
Wanita yang sedang asyik melenggak - lenggokan tubuh sexy-nya itu seketika terdiam, dari sudut matanya ia melihat wajah yang tak asing. Zidav?
"Sial! Lisa pasti marah kalau aku sampai ketahuan Tuan Majikannya sedang berada di club," dengan seribu langkah wanita itu dengan perlahan berjalan kabur dari sana.
Zidav melihat pergerakan wanita itu yang akan pergi, tanpa sadar ia melangkahkan kaki lebarnya mengejar. Ia berjalan setengah berlari keluar tapi sosok wanita sudah tak terlihat.
Lelaki dengan tinggi 188 cm itu kembali ke dalam, ia mendekati temannya, "Wanita itu pergi."
"Dia memang seperti itu, tiba - tiba akan berlari tanpa pamit meskipun sedang mengobrol tapi terkadang akan kembali datang," sahut Bagas.
"Kau sepertinya sudah mengenalnya baik?" Zidav menaikkan sebelah alisnya.
"Hanya mengenalnya, bukan hanya aku yang sering mengobrol dengan Night Maiden tapi yang lainnya juga. Aku sudah bilang pengunjung disini tidak banyak, tapi saling mengenal. Sebenarnya bisa dibilang setiap pengunjung disini agak aneh-" Bagas menunjuk dirinya sendiri, karena ia adalah seorang gay.
"Sial! Kenapa kau membawaku ke tempat aneh seperti ini! Tapi karena ada seorang wanita menarik, aku tidak akan banyak omong lagi padamu, cih!" Zidav mencari tempat duduk dan segera mendaratkan tubuh sexy berototnya di sebuah sofa.
__ADS_1
Baru saja lelaki blasteran Jerman itu mendaratkan tubuhnya, seorang wanita sexy dengan memakai g-string mendekatinya. "Hai, tampan. Mau bermain," bisiknya.
"Tentu, aku akan membayarmu 100 juta asalkan kau menjilati anggur di tubuhku," Zidav mulai membuka pakaian atasannya memperlihatkan perut six pack-nya, ia menyiram sebotol anggur yang tersedia di meja sofa pada tubuh polos bagian atasnya itu.
Mata wanita itu membelalak, "Kau serius, Tuan?"
Bagas terkekeh, "Jangan ragukan dia, kau tidak tau siapa dia? Zidav Alaric sang penakluk wanita berdompet tebal!" ia menjelaskan siapa temannya itu, di setiap club malam tidak ada yang tidak mengenal seorang Zidav Alaric.
Saat Bagas menyebut nama Zidav seketika semua mata memandang ke arah lelaki blasteran Jerman itu.
"Tunggu! Syaratnya kau harus menghabiskan anggur ini sampai tetes terakhir yang keluar dari botol. Kalau kau mabuk saat menjilatinya, kau harus membayarku 2x lipat dari harga yang kutawarkan," Zidav tersenyum jahat.
Tubuh wanita penggoda itu seketika mundur, jika gagal darimana dia mempunyai uang 200 juta.
Semua wanita disana ikut mundur, tidak ada yang berani. Tiba - tiba seorang wanita sexy berdiri di depan lelaki itu, Mona.
__ADS_1
"Night Maiden!" seru semua orang.
Senyuman di bibir Zidav seketika menegang, ia menatap wanita cantik dan sexy yang berdiri di depan tubuhnya.
"Bayar aku 1 Miliar satu botol, bagaimana?" tantang Mona.
Semua orang menarik nafas terkejut, mereka tau jika Night Maiden sangat kuat sekali minum tapi tidak dengan si pengunjung baru itu.
Bagas yang tau jika si wanita Night Maide jago minum seketika mendekati temannya, "Zidav, dia-"
Ucapannya belum selesai, tapi Zidav sudah bangkit dari sofa tempatnya duduk, tangannya mulai membuka gesper celananya lalu dengan cekatan ia membuka resleting celananya. Celananya seketika melorot ke lantai mempertontonkan paha kekarnya dan bagian tubuh intimnya yang hanya tertutup CD yang bahkan tidak bisa menutupi bagian tubuh intimnya yang menonjol besar, si terong keturuan blasteran.
Lelaki itu menyiram sisa anggur dari botol ke bagian bawah tubuhnya lalu duduk kembali di sofa dengan posisi menatang. "Ayo mulai, satu botol 1 miliar. Tambah botol harga berkali lipat," Zidav mengulum bibirnya.
Mona tersenyum tipis, ia mulai berjalan mendekat dan menunduk ke arah bagian dada telanjang lelaki nakal di depannya. "Aku mulai..." bisiknya seraya bibirnya mendekat.
__ADS_1