
Si Pria Casanova pensiun itu memperdalam ciuman mereka, mengelus rambut Mona lembut. Tak lama dia melepaskan paguatan ciuman nya pada wanita yang berbaring di bawah tubuh nya, "Aku mencintaimu... Mona." Bisiknya.
Tubuhnya terasa lemas, perlakuan Zidav padanya sekarang membuat nya tak bisa berpikir. Tiba-tiba bayangan wajah kedua orang tuanya yang berlumuran darah muncul, "Mama... Papa...." lirihnya.
Zidav mendengarnya, dia bangkit dari tubuh Mona. Melihat mata tak fokus wanita itu seketika dia khawatir, "Mona? Ada apa?"
"Hahh... hahh... Papa... Mama... "
Zidav mendengar nafas Mona tersendat-sendat dia melihat mata Mona terbelalak. "Mona!"
Wanita itu tak merespon, tiba-tiba tubuh Mona mengejang.
Zidav memangku tubuh Mona berlari keluar memasukkan ke dalam mobil. "Tidak akan terjadi apa-apa, bertahanlah Mona..."
Dengan gila Pria itu mengebut menuju rumah sakit, setelah sampai dia berteriak seperti orang gila memanggil para medis. "Cepat, tolong dia! Dokter, panggil Dokter sekarang!" teriaknya.
"Tenang Tuan, bawa ke ruang IGD biar kami periksa."
Zidav membaringkan tubuh kejang Mona di atas ranjang rumah sakit, tapi tangan Mona mengepal erat lengannya. "Aku ikut ke dalam."
Para medis darurat juga melihat tangan pasien mengepal lengan si pria, dia mengangguk. "Ok."
Ranjang didorong masuk, saat para medis memberikan bantuan pada Mona. Zidav tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri. "Aku yang salah terlalu memaksamu, maafkan aku."
15 menit kemudian, tubuh Mona berhenti mengejang. Matanya sudah lama terpejam, cekalan tangan nya pada lengan Zidav juga sudah terlepas.
"Kami akan memindahkan ke kamar rawat, sebaiknya pasien dirawat sampai keadaan tubuhnya membaik."
__ADS_1
"Baik, Dok. Makasih."
"Apa pasien ada riwayat tertekan? Atau trauma?"
Zidav mengangguk, "Trauma masa kecil, dia melihat orang tuanya meninggal dengan mata nya sendiri, saya sudah menghubungi dokter Psikolog. Apa di rumah sakit ini Anda bisa mengajurkan dokter psikilog terbaik?"
"Tentu saja ada, saya sendiri paham kondisi pasien tapi saya memang bukan dokter ahlinya. Bisa dikatakan kondisi pasien menjadi seperti ini karena dia ingin menyakiti seseorang tapi dia tidak bisa melakukannya dan mempertahankan dirinya agar tak menyakiti orang itu. Jadi rasa sakit itu berbalik menyerangnya. Apa tadi dia sedang bersama seseorang?"
"Itu saya , dia selalu bilang membenci saya." Jawab Zidav.
"Ok, nanti silahkan mengobrol lebih lanjut dengan Dokter psikolog disini. Saya permisi."
"Ya. Sekali lagi terima kasih."
Zidav dengan setia terus menemani Mona ke dalam ruang rawat, tapi saat perawat mengatakan pasien akan sadar 2 jam lagi akhirnya Zidav keluar kamar untuk menemui Dokter Psikolog.
Zidav melihat ponselnya, 25 panggilan tak terjawab dari Dendra. "Aku dan kakakmu Mona di rumah sakit, dia kolaps. Datanglah... aku kirimkan alamat rumah sakitnya."
Sebelum menemui Dokter psikolog, Zidav masuk ke kamar kecil membasuh wajahnya. Menatap dirinya di dalam cermin, "Apa caraku salah? Apa benar kata Dokter, tadi Mona ingin menyakitiku tapi menahannya karena sebenarnya dia tak ingin menyakitiku dan akhirnya berbalik pada dirinya sendiri."
Dugh! Pria frustasi itu menonjok dinding.
"Argghttt! Sialan kau Zidav!" pria itu semakin menyalahkan dirinya sendiri.
Tak lama Dendra datang, dia langsung menemani kakaknya di kamar rawat.
Sedangkan Zidav sedang di ruangan psikolog mendengarkan perkataan Dokter padanya, ternyata memang benar dia terlalu memaksakan pada Mona.
__ADS_1
Dokter menatap pria lesu di depannya, "Jangan menyalahkan diri Anda sendiri, sebenarnya cara Anda sudah benar, alter ego Lisa memang lebih baik jangan terlalu sering muncul biarkan si pemilik asli melakukan keseharian nya lebih sering. Jangan memanjakan si pemilik tubuh, selama ini Lisa terlalu memanjakan Nona Mona si pemilik asli karena Lisa ketakutan Mona akan melakukan percobaan bunuh di ri kembali."
"Percobaan bunuh di ri kembali?"
"Saya sudah menyembuhkan beberapa pasien seperti Nona Mona, dalam kondisi ini saya 100% yakin jika Nona Mona pernah ingin melakukan upaya bunuh di ri. Lisa si alter ego ketakukan akan hal ini akan terjadi lagi, jadi selama ini dia yang mendomiasi tubuh Nona Mona. Tapi..."
"Tapi?"
"Tapi menurut cerita Anda tentang Lisa yang sudah sangat dekat dengan Anda dan merencakan semua ini bersama. Sudah bisa dipastikan Lisa mempercayakan Nona Mona pada Anda, itu artinya alter ego akan semakin mengurangi kehadiran nya. Lisa juga sebenarnya tidak sepenuhnya jujur pada Anda, sebenarnya dia bukan bekerja sama dengan Anda tapi dia memang sudah menyadari jika kehadiran nya akan segera hilang karena dia sudah sepenuhnya mempercayai Anda.... tapi tetap saja Nona Mona butuh dirawat agar bisa menghilangkan kenangan-kenangan buruk yang selalu menyerang pikiran dan hatinya. Saya berani menjamin, jika Nona Mona dirawat dia akan segera sembuh."
"Dirawat disini?"
"Saya tidak akan mengatakan itu rumah sakit jiwa, tapi itu adalah rumah sakit kesehatan mental. Jika Anda mempercayai kami tim psikolog, semua akan baik-baik saja untuk Nona Mona."
Zidav memikirkan sifat Mona, apa dia akan memberontak?
"Apa tidak bisa dirawat jalan, Dok? Saya ingin Mona dirawat tapi tetap mendapatkan kebebasan tidak terkurung di dalam rumah sakit?"
Dokter itu terdiam sebentar, "Bisa, tapi harus benar-benar ada pendamping. Nona Mona tidak bisa dibiarkan sendiri, Anda harus selalu menemaninya."
"Tentu, saya akan selalu di sampingnya."
"Baik, kita pakai perawatan seperti yang Anda inginkan. Anda harus selalu menghubungi saya dan saya juga akan terus memantau kondisi Nona Mona."
"Terima kasih, Dok."
"Ya."
__ADS_1