
Esok harinya saat jam istirahat di sekolah,
Rey dalam perjalanan menuju ke kantin. Namun, di perjalanannya, Ia merasakan sesuatu yang sangat mengganggunya
Rey:
’Sepertinya ada seseorang yang mengawasiku’
Rey menjatuhkan uang sakunya kemudian mengambilnya dan melirik-lirik sekeliling dengan berhati-hati
Rey:
’Tidak ada siapa-siapa yang mengawasiku’
Rey mencoba untuk tidak memperdulikan, tetapi saat Ia membalikan pandangannya terlihat sesosok yang berada di belakang salah satu pilar bangunan
Rey:
’Ketemu’
Rey kembali berjalan ke kantin sambil mengingat jalan lain untuk kembali
Rey:
’Benar juga’
Rey berjalan menuruni tangga turun lalu pergi bersembunyi di gudang yang ada di bawah tangga. Beberapa saat Ia bersembunyi, perasaan yang mengganggunya muncul lagi
Rey:
’Dia ada disini’
Tap tap tap
Terdengar langkah kaki yang berhenti tepat di titik tengah antara tangga lantai bawah dengan tangga lantai atas. Rey bergerak perlahan-lahan dan mengintip sosok yang mengawasinya dalam diam
Rey:
’Lisha Ivana, apa maksudmu mengawasiku?’
Terlihat Ivana melihat seluruh kantin dengan tatapan yang tajam
Ivana:
Sigh!
Ivana membalikan badannya
Rey:
’Akan ku hentikan ini’
Rey mengambil beberapa sapu di gudang dan menjatuhkannya
Brak!
Suara sapu-sapu menarik perhatian Ivana dan membuatnya pergi ke dalam gudang untuk membereskannya
Rey:
’Benar, datanglah ke tempat yang tak ada jalan keluarnya’
Ivana memasuki gudang dan merapikan sapu-sapu yang terjatuh
Cklak!
Rey langsung mengunci pintu gudang
Rey:
Apa maksudmu memata-mataiku?
Ivana:
Hmp
Rey:
Jawab atau akan kuhancurkan reputasi dan jabatanmu di sekolah ini
Ivana:
Pikirmu hal itu akan mudah?
Ivana memasang kuda-kuda bertarung
Rey:
Haha..rupanya hanya seseorang yang berakal pendek
Ivana:
Tutup mulutmu, sampah
Rey:
Baiklah, kalau kamu menang akan kubebaskan
Rey:
Tapi jika sebaliknya, maka bersiaplah menghadapi masalah
Woosh!
Rey menghilang dari pandangan Ivana
Ivana:
?!
Brak!
Ivana terjatuh ke lantai dan tubuhnya terkena kuncian mati oleh Rey dalam posisi telungkup
Ivana:
__ADS_1
Ugh..!
Ivana mencoba menggerakan tangannya
Rey:
Sudah tidak ada gunanya lagi melawan bukan?
Ivana:
Akh!
Rey menekan kunciannya untuk memperlemah perlawanan Ivana
Rey:
Baiklah, akan ku mulai dari mana bagusnya ya?
Ivana:
Krgh!
Rey:
Ini akan menyenangkan
Rey mengambil buku siswa milik Ivana dan mulai membaca data-data pribadinya
Rey:
Hoo..rumah ini
Rey:
Mungkinkah nama kedua orang tua mu adalah Lili dan Ivanka
Rey melemahkan kunciannya
Ivana:
Memangnya apa urusanmu?!
Rey:
Aku mengenal mereka
Ivana:
Apa?
Rey:
Mereka pernah datang kepada masterku dan memohon padanya untuk menjadi pengawal pribadi mereka
Rey:
Master menolak pada awalnya, tapi orang tua mu bersikeras kepadanya
Rey:
Rey:
Sebenarnya pekerjaan apa yang dilakukan mereka?
Ivana:
Jadi orang tua yang bernama Dai Ichi itu master mu? Ya ampun, sempit sekali dunia ini
Rey:
Cukup, sekarang kembali ke pertanyaanku yang sebelumnya
Rey:
Kenapa kamu memata-mataiku?
Ivana:
Kamu adalah orang yang sangat mencurigakan
Rey:
Mengapa demikian?
Ivana:
Menguasai setiap mata pelajaran yang ada, memiliki ilmu bela diri yang tinggi, kecerdikan dan ketegasan yang seimbang
Ivana:
Itu bukanlah murid biasa
Rey:
Kamu menyadarinya?
Ivana:
Jadi itu benar!
Rey:
Ya, dan kamu pun membongkar identitasmu dengan membawa perekam suara ini
Ivana:
Apa?!
Rey:
Pulpen yang indah
Ivana:
Jangan! Jangan menghancurkannya!!!
__ADS_1
Rey:
Kalau begitu menyerahlah dan patuhi semua perintahku
Ivana:
Kgh!!!
Rey:
Pertama, aku tidak mau ada peraturan yang membatasiku di sekolah ini
Rey:
Kedua, tidak boleh ada yang menghalangiku
Rey:
Ketiga, segala bentuk pelanggaran tidak akan kuberi ampun dan langsung kutindak tegas
Ivana:
’Sial, keinginannya terlalu berat’
Rey:
Jawab atau kuhancurkan
Ivana:
Argh!!!
Ctash!
Terdengar suara pulpen patah
Ivana:
TIDAK!!!
Ivana langsung menangis histeris
Ivana:
Dasar manusia tidak punya hati!
Ivana:
Pulpen itu adalah benda terakhir dari ayah dan ibuku
Tung tung tung
Rey melempar patahan pulpen lain serta perekam suara di hadapan Ivana
Rey:
Semudah itu menghancurkanmu? Luar biasa
Ivana:
Kau!!!
Rey:
Orang tuamu dibunuh oleh seorang pembunuh berantai bernama Iyasu Tadaka bukan?
Rey:
Dia sudah kutangkap dan saat ini sedang kutahan
Ivana:
Bagaimana mungkin?!
Rey:
Apa kamu ingin mengeksekusinya? Atau hukum yang mengakhirinya?
Ivana:
Bawa aku padanya!
Rey:
Baiklah, temui aku sepulang sekolah
Rey melepas kunciannya dan membiarkan Ivana lepas
Rey:
Ini, ambillah
Rey mengembalikan pulpen milik Ivana
Rey:
Perekam suaranya sudah kuhancurkan
Ivana mengambil kembali pulpennya tanpa mengatakan apa-apa
Rey:
Bukankah wajah bekas menangis itu indah?
Rey mencoba menghapus air mata Ivana
Plak!
Rey:
Baiklah aku paham
Rey:
Sampai jumpa sepulang sekolah nanti
__ADS_1