
Dalam perjalanan menuju ke kota Jigya, Kyubei bertemu banyak Yaku kelas bawah
Kyubei:
’Ini hanya masalah kecil’
Kyubei mengaktifkan radar untuk memeriksa tingkatan-tingkatan Yaku yang berada di jalur kota Jigya
Kyubei:
’Bahkan tidak ada tanda-tanda kelas tinggi’
Kyubei mengemudikan pesawatnya dengan kecepatan tinggi untuk menuju ke kota Jigya
Kyubei:
Lapor, bantuan dari kota Ozomi sudah tiba
??:
Lapor, dengan siapa ini?
Kyubei:
Lapor, Takeda Kyubei, unit kelas Magnature
??:
Lapor, dimengerti
Dari darat terlihat seorang prajurit melambai-lambaikan tangannya ke arah pesawat Kyubei
Kyubei:
Konfirmasi, ini dengan siapa?
??:
Lapor, Matsumoto, ketua dari pasukan pembawa perbekalan Eloka
Kyubei:
Dimengerti, apakah tidak ada pengawalan?
Matsumoto:
Lapor, pengawalan tidak dapat diberikan karena jumlah musuh sangat banyak
Kyubei:
Dimengerti, segera bergerak menuju markas darurat kota Ozomi
Matsumoto:
Siap, laksanakan!
Matsumoto mengerahkan seluruh kendaraan pengangkut perbekalan menuju ke persembunyian darurat kota Ozomi
Kyubei:
’Jumlah kelas bawah berskala besar’
Kyubei:
’Pesawat ini tidak bisa untuk bertempur’
Kyubei:
AI, beritahu Tatami Obunaga bahwa Takeda Kyubei akan segera kembali
AI:
Dimengerti
Ctak!
Kyubei mengaktifkan mode pilot otomatis menuju ke persembunyian darurat kota Ozomi lalu turun ke darat untuk mengawal langsung rombongan pembawa perbekalan Eloka
Kyubei:
Lapor, Takeda Kyubei mengambil alih pengawalan terhadap rombongan Eloka
Kyubei:
Segera menjalankan misi
Dari udara keluar Gyaku hingga Jyaku dalam jumlah yang banyak sekali
Kyubei:
’Yang benar saja’
Kyubei memulai pengawalan dengan menghadapi Yaku yang menyerang rombongan Eloka.
Di kota Ozomi, pertarungan antara Adspirantium dengan Veriniyaku berlangsung dengan sangat mengerikan. Seisi kota hampir rata dengan tanah
Adspirantium:
’Bagaimana mengakhirinya?’
Sang Adspirantium terus-menerus mencari cara agar dapat mengalahkan sang Veriniyaku dengan satu serangan telak. Sementara dia berpikir, serangan pilar-pilar terus dilancarkan oleh Veriniyaku tanpa henti
Veriniyaku:
’Bagaimana pertarungan ini bisa kumenangkan?’
Di sisi Veriniyaku, serangan yang dilancarkannya tidak dapat menyentuh sang Adspirantium sama sekali
Veriniyaku:
Menyerahlah dan akan kuberi dirimu pengampunan
__ADS_1
Adspirantium:
Bermimpilah
Adspirantium langsung menerjang sang Veriniyaku
Veriniyaku:
Tidak akan ada kesempatan kedua bagimu
Sang Veriniyaku membuat bola energi raksasa serta mengerahkan semua pilar-pilar miliknya untuk menyerang Adspirantium
Adspirantium:
Aku tidak perlu belas kasihan darimu
Bwooosshhhh!!!
Api milik sang Adspirantium semakin membara hingga membentuk manusia raksasa dari api tersebut
”Hyaaaaa!!!!”
Keduanya mengerahkan semua kekuatan yang ada untuk saling mengalahkan
Shuuuu.....!!!
Sang Veriniyaku melambungkan bola energi raksasa serta pilar-pilar miliknya ke arah sang Adspirantium
Shuuu....
Pedang api raksasa sang Adspirantium menebas bola energi tersebut
JDAARRR!!!
Ledakan besar terjadi kembali
Zhaaassshhhh!!
Pilar-pilar yang melayang menuju ke arah sang Adspirantium dipentalkan ke berbagai arah
Adspirantium:
Hancurlah
Sang Adspirantium menebas sang Veriniyaku dengan pedang api raksasa miliknya
Bwoofff.....
Sang Veriniyaku tidak tersentuh oleh api milik Adspirantium
Adspirantium:
’Harus dengan wujud fisik’
Sang Veriniyaku menciptakan sebuah tombak kemudian bertarung melawan sang Adspirantium dengan senjatanya
Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!
Serangan demi serangan terus berlangsung tanpa henti dari kedua belah pihak
Veriniyaku:
Sang Veriniyaku menyerang Adspirantium dengan tombaknya kemudian menciptakan bola energi dari tangan yang satunya untuk dihantamkan kepada Adspirantium
Adspirantium:
Mimpi tetaplah mimpi
Bukk!
Sang Adspirantium menendang Veriniyaku hingga terpental
Veriniyaku:
’Sial!’
Shing!
Sang Adspirantium mengejar Veriniyaku yang terpental
Adspirantium:
Kali ini kau kalah
Sang Adspirantium menebas-nebas sang Veriniyaku tanpa ampun sedikitpun
Veriniyaku:
Bagai..mana....mungkin?!
Jubah sang Veriniyaku sekaligus zirah tempurnya hancur sedikit demi sedikit tanpa mampu memberikan perlawanan apapun
Adspirantium:
Kemenangan bagiku
Sang Adspirantium menghantam sang Veriniyaku ke tanah dengan kuat kemudian menerjangnya dengan pedangnya
Bumm!!!
Adspirantium:
Kenyataan yang pahit bukan?
Veriniyaku:
Krgh!
Pedang sang Adspirantium tepat berada di samping kepala sang Veriniyaku
Adspirantium:
__ADS_1
Kau telah melakukan yang terbaik
Adspirantium:
Selamat tinggal
Sang Adspirantium bersiap menghabisi sang Veriniyaku dengan satu serangan akhir. Namun, tatapan dari Veriniyaku yang berisikan kemarahan serta dendam membuatnya berubah pikiran
Veriniyaku:
Kenapa kau berhenti?! Cepat bunuh saja aku!
Adspirantium:
Apakah masa lalumu begitu kelam?
Veriniyaku:
’Apa...?’
Veriniyaku:
Apa maksudmu?
Adspirantium:
Aku mengenal mata itu dimanapun juga
Adspirantium:
Amarah, benci, dendam
Adspirantium:
Kau diperalat bagaikan makhluk rendahan oleh mereka
Adspirantium:
Dipuja dan diagungkan namun tidak dipedulikan
Veriniyaku:
Hentikan ocehan mu!
Plak!
Sang Adspirantium ditampar oleh Sang Veriniyaku
Srekk..srekk...srekk.....
Sang Veriniyaku menyeret tubuhnya dengan sekuat tenaga untuk menjauh dari sang Adspirantium
Ting!
Sang Veriniyaku menghujamkan sebuah pilar ke arah sang Adspirantium
Thump!
Sang Adspirantium menangkap pilar tersebut dan kembali menghampiri sang Veriniyaku
Adspirantium:
Kau sudah kalah, menyerahlah
Sang Adspirantium mengembalikan pilar tersebut ke tangan sang Veriniyaku
Veriniyaku:
Jika aku menyerah, aku akan menjadi tahanan yang terus disiksa oleh kalian!
Veriniyaku:
Aku akan menderita setiap harinya! Setiap menit! Setiap detik!
Veriniyaku:
Tidak ada gunanya! Cepat bunuh saja aku!
Adspirantium:
Lalu bagaimana kalau kenyataannya berbanding terbalik dengan bayanganmu?
Veriniyaku:
Omong kosong!
Sang Veriniyaku berusaha melawan kembali dengan menciptakan bola energi di tangannya
Swushh....
Sang Adspirantium menghilangkan bola enerhi tersebut dan menggenggam erat tangan sang Veriniyaku
Adspirantium:
Itu adalah yang terakhir, sekarang beristirahatlah
Sang Veriniyaku kehabisan tenaga lalu kehilangan kesadarannya
Adspirantium:
Overseer, target sudah dikalahkan
Masato:
Baik, kau sudah boleh kembali
Adspirantium:
Baik
Sang Adspirantium menutup komunikasinya kemudian membawa sang Veriniyaku kembali ke tempat tinggalnya
__ADS_1
Adspirantium:
’Target sudah dikalahkan, bukan dimusnahkan’