Wanita Alter Ego Penakluk Casanova

Wanita Alter Ego Penakluk Casanova
WAEPC-13


__ADS_3

Lisa menggerakan tubuhnya yang terasa tertahan sesuatu, ia seketika membuka kedua matanya.


"Kamu sudah siuman?" tanya seseorang di sampingnya.


Kepala Lisa menengok ke arah sumber suara, "Arhgtttt! Kamu sedang apa Tuan?!" histerisnya.


Zidav menaikkan sebelah alisnya menendengar Mona memanggilnya Tuan, bukankah tadi wanita ini sudah memanggil namanya?


Lisa melihat tubuhnya bagian bawahnya ditindih sebelah kaki Tuan majikannya, ia seketika bangun lalu mendorong kaki lelaki itu dengan kedua tangan kurusnya. Ia dengan cepat turun dari ranjang, tatapan kaburnya mencari kacamatanya. Saat melihat ada di atas nakas samping tempat tidur ia dengan cepat mengambil dan memakai kacamata itu.


Matanya lalu mengarah ke arah kancing kemeja di lehernya yang sudah terbuka, dia melotot lalu mengancingkannya kembali. "Sebenarnya apa yang kamu lakukan padaku, Tuan?!" ia menatap Zidav dengan pandangan tak suka.


Lelaki blasteran itu turun dari ranjang, ia mengelus - ngelus keningnya yang terasa bingung.


"Apa kamu tidak ingat kejadian tadi, Mona?" Zidav berbalik menatapnya.


"Kejadian apa? Bukankah Anda menanyakan tentang kembaranku? Ah kamu juga bilang kita pernah bertemu 13 tahun lalu, benarkah itu?" bingung Lisa, ia hanya mengingat sampai disana karena tepat saat itu Mona mengambil alih tubuhnya sendiri dan sudah sering Mona seperti ini mengunci memorinya untuk dirinya sendiri.


Mona! apa yang sebenarnya terjadi? Lisa menunggu tapi tak ada jawaban dari Mona.


"Hanya sampai itu? Apa kamu tidak mengingat yang lainnya?" tanya Zidav kembali.


"Ya, Tuan. Memangnya apa lagi?"


Zidav menatap mata Mona mencari kebohongan disana, tapi mata itu sangat jernih tak ada sesuatu yang disembunyikan. "Apa kamu mengenalku?" selidiknya lagi.

__ADS_1


"Tentu, Anda adalah Tuan majikan saya. Tuan Zidav."


Zidav maju mendekat, "Apa kamu sedang berpura - pura, jika iya kenapa? Tadi kamu sudah mengenaliku!" lelaki itu tak sabar.


Lisa mundur, "Apa maksud Anda? Kenapa Anda seperti ini, Tuan?"


Ada apa ini? Kenapa dia seperti tidak mengenalku lagi? Zidav tak habis pikir.


"Tuan, kalau begitu aku pergi." Lisa berbalik badan berlari kecil ke arah pintu kamar lalu membuka pintu dan menutupnya dengan keras.


"Mona? Ada apa denganmu sebenarnya? Apa kamu tau aku selalu memikirkanmu selama ini? Tidak ada wanita yang bisa menggantikanmu dalam hatiku, bahkan aku belum membayar hutangku padamu dulu. Tunggu aku, aku akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi padamu," gumamnya kebingungan dengan sikap Mona padanya.


Lisa tidak mau menggunakan lift ke bawah, ia menuruni tangga untuk turun ke bawah, akhirnya saat melihat lantai paling bawah ia menarik nafas lega.


"Aaaaa..." sekali lagi salah satu penghuni rumah itu mengagetkannya.


Aldelardo dengan cepat menaiki tangga menghampiri Mona, " Maaf, apa aku mengagetkanmu?"


Lisa menggeleng, "Tidak, saya harus menemani Nyonya lagi. Permisi," wanita itu ngibrit kabur masuk ke dalam kamar Nyonya besar.


Lelaki yang ditinggalkan di tangga itu menatap ke arah lantai atas, dia lalu berjalan masuk ke dalam ruangan Cctv karena penasaran. Saat menonton rekaman di kamera Cctv di depan kamar Paman tirinya, ia mengeratkan kedua tangannya emosi. "Paman, dia adalah wanitaku. Beraninya kamu menggodanya," geramnya.


Lisa sedang mengatur nafasnya, ia terengah - engah merasa kejadian hari ini terus - menerus membuat jantungnya berolahraga. "Ada apa ini? Mona?"


Mona tak menjawab kembali, Lisa tak ingin memikirkannya lagi dia bergantian dengan Bu Wemi menjaga Nyonya besar di taman.

__ADS_1


Dari saat itu sampai di penghujung hari berjalan normal, Lisa berbenah untuk pulang. Saat diluar sebuah klakson berbunyi, dia menatap Tuan Zidav yang sedang bersender di samping pintu kemudi.


"Masuk, aku akan mengantarmu pulang."


"Tidak usah, Tuan," Lisa menggeleng menolak.


"Masuk..."


Lisa tetap menggeleng.


Zidav dengan sabar hanya menatap wajah Mona, lelaki itu lalu maju mendekat, "Ayo," sekali lagi ia mengajak Mona dengan sabar.


"Dia bilang tidak mau, aku yang akan mengantarnya pulang. Lagipula secara sah dia adalah pegawai yang aku pekerjakan bukan kamu Paman. Ayo, Mona." Aldelardo dengan berani menarik lembut tangan Mona seraya menariknya berjalan ke arah mobilnya.


"Mona..." Zidav melembutkan suaranya.


Degh!


Lagi! Kenapa jantungmu sering begini saat bertemu Tuan Zidav, Mona? Tanya Lisa penasaran.


"Ayo," ajak Aldelardo lagi.


Lisa mengikuti langkah Tuan Aldelardo dengan menunduk, tangannya masih digenggam oleh lelaki itu dan Lisa merasa nyaman merasa tak mau melepasnya.


Mobil Aldelardo melesat pergi dari sana, Zidav menendang mobilnya kesal, "Sial!"

__ADS_1


__ADS_2