Yaku Impulsum 1st

Yaku Impulsum 1st
3


__ADS_3

Esok harinya saat jam istirahat di sekolah,


Rey dalam perjalanan menuju ke kantin. Namun, di perjalanannya, Ia merasakan sesuatu yang sangat mengganggunya


Rey:


’Sepertinya ada seseorang yang mengawasiku’


Rey menjatuhkan uang sakunya kemudian mengambilnya dan melirik-lirik sekeliling dengan berhati-hati


Rey:


’Tidak ada siapa-siapa yang mengawasiku’


Rey mencoba untuk tidak memperdulikan, tetapi saat Ia membalikan pandangannya terlihat sesosok yang berada di belakang salah satu pilar bangunan


Rey:


’Ketemu’


Rey kembali berjalan ke kantin sambil mengingat jalan lain untuk kembali


Rey:


’Benar juga’


Rey berjalan menuruni tangga turun lalu pergi bersembunyi di gudang yang ada di bawah tangga. Beberapa saat Ia bersembunyi, perasaan yang mengganggunya muncul lagi


Rey:


’Dia ada disini’


Tap tap tap


Terdengar langkah kaki yang berhenti tepat di titik tengah antara tangga lantai bawah dengan tangga lantai atas. Rey bergerak perlahan-lahan dan mengintip sosok yang mengawasinya dalam diam


Rey:


’Lisha Ivana, apa maksudmu mengawasiku?’


Terlihat Ivana melihat seluruh kantin dengan tatapan yang tajam


Ivana:


Sigh!


Ivana membalikan badannya


Rey:


’Akan ku hentikan ini’


Rey mengambil beberapa sapu di gudang dan menjatuhkannya


Brak!


Suara sapu-sapu menarik perhatian Ivana dan membuatnya pergi ke dalam gudang untuk membereskannya


Rey:


’Benar, datanglah ke tempat yang tak ada jalan keluarnya’


Ivana memasuki gudang dan merapikan sapu-sapu yang terjatuh


Cklak!


Rey langsung mengunci pintu gudang


Rey:


Apa maksudmu memata-mataiku?


Ivana:


Hmp


Rey:


Jawab atau akan kuhancurkan reputasi dan jabatanmu di sekolah ini


Ivana:


Pikirmu hal itu akan mudah?


Ivana memasang kuda-kuda bertarung


Rey:


Haha..rupanya hanya seseorang yang berakal pendek


Ivana:


Tutup mulutmu, sampah


Rey:


Baiklah, kalau kamu menang akan kubebaskan


Rey:


Tapi jika sebaliknya, maka bersiaplah menghadapi masalah


Woosh!


Rey menghilang dari pandangan Ivana


Ivana:


?!


Brak!


Ivana terjatuh ke lantai dan tubuhnya terkena kuncian mati oleh Rey dalam posisi telungkup


Ivana:

__ADS_1


Ugh..!


Ivana mencoba menggerakan tangannya


Rey:


Sudah tidak ada gunanya lagi melawan bukan?


Ivana:


Akh!


Rey menekan kunciannya untuk memperlemah perlawanan Ivana


Rey:


Baiklah, akan ku mulai dari mana bagusnya ya?


Ivana:


Krgh!


Rey:


Ini akan menyenangkan


Rey mengambil buku siswa milik Ivana dan mulai membaca data-data pribadinya


Rey:


Hoo..rumah ini


Rey:


Mungkinkah nama kedua orang tua mu adalah Lili dan Ivanka


Rey melemahkan kunciannya


Ivana:


Memangnya apa urusanmu?!


Rey:


Aku mengenal mereka


Ivana:


Apa?


Rey:


Mereka pernah datang kepada masterku dan memohon padanya untuk menjadi pengawal pribadi mereka


Rey:


Master menolak pada awalnya, tapi orang tua mu bersikeras kepadanya


Rey:


Rey:


Sebenarnya pekerjaan apa yang dilakukan mereka?


Ivana:


Jadi orang tua yang bernama Dai Ichi itu master mu? Ya ampun, sempit sekali dunia ini


Rey:


Cukup, sekarang kembali ke pertanyaanku yang sebelumnya


Rey:


Kenapa kamu memata-mataiku?


Ivana:


Kamu adalah orang yang sangat mencurigakan


Rey:


Mengapa demikian?


Ivana:


Menguasai setiap mata pelajaran yang ada, memiliki ilmu bela diri yang tinggi, kecerdikan dan ketegasan yang seimbang


Ivana:


Itu bukanlah murid biasa


Rey:


Kamu menyadarinya?


Ivana:


Jadi itu benar!


Rey:


Ya, dan kamu pun membongkar identitasmu dengan membawa perekam suara ini


Ivana:


Apa?!


Rey:


Pulpen yang indah


Ivana:


Jangan! Jangan menghancurkannya!!!

__ADS_1


Rey:


Kalau begitu menyerahlah dan patuhi semua perintahku


Ivana:


Kgh!!!


Rey:


Pertama, aku tidak mau ada peraturan yang membatasiku di sekolah ini


Rey:


Kedua, tidak boleh ada yang menghalangiku


Rey:


Ketiga, segala bentuk pelanggaran tidak akan kuberi ampun dan langsung kutindak tegas


Ivana:


’Sial, keinginannya terlalu berat’


Rey:


Jawab atau kuhancurkan


Ivana:


Argh!!!


Ctash!


Terdengar suara pulpen patah


Ivana:


TIDAK!!!


Ivana langsung menangis histeris


Ivana:


Dasar manusia tidak punya hati!


Ivana:


Pulpen itu adalah benda terakhir dari ayah dan ibuku


Tung tung tung


Rey melempar patahan pulpen lain serta perekam suara di hadapan Ivana


Rey:


Semudah itu menghancurkanmu? Luar biasa


Ivana:


Kau!!!


Rey:


Orang tuamu dibunuh oleh seorang pembunuh berantai bernama Iyasu Tadaka bukan?


Rey:


Dia sudah kutangkap dan saat ini sedang kutahan


Ivana:


Bagaimana mungkin?!


Rey:


Apa kamu ingin mengeksekusinya? Atau hukum yang mengakhirinya?


Ivana:


Bawa aku padanya!


Rey:


Baiklah, temui aku sepulang sekolah


Rey melepas kunciannya dan membiarkan Ivana lepas


Rey:


Ini, ambillah


Rey mengembalikan pulpen milik Ivana


Rey:


Perekam suaranya sudah kuhancurkan


Ivana mengambil kembali pulpennya tanpa mengatakan apa-apa


Rey:


Bukankah wajah bekas menangis itu indah?


Rey mencoba menghapus air mata Ivana


Plak!


Rey:


Baiklah aku paham


Rey:


Sampai jumpa sepulang sekolah nanti

__ADS_1


__ADS_2