Wanita Alter Ego Penakluk Casanova

Wanita Alter Ego Penakluk Casanova
WAEPC-9


__ADS_3

Mona tersenyum tipis, ia mulai berjalan mendekat dan menunduk ke arah bagian dada telanjang lelaki nakal di depannya. "Aku mulai..." bisiknya seraya bibirnya mendekat.


Wanita nakal itu menaruh kedua tangannya di tubuh polos Zidav sesekali mengelus menggoda tubuh lelaki itu, bibirnya mulai menelusuri dada berbulu sang Casanova turun menuju perutnya terus - menerus menjilat wine di kulit telanjang Zidav.


Semua orang menarik nafas melihat adegan erotis yang dipertontonkan di depan wajah mereka. Para lelaki bahkan sudah membayangkan mereka lah yang sedang berada dalam kenikmatan duniawi itu, sedangkan para wanita sangat iri melihat Night Maiden bisa menikmati tubuh gagah sang Casanova.


Zidav memejamkan matanya larut dalam kenikmatan, sesekali ia menggigit bibir bawahnya menahan errangan agar tak lolos dari bibirnya. Saat wanita itu mulai menjilat bergantian kedua pahanya, seketika ia membuka kedua matanya dan menarik kasar tubuh Night Maiden sampai wajah mereka berhadapan. "Cukup, aku kalah. Sekarang maukah kau membuka kamar denganku, sayang?" lirih Zidav menahan gairahnya.


Bibir Mona tersenyum penuh kemenangan, "Transfer uangnya pada Manajer di club ini, Tuan Casanova. Untuk ajakanmu, maaf harus membuatmu kecewa Tuan, tapi aku tidak menjual tubuhku..." Mona turun dari tubuh Zidav.

__ADS_1


Mona menatap ke sekeliling, "Sang Casanova akan memberikan hadiah uangnya pada Manajer, kalian akan menikmati uang itu bersamaku. Nikmati kemenangan kalian! Ayo minum!" teriaknya pada semua orang seraya mengambil satu botol wine utuh lalu menegaknya, air wine merah mengalir keluar dari sudut mulutnya membasahi leher dan dada putih mulusnya yang hanya tertutup setengah kain ke bawah. "Yeahhhh!" teriaknya senang mengangkat botol itu tinggi ke atas.


"Yeaahhhh! Kau memang kebanggaan kami Night Maiden! Yuhuuuuuu!!" teriak semua orang dengan semangat.


Zidav menelan ludah melihat wine merah yang membasahi kulit putih telanjang wanita yang berdiri di depannya, ingin rasanya menarik paksa tubuh wanita itu dan mencumbunya sampai wanita itu mengerang di bawah tubuhnya.


"Dav, Kau baik - baik saja? Aku antar ke kamar mandi, kau harus membersihkan tubuhmu. Aku akan menelepon Jhon untuk membawa baju gantimu," Bagas menepuk bahu temannya.


Mona tersenyum puas, ia menegakkan kepalanya puas, "Cih! Casanova apa? Aku goda sedikit saja dia tak bisa bertahan!" Mona menggeleng.

__ADS_1


"Guys! Gue cabut! Jangan lupa tagih uang itu pada Tuan besar tadi!" Mona dengan kondisi pakaiannya yang basah oleh wine merah melenggang keluar club untuk pulang. Lisa akan tertidur sampai pukul 3 pagi, waktunya tinggal setengah jam lagi.


Mona berjalan menuju mobil sewaannya, ia dengan cepat memakai jaket yang ada di dalam mobil lalu mengenderai mobilnya pergi dari tempat itu.


Zidav selesai membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, ia menatap ke sekeliling.


"Night Maiden sudah pergi, aku bilang kau akan kecewa bukan? Tapi kini semua orang senang karena kau akan membayar minuman mereka. Sepertinya akan banyak pengunjung besok malam, karena semua orang pasti tau minuman disini akan gratis selama beberapa hari mungkin selama beberapa minggu karena uang 1 miliar-mu, wkwk...." Bagas menertawakan temannya.


Zidav mendelik kesal pada temannya itu, "Aku minta alamat dan ID wanita itu!"

__ADS_1


"Aku bilang disini tidak ada yang saling mengenal indentitas asli mereka, disini benar - benar tentang dunia malam, Man!"


Seketika lelaki blasteran itu emosi, tiba - tiba matanya mengecil sekarang ia benar - benar merasa yakin wanita tadi mirip dengan seseorang yang dikenalnya. Mona sang perawat!


__ADS_2