Yaku Impulsum 1st

Yaku Impulsum 1st
Kejadian yang sebenarnya


__ADS_3

Sepulangnya dari pelabuhan, Yuju dan nenek Usa kembali ke rumah di bukit dekat pelabuhan


Nenek:


Yahh..melelahkan sekali


Yuju:


Saya akan membereskan barang belanjaan


Nenek:


Baik baik


Yuju pergi ke dalam dan membereskan barang belanjaannya


Nenek:


’Waktu pasti akan berputar sebentar lagi’


Nenek Usa masuk ke dapur


Nenek:


Yuju, sebentar lagi waktu akan berputar


Yuju:


Ha, apa maksudnya nek?


Criikkk....


Tiba-tiba terdengar suara gir yang berputar


Yuju:


Apa itu?!


Benda-benda dirumah bergerak-gerak dengan sendirinya


Yuju:


E-eh?!


Yuju gemetaran


Nenek:


Tenanglah


Selama beberapa saat, benda-benda terus bergerak. Yuju semakin kebingungan dengan apa yang terjadi di rumah itu


Kraakkk.....


Suara gir tersebut berhenti dan benda-benda berhamburan dimana-mana


Nenek:


Hmm..sepertinya kali ini tidak parah


Yuju:


Ne-nenek..apa yang sebenarnya terjadi....?


Nenek:


Ehh..bagaimana mengatakannya ya.....


Nenek:


Sederhananya, rumah ini seperti rangkaian mesin di dalam jam


Nenek:


Jika aura seseorang yang mendatangi rumah ini tidak sesuai dengan mesin itu, maka rumah ini akan sangat berantakan


Nenek:


Mesin itu akan mengulang berbagai kesalahan yang pernah terjadi di rumah ini, seperti kesalahan saat membereskan kamar


Yuju:

__ADS_1


J-jadi bagaimana cara menghilangkannya?


Nenek:


Entahlah, tapi kedatanganmu mengurangi dampaknya


Yuju:


A-a-aaaa.....


Nenek:


Karena itu, nenek akan bertanya lagi untuk memastikan keputusanmu


Nenek:


Apa kamu masih mau bekerja disini?


Nenek:


Menangani kekacauan yang terjadi disini secara berulang-ulang


Yuju:


Ehhh....


Yuju:


’Bagaimana ini? Mencari pekerjaan di pelabuhan sangat susah’


Yuju:


’Tapi bekerja disini akan sama susahnya seperti mencari pekerjaan di pelabuhan’


Yuju berpikir untuk berhenti dari pekerjaan ini, akan tetapi Ia teringat dengan kisah yang pernah didengarnya saat di pelabuhan


”Kesabaran dalam menangani hal-hal kecil akan memberikanmu pengalaman yang tak ternilai harganya”


”Seorang dewi pun lahir dari hal-hal kecil yang Ia kerjakan semasa hidupnya saat masih menjadi manusia fana”


”Pengalamannya menyelamatkan banyak jiwa dan melahirkan kejayaan bagi daratan ini. Pelabuhan Litus Arum tercipta berkatnya”


Yuju:


Yuju membulatkan tekadnya. Lalu dengan tegas Ia menyampaikan keputusannya


Yuju:


Nek, saya akan tetap bekerja di rumah ini dengan segala bentuk kekacauan yang terjadi


Nenek:


Baiklah, mohon kerja samanya ya


Yuju:


Saya juga


Yuju kembali membereskan barang belanjaan


Nenek:


’Perasaan ini familiar sekali’


Nenek:


’Ketegasannya dalam berbicara dan keberanian yang tetap ada meskipun Ia ketakutan’


Nenek:


’Persis sekali’


Nenek:


Nenek istirahat dulu ya


Yuju:


Tapi kamar nenek belum dibersihkan kan?


Nenek:

__ADS_1


Tidak usah dipikirkan, itu bukan masalah besar


Yuju:


Baik nek


Nenek:


Oh ya, kamar mu ada di depan gudang


Yuju:


Saya mengerti


Nenek Usa pergi ke kamarnya yang berantakan


Nenek:


’Kembalilah ke tempat kalian’


Barang-barang yang berantakan di kamarnya langsung kembali ke tempatnya


Ctash!


Rasa ngilu mendadak muncul di kepala


nenek Usa


Nenek:


’Ahh..pengikisan....’


Nenek:


’Anak itu berarti adalah penerus nya kelak’


Nenek termenung sejenak mengingat kembali pendahulunya yang mempercayakannya rumah itu


(Mengenang masa lalu Nenek Usa)


Verin:


Usa, aku serahkan tanggung jawab rumah dan keamanan daratan ini padamu


Usa:


Apa maksud anda Nona?


Verin:


Jagalah pelabuhan Litus Arum, ini adalah tanggung jawab yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi


Verin:


Begitu juga dengan musuh pelabuhan


Litus Arum yang diturun-temurunkan oleh para pendahulu


Verin:


Hidupku tidak lama lagi, jadi tolong ingat


kata-kata ku


Usa:


Saya akan berusaha sebaik mungkin Nona


Verin:


Baguslah


(Kembali ke masa kini)


Nenek:


’Nona Verin, musuh yang anda katakan itu....’


Nenek:


’Tidak lama lagi akan kembali datang untuk memberikan kerusakan kepada pelabuhan ini’

__ADS_1


Nenek:


’Musuh para *Litus Arum's Guard**er*, Ophis’


__ADS_2