Yaku Impulsum 1st

Yaku Impulsum 1st
Kemenangan


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju ke kota Jigya, Kyubei bertemu banyak Yaku kelas bawah


Kyubei:


’Ini hanya masalah kecil’


Kyubei mengaktifkan radar untuk memeriksa tingkatan-tingkatan Yaku yang berada di jalur kota Jigya


Kyubei:


’Bahkan tidak ada tanda-tanda kelas tinggi’


Kyubei mengemudikan pesawatnya dengan kecepatan tinggi untuk menuju ke kota Jigya


Kyubei:


Lapor, bantuan dari kota Ozomi sudah tiba


??:


Lapor, dengan siapa ini?


Kyubei:


Lapor, Takeda Kyubei, unit kelas Magnature


??:


Lapor, dimengerti


Dari darat terlihat seorang prajurit melambai-lambaikan tangannya ke arah pesawat Kyubei


Kyubei:


Konfirmasi, ini dengan siapa?


??:


Lapor, Matsumoto, ketua dari pasukan pembawa perbekalan Eloka


Kyubei:


Dimengerti, apakah tidak ada pengawalan?


Matsumoto:


Lapor, pengawalan tidak dapat diberikan karena jumlah musuh sangat banyak


Kyubei:


Dimengerti, segera bergerak menuju markas darurat kota Ozomi


Matsumoto:


Siap, laksanakan!


Matsumoto mengerahkan seluruh kendaraan pengangkut perbekalan menuju ke persembunyian darurat kota Ozomi


Kyubei:


’Jumlah kelas bawah berskala besar’


Kyubei:


’Pesawat ini tidak bisa untuk bertempur’


Kyubei:


AI, beritahu Tatami Obunaga bahwa Takeda Kyubei akan segera kembali


AI:


Dimengerti


Ctak!


Kyubei mengaktifkan mode pilot otomatis menuju ke persembunyian darurat kota Ozomi lalu turun ke darat untuk mengawal langsung rombongan pembawa perbekalan Eloka


Kyubei:


Lapor, Takeda Kyubei mengambil alih pengawalan terhadap rombongan Eloka


Kyubei:


Segera menjalankan misi


Dari udara keluar Gyaku hingga Jyaku dalam jumlah yang banyak sekali


Kyubei:


’Yang benar saja’


Kyubei memulai pengawalan dengan menghadapi Yaku yang menyerang rombongan Eloka.


Di kota Ozomi, pertarungan antara Adspirantium dengan Veriniyaku berlangsung dengan sangat mengerikan. Seisi kota hampir rata dengan tanah


Adspirantium:


’Bagaimana mengakhirinya?’


Sang Adspirantium terus-menerus mencari cara agar dapat mengalahkan sang Veriniyaku dengan satu serangan telak. Sementara dia berpikir, serangan pilar-pilar terus dilancarkan oleh Veriniyaku tanpa henti


Veriniyaku:


’Bagaimana pertarungan ini bisa kumenangkan?’


Di sisi Veriniyaku, serangan yang dilancarkannya tidak dapat menyentuh sang Adspirantium sama sekali


Veriniyaku:


Menyerahlah dan akan kuberi dirimu pengampunan

__ADS_1


Adspirantium:


Bermimpilah


Adspirantium langsung menerjang sang Veriniyaku


Veriniyaku:


Tidak akan ada kesempatan kedua bagimu


Sang Veriniyaku membuat bola energi raksasa serta mengerahkan semua pilar-pilar miliknya untuk menyerang Adspirantium


Adspirantium:


Aku tidak perlu belas kasihan darimu


Bwooosshhhh!!!


Api milik sang Adspirantium semakin membara hingga membentuk manusia raksasa dari api tersebut


”Hyaaaaa!!!!”


Keduanya mengerahkan semua kekuatan yang ada untuk saling mengalahkan


Shuuuu.....!!!


Sang Veriniyaku melambungkan bola energi raksasa serta pilar-pilar miliknya ke arah sang Adspirantium


Shuuu....


Pedang api raksasa sang Adspirantium menebas bola energi tersebut


JDAARRR!!!


Ledakan besar terjadi kembali


Zhaaassshhhh!!


Pilar-pilar yang melayang menuju ke arah sang Adspirantium dipentalkan ke berbagai arah


Adspirantium:


Hancurlah


Sang Adspirantium menebas sang Veriniyaku dengan pedang api raksasa miliknya


Bwoofff.....


Sang Veriniyaku tidak tersentuh oleh api milik Adspirantium


Adspirantium:


’Harus dengan wujud fisik’


Sang Veriniyaku menciptakan sebuah tombak kemudian bertarung melawan sang Adspirantium dengan senjatanya


Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!


Serangan demi serangan terus berlangsung tanpa henti dari kedua belah pihak


Veriniyaku:


Sang Veriniyaku menyerang Adspirantium dengan tombaknya kemudian menciptakan bola energi dari tangan yang satunya untuk dihantamkan kepada Adspirantium


Adspirantium:


Mimpi tetaplah mimpi


Bukk!


Sang Adspirantium menendang Veriniyaku hingga terpental


Veriniyaku:


’Sial!’


Shing!


Sang Adspirantium mengejar Veriniyaku yang terpental


Adspirantium:


Kali ini kau kalah


Sang Adspirantium menebas-nebas sang Veriniyaku tanpa ampun sedikitpun


Veriniyaku:


Bagai..mana....mungkin?!


Jubah sang Veriniyaku sekaligus zirah tempurnya hancur sedikit demi sedikit tanpa mampu memberikan perlawanan apapun


Adspirantium:


Kemenangan bagiku


Sang Adspirantium menghantam sang Veriniyaku ke tanah dengan kuat kemudian menerjangnya dengan pedangnya


Bumm!!!


Adspirantium:


Kenyataan yang pahit bukan?


Veriniyaku:


Krgh!


Pedang sang Adspirantium tepat berada di samping kepala sang Veriniyaku


Adspirantium:

__ADS_1


Kau telah melakukan yang terbaik


Adspirantium:


Selamat tinggal


Sang Adspirantium bersiap menghabisi sang Veriniyaku dengan satu serangan akhir. Namun, tatapan dari Veriniyaku yang berisikan kemarahan serta dendam membuatnya berubah pikiran


Veriniyaku:


Kenapa kau berhenti?! Cepat bunuh saja aku!


Adspirantium:


Apakah masa lalumu begitu kelam?


Veriniyaku:


’Apa...?’


Veriniyaku:


Apa maksudmu?


Adspirantium:


Aku mengenal mata itu dimanapun juga


Adspirantium:


Amarah, benci, dendam


Adspirantium:


Kau diperalat bagaikan makhluk rendahan oleh mereka


Adspirantium:


Dipuja dan diagungkan namun tidak dipedulikan


Veriniyaku:


Hentikan ocehan mu!


Plak!


Sang Adspirantium ditampar oleh Sang Veriniyaku


Srekk..srekk...srekk.....


Sang Veriniyaku menyeret tubuhnya dengan sekuat tenaga untuk menjauh dari sang Adspirantium


Ting!


Sang Veriniyaku menghujamkan sebuah pilar ke arah sang Adspirantium


Thump!


Sang Adspirantium menangkap pilar tersebut dan kembali menghampiri sang Veriniyaku


Adspirantium:


Kau sudah kalah, menyerahlah


Sang Adspirantium mengembalikan pilar tersebut ke tangan sang Veriniyaku


Veriniyaku:


Jika aku menyerah, aku akan menjadi tahanan yang terus disiksa oleh kalian!


Veriniyaku:


Aku akan menderita setiap harinya! Setiap menit! Setiap detik!


Veriniyaku:


Tidak ada gunanya! Cepat bunuh saja aku!


Adspirantium:


Lalu bagaimana kalau kenyataannya berbanding terbalik dengan bayanganmu?


Veriniyaku:


Omong kosong!


Sang Veriniyaku berusaha melawan kembali dengan menciptakan bola energi di tangannya


Swushh....


Sang Adspirantium menghilangkan bola enerhi tersebut dan menggenggam erat tangan sang Veriniyaku


Adspirantium:


Itu adalah yang terakhir, sekarang beristirahatlah


Sang Veriniyaku kehabisan tenaga lalu kehilangan kesadarannya


Adspirantium:


Overseer, target sudah dikalahkan


Masato:


Baik, kau sudah boleh kembali


Adspirantium:


Baik


Sang Adspirantium menutup komunikasinya kemudian membawa sang Veriniyaku kembali ke tempat tinggalnya

__ADS_1


Adspirantium:


’Target sudah dikalahkan, bukan dimusnahkan’


__ADS_2