
Oichi:
Mungkin yang kamu maksud itu dia
Oichi menunjuk ke seorang wanita yang melayang di atas langit kota Lox
Chitose:
G-gawat...!!!
Chitose langsung mengendalikan Fly Machine nya dengan kecepatan tinggi untuk pergi dari kota Lox sejauh mungkin
Reina:
Apa mungkin Veriniyaku itu bangkit kembali???
Chitose:
Siapa peduli, kita harus pergi dari sini
Shiingggg.....
Seluruh perbatasan kota Lox dipenuhi oleh pilar-pilar milik sang Veriniyaku
Oichi:
Terobos saja
Chitose:
Tidak bisa, pilar miliknya adalah serangan yang tak tertandingi, kita terjebak disini
Sang Veriniyaku terbang menghampiri mereka bersama dengan pilar-pilarnya
Reina:
Mundur!
Reina mengeluarkan pedangnya namun sang Veriniyaku terus mendekati mereka
Reina:
Hyaa!!!
Ting!
Pedang Reina ditangkis oleh sang Veriniyaku dengan menggunakan salah satu pilarnya kemudian mengunci pergerakan Chitose dan Reina
Oichi:
Jangan sakiti mereka!
Bung!
Oichi menghantamkan pedangnya namun ditahan oleh sang Veriniyaku dengan ujung jari telunjuknya
Ggrrttttt......
Oichi berusaha menggerakan pedangnya namun Ia ikutan terkunci
Oichi:
’Energi miliknya mengerikan sekali!’
Oichi tanpa sadar mengubah matanya
Veriniyaku:
Seorang manusia yang dapat menyerap energi Yaku
Veriniyaku:
Lalu mempunyai mata yang bisa melihat energi Yaku
Sang Veriniyaku membuka lebar mata Oichi dan menatapnya
Oichi:
’Matanya sama seperti milik ku!’
Oichi menyerap energi Yaku milik sang Veriniyaku
Swuusshhh.....
Tangan kanan sang Veriniyaku mengeluarkan energi Yaku yang sangat kuat lalu menghentikan penyerapan milik Oichi
Oichi:
’Sial!’
Tangan kiri sang Veriniyaku mencengkram kepala Oichi
Veriniyaku:
Matilah
Sang Veriniyaku mencoba menghancurkan kepala Oichi dengan energi Yaku dari tangan kanannya
Reina:
JANGAN MENYENTUHNYA!!!
Reina terbebas dari kuncian sang Veriniyaku karena amarahnya yang melonjak
Bukk!
Sang Veriniyaku meninju perut Reina dengan tangan kirinya
Oichi:
SIALAN!!!
Oichi yang menyaksikannya menjadi murka hingga tanpa sadar membuka celah dimensi yang berisikan energi Yaku amat banyak
Oichi:
TIDAK BOLEH ADA YANG MENYAKITI REI-SEN!
Oichi menyerap semua energi Yaku dari celah dimensi tersebut hingga habis
Oichi:
Apapun dirimu, akan kuhabisi jika menyakiti Rei-Sen!
Sekujur tangan Oichi berubah seutuhnya menjadi energi Yaku
Ngiinggg.....
Oichi menciptakan pedang dari energi Yaku lalu menyerang sang Veriniyaku tersebut
Veriniyaku:
Sigh!
Ting!
Sang Veriniyaku menahan serangan Oichi dengan pilar miliknya
Veriniyaku:
’Ini berbahaya’
Hwiiingggg......!
Sang Veriniyaku membuat bola energi untuk menyerang Oichi
Shing!
Reina dengan cepat menarik mundur Oichi dari sang Veriniyaku
Veriniyaku:
Tak akan kumaafkan
Sang Veriniyaku mengarahkan semua pilarnya ke kelompok Reina
Oichi:
Rei-Sen, gunakan pedang ini dan jangan biarkan satu pilar mengenai kita
Oichi:
Chise, kita pergi dari sini segera
Chitose:
Ya
Chitose pergi membawa Reina dan Oichi menjauh
Oichi:
Rei-Sen, ayo!
Reina dan Oichi menangkis semua pilar yang menyerang mereka
Veriniyaku:
’Rasakan ini’
Sang Veriniyaku menembakan bola energi ke arah Fly Machine Chitose
Bum!!!
Kelompok Reina terjatuh ke tanah
Chitose:
Project Hand!
Chitose membuat tangan besar untuk menangkap Oichi dan Reina
Oichi:
Argh!
Chitose:
Kita masih beruntung karena serangannya hanya mengenai project Fly Machine ku
Reina:
Kita tidak bisa melarikan diri darinya
Chitose:
Benar
Oichi:
__ADS_1
Kalian pergilah, yang diinginkannya itu aku, bukan kalian
Reina:
Tidak akan!
Oichi:
Diam dan turuti kata-kataku!
Oichi mementalkan Chitose dan Reina dengan gelombang energi Yaku hingga ke depan gerbang kota Lox
Swuuuuu......
Sang Veriniyaku turun dari langit dan menghadap ke Oichi
Oichi:
Kita selesaikan disini!
Veriniyaku:
Hmph!
Satu per satu pilar mulai menyerang Oichi
Oichi:
Krgh!
Oichi hanya bisa terus menahan pilar-pilar tersebut dengan pedangnya
Veriniyaku:
Menyedihkan sekali
Hwuunnggg.....
Sang Veriniyaku sudah bersiap menghabisi Oichi dengan bola energinya
”Cukup sampai disitu!”
Dari langit muncul Haibei menghentikan keduanya
Veriniyaku:
Hm?
Haibei:
Anak ini tidak bersalah, dia hanya menjalankan misinya saja
Haibei:
Hei nak, pergilah, rekanmu menunggumu disana
Oichi:
Tapi...dia...?
Haibei:
Biarkan aku yang menanganinya
Oichi:
Baik...
Haibei:
Kamu masih bisa berjalan kan?
Oichi:
Ya
Oichi pergi meninggalkan Haibei dengan Veriniyaku tersebut
Veriniyaku:
Dia tidak termasuk dalam perjanjian kita
Haibei:
Benar, tapi setidaknya urungkanlah niatmu menghabisi nyawa-nyawa tak bersalah
Veriniyaku:
Tak bersalah?
Haibei:
Ya, kami mencoba mendapatkan kehidupan yang layak bagi banyak orang
Haibei:
Bangsa kami dijajah dan banyak makhluk lain terkena dampak dari pertempuran ini
Veriniyaku:
Tapi bukankah kalian menikmati perang?
Haibei:
Kami tidak menikmati perang sama sekali
Haibei:
Veriniyaku:
Mereka hanya tumbuh untuk dijadikan prajurit, tidak ada yang lain
Haibei:
Tapi kami melakukannya karena kalian menyerang
Sang Veriniyaku terdiam
Veriniyaku:
’Dia benar’
Veriniyaku:
Aku memegang kata-katamu
Haibei:
Jadi kau tidak akan menyakiti mereka kan?
Veriniyaku:
Selama mereka tidak menindas sesamanya
Haibei:
Baik, terima kasih mau mengerti
Veriniyaku:
Satu hal lagi
Haibei:
Ya?
Veriniyaku:
Anak itu bisa menjadi sangat kuat suatu hari nanti, kemampuannya spesial
Haibei:
Hm?
Veriniyaku:
Dia bisa menyerap energi Yaku dan mengendalikannya
Veriniyaku:
Kemampuannya akan jauh diatas kita berdua, jadi pastikan dia tidak menjadi kehancuran bagi duniamu
Haibei:
Akan aku urus itu
Sang Veriniyaku pergi meninggalkan Haibei
Haibei:
’Sampai seorang Veriniyaku mengakui kekuatannya, dia pastilah spesial’
Haibei pergi menemui kelompok Reina
Haibei:
’Tangannya....’
Terlihat Oichi terbaring lemas sambil digendong oleh Reina
Haibei:
Kalian tidak apa-apa?
Chitose & Reina:
T-t-tuan Adspirantium?!
Chitose dan Reina membungkuk hormat pada Haibei
Haibei:
Tidak usah formal begitu
Reina:
B-baik....
Haibei:
Jadi bagaimana keadaannya?
Reina:
Dia terlalu memaksakan dirinya
Haibei:
Maaf, markas seharusnya memberitahuku lebih cepat kalau mengirimkan prajurit ke wilayah ini
__ADS_1
Reina:
T-tidak, itu.....
Haibei:
Sudahlah, akan kuantar kalian kembali
Reina:
Baik, terima kasih banyak tuan
Haibei memanggil pesawatnya
Haibei:
Ayo masuklah
Kelompok Reina masuk kedalam pesawat tempur Haibei kemudian pergi meninggalkan kota Lox
Haibei:
Taruh dia di ruang perawatan
Reina:
Baik
Reina menuruti kata-kata Haibei. Sementara itu Chitose melakukan scanning pada pesawat tempur Haibei
Chitose:
Hmm...semuanya menarik
Chitose membaca data-data dari hasil scannya
Haibei:
’Apa yang dilakukan anak itu?’
Haibei melirik sedikit
Haibei:
’Itu.....’
Haibei:
Kau melakukan scanning?
Chitose:
E-eh?
Chitose menoleh ke Haibei
Chitose:
Benar tuan, saya tertarik mempelajari pesawat milik anda
Haibei:
Usaha yang bagus, tapi maaf saja bahannya tidak mudah didapatkan
Chitose:
Saya hanya memerlukan data-datanya untuk digunakan sebagai refrensi
Haibei:
Mungkinkah kau unit penyerang jarak jauh?
Chitose:
Ya
Haibei:
Sayang sekali pesawat ini tidak diberikan fasilitas untuk melakukan serangan
Chitose:
Tapi bahannya bisa untuk membuat senjata kan?
Haibei:
Tidak
Chitose murung mendengarnya
Chitose:
Ugh....sia-sia....
Haibei:
Oh ya, apa benar temanmu itu bisa menyerap energi Yaku?
Chitose:
Mungkin tuan benar, karena dulu saat kami berhasil mengalahkan sebuah Kyaku, dia bisa menggunakan kemampuan yang sama dengan Kyaku yang kami kalahkan
Chitose:
Lalu, saat di kota Lox tadi, dia melancarkan sebuah serangan yang setara dengan Ragnature
Haibei:
Hm?
Chitose:
Seluruh reruntuhan di kota Lox rubuh karena serangannya
Haibei:
Pantas saja bentuknya berbeda dari yang kuingat
Chitose:
Ya begitulah kejadiannya
Haibei:
Baiklah, akan kupikirkan ini
Haibei menuju ke ruang kendali
Haibei:
’Dia benar, anak itu punya potensi’
”Tuan, ada apa?”
Ucap seseorang yang sedang mengendalikan pesawat
Haibei:
Miura, sepertinya aku akan melatih seseorang
Miura:
Maksud anda?
Haibei:
Anak yang di ruang perawatan itu spesial, dia harus dilatih sebaik mungkin
Miura melihat ke layar, yang memperlihatkan identitas kelompok Reina
Miura:
Tuan harus melihat ini
Miura memperlihatkan identitas kelompok Reina
Haibei:
Loh? Mereka adalah keturunan dari keluarga Takeda, Kenshin, dan Masamune?
Haibei dulu punya hubungan akrab dengan masing-masing keluarga tersebut
Haibei:
’Beberapa dari rekanku juga dari keluarga ini’
Haibei:
’Takeda Kyubei, Masamune Hikari, dan juga Seiji Kenshin’
Haibei membaca lebih lanjut
Haibei:
’Seiji Kenshin sudah meninggal bersama istrinya’
Haibei:
’Takeda Kyubei masih hidup, namun istrinya meninggal’
Haibei:
’Lalu Masamune Hikari dan istrinya tidak punya hubungan baik dengan anaknya’
Haibei:
’Apa-apaan latar belakang keluarga ini?’
Miura:
Jadi bagaimana tuan?
Haibei:
Aku akan melatih anak-anak ini
Miura:
Siapa saja?
Haibei:
Ketiganya
Miura:
Baiklah, saya akan menangani surat pindah mereka
Haibei:
__ADS_1
Ya