
Beberapa hari kemudian. Di kediaman sang Adspirantium, sang Veriniyaku ditaruh di ruang istirahat khusus
Veriniyaku:
Nghh...!
Sang Veriniyaku terbangun
Veriniyaku:
’Apa ini?’
Mata sang Veriniyaku yang semula dapat melihat energi Yaku, kini hanya dapat melihat bagaikan manusia pada umumnya
Veriniyaku:
’Ini tidak mungkin kan?!’
Sang Veriniyaku mencoba melancarkan serangan pilar namun tidak ada yang keluar sama sekali
Veriniyaku:
’Kekuatanku menghilang?!’
Ccsshhhh......
Sebuah pintu terbuka
Adspirantium:
Akhirnya kau siuman
Veriniyaku:
’Apa-apaan pakaiannya? Tanpa zirah sama sekali’
Adspirantium:
Keluarlah dulu dari ruangan ini
Sang Adspirantium meninggalkan ruangan diikuti oleh Veriniyaku tersebut
Ngiingg....
Veriniyaku:
’Penglihatanku kembali??’
Sang Veriniyaku menoleh balik ke ruangan tadi
Veriniyaku:
’Mungkinkah....?!’
Adspirantium:
Ruangan itu menyegel semua jenis energi Yaku kecuali mempunyai darah sepertiku
Veriniyaku:
Bagaimana mungkin manusia seperti kalian mampu melakukannya?
Adspirantium:
Manusia itu tidak pernah menyerah dan selalu mencari cara
Sang Adspirantium kembali berjalan menuju ke sebuah ruangan
Veriniyaku:
Ruangan apa ini?
Adspirantium:
Bukan ruangan yang berbahaya
Ckrakk.....
Pintu terbuka
Adspirantium:
Lihatlah kedalam
Sang Adspirantium memperlihatkan deretan senjata para Veriniyaku sebelumnya yang telah dikalahkan oleh para Adspirantium sebelumnya
Veriniyaku:
I-itu...?!
Sang Veriniyaku mengenali semua senjata yang ada disana
Veriniyaku:
’Invidya, Fushiki, Alera, dan Asteria’
Adspirantium:
Kau mengenal mereka kan?
Veriniyaku:
Jadi senjata mereka berada disini
Adspirantium:
Energi Yaku pada senjata mereka sudah tidak ada sama sekali
Adspirantium:
Mereka mati dengan cara yang berbeda-beda
Adspirantium:
Veriniyaku pertama dibunuh oleh Adspirantium pertama
Adspirantium:
Veriniyaku kedua tewas akibat serangannya sendiri yang dipantulkan
Adspirantium:
Veriniyaku ketiga dan keempat mati bunuh diri sebelum dibunuh
__ADS_1
Adspirantium:
Lalu, kau yang kelima
Adspirantium:
Bagaimana caramu mati nanti?
Seketika sang Veriniyaku tergetar batinnya setelah mendengar kata-kata sang Adspirantium
Veriniyaku:
’Apa mungkin dia akan membunuhku disini?!’
Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!
Sang Veriniyaku mengeluarkan pilar-pilarnya
Veriniyaku:
Kalau kau akan membunuhku disini.....!
Adspirantium:
Aku tidak akan membunuhmu
Veriniyaku:
Omong kosong!
Pilar-pilar dilancarkan ke arah sang Adspirantium
Bam!
Sang Adspirantium mementalkan semua pilar-pilar tersebut dengan gelombang ledakan
Adspirantium:
Aku memberimu dua pilihan
Sang Adspirantium mendekati sang Veriniyaku dengan wajah dinginnya
Veriniyaku:
Mundur!
Adspirantium:
Bekerja sama dengan kami atau mati
Adspirantium:
Pilihlah
Sang Veriniyaku terdiam tidak bergeming
”Haibei....”
Adspirantium:
Nampaknya kau harus memikirkannya selagi aku berbicara pada pendahulu
Sang Adspirantium mengambil salah satu pilar milik sang Veriniyaku kemudian menaruhnya di salah satu tempat pajangan senjata
Cshh..
Adspirantium:
Diamlah di dalam sini
Cshh..
Pintu tertutup
Haibei:
Overseer Masato, disini
Masato:
Baik
Masato memasuki ruangan tempat Haibei berada
Masato:
Bagaimana kabarmu?
Haibei:
Aku baik-baik saja
Masato:
Senang mendengarnya
Haibei:
Ada apa anda datang kemari?
Masato:
Aku ingin meminta laporan tentang Veriniyaku yang kau kalahkan
Haibei:
Anda bisa melihat senjatanya disana
Haibei memperlihatkan pilar milik sang Veriniyaku yang terpajang
Haibei:
Tipe serangannya adalah pilar yang ditembakan tanpa henti dan juga bola energi yang tercipta dari energi Yaku
Masato:
Bagaimana cara kerjanya?
Haibei:
Pilar ini tercipta dari energi Yaku yang sekelas dengan Myaku. Saat ditembakan dan mengenai benda maka akan langsung meledak
Haibei:
__ADS_1
Lalu bola energi adalah serangan khas milik Veriniyaku yang memiliki tekanan sangat tinggi serta resapan energi dari kehidupan Yaku kelas Cyaku
Haibei:
Semakin besar bola energi, semakin besar ledakannya
Masato:
Itu saja?
Haibei:
Benar, hanya itu saja serangan yang dimiliki Veriniyaku itu
Masato:
Berarti tipenya adalah penyerang jarak jauh
Masato:
Baiklah, terima kasih laporannya
Haibei:
Sebuah kehormatan Overseer Masato
Masato pergi meninggalkan kediaman Haibei
Csshh...
Pintu lemari terbuka
Veriniyaku:
Apakah dia pendahulu yang kau maksud?
Haibei:
Ya, Adspirantium pertama sekaligus pemimpin kami
Veriniyaku:
Bagaimana mungkin manusia sepertinya bisa hidup sampai sekarang?
Haibei:
Entahlah
Haibei terdiam sejenak
Haibei:
Apa jawabanmu?
Veriniyaku:
Aku memutuskan untuk bekerja sama dalam waktu yang singkat
Haibei:
Hm?
Veriniyaku:
Akan ada musuh bagimu yang setara denganku
Veriniyaku:
Aku menyimpan dendam padanya
Haibei:
Jadi kita akan bekerja sama hanya untuk membunuhnya?
Veriniyaku:
Ya
Haibei memikirkan perkataan sang Veriniyaku barusan
Haibei:
’Kemunculan Veriniyaku hanya terjadi beberapa puluh tahun sekali’
Haibei:
’Tapi katanya dalam waktu yang dekat?’
Veriniyaku:
Nampaknya kau tidak mempercayai perkataanku
Haibei:
Ya, kemunculan makhluk sepertimu terjadi dalam jangka waktu beberapa puluh tahun sekali
Veriniyaku:
Nampaknya kau salah paham
Veriniyaku:
Kemunculan kami semakin cepat setiap waktunya
Veriniyaku:
Dan yang terburuk bagimu adalah datangnya rekan-rekanku secara bersamaan
Haibei:
Jika itu terjadi, sudah tentu sang Ratu Adil akan datang dan menghakimi kalian semua
Veriniyaku:
Baiklah, aku sudah memperingatimu
Haibei dan Veriniyaku saling berjabat tangan
Haibei:
Kelak akan kukalahkan kau sekali lagi
Veriniyaku:
__ADS_1
Sampai saat itu tiba, persiapkan dirimu