
Kedua tangan Lisa menutupi telinga dari suara - suara berisik juga dari suara musik jedag - jedug yang memekakkan telinganya.
"Tuan Zidav, kau memang sudah gila! Kenapa membawaku kesini! Aku bukan Mona!" protes Lisa dengan mengeraskan suaranya.
"Jangan hanya Mona yang bisa bersenang-senang, apa kamu tidak penasaran dengan dunia malam?" balas Zidav dengan sama berteriaknya.
Mereka berdua sedang duduk di sebuah sofa club mewah tapi sebelum datang kesana Zidav membawa Lisa berputar-putar kota dia juga membawa gadis dengan penampilan cupu itu makan malam di sebuah Restoran mewah. Saat semua mata di Restoran itu memandang ke arahnya, dia hanya tersenyum bangga membawa gadis cupu seperti Lisa kemana-mana, dia tak ada keinginan untuk merubah penampilan ternyaman untuk Lisa.
Dan sekarang disini, di club dia masih membawa Lisa dengan penampilan cupu-nya. Semua orang membelalakkan mata mereka seolah mereka tak percaya seorang Casanova sepertinya yang sering bergonta-ganti wanita cantik dan sexy bisa - bisanya membawa seorang gadis cupu kesana.
Jhon keponakannya malah terus menerus tertawa, Zidav membiarkannya. Asal jangan ada yang meledek Lisa, maka dia akan diam.
"Sayang, kamu datang kenapa tidak meneleponku dulu," seorang wanita sexy duduk begitu saja di atas paha Zidav.
Zidav terdiam dia membiarkannya, ingin melihat respons dari Lisa. Sudut matanya melirik ke wajah Lisa, benar saja mata gadis itu seketika berubah tajam. Mona datang!
Pria itu tersenyum, dia sengaja menaruh tangannya di pinggang wanita yang duduk di atas pahanya mengelusnya.
__ADS_1
Mona seketika berdiri dengan kesal, wanita itu membuka kacamatanya, menarik ikatan rambutnya. Rambut indahnya terurai membingkai wajah cantik gadis itu. Jari - jemarinya membuka kancing kemeja sampai semua kancing terlepas. Gadis itu lalu membuka kemejanya dan melemparnya asal. Kini Mona hanya memakai tank top di tubuh atasnya memperlihatkan sedikit belahan dada sexy-nya.
Wow! Apa gadis ini sedang cemburu? Zidav terkekeh.
"Woahhhh, siapa wanita cantik ini Zidav? Sialan Lo, kenapa mesti lo bikin penampilannya cupu kayak tadi? Kalo kayak gini kan, beuh.... Hottie, Man!" teriak teman - temannya.
Zidav tak menjawab, dia masih memperhatikan tindakan Mona. Gadis itu seperti sedang mencari sesuatu, dia menunggu.
Mona merasa panas di dadanya, beraninya si brengsek Zidav memancingnya. Dia dengan sengaja tak ingin bertemu dengan pria itu, tapi malam ini dia akan menghabisi pria itu. Mona melirik pakaiannya yang masih kurang sexy, dia berjalan mencari gunting di bar. Setelah menemukannya dia lalu memotong melingkar celana panjang yang dipakainya, kini celana itu menjadi pendek hanya sebatas menutupi bagian bawah sensitifnya. Kini kedua paha putih mulus begitu saja terpampang di hadapan semua orang. Mereka seketika menarik nafas terkejut melihat keseksian gadis cupu tadi.
Tapi itu belum selesai, Mona merebut tas seorang pengunjung wanita dengan cepat mencari alat make up dan memoles bibirnya dengan lipstik tapi meskipun hanya memoles bibirnya asal, kecantikannya sudah terlihat jelas. Dia melempar tas itu kembali pada pemiliknya, lalu dia berjalan dengan sexy meskipun hanya memakai sepatu flat Lisa tapi tetap terlihat sangat memukau para lelaki disana.
Seraya berjalan sexy, Mona menatap intens mata Zidav. Aku akan membalas dendam padamu nanti, Zidav! Malam ini aku akan melupakan balas dendamku, kau sudah menguji kesabaranku! Aku bukan wanita yang akan diam saja!
"Minggir, Lo!" bentak Mona pada wanita yang sedang duduk di pangkuan Zidav merayu si Casanova.
Wanita itu seketika berdiri ketakutan karena Mona masih memegang gunting di tangannya, setelah wanita itu berdiri Mona segera menggantikan tempatnya bertengger duduk di pangkuan Zidav dengan sebelah tangannya melingkari leher pria itu. Di sebelah tangan lainnya dia memainkan gunting di wajah blasteran Zidav, tapi pria itu hanya duduk dengan tenang.
__ADS_1
"Apa kau sedang berusaha memacingku keluar, pria nakal?" Ucap Mona seraya mengelus - ngelus wajah Zidav dengan gunting.
"Lisa?" tanya Zidav sengaja.
"Kau tau aku siapa?! Jangan berpura-pura, Zidav!" geram Mona.
Zidav terkekeh, dia menekan gunting di tangan Mona lalu menggerakkan dengan sengaja gunting itu hingga menggores pipinya sampai berdarah. "Zidav!" seketika Mona melempar gunting itu.
Melihat wajah sang Casanova tergores berdarah, semua orang kembali menarik nafas mereka.
Mona ingin menjauh berdiri tapi tangan Zidav merangkul dengan kuat pinggang wanita itu. "Jangankan hanya berdarah karena tergores, jika kamu memintaku untuk mati aku akan mati, Mona..." lirih Zidav.
"Kau gila! Kau gila! Kau gila!" Mona berteriak histeris.
Zidav menahan tubuh Mona yang memberontak, "Bukankah kau membenciku, apa aku harus mati agar bisa menebus kesalahanku dulu karena mengingkari janji kita, hm?"
Mona memukul - mukul dada pria itu dengan keras, kenapa hatinya terasa sakit saat melihat luka pria itu padahal hanya berdarah karena tergores?
__ADS_1
"Kalian bubar! Malam ini aku akan membayar minuman kalian," usir Zidav.
Mereka membubarkan diri dan akhirnya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Hanya Jhon yang masih menganga menatap semua yang terjadi, jantungnya sepertinya sudah jatuh dari tempatnya. Tapi dengan cepat dia tersadar, sebelum pergi bersama teman-temannya dia memfoto penampilan terkini Mona juga adegan mesra antara Mona dan Paman kecilnya yang terlihat sangat erotis itu.