Wier Pibimitu 2100

Wier Pibimitu 2100
Ch. 5 - Level, Status, dan Latihan


__ADS_3

Di ruang tengah yang sudah mengkilap dan nampak menjadi sangat luas, Arvus berdiri seorang diri berhadapan dengan Auctrix.


"Pertama-tama, perkenalkan dirimu." Auctrix menyilangkan kedua tangannya. "Na-namaku Arvus. Umur 15 tahun. Role Rogue!" jawab Arvus dengan berdiri tegap dengan posisi siap. "Level?" tanya Auctrix. Arvus sedikit tersentak. Dengan melirik ke samping, Arvus menjawab, "Sa-satu ...."


Mata Auctrix sedikit melebar. Dengan sedikit mendesah, Auctrix sedikit tersenyum. "Apa itu artinya kau belum tahu apa-apa tentang gim ini?" tanya Auctrix. "Ah ... hahaha," tawa pelan dari Arvus.


"Akan aku jelaskan dengan singkat. Ketika dunia ini masih berupa gim, kamu bisa meningkatkan level dengan menjalani quest atau sekadar farming. Namun, semenjak gim ini berubah menjadi kenyataan, kamu bisa meningkatkan level dengan berbagai hal yang tak terduga.


"Lalu rolemu bisa dikembangkan tergantung dirimu. Ninja, Assassin, Horseman, adalah contoh role yang bisa dikembangkan dari Role Rogue. Di dunia ini, yang namanya alat memanglah membantu, tapi jangan sampai bergantung. Skill harus kamu asah. Akan sia-sia memiliki level dan status yang tinggi, tapi skill yang dimiliki nihil." Auctrix mengambil sebuah benda seperti HP.


"Benda ini adalah Vereda, di duniamu benda ini disebut sebagai HP. Memperbaharui dan memeriksa status, menambahkan teman, mengirim pesan, semua hal yang ada pada 'Menu' semuanya tercantumkan pada benda kecil ini. Tak seperti ketika masih menjadi sebuah gim yang mana bisa dengan manja hanya dengan memikirkannya maka menu akan terbuka, sekarang kau harus sedikit mengeluarkan usaha untuk membuka Vereda.


"Setiap orang memiliki setidaknya satu Vereda. Jangan sampai kehilangan benda ini, jangan dengan mudah meminjamkannya ke orang lain. Benda ini ... sama seperti dirimu. Sama pentingnya dengan dirimu. Seberapa jauh kamu bisa bertahan ... juga bergantung akan benda ini." Auctrix selesai menjelaskan.


Arvus sedikit menganga. Ia mencoba untuk mencerna semua yang baru dikatakan oleh Auctrix. "Kalau kau masih belum paham, buka saja "Bantuan" pada Vereda." Auctrix melempar Vereda yang di tangannya ke Arvus. Dengan dua tangan, Arvus menerima lemparan tersebut. Di bagian belakang Vereda terlihat sebuah simbol bertuliskan huruf "V".


"Vereda itu milikmu. Pindailah wajah dan jarimu," ucap Auctrix. Arvus mengedepankan Veredanya dan mulai memindai wajahnya.


[Pemindaian wajah selesai. Wajah telah terkonfirmasi. Silakan memulai pemindaian jari.]


Dari bagian depan Vereda, sebuah hologram muncul. Memiliki tulisan di bagian bawah kotak pemindaian jari "Pindai Jari". Arvus menempelkan jari jempolnya dan garis semacam laser muncul dari bawah ke atas dan kembali lagi ke bawah.


[Pemindaian selesai. Selamat datang di Wier Pibimtu, Arvus!]


Ke-keren .... Mata Arvus bersinar dan menggenggam Verada dengan kedua tangannya. "Biasakan dirimu dengan benda itu. Ingat baik-baik pesanku tadi. Di dunia ini, orang-orang tidak akan sebaik orang-orang di duniamu." Auctrix tersenyum tipis melihat wajah polos dari Arvus.

__ADS_1


"Zarvi!" panggil Auctrix. Zarvi datang dari ruangan yang sama dengan ruangan tempat ia berkenalan dengan Arvus. "Aku ingin kau membimbing Anak Muda ini. Setidaknya sampai ia bisa berburu sendiri," ucap Auctrix yang kemudian menepuk pundak Zarvi. "Oh, baiklah, Tuan." jawab Zarvi dengan tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya.


Auctrix berjalan meninggalkan ruang utama menuju ke ruang pribadinya. Di ruangan yang luas dan kosong tersebut, tinggal Arvus dan Zarvi saja. "Baiklah ... harus kita mulai dari mana, ya."--Zarvi memegang dagu--"Kamu belum pernah memaikan gim ini, kan? Maksudku, ketika dunia ini masih berupa gim, kamu belum pernah memainkannya, kan?" tanya Zarvi memastikan.


Arvus mengangguk-anggukkan kepalanya. "Hm ... cukup tidak beruntung, sih. Soalnya kamu tak mendapat quest untuk pemula dan di dunia ini, kalau mau melaksanakan quest harus ke sebuah tempat yang disebut sebagai 'Guild' atau seseorang memintamu melakukan suatu hal," ucap Zarvi.


"Ah, aku tahu!" Zarvi membuka Verada miliknya.


Tuing! Verada milik Arvus berbunyi dan sedikit bergetar. Arvus memeriksanya dan ketika wajahnya terpindai, sebuah hologram dengan ukuran dua kali lipat layar Veradanya muncul. Sampai kapan aku akan terus terkagum .... Arvus menggeleng-gelengkan kepala dan mengedipkan matanya beberapa kali. Ia kemudian mengeklik ikon yang bergambar surat dengan angka satu yang berada di dalam lingkaran di bagian pojok kanan atas ikon surat tersebut.


[Permintaan menjalani quest untuk menemani ke kota dengan hadiah berupa exp sejumlah 100 telah ditawarkan. Apakah Anda akan menerimanya tau tidak?]


[Terima - Tidak]


Arvus mengeklik tombol menerima.


"Anggap saja sebagai quest pertamamu, tapi setelah ini aku tidak akan memberikanmu quest yang enteng seperti ini lagi, ya." Zarvi memasukkan Verada miliknya ke kantung celana. "Ya! Terima kasih!" jawab Arvus dengan cukup bersemangat dan antusias.


"Tuan Auctrix, saya izin untuk ke kota sebentar. Saya ingin memperlihatkan dunia ini sekejap kepada Arvus," ucap Zarvi dengan cukup lantang. "Ya, lakukan sesukamu," jawab Auctrix. "Karena sudah mendapat izin, apalagi yang kita tunggu." Zarvi mengeluarkan sebuah kunci dari kantung kirinya.


Arvus dan Zarvi berjalan menuju ke pintu kediaman. Pintu dibuka oleh Zarvi dan kegersangan serta panas yang cukup menyengat langsung dirasakan oleh Arvus. Suhu yang dirasakan sangat bertolak belakang. Bak orang yang dari ruangan ber-AC langsung menuju ke gurun. Panas! batin Arvus.


Bremm ... suara keras kendaraan terdengar dari telinga kiri Arvus. Arvus menoleh dan ia melihat kendaraan seperti Dodge Charger R/T 1970 berwarna hitam dengan garis berwarna merah darah dan ban yang sudah berubah menjadi ban offroad.


"Naiklah," ucap Zarvi yang berada di dalam mobil. Arvus langsung berlari dan membuka pintu kanan-depan. Ia terpukau dengan interior yang disajikan oleh mobil 'tua' tersebut. "Mobil apa ini?" tanya Arvus yang duduk di kursi kulit dengan wajah yang tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

__ADS_1


"Ini mobil lama yang aku dan saudaraku modifikasi. Kami menyukai mobil klasik. Namun, bagian dalam dari mobil ini sudah diubah ke teknologi yang cukup terkini." Zarvi mengetuk sebuah layar yang ada pada mobil dan hologram dengan ukuran satu setengah kali lipat dari layar tersebut keluar. Dari hologram tersebut dapat terlihat berbagai informasi dari kendaraan mobil milik Zarvi.


Kesehatan mesin, kapan ban harus diganti, seberapa parah kerusakan yang dialami, dan lainnya dapat dilihat dengan mudah melalui hologram yang menampilkan informasi mobil milik Zarvi. Selesai memperlihatkan informasi kendaraan, Zarvi menggeser ke salindia selanjutnya.


"Tak asik kalau memulai perjalanan tanpa sebuah lagu, kan?" ucap Zarvi yang kemudian mengetuk (mengeklik) tanda 'Play' pada layar hologram.


Bremm! Mobil dengan kencang dipacu oleh Zarvi, mengepot ke kiri dan membuat kepulan debu berterbangan. Zarvi membanting setir ke kanan dan mobil mulai melaju kencang menuju ke kota. Arvus terhempas dan tertahan ke sandaran kursinya. Kedua tangannya menggenggam erat pegangan pintu. Ekspresi wajah yang bercampur aduk antara takut, terkejut, dan kagum dipancarkannya.


Zarvi mengambil kacamata yang ada di dasbor dan mengenakannya dengan penuh gaya. Pakaiannya yang sedikit terbuka dengan paras yang tampan serta badan yang jadi, membuat para wanita yang melihatnya dapat jatuh hati seketika.


Mobil yang sudah berjalan dengan lebih tenang membuat ketakutan dan kekhawatiran Arvus mulai memudar. Ia mulai bisa beranjak dari sandaran kursinya dan mencoba menikmati perjalanan ini, sebagaimana Zarvi yang penuh gaya menikmati berkendara.


15 menit kemudian ...


Membo ... sankan. Isinya di mana-mana cuma tanah kosong yang gersang! Apa tak ada sesuatu yang menarik?! batin Arvus.


Sebuah baliho dengan gambar orang tersenyum lebar dan dapat mengeluarkan suara "Belilah Penyikat Gigi Esoden! Penyikat Gigi Terbaik untuk Kamu yang Sedang Tidak Baik!"


Kau pasti bercanda, kan ....


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai chapter ini. Semoga betah dan terus membaca hingga chapter terakhir. Mohon dukungan dari teman-teman ya! Dan untuk kritik serta saran, bisa dicantumkan di kolom komentar!

__ADS_1


Terima kasih!


----------=======-----------


__ADS_2