Wier Pibimitu 2100

Wier Pibimitu 2100
Ch. 1 - Selamat Datang di Wier Pibimitu


__ADS_3

Dari dalam sebuah kereta yang berjalan di tengah kota modern yang tandus dan gersang, aku melihat ke luar melalui jendela kereta. Bertanya-tanya, bagaimana aku bisa bertahan hidup selama satu pekan lamanya di dunia yang penuh kegilaan ini. Tunggu ... sudah satu pekan? Wah, hebat juga aku bisa bertahan selama itu.


Satu pekan sebelumnya ...


"Ah ... hari ini, ya?" ucap seorang Remaja di depan layar monitornya. Dengan sedikit menguap, ia berkata, "Wier Pibimitu 2100 ... apakah banyak yang memainkannya?" Ia kemudian mencari umlah pemain yang online pada gim tersebut. Wah ... 1.000.000 orang? Tak kusangka akan sebanyak itu ...! batin sang Remaja yang dibuat terkejut dengan jumlah orang yang online.


Dengan rasa kantuk yang telah berubah menjadi semangat, ia langsung mempersiapkan peralatan VR miliknya untuk memainkan gim yang baru rilis tersebut.


Wier Pibimitu 2100, sebuah dunia di mana segala hal sudah sangat modern hingga robot dapat ditemukan di mana saja. Namun, dibalik semua kelebihan tersebut, dunia Wier Pibimitu memiliki satu kekurangan besar, yaitu persediaan air yang sangat tipis. Gim tersebut bertemakan survival dan open world. Mengedepankan komunikasi antar pemain, menjadi salah satu nilai jual utama dari gim tersebut.


Sang Remaja mempersiapkan perlatan VR miliknya yang disebut sebagai Secundus Virtual Reality 2.0. Sebuah peralatan VR generasi kedua dari Hortus Company. Alatnya sendiri sama seperti peralatan VR pada zaman sekarang. Namun, bagian depan dari kacamata VR-nya menggunakan plastik yang semi kaca dan transparan. Selain itu, terdapat dua buah sarung tangan yang dihubungkan ke komputer secara wireless.


"Sudah siap semuanya, sekarang waktunya mulai bermain!" ucap sang Remaja dengan senyuman yang terlihat jelas di wajahnya.


Ia mengeklik ikon gim Wier Pibimitu 2100 di halaman dekstop. Beberapa saat kemudian, sebuah cahaya putih terang yang tak menyakitkan mata muncul dari kacamata transparan miliknya. Cahaya tersebut semakin terang dan langsung berubah menjadi hitam.


Beberapa saat kemudian, cahaya kembali bersinar. Menampakkan dunia modern dengan bangunan-bangunan tinggi yang ada di sekitarnya. Tanah yang tandus dan kering, debu-debu yang berterbangan, serta hampir tak adanya pepohonan hijau.


"Selamat datang di dunia Wier Pibimitu, namaku Lorem. Siapa namamu?" ucap seorang wanita berambut merah dengan mata yang merah pula, berbadan seksi, berpakaian agak terbuka dan agak sobek-sobek, tomboy, serta membawa senjata modern berwarna putih bergaris biru seukuran AK-47 di tangan kanannya.


Hologram berbentuk persegi panjang berwarna biru tiba-tiba muncul di hadapan sang Remaja. Memiliki kolom kosong dengan bagian atas yang bertuliskan "Isi namamu".


Nama ... pakai yang biasa saja mungkin, ya. batin sang Remaja.


"Arvus, bagaimana penampilanmu?" ucap Lorem. Sebuah hologram dengan ukuran yang lebih besar kali ini muncul dan menampilkan kustomisasi karakter yang nampak sangat kompleks.


Wow ... benar-benar keren .... batin Arvus yang tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Sepuluh menit berlalu dan ia telah selesai melakukan kustomisasi karakter. Berambut merah dengan mata berwarna biru, badan yang tidak begitu tinggi dan cenderung kurus, serta wajah yang terhitung cukup tampan dengan kulit yang agak putih.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan kustomisasi karakter, sama seperti setelah mengisi nama, hologram tersebut menghilang.


"Penampilan yang bagus. Sekarang, tentukan role-mu." ucap Lorem yang kemudian muncul hologram sama besarnya dengan hologram sebelumnya.


Pugnator, merupakan role yang mengedepankan kekuatan fisik. Seberapa kuat fisiknya, tergantung seberapa banyak poin yang ditambahkan dan kecanggihan alat atau mesin yang membantu. Memiliki damage tertinggi menjadikan role ini cocok bagi yang ingin barbar.


Rogue, merupakan role yang mengedepankan kelincahan, kecepatan, dan kecerdikan. Sama seperti role Pugnator, seberapa cepat dan lincah karakternya tergantung seberapa banyak poin yang ditambahkan dan kecanggihan alat serta mesin yang membantu. Memiliki speed tertinggi, membuat role ini cocok bagi yang memiliki reflek bermain yang tinggi.


Skopertis, merupakan role yang mengedepankan akurasi dan ketepatan dalam menembakkan atau melemparkan segala suatu. Sama seperti dua role sebelumnya, untuk seberapa tinggi akurasinya tergantung seberapa banyak poin yang ditambahkan dan seberapa canggih alat atau mesing yang membantu. Namun, ada sedikit perbedaan, yaitu pada role ini kemampuan asli seseorang dapat sangat menentukan kehebatan dari role ini. Role ini cocok untuk mereka yang memliki akurasi dan reflek yang tinggi.


Tiga role tersebut disebut sebagai role utama. Dari masing-masing role utama, nanti pemain dapat mengembangkan akan menjadi seperti apa. Seperti role Rogue yang dapat membuat pemain mendapatkan role Assasin atau role Skopertis yang dapat membuat pemain mendapatkan role Sharpshooter.


"Rogue, pilihan yang bagus. Dengan ini, semua persyaratan telah terpenuhi. Selamat datang di dunia Wier Pibimitu. Bertahan hiduplah, carilah dan lakukanlah apa yang kau inginkan. Dunia kebebasan, Wier Pibimitu." ucap Lorem dengan tersenyum penuh percaya diri. Lorem menghilang secara perlahan, diikuti dengan bangunan sekitar yang ikut memudar.


Keramaian mulai terdengar. Orang-orang yang ada di dalam dunia gim tersebut mulai terlihat. Arvus yang sangat bersemangat, tanpa sadar melompat kegirangan. Membuat orang-orang yang ada di sekitarnya, melihat keheranan.


Para NPC yang nampak dapat berbicara dengan luwesnya dengan para robot, membuat Arvus semakin tidak sabar untuk mencoba segala hal yang ada di dunia tersebut. Arvus yang berlari dengan terlalu bersemangat, tanpa sengaja menabrak seseorang.


Arvus terjatuh ke belakang. Bokongnya sakit dan ia reflek berkata, "Aduh aduh aduh aduh ...." sembari mengelus-elus bokongnya. "Oi ...," terdengar suara berat khas Pria dari depan Arvus. Arvus sontak terkejut dan merinding. Ia yang sudah lama tak berinteraksi, sangat takut untuk melihat ke orang yang baru ditabraknya.


Arvus ... kau harus bisa. Ini dunia yang baru! Kau ... kau harus berubah! batin Arvus meyakinkan dirinya. Ia kemudian memejamkan kedua matanya dan langsung mengangkat kepalanya. Membuka kedua matanya dan ia dibuat terkejut dengan apa yang ada di hadapannya.


"Apa yang kau lihat, Anak Muda?" ucap Pria tersebut dengan sedikit tidak senang akan pandangan Arvus. Arvus mengedipkan matanya beberapa kali dan menggelengkan kepalanya. Ia langsung berdiri dan dengan membungkuk, ia berkata, "Ma-maafkan aku, Paman! Aku ... aku tidak sengaja!". Pria yang Ditabrak Arvus menaruh kedua tangannya di pinggangnya.


"Bagus bagus ... kalau salah memang harus meminta maaf. Lain kali jangan diulangi lagi, ya!" ucap Pria yang Ditabrak Arvus dengan tak ada sama sekali kemarahan di nada bicaranya. Arvus yang mendapatkan penerimaan maaf, langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum dengan lebar.


"Ya!" jawab Arvus dengan cukup polos. Jawaban polos dari Arvus, serta senyuman Arvus yang cukup manis, membuat Pria yang Ditabrak Arvus menjadi agak kemerahan. Pria yang Ditabrak Arvus langsung membalikkan badan dan berkata, "A-aku mengerti, jadi tidak usah seperti itu ... bodoh." Arvus kemudian teringat dengan adanya fitur "Teman" pada gim tersebut. Ia langsung membuka menu yang berbentuk hologram.

__ADS_1


Beberapa pilihan nampak di hadapannya. Ia langsung mencari kota hologram yang bertuliskan "Tambahkan teman" dan mengekliknya. Ia kemudian bertanya kepada Pria yang Ditabrak Arvus, "Ah, Paman, apakah ... kamu mau menjadi temanku?" dan membuat Pria yang Ditabrak Arvus terkejut.


Ia membalikkan badannya secara perlahan dan dengan ekspresi khas tsundere.


"Ka-kalau kau memaksa ... maka aku tak keberatan." jawab Pria yang Ditabrak Arvus dengan mengelus-elus tangannya. Arvus yang mendengar hal tersebut, tentu senang. Ia kemudian bertanya nama dari Pria yang Ditabrak Arvus.


"Ah! Ketemu! Monat, kan? Sudah kutambah pertemanan, ya!" ucap Arvus yang kemudian kembali ke menu utama. Monat membuka menunya dan melihat permintaan pertemanan dari Arvus sudah masuk. Monat nampak memasang wajah terlalu senang, tapi harga diri yang tinggi membuatnya harus menahan rasa senangnya itu.


Arvus yang melihat begitu banyaknya menu dan sub-menu yang ada, penasaran dengan apa saja yang ada di menu tersebut. Ia membuka tutup tiap sub-menu yang ada hingga hampir semua sudah ia temukan. Namun, ada satu yang tidak dapat ia temukan.


"A-anu ... Paman Monat?" tanya Arvus yang nampak ragu-ragu. "Panggil saja Monat." jawab Monat yang masih kesenangan melihat adanya nama Arvus di daftar pertemanannya. "Ah, baiklah. Monat ... aku ini, kan, pemain baru ... nah, apa kamu tahu di mana bagian aku bisa menemukan tombol untuk logout?" tanya Arvus yang memasang ekspresi kebingungan.


"Hah? Di menu awal bagian paling bawah. Bukankah harusnya nampak dengan sangat jelas, ya?" ucap Monat yang agak heran dengan pertanyaan Arvus. "Tapi ... di tempatku tak ada." jawab Arvus dengan sedikit menggaruk-garuk kepalanya.


Monat yang bingung dengan ucapan Arvus, mendesah berat karena beranggapan bahwa Arvus terlalu cepat mengambil kesimpulan. "Akan kutunjukkan ya ... buka menu, lalu cari bagian paling ba ... wah ...?!" ucap Monat yang kemudian terkejut bukan main.


Tombol yang seharusnya bertuliskan "Logout" tidak dapat ditemukannya.


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca chapter ini. Semoga betah dan terus membaca hingga chapter terakhir. Mohon dukungan dari teman-teman ya! Dan untuk kritik serta saran, bisa dicantumkan di kolom komentar.


Terima kasih!


----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2