
Sepulang sekolah, Ivana meminta izin pada master Kyu untuk tidak mengikuti pelatihan
Kyu:
Kamu datang dan meminta izin? Padahal saya ingin memberitahumu kalau pelatihan hari ini tidak ada
Ivana:
Memangnya apa yang sedang terjadi master?
Kyu:
Saya masih harus memberi bimbingan khusus pada kelompok Leo
Ivana:
Ah, begitu rupanya
Kyu:
Lagipula, kenapa kamu datang untuk meminta izin? Tidak biasanya
Ivana:
Saya kebetulan punya tugas mendesak hari ini
Kyu:
Baik baik
Ivana:
Kalau begitu saya izin pamit master
Kyu:
Ya
Ivana langsung pergi meninggalkan master Kyu dan mencari Rey di lingkungan sekolah
Ivana:
’Dimana orang itu?’
Ivana terus mencari. Saat Ia berada di sekitar selokan sekolah, Ia mendengar seseorang menelpon
”Baguslah dia sudah masuk perangkap kita”
Ivana:
’Ini suaranya’
Ivana menguping pembicaraan
Rey:
Benar, kali ini kita akan langsung mengeksekusinya
Ivana:
’Apa?!’
Rey:
Tenanglah, semua berada di kendaliku
Rey:
Ya ya, sampai jumpa
Rey menutup telponnya
Rey:
Bagian mana saja yang dengar ketua?
Ivana:
’Gawat!’
Dalam sekejap mata Rey sudah berada di hadapannya
Ivana:
Kamu ingin menjebak ku?!
Rey:
Entahlah, itu terserah padamu
Rey pergi tanpa mempedulikan Ivana
Ivana:
’Tidak ada pilihan lain’
Ivana mengikuti Rey dengan terpaksa hingga sampai di suatu rumah kosong
”HRMPH!!!”
__ADS_1
Terdengar suara seseorang sedang disekap
Rey:
Kita sudah sampai
Rey:
Di tempat yang kamu injak itu ada perangkap
Ivana:
Apa!
Ivana langsung melompat mundur
DAR!!!
Peluru senapan melewati wajah Ivana dan mengenai seseorang tepat di kepala
Rey:
Kerja bagus, kita berhasil mengenai rekannya
Raina:
Jadi dia tamu yang kamu maksud?
Rey:
Ya
Raina:
Beruntung sekali dia bisa membalaskan dendamnya
Rey:
Benar, bawa dia keluar
Beberapa orang keluar dengan membawa seseorang yang terikat dengan kawat besi
Rey:
Nah ketua, silahkan
Ivana langsung menghajar habis-habisan orang tersebut
Rey:
Baiklah, sudah cukup
Rey:
Ivana:
Ya
Rey:
Apa lebih baik dia dihukum mati disini atau kah dihukum mati oleh pihak yang berwenang?
Ivana:
Berikan dia kematian yang paling sadis dan kejam
Rey:
Baik, menyingkirlah dari sana
Ivana pergi menjauh dari Iyasu Tadaka
Rey:
Tolong bereskan dia
”Baik!”
Rey pergi sambil menyeret Ivana pergi dari tempat tersebut
Rey:
Dengan ini dendam orang tua mu dan yang lainnya terbalaskan
Ivana:
Ya
Rey:
Tolong jangan membuat keputusan yang kejam seperti tadi untuk kedepannya
Ivana:
Ha?
Rey:
Kamu tahu, seseorang yang meninggalkan kemanusiaannya karena dibutakan oleh kemarahan hanya akan terus menderita
__ADS_1
Rey:
Aku tahu kalau kamu tidak menyukai kekerasan dan menjunjung tinggi keadilan
Rey:
Mengerti?
Ivana:
Ya
Rey:
Ayo kita pergi dari sini
Ivana:
Baik
Rey membawa Ivana pergi meninggalkan tempat tersebut
Rey:
Berhenti
Ivana:
Ada apa?
Rey:
Menunduklah dan jangan bergerak
Rey mengeluarkan sebotol minyak khusus dari pakaiannya dan mengusapkannya ke seluruh bagian kepala Ivana
Ivana:
Apa ini?
Rey:
Agar kamu tidak terikat lagi dengan masa lalumu dan bisa berpikir dengan jernih
Rey mengeluarkan lagi sebotol air dari tas nya dan membersihkan kepala Ivana dengan air tersebut
Rey:
Semoga kebencian, kemarahan, serta kejahatan lenyap darimu
Rey mengambil sebuah handuk dari tasnya lalu mengeringkan kepala Ivana dan merapikannya
Rey:
Selesai
Ivana kembali menegakan kepalanya
Ivana:
Tubuhku terasa lebih ringan
Rey:
Kamu sudah boleh pergi
Ivana:
Tidak, masih ada satu hal lagi
Rey:
Apa it-
Ivana mengambil borgol untuk menahan Rey
Takk! Takk! Brak!
Rey menjatuhkan Ivana dan memborgol tangannya
DARR!!!
Rey menarik pelatuk pistol dan menembak tepat di samping telinga Ivana
Rey:
Ini kedua kalinya
Rey:
Sekali lagi kamu melakukannya, akan kubuat kamu menyesal seumur hidup
DARR!!!
Rey menembak borgolnya
Brakkk!!!
Rey menghancurkan pistol tersebut dan pergi meninggalkan Ivana
__ADS_1