
Sepulangnya dari pelabuhan, Yuju dan nenek Usa kembali ke rumah di bukit dekat pelabuhan
Nenek:
Yahh..melelahkan sekali
Yuju:
Saya akan membereskan barang belanjaan
Nenek:
Baik baik
Yuju pergi ke dalam dan membereskan barang belanjaannya
Nenek:
’Waktu pasti akan berputar sebentar lagi’
Nenek Usa masuk ke dapur
Nenek:
Yuju, sebentar lagi waktu akan berputar
Yuju:
Ha, apa maksudnya nek?
Criikkk....
Tiba-tiba terdengar suara gir yang berputar
Yuju:
Apa itu?!
Benda-benda dirumah bergerak-gerak dengan sendirinya
Yuju:
E-eh?!
Yuju gemetaran
Nenek:
Tenanglah
Selama beberapa saat, benda-benda terus bergerak. Yuju semakin kebingungan dengan apa yang terjadi di rumah itu
Kraakkk.....
Suara gir tersebut berhenti dan benda-benda berhamburan dimana-mana
Nenek:
Hmm..sepertinya kali ini tidak parah
Yuju:
Ne-nenek..apa yang sebenarnya terjadi....?
Nenek:
Ehh..bagaimana mengatakannya ya.....
Nenek:
Sederhananya, rumah ini seperti rangkaian mesin di dalam jam
Nenek:
Jika aura seseorang yang mendatangi rumah ini tidak sesuai dengan mesin itu, maka rumah ini akan sangat berantakan
Nenek:
Mesin itu akan mengulang berbagai kesalahan yang pernah terjadi di rumah ini, seperti kesalahan saat membereskan kamar
Yuju:
__ADS_1
J-jadi bagaimana cara menghilangkannya?
Nenek:
Entahlah, tapi kedatanganmu mengurangi dampaknya
Yuju:
A-a-aaaa.....
Nenek:
Karena itu, nenek akan bertanya lagi untuk memastikan keputusanmu
Nenek:
Apa kamu masih mau bekerja disini?
Nenek:
Menangani kekacauan yang terjadi disini secara berulang-ulang
Yuju:
Ehhh....
Yuju:
’Bagaimana ini? Mencari pekerjaan di pelabuhan sangat susah’
Yuju:
’Tapi bekerja disini akan sama susahnya seperti mencari pekerjaan di pelabuhan’
Yuju berpikir untuk berhenti dari pekerjaan ini, akan tetapi Ia teringat dengan kisah yang pernah didengarnya saat di pelabuhan
”Kesabaran dalam menangani hal-hal kecil akan memberikanmu pengalaman yang tak ternilai harganya”
”Seorang dewi pun lahir dari hal-hal kecil yang Ia kerjakan semasa hidupnya saat masih menjadi manusia fana”
”Pengalamannya menyelamatkan banyak jiwa dan melahirkan kejayaan bagi daratan ini. Pelabuhan Litus Arum tercipta berkatnya”
Yuju:
Yuju membulatkan tekadnya. Lalu dengan tegas Ia menyampaikan keputusannya
Yuju:
Nek, saya akan tetap bekerja di rumah ini dengan segala bentuk kekacauan yang terjadi
Nenek:
Baiklah, mohon kerja samanya ya
Yuju:
Saya juga
Yuju kembali membereskan barang belanjaan
Nenek:
’Perasaan ini familiar sekali’
Nenek:
’Ketegasannya dalam berbicara dan keberanian yang tetap ada meskipun Ia ketakutan’
Nenek:
’Persis sekali’
Nenek:
Nenek istirahat dulu ya
Yuju:
Tapi kamar nenek belum dibersihkan kan?
Nenek:
__ADS_1
Tidak usah dipikirkan, itu bukan masalah besar
Yuju:
Baik nek
Nenek:
Oh ya, kamar mu ada di depan gudang
Yuju:
Saya mengerti
Nenek Usa pergi ke kamarnya yang berantakan
Nenek:
’Kembalilah ke tempat kalian’
Barang-barang yang berantakan di kamarnya langsung kembali ke tempatnya
Ctash!
Rasa ngilu mendadak muncul di kepala
nenek Usa
Nenek:
’Ahh..pengikisan....’
Nenek:
’Anak itu berarti adalah penerus nya kelak’
Nenek termenung sejenak mengingat kembali pendahulunya yang mempercayakannya rumah itu
(Mengenang masa lalu Nenek Usa)
Verin:
Usa, aku serahkan tanggung jawab rumah dan keamanan daratan ini padamu
Usa:
Apa maksud anda Nona?
Verin:
Jagalah pelabuhan Litus Arum, ini adalah tanggung jawab yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi
Verin:
Begitu juga dengan musuh pelabuhan
Litus Arum yang diturun-temurunkan oleh para pendahulu
Verin:
Hidupku tidak lama lagi, jadi tolong ingat
kata-kata ku
Usa:
Saya akan berusaha sebaik mungkin Nona
Verin:
Baguslah
(Kembali ke masa kini)
Nenek:
’Nona Verin, musuh yang anda katakan itu....’
Nenek:
’Tidak lama lagi akan kembali datang untuk memberikan kerusakan kepada pelabuhan ini’
__ADS_1
Nenek:
’Musuh para *Litus Arum's Guard**er*, Ophis’