
Beberapa puluh Milenium yang lalu, manusia telah mencapai zaman teknologi tercanggih yang pernah ada. Tentara robot, senjata dengan daya hancur tinggi, kendaraan yang multifungsi, teknologi medis termutakhir. Umat manusia hampir melanggar peraturan dan hukum dunia. Ketujuh dewa Perion yaitu:
Hidron; (L)
Lition; (P)
Natrion; (P)
Kalion; (L)
Rubidion; (P)
Sesion; dan (L)
Fransion. (L)
Menjadi sangat murka terhadap umat manusia, mereka menciptakan sebuah bangsa monster dengan daya hancur yang besar, bangsa ini dinamai sebagai bangsa Krion. Peperangan antara umat manusia dengan bangsa Krion pun tak terhindarkan. Umat manusia melawan bangsa Krion dengan segala yang mereka miliki, kehancuran dan kerusakan terjadi dimana-mana. Namun, berkat peradaban mereka yang maju umat manusia berhasil meniru inti penciptaan bangsa Krion dan membuat empat belas manusia dengan inti Krion yaitu:
Hydrax; (L)
Legia; (L)
Sirens; (P)
Chiron; (L)
Drys; (P)
Aria; (L)
Akhelus; (P)
Harpys; (L)
Dameter; (P)
Syla; (P)
Hepta; (L)
Melyn; (P)
Eyra; dan (P)
Astrid. (P)
Mereka disebut sebagai para Osmos. Bangsa Krion dipukul mundur oleh umat manusia, hal ini menambah kemurkaan para dewa Perion sehingga mereka turun tangan dan menghancurkan segala teknologi yang ada di Bumi serta memusnahkan sebagian besar umat manusia. Para Osmos sendiri tak mampu memberikan perlawanan terhadap serangan para dewa, alhasil sembilan anggota Osmos yaitu:
Sirens;
Chiron;
Drys;
Akhelus;
Harpys;
Dameter;
Eyra;
Hydrax; dan
__ADS_1
Syla
Terbunuh ditangan para dewa. Sisa anggota Osmos yang tersisa pun memilih untuk bersembunyi dan menyaksikan kehancuran dunia di mata mereka. Setelah para dewa membinasakan peradaban serta sebagian besar populasi manusia, mereka mengulang kehidupan di Bumi menjadi era baru. Beruntung Para Osmos dari era lama berhasil melarikan diri jauh di dalam lapisan Bumi yang paling dalam di lima penjuru.
Ribuan tahun berlalu, manusia mengulang lagi sejarah, mereka membangun peradaban dari titik zaman perundagian dikarenakan pengetahuan peninggalan dari era lama. Kini, manusia telah sampai di era modern kembali, bencana pun terulang lagi. Para Dewa Perion memerintahkan bangsa Krion untuk mencegah kemajuan teknologi milik umat manusia.
Kekacauan pun terjadi lagi di Bumi untuk kedua kalinya, banyak korban berjatuhan dari pihak manusia selama ratusan tahun karena ketidakmampuan mereka dalam memberikan perlawanan. Kerusakan yang terjadi kali ini lebih besar dari era lama, sehingga manusia terpaksa mengumpulkan semua yang mereka miliki dan membangun benteng pertahanan terakhir yang mereka mampu, benteng itu bernama benteng Xhynthium.
Namun, segala sesuatunya tetap berjalan di benteng Xhynthium. Umat manusia dihadapkan lagi dengan ancaman kelaparan di beberapa tahun mendatang.
Ream Sargius adalah pemimpin dari klan Ream yang merupakan salah satu dari empat klan besar yang tersisa yaitu:
klan Ream, Laria, Kros, dan Eterma.
Klan-klan tersebut adalah klan yang memimpin banyak sekali pertempuran saat melawan bangsa Krion
Ream Sargius:
Hari ini kita berkumpul disini untuk membahas kelangsungan hidup umat manusia
”Pfft! Membosankan!”
Ucap salah satu anggota klan Laria yang bernama Laria Amou
Ream Sargius:
Apa maksudmu Nona Amou?
Laria Amou:
Aku tidak bermaksud menghina kalian
Laria Amou:
Tapi aku tahu jika kita akan membahas peperangan dengan bangsa Krion
Laria Amou:
Laria Viero:
Amou! Tutup mulutmu!
Laria Amou:
Diamlah Viero, aku tidak ingin mendengar sepatah kata pun darimu
Eterma Yura:
Kalau begitu, apa kau punya ide lain Nona
Laria Amou?
Laria Amou:
Ide? Ide untuk apa? Berperang? Tentu tidak
Laria Amou:
Aku bahkan tidak tertarik dengan rapat ini
Kros Efet:
Nona Amou, meskipun kau mengatakan tidak tertarik sama sekali dengan rapat ini
Kros Efet:
Tetapi kau lah yang paling menggila di medan pertempuran, apa kau tidak mengingatnya?
Laria Amou:
Lalu kenapa? Apa hubungannya Efet?
__ADS_1
Laria Amou:
Mau seganas apapun aku di medan pertempuran, kita hanya kembali dengan kekalahan, sadarilah
Ream Sargius:
Inilah yang menjadi masalahnya Nona Amou, kita terus-menerus mengalami penurunan populasi dan sumber daya selama ini
Laria Amou:
Bukankah ini karena hukum rimba?
Ream Sargius:
Hukum rimba ya? Kau sendiri tahu jika kita kalah karena kita lemah, untuk itu kita harus mencari cara agar dapat menjadi kuat
Laria Amou:
Hei bodoh, kita tidak akan menjadi kuat jika terus berada di kandang yang bernama Xhynthium ini
Laria Viero:
Sudah cukup! Amou, keluar dari sini!
Laria Amou:
Oh! Terima kasih, aku akan keluar dari gedung dan dari kandang ini
Eterma Yura:
Kau ingin pergi keluar dari benteng ini?
Laria Amou:
Ya, mengapa tidak? Umat manusia akan mati kelaparan kan? Setidaknya aku mati karena menikmati pertarungan
Kros Efet:
Kalau begitu silahkan saja
Laria Amou:
Kau tidak perlu mempersilahkanku
Brakk!
Amou pergi meninggalkan ruangan dan berjalan ke arah gerbang keluar Xhynthium.
Ia melepas satu per satu bagian dari tanda "klan" nya. Baret, jubah, kalung, sarung tangan, lencana, bahkan zirahnya juga Ia lepaskan sembari berjalan menuju gerbang keluar. Para penduduk pun terheran-heran melihatnya, namun Amou tidak ingin ambil pusing, Ia menyatakan niatnya sembari berjalan
Laria Amou:
Aku, Laria Amou, hari ini aku mengundurkan diri dari anggota empat klan besar yang bernama klan Laria
Laria Amou:
Aku akan meninggalkan benteng ini, karena tiada gunanya bagiku untuk terus berada disini
Laria Amou:
Selamat tinggal
Laria Amou:
Buka gerbangnya!
”Ba-baik...”
Para penjaga membuka gerbang keluar, Amou pun pergi meninggalkan benteng Xhynthium
Amou:
’Aku akan menggunakan caraku sendiri’
__ADS_1