Wanita Alter Ego Penakluk Casanova

Wanita Alter Ego Penakluk Casanova
WAEPC-31


__ADS_3

Mona sudah dipulangkan 2 hari lalu, selama itu pula Lisa tidak pernah muncul.


"Besok kalian pindah ke rumahku, aku sudah siapkan kamar di bawah bersama para staff lain. Tapi itu kamar paling besar, aku tau kalian tidak akan mau tinggal di kamar utama." Ucap Zidav memandang Mona dan Dendra bergantian.


"Untuk apa kami pindah kesana?" tanya Mona.


"Pertama, kau harus bekerja bukan? Kini Lisa tak mau keluar, apa kamu ingin uang dariku untuk keseharianmu? Kamu masih bisa kerja padaku... Mona, menghasilkan uangmu sendiri," pancing Zidav.


"Nggak!" tolak Mona sesuai perkiraan Zidav.


"Aku saja yang kerja, biar nggak repotin kak Mona." Ucap Dendra membantu Zidav, dia tau kakaknya Mona juga pasti takkan menginjikan dia bekerja.


"Nggak! Kamu kuliah aja, jangan pikirin uang." Tolak Mona, "Jadi pekerjaan apa?" tanyanya akhirnya mengalah pada Zidav.


"Jadi asistenku, Aku akan rajin ke Perusahaan bekerja seperti pria lainnya. Lalu dirumah kamu juga masih bisa menjadi assistenku dalam memilihkan pakaian ku atau apapun."


"Kenapa harus jadi assistenmu? Aku masih bisa bekerja pada Nyonya besar."

__ADS_1


"Karena kau harus selalu berada di sampingku, jika perlu 24 jam. Lagipula hanya aku yang tau kamu adalah Mona, bayangkan juga kau mengurus Nyonya besar. Saat mengurusnya kamu harus sangat teliti, Apa kau mampu?"


"Cih!" Mona membayangkan harus 24 jam dengan Zidav saja membuatnya kesal tapi dia juga tau untuk mengurus Nyonya besar lagi itu tidak mungkin.


"Kau menolak bekerja padaku?"


"Tidak!" Bibir Mona cemberut.


"Ok, sudah deal. Sekarang rapikan bawaan kalian yang diperlukan saja, barang-barang sudah aku sediakan di kamar kalian di rumah. Bawa pakaian yang Lisa beli, Mona. Meskipun itu tidak akan nyaman untukmu karena pilihan Lisa, tapi kita sudah berjanji kau akan mulai menjalani kehidupanmu."


"Jangan bawel, aku tau. Aku akan membereskan pakaian dan barang-barangku juga barang Lisa." Ucap Mona seraya berjalan ke dalam kamar.


Zidav mengepalkan tangan lalu tos ala teman dengan Dendra menjotos tinju mereka dengan pelan. "Yeahh!"


***


Aldelardo tak henti-hentinya terus menatap Mona saat Zidav membawanya makan malam di meja bersama semua keluarga, bahkan mengajak Dendra. Saat tadi pertama kali Zidav memberitahukan tentang Mona dan Dendra yang akan tinggal di rumah, jujur dia terkejut. Dia tak pernah menyangka seorang Casanova pemain wanita seperti Pamannya akan serius berhubungan dengan seroang wanita. Entah dia harus senang karena Paman tirinya itu banyak berubah atau harus sakit hati karena hubungan resmi mereka.

__ADS_1


"Dendra, makanlah ini," Zidav menyapitkan daging sapi ke atas piring Dendra.


"Mona, kamu ingin apa?" tanya Zidav dengan lembut membuat semua mata di meja makan berpaling pada mereka berdua.


"Nggak usah repot, aku bisa ambil sendiri." Tolak Mona datar.


Nyonya besar kini sudah diurus kembali oleh Bu Wemi. Sejak melihat Mona hari ini, dia menatap aneh pada Mona. Semua tentang wanita itu kini terasa berbeda, bukan hanya penampilannya tak selugu dulu tapi dia juga bisa merasakan perubahan dari dalam diri wanita itu, "Mona, kamu baik-baik saja?"


"Ya," jawabnya singkat.


"Kamu sekarang sudah berani kurang ajar, berani makan dengan kami. Apa kamu terlalu percaya diri karena sekarang bisa berdandan tidak cupu seperti dulu! Jadi kamu merasa setara dengan kami! Bahkan aku berani menjamin, semua pakaian branded yang kau pakai adalah pemberian!" Celetuk Erina.


"Aku sudah meminta ijin pada Papa, iya kan Pah?" Zidav berpaling pada Ayahnya, Tuan besar Cazim. Dia sudah menjanjikan pada sang Ayah akan mulai rajin bekerja dan datang ke Perusahaan juga menjanjikan akan menghasilkan laba besar bulan ini untuk Perusahaan.


"Hm, kalian jangan ribut lagi. Makanlah! Zidav benar, aku sudah menyetujui dia tinggal dan makan bersama kita. Wanita itu akan menjadi assisten Zidav mulai hari ini, biarkan Pamanmu melakukan keinginannya. Erina." Sang kakek menatap cucunya, Erina.


"Baik, kek. Jika kakek sudah bicara seperti itu." Jawab Erina enggan.

__ADS_1


Aldelardo masih betah menatap wajah dan penampilan Mona hari ini yang sangat menawan, tidak sexy seperti wanita murahan saat dia melihat Mona di dalam foto. Wajah dan penampilan Mona kini membuatnya sekali lagi merasa aneh di dalam hatinya, rasanya ingin terus memandangnya.


__ADS_2