Yaku Impulsum 1st

Yaku Impulsum 1st
4


__ADS_3

Sepulang sekolah, Ivana meminta izin pada master Kyu untuk tidak mengikuti pelatihan


Kyu:


Kamu datang dan meminta izin? Padahal saya ingin memberitahumu kalau pelatihan hari ini tidak ada


Ivana:


Memangnya apa yang sedang terjadi master?


Kyu:


Saya masih harus memberi bimbingan khusus pada kelompok Leo


Ivana:


Ah, begitu rupanya


Kyu:


Lagipula, kenapa kamu datang untuk meminta izin? Tidak biasanya


Ivana:


Saya kebetulan punya tugas mendesak hari ini


Kyu:


Baik baik


Ivana:


Kalau begitu saya izin pamit master


Kyu:


Ya


Ivana langsung pergi meninggalkan master Kyu dan mencari Rey di lingkungan sekolah


Ivana:


’Dimana orang itu?’


Ivana terus mencari. Saat Ia berada di sekitar selokan sekolah, Ia mendengar seseorang menelpon


”Baguslah dia sudah masuk perangkap kita”


Ivana:


’Ini suaranya’


Ivana menguping pembicaraan


Rey:


Benar, kali ini kita akan langsung mengeksekusinya


Ivana:


’Apa?!’


Rey:


Tenanglah, semua berada di kendaliku


Rey:


Ya ya, sampai jumpa


Rey menutup telponnya


Rey:


Bagian mana saja yang dengar ketua?


Ivana:


’Gawat!’


Dalam sekejap mata Rey sudah berada di hadapannya


Ivana:


Kamu ingin menjebak ku?!


Rey:


Entahlah, itu terserah padamu


Rey pergi tanpa mempedulikan Ivana


Ivana:


’Tidak ada pilihan lain’


Ivana mengikuti Rey dengan terpaksa hingga sampai di suatu rumah kosong


”HRMPH!!!”

__ADS_1


Terdengar suara seseorang sedang disekap


Rey:


Kita sudah sampai


Rey:


Di tempat yang kamu injak itu ada perangkap


Ivana:


Apa!


Ivana langsung melompat mundur


DAR!!!


Peluru senapan melewati wajah Ivana dan mengenai seseorang tepat di kepala


Rey:


Kerja bagus, kita berhasil mengenai rekannya


Raina:


Jadi dia tamu yang kamu maksud?


Rey:


Ya


Raina:


Beruntung sekali dia bisa membalaskan dendamnya


Rey:


Benar, bawa dia keluar


Beberapa orang keluar dengan membawa seseorang yang terikat dengan kawat besi


Rey:


Nah ketua, silahkan


Ivana langsung menghajar habis-habisan orang tersebut


Rey:


Baiklah, sudah cukup


Rey:


Ivana:


Ya


Rey:


Apa lebih baik dia dihukum mati disini atau kah dihukum mati oleh pihak yang berwenang?


Ivana:


Berikan dia kematian yang paling sadis dan kejam


Rey:


Baik, menyingkirlah dari sana


Ivana pergi menjauh dari Iyasu Tadaka


Rey:


Tolong bereskan dia


”Baik!”


Rey pergi sambil menyeret Ivana pergi dari tempat tersebut


Rey:


Dengan ini dendam orang tua mu dan yang lainnya terbalaskan


Ivana:


Ya


Rey:


Tolong jangan membuat keputusan yang kejam seperti tadi untuk kedepannya


Ivana:


Ha?


Rey:


Kamu tahu, seseorang yang meninggalkan kemanusiaannya karena dibutakan oleh kemarahan hanya akan terus menderita

__ADS_1


Rey:


Aku tahu kalau kamu tidak menyukai kekerasan dan menjunjung tinggi keadilan


Rey:


Mengerti?


Ivana:


Ya


Rey:


Ayo kita pergi dari sini


Ivana:


Baik


Rey membawa Ivana pergi meninggalkan tempat tersebut


Rey:


Berhenti


Ivana:


Ada apa?


Rey:


Menunduklah dan jangan bergerak


Rey mengeluarkan sebotol minyak khusus dari pakaiannya dan mengusapkannya ke seluruh bagian kepala Ivana


Ivana:


Apa ini?


Rey:


Agar kamu tidak terikat lagi dengan masa lalumu dan bisa berpikir dengan jernih


Rey mengeluarkan lagi sebotol air dari tas nya dan membersihkan kepala Ivana dengan air tersebut


Rey:


Semoga kebencian, kemarahan, serta kejahatan lenyap darimu


Rey mengambil sebuah handuk dari tasnya lalu mengeringkan kepala Ivana dan merapikannya


Rey:


Selesai


Ivana kembali menegakan kepalanya


Ivana:


Tubuhku terasa lebih ringan


Rey:


Kamu sudah boleh pergi


Ivana:


Tidak, masih ada satu hal lagi


Rey:


Apa it-


Ivana mengambil borgol untuk menahan Rey


Takk! Takk! Brak!


Rey menjatuhkan Ivana dan memborgol tangannya


DARR!!!


Rey menarik pelatuk pistol dan menembak tepat di samping telinga Ivana


Rey:


Ini kedua kalinya


Rey:


Sekali lagi kamu melakukannya, akan kubuat kamu menyesal seumur hidup


DARR!!!


Rey menembak borgolnya


Brakkk!!!


Rey menghancurkan pistol tersebut dan pergi meninggalkan Ivana

__ADS_1


__ADS_2