
Zidav masuk ke dalam lift naik ke atas kamarnya, tiba - tiba ponselnya berbunyi.
"Ya, Dani?"
"Bos, besok klien dari Amsterdam datang. Mereka sangat ingin bertemu dengan Bos. Anda sudah lama tidak datang ke Perusahaan, bisakah besok datang?" tanya assistennya di Perusahaan.
"Ada kamu, aku percaya padamu." Jawab Zidav.
"T-tapi, Bos. Klien ini pernah Bos bantu, jadi mereka sangat ingin bertemu Anda."
"Baiklah, besok aku datang."
"Baik, Bos."
Zidav keluar dari lift, berjalan dengan pikiran ingin pergi pagi-pagi ke rumah Mona dan memasak disana untuk sarapan bersama. Bibirnya tersenyum senang, dia akan membuat daftar melakukan aktifitas dengan Mona dan Lisa.
"Paman."
Zidav mengangkat kepalanya, keponakannya sedang menunggunya di depan pintu kamarnya. "Ada apa?" cueknya, dia membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam.
Aldelardo mengikuti Pamannya masuk, "Siapa wanita di foto ini? Jhon mengirimnya padaku, katanya ini Mona. Apa benar?" dia menyodorkan layar ponselnya, itu foto Zidav sedang memangku tubuh seorang wanita sexy yang mirip Mona.
__ADS_1
"Bukan, apa kamu percaya pada Jhon? Apa wanita sexy itu menurutmu adalah Mona? Bukankah Mona adalah gadis baik, tidak mungkin bukan dia datang ke club malam? Kamu yang meyakininya sendiri bahwa Mona adalah wanita baik dan lugu."
"Aku tau Jhon berbohong, tidak mungkin wanita ini adalah Mona. Aku percaya pada Mona, aku hanya ingin memastikannya padamu. Aku keluar..."
Zidav menghela nafas berat, dia tidak bisa mengatakan kebenarannya karena menghormati perasaan Lisa pada Ardo. Meskipun dia tidak yakin Lisa benar - benar menyukai keponakannya itu, tapi dia tidak ingin menjadi pria egois yang hanya mementingkan perasaannya sendiri.
Aldelardo menutup pintu kamar Pamannya, di dalam tadi dia sengaja bersikap santai tapi pikirannya sedang berkecamuk, "Apa wanita ini benar-benar bukan Mona?"
Dalam hati pria itu sudah tertanam rasa ketidakpercayaan pada Mona.
Paginya seperti biasa Lisa mengurus sarapan sang Nyonya besar di meja makan, Tuan besar sudah pulang semalam.
"Mona, mulai sekarang makanlah bersamaku di meja," ucap sang Nyonya.
"Aku masih ada dan belum meninggal, kenapa kamu selalu berusaha menggantikan posisiku di rumah ini dengan memutuskan apa yang pantas dan tidak pantas!" balas Nyonya besar tak seperti biasanya yang hanya diam.
Semua orang terkejut, Tuan besar Cazim hanya menatap istrinya sekilas tapi tak berkata apapun.
"Nenek, ayolah. Sejak awal kami sudah mengatakan orang sepertinya tak pantas makan semeja dengan kita. Kenapa Nenek harus menyuruhnya makan dengan kita sekarang. Itu akan membuat selera makanku hilang, aku harus pergi bekerja di Perusahaan masa harus sarapan dengan tak berselera." Erina membela Ibunya.
"Jika tak selera, makan saja diluar atau bisa di kamar kalian," Aldelardo bersuara.
__ADS_1
Zidav menatap Lisa yang sepertinya tidak perduli dengan percakapan di meja makan yang menyudutkan nya. Tadinya dia ingin ke rumah Mona Lisa tapi tidak jadi karena Ayahnya baru saja kembali.
Disaat suasana masih tegang, Jhon malah cekikikin tertawa seperti seorang perempuan menatap foto Mona semalam.
Aldelardo dan Zidav sepertinya tau apa yang sedang ditertawakan Jhon, tapi lain hal nya dengan Erina dia menatap tajam adiknya. "Kenapa kau menertawakanku, Jhon?!"
Seketika Jhon mengalihkan tatapannya dari foto di ponselnya ke arah wajah kakak perempuannya, "Bukan kau, aku menertawakan--"
Ucapannya terhenti, mulutnya dibekap sang Paman. Zidav berdiri lalu merebut ponsel itu dari Jhon menarik keponakannya itu berdiri dari kursi dan menyeretnya pergi dari ruang makan.
"Hmpp-" Jhon memberontak tapi Zidav menendang kakinya membuatnya terdiam menurut.
Setelah menjauh tubuh Jhon dilempar ke lantai, Zidav menghapus foto Mona di dalam ponsel. Dia lalu menatap Jhon tajam, "Ponsel ini aku sita, selain kepada Ardo kau mengirim foto Mona pada siapa?"
Dengan cepat Jhon menggeleng, "Hanya pada Kak Ardo, suer Paman!"
"Kalau kau berani berbohong, kau tau kan apa yang aku lakukan padamu? Aku tidak akan segan-segan, Jhon!" Zidav mendekat menakuti keponakannya.
"Ok! Ok! Diam!" Jhon menutup bibirnya.
"Beli ponsel baru," ucap Zidav seraya meninggalkan Jhon yang masih terduduk di lantai.
__ADS_1
Aldelardo yang mengikuti mereka mendengar perbincangan antara keduanya, dia berbalik pergi dan kembali ke meja makan. Tatapannya terus menatap Mona, tapi dengan tatapan baru. Bukan tatapan lembut dan penuh menghargai lagi tapi dengan tatapan curiga dan tak suka.
Lisa mengangkat kepalanya, dia menatap Aldelardo yang menatapnya dengan tatapan aneh. *Ada apa dengannya? Kenapa menatapk*u seperti itu?