Yaku Impulsum 1st

Yaku Impulsum 1st
Kedatangan sang Adspirantium


__ADS_3

Oichi:


Mungkin yang kamu maksud itu dia


Oichi menunjuk ke seorang wanita yang melayang di atas langit kota Lox


Chitose:


G-gawat...!!!


Chitose langsung mengendalikan Fly Machine nya dengan kecepatan tinggi untuk pergi dari kota Lox sejauh mungkin


Reina:


Apa mungkin Veriniyaku itu bangkit kembali???


Chitose:


Siapa peduli, kita harus pergi dari sini


Shiingggg.....


Seluruh perbatasan kota Lox dipenuhi oleh pilar-pilar milik sang Veriniyaku


Oichi:


Terobos saja


Chitose:


Tidak bisa, pilar miliknya adalah serangan yang tak tertandingi, kita terjebak disini


Sang Veriniyaku terbang menghampiri mereka bersama dengan pilar-pilarnya


Reina:


Mundur!


Reina mengeluarkan pedangnya namun sang Veriniyaku terus mendekati mereka


Reina:


Hyaa!!!


Ting!


Pedang Reina ditangkis oleh sang Veriniyaku dengan menggunakan salah satu pilarnya kemudian mengunci pergerakan Chitose dan Reina


Oichi:


Jangan sakiti mereka!


Bung!


Oichi menghantamkan pedangnya namun ditahan oleh sang Veriniyaku dengan ujung jari telunjuknya


Ggrrttttt......


Oichi berusaha menggerakan pedangnya namun Ia ikutan terkunci


Oichi:


’Energi miliknya mengerikan sekali!’


Oichi tanpa sadar mengubah matanya


Veriniyaku:


Seorang manusia yang dapat menyerap energi Yaku


Veriniyaku:


Lalu mempunyai mata yang bisa melihat energi Yaku


Sang Veriniyaku membuka lebar mata Oichi dan menatapnya


Oichi:


’Matanya sama seperti milik ku!’


Oichi menyerap energi Yaku milik sang Veriniyaku


Swuusshhh.....


Tangan kanan sang Veriniyaku mengeluarkan energi Yaku yang sangat kuat lalu menghentikan penyerapan milik Oichi


Oichi:


’Sial!’


Tangan kiri sang Veriniyaku mencengkram kepala Oichi


Veriniyaku:


Matilah


Sang Veriniyaku mencoba menghancurkan kepala Oichi dengan energi Yaku dari tangan kanannya


Reina:


JANGAN MENYENTUHNYA!!!


Reina terbebas dari kuncian sang Veriniyaku karena amarahnya yang melonjak


Bukk!


Sang Veriniyaku meninju perut Reina dengan tangan kirinya


Oichi:


SIALAN!!!


Oichi yang menyaksikannya menjadi murka hingga tanpa sadar membuka celah dimensi yang berisikan energi Yaku amat banyak


Oichi:


TIDAK BOLEH ADA YANG MENYAKITI REI-SEN!


Oichi menyerap semua energi Yaku dari celah dimensi tersebut hingga habis


Oichi:


Apapun dirimu, akan kuhabisi jika menyakiti Rei-Sen!


Sekujur tangan Oichi berubah seutuhnya menjadi energi Yaku


Ngiinggg.....


Oichi menciptakan pedang dari energi Yaku lalu menyerang sang Veriniyaku tersebut


Veriniyaku:


Sigh!


Ting!


Sang Veriniyaku menahan serangan Oichi dengan pilar miliknya


Veriniyaku:


’Ini berbahaya’


Hwiiingggg......!


Sang Veriniyaku membuat bola energi untuk menyerang Oichi


Shing!


Reina dengan cepat menarik mundur Oichi dari sang Veriniyaku


Veriniyaku:


Tak akan kumaafkan


Sang Veriniyaku mengarahkan semua pilarnya ke kelompok Reina


Oichi:


Rei-Sen, gunakan pedang ini dan jangan biarkan satu pilar mengenai kita


Oichi:


Chise, kita pergi dari sini segera


Chitose:


Ya


Chitose pergi membawa Reina dan Oichi menjauh


Oichi:


Rei-Sen, ayo!


Reina dan Oichi menangkis semua pilar yang menyerang mereka


Veriniyaku:


’Rasakan ini’


Sang Veriniyaku menembakan bola energi ke arah Fly Machine Chitose


Bum!!!


Kelompok Reina terjatuh ke tanah


Chitose:


Project Hand!


Chitose membuat tangan besar untuk menangkap Oichi dan Reina


Oichi:


Argh!


Chitose:


Kita masih beruntung karena serangannya hanya mengenai project Fly Machine ku


Reina:


Kita tidak bisa melarikan diri darinya


Chitose:


Benar


Oichi:

__ADS_1


Kalian pergilah, yang diinginkannya itu aku, bukan kalian


Reina:


Tidak akan!


Oichi:


Diam dan turuti kata-kataku!


Oichi mementalkan Chitose dan Reina dengan gelombang energi Yaku hingga ke depan gerbang kota Lox


Swuuuuu......


Sang Veriniyaku turun dari langit dan menghadap ke Oichi


Oichi:


Kita selesaikan disini!


Veriniyaku:


Hmph!


Satu per satu pilar mulai menyerang Oichi


Oichi:


Krgh!


Oichi hanya bisa terus menahan pilar-pilar tersebut dengan pedangnya


Veriniyaku:


Menyedihkan sekali


Hwuunnggg.....


Sang Veriniyaku sudah bersiap menghabisi Oichi dengan bola energinya


”Cukup sampai disitu!”


Dari langit muncul Haibei menghentikan keduanya


Veriniyaku:


Hm?


Haibei:


Anak ini tidak bersalah, dia hanya menjalankan misinya saja


Haibei:


Hei nak, pergilah, rekanmu menunggumu disana


Oichi:


Tapi...dia...?


Haibei:


Biarkan aku yang menanganinya


Oichi:


Baik...


Haibei:


Kamu masih bisa berjalan kan?


Oichi:


Ya


Oichi pergi meninggalkan Haibei dengan Veriniyaku tersebut


Veriniyaku:


Dia tidak termasuk dalam perjanjian kita


Haibei:


Benar, tapi setidaknya urungkanlah niatmu menghabisi nyawa-nyawa tak bersalah


Veriniyaku:


Tak bersalah?


Haibei:


Ya, kami mencoba mendapatkan kehidupan yang layak bagi banyak orang


Haibei:


Bangsa kami dijajah dan banyak makhluk lain terkena dampak dari pertempuran ini


Veriniyaku:


Tapi bukankah kalian menikmati perang?


Haibei:


Kami tidak menikmati perang sama sekali


Haibei:


Veriniyaku:


Mereka hanya tumbuh untuk dijadikan prajurit, tidak ada yang lain


Haibei:


Tapi kami melakukannya karena kalian menyerang


Sang Veriniyaku terdiam


Veriniyaku:


’Dia benar’


Veriniyaku:


Aku memegang kata-katamu


Haibei:


Jadi kau tidak akan menyakiti mereka kan?


Veriniyaku:


Selama mereka tidak menindas sesamanya


Haibei:


Baik, terima kasih mau mengerti


Veriniyaku:


Satu hal lagi


Haibei:


Ya?


Veriniyaku:


Anak itu bisa menjadi sangat kuat suatu hari nanti, kemampuannya spesial


Haibei:


Hm?


Veriniyaku:


Dia bisa menyerap energi Yaku dan mengendalikannya


Veriniyaku:


Kemampuannya akan jauh diatas kita berdua, jadi pastikan dia tidak menjadi kehancuran bagi duniamu


Haibei:


Akan aku urus itu


Sang Veriniyaku pergi meninggalkan Haibei


Haibei:


’Sampai seorang Veriniyaku mengakui kekuatannya, dia pastilah spesial’


Haibei pergi menemui kelompok Reina


Haibei:


’Tangannya....’


Terlihat Oichi terbaring lemas sambil digendong oleh Reina


Haibei:


Kalian tidak apa-apa?


Chitose & Reina:


T-t-tuan Adspirantium?!


Chitose dan Reina membungkuk hormat pada Haibei


Haibei:


Tidak usah formal begitu


Reina:


B-baik....


Haibei:


Jadi bagaimana keadaannya?


Reina:


Dia terlalu memaksakan dirinya


Haibei:


Maaf, markas seharusnya memberitahuku lebih cepat kalau mengirimkan prajurit ke wilayah ini

__ADS_1


Reina:


T-tidak, itu.....


Haibei:


Sudahlah, akan kuantar kalian kembali


Reina:


Baik, terima kasih banyak tuan


Haibei memanggil pesawatnya


Haibei:


Ayo masuklah


Kelompok Reina masuk kedalam pesawat tempur Haibei kemudian pergi meninggalkan kota Lox


Haibei:


Taruh dia di ruang perawatan


Reina:


Baik


Reina menuruti kata-kata Haibei. Sementara itu Chitose melakukan scanning pada pesawat tempur Haibei


Chitose:


Hmm...semuanya menarik


Chitose membaca data-data dari hasil scannya


Haibei:


’Apa yang dilakukan anak itu?’


Haibei melirik sedikit


Haibei:


’Itu.....’


Haibei:


Kau melakukan scanning?


Chitose:


E-eh?


Chitose menoleh ke Haibei


Chitose:


Benar tuan, saya tertarik mempelajari pesawat milik anda


Haibei:


Usaha yang bagus, tapi maaf saja bahannya tidak mudah didapatkan


Chitose:


Saya hanya memerlukan data-datanya untuk digunakan sebagai refrensi


Haibei:


Mungkinkah kau unit penyerang jarak jauh?


Chitose:


Ya


Haibei:


Sayang sekali pesawat ini tidak diberikan fasilitas untuk melakukan serangan


Chitose:


Tapi bahannya bisa untuk membuat senjata kan?


Haibei:


Tidak


Chitose murung mendengarnya


Chitose:


Ugh....sia-sia....


Haibei:


Oh ya, apa benar temanmu itu bisa menyerap energi Yaku?


Chitose:


Mungkin tuan benar, karena dulu saat kami berhasil mengalahkan sebuah Kyaku, dia bisa menggunakan kemampuan yang sama dengan Kyaku yang kami kalahkan


Chitose:


Lalu, saat di kota Lox tadi, dia melancarkan sebuah serangan yang setara dengan Ragnature


Haibei:


Hm?


Chitose:


Seluruh reruntuhan di kota Lox rubuh karena serangannya


Haibei:


Pantas saja bentuknya berbeda dari yang kuingat


Chitose:


Ya begitulah kejadiannya


Haibei:


Baiklah, akan kupikirkan ini


Haibei menuju ke ruang kendali


Haibei:


’Dia benar, anak itu punya potensi’


”Tuan, ada apa?”


Ucap seseorang yang sedang mengendalikan pesawat


Haibei:


Miura, sepertinya aku akan melatih seseorang


Miura:


Maksud anda?


Haibei:


Anak yang di ruang perawatan itu spesial, dia harus dilatih sebaik mungkin


Miura melihat ke layar, yang memperlihatkan identitas kelompok Reina


Miura:


Tuan harus melihat ini


Miura memperlihatkan identitas kelompok Reina


Haibei:


Loh? Mereka adalah keturunan dari keluarga Takeda, Kenshin, dan Masamune?


Haibei dulu punya hubungan akrab dengan masing-masing keluarga tersebut


Haibei:


’Beberapa dari rekanku juga dari keluarga ini’


Haibei:


’Takeda Kyubei, Masamune Hikari, dan juga Seiji Kenshin’


Haibei membaca lebih lanjut


Haibei:


’Seiji Kenshin sudah meninggal bersama istrinya’


Haibei:


’Takeda Kyubei masih hidup, namun istrinya meninggal’


Haibei:


’Lalu Masamune Hikari dan istrinya tidak punya hubungan baik dengan anaknya’


Haibei:


’Apa-apaan latar belakang keluarga ini?’


Miura:


Jadi bagaimana tuan?


Haibei:


Aku akan melatih anak-anak ini


Miura:


Siapa saja?


Haibei:


Ketiganya


Miura:


Baiklah, saya akan menangani surat pindah mereka


Haibei:

__ADS_1


Ya


__ADS_2