling bertatapan antara satu dengan yang lainnya.
"Hahaha... Jadi ada yang mau tinggal atau gak nih...?!! Mana tau kalian gak mau ninggalin ibuk, atau masih mau jadi murid ibuk." Sekali lagi buk guru menggoda mereka.
"Gak buk, kita memang sayang sama ibuk. Tapi kita tetap mau lulus buk." Karena tidak ada yang menjawab, akhirnya Gege akan suara.
"Hmmm...Ibu jadi sedih ni dengar nya. Tapi gimana dong...!!! Karena ada beberapa murid yang harus tinggal dan tetap menjadi murid ibuk."
Semua saling menatap antara satu sama lainnya lagi. Sekarang mereka terlihat panik dan berdebar - debar. Mereka takut jika salah satunya adalah mereka bagaimana nanti kedepannya. Pasti akan malu jika sampai tidak lulus.
"Udah siap belum mendengarkan nama yang Lulus dan tidak Lulus...?!!"
"Siaaaap buk...!!!" Semua menjawab bersamaan.
"Bagi yang tidak Lulus jangan berkecil hati yah...!!! Kalian harus giat belajar lagi agar nanti bisa ikut ujian berikutnya dan lulus. Dan bagi yang namanya Lulus, INGAT...!!! Jangan malas belajar dan tetap semangat. Ibuk berharap kelak kalian akan jadi orang - orang sukses... Amin...!!!"
Semua juga secara bersamaan mengucapkan Amin. Dengan harapan dan cita - cita masing - masing. Namun hati mereka masih merasa berdebar akan kepastiannya, apakah mereka lulus atau tidak.
"Dan... Nama mereka yang lulus adalah..." Buk guru menggantung ucapannya dan menatap semua murid yang wajahnya sudah mulai harap - harap cemas.
Ternyata buk guru sukses membuat semuanya histeris dan berteriak gembira. Meskipun awalnya mereka sempat melongo, rasa tidak percaya. Yang tadinya cemas tidak karuan, sekarang merasa lega dan senang.
"Beneran buk, kita semua Lulus?!!" Gege bertanya pada gurunya dan memastikan jika dia tidak salah dengar. Dan yang lain mengangguk, ingin kepastian juga.
"Iya...Kalian gak senang?!!"
"Yeeee..." Semua teriak kembali merasa senang.
"Tentu saja kita senang buk, akhirnya kita semua lulus."
"Iya Umi... Selamat yah untuk kalian semuanya. Ibuk berharap, setelah ini kalian mendapatkan pelajaran baru, teman baru dan wali kelas yang baru. Tentunya yang sama seperti ibuk."
"Iyaaa buk, terima kasih..." Semuanya berhamburan memeluk wali kelas mereka. Sekarang mereka tidak takut lagi, bahkan tidak malu untuk memeluk gurunya.
Mungkin ini adalah pertemuan terakhir mereka. Karena setelah lulus, mereka tidak akan datang kesekolah ini lagi. Mereka akan datang kesekolah yang baru, teman baru dan tentunya juga guru baru.
Setelah berpelukan bersama, mereka mencium tangan buk guru secara bergantian dan sekaligus menerima Ijazah sekolah mereka.
"Buk, terima kasih karena sudah menemani kami selama ini. Dan maaf jika selama kami jadi murid ibuk kami banyak berbuat kesalahan dan nakal."
"Gak kok Ge, kalian adalah murid - murid yang baik, yah meski terkadang kalian pernah bandel juga sih...!!!"
"Hehehe... Yang bandel itu Nofri buk. Soalnya dia sering jailin anak - anak cewek."
"Yeee... Enak saja, kalian aja yang cewek terlalu manja." Nofri tidak terima jika hanya dia yang disalahkan, meskipun memang dia murid yang paling nakal dikelas.
"Tuh kan buk, Nofri nakal..."
Buk guru hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang selalu saja ingin minta dibelain.
__ADS_1
"Sudah sudah... Nanti jika kalian ada waktu, jangan lupa main kesini yah...!!!"
"Tentu saja buk, kami pasti akan kangen banget sama ibuk." Lagi - lagi Gege memeluk guru wali nya tersebut. Dan diikuti dengan Umi, Titik dan Iris. Sedangkan yang lain hanya melihat dibangku masing - masing.
"Ya udah, kalau gitu kalian sudah boleh pulang kerumah masing - masing. Semoga kalian lulus dites masuk sekolah nanti yah...!!! Semangat belajarnya...!!!"
"Baik buk...!!!" Semua menjawab bersamaan dan berdiri dari tempat duduk masing - masing.
Sekali lagi mereka bersalaman dan mencium tangan guru wali kelas mereka, sekaligus salam perpisahan.
"Ge kamu benaran gak sekolah di SMP tempat kakakmu?!!"
Setelah mereka berada diluar gerbang sekolah, Titik mulai membuka suara.
"Gak Tik, Aku mau masuk madrasah aja."
"Berarti kita gak satu sekolah lagi dong...!!!"
"Yah mau gimana lagi Ris, aku udah daftar di Madrasah. Ntar kalau kangen, kita kan masih bisa main bareng."
"Yah kan gak bisa sering, apalagi jadwal kita pasti berbeda."
"Benar tu Mi, biasanya kalau Madrasah pulangnya lebih lama kan?!!"
"Yah gak lah, kayaknya kalian nanti deh yang pulangnya lebih lama. Apalagi jarak sekolah kalian sangat jauh kan. Kalau aku sih dekat..."
"Yah...Nanti bisa diatur, kalau pas libur kan kita bisa main bareng."
"Iya juga yah... bener juga yang dibilang Umi, pas libur aja kita main bareng. Yah sambil bercerita tentang sekolah baru kita."
"Iya...Sepertinya akan seru..."
Nyatanya pada zaman mereka, mereka belum mengenal teknologi canggih seperti telphone genggam atau yang bisa disebut Handphone / Hp. Bahkan Telphone rumahpun belum ada pada saat ini.
"Rumah aku sudah sampai, mau mampir dulu gak?!!"
"Lanjut dulu deh Mi, aku udah lapar banget nih. Tadi belum sempat sarapan..." Jawab Titik sambil memegang perutnya yang memang sudah terasa lapar.
"Iya Mi, kita lanjut aja yah. Lain kali kita main kesini."
"Iya Mi, lagian aku udah janji sama mama pulang cepat. Soalnya aku mau jagain adek - adek aku."
"Yah udah deh, kalau gitu kalian hati - hati yah...!!!"
"Siaaap..." Mereka menjawab bersamaan sambil melambaikan tangan.
"Yah akhirnya kita pisah jalan nih."
"Yah Ris, kamu hati - hati yah..." Gege menepuk bahu Iris, karena Iris harus kekiri. Sedangkan Gege dan Titik ke arah kanan.
"Iya... kalian juga hati - hati nyeberang jalan."
"Iya... Daaaah...!!!"
Tidak lama kemudian giliran Titik yang melambaikan tangan ke Gege. Karena rumah Titik duluan barulah rumah Gege.
Akhirnya Gege berjalan sendiri pulang kerumah dengan hati gembira. Karena dia sudah dinyatakan lulus dan membawa ijazah kelulusan, itu artinya Gege sudah bisa masuk Madrasah.
Apakah Gege akan merasa senang disekolah barunya?!!!
Apakah dia akan menemukan teman baru yang baik dan sama seperti tiga sahabatnya nanti.
Nantikan kisah selanjutnya, petualangan baru Gege disekolah barunya.
__ADS_1
Jangan Lupa like dan Subcribe yah bestiii...!!!