
Di tengah malam, di rumah nenek Usa
Nenek:
’Dia tertidur’
Nenek Usa perlahan-lahan keluar dari rumah dan pergi menuju ke pelabuhan. Sesampainya di pelabuhan, nenek Usa segera menuju ke tengah laut dengan sebuah perahu kecil yang ditinggalkan oleh keempat pelaut tersebut
Nenek:
’Mereka sudah berada disana’
Nenek Usa terus mendayung hingga Ia melihat 5 orang berdiri di atas perahu mereka
masing-masing
Nenek:
Kalian sudah berkumpul
Yura:
Ada apa nenek memanggilku kemari?
Nenek:
Aku memanggilmu kemari untuk hal yang penting Yura
Yura:
Hal penting? Hal penting apa?
Nenek:
Bencana yang akan menimpa pelabuhan Litus Arum
Yura:
Bencana ya
Nenek:
Aku mau kalian berlima melindungi pelabuhan ini saat aku sudah tiada nantinya
Yura:
Aku berada di bagian apa?
Nenek:
Kamu berada di bagian penyelamatan penduduk yang ada di pelabuhan
Nenek:
Perintahkan mereka untuk tidak mendekati laut
Yura:
Aku mengerti
Nenek:
Lalu, Fu Yin dan Fu Yang, kalian berdua bantulah aku menahannya
Fu Yin:
Tapi nenek dulu pernah bilang kalau manusia biasa tidak bisa mendekatinya
Nenek:
Itu bukan masalah, aku akan mengurusnya
Fu Yin:
Baiklah
Nenek:
Kalian berdua menyerangnya dari sisi kanan dan kiri nya, aku akan menghadapinya dari depan
Fu Yin & Fu Yang:
Dimengerti!
Nenek:
Lalu, Ioroi dan Bu Xinku, dampingilah Yuju ke celah yang ada di tengah daratan ini
Ioroi:
Kami akan melakukan yang terbaik
Nenek:
Apa ada yang ingin dikatakan?
Yura:
Nenek
Nenek:
Ada apa?
Yura:
__ADS_1
Pelabuhan ini punya pertahanan laut yang kuat
Yura:
Ada ribuan pasukan yang siap mati di lautan
Yura:
Lalu kapal-kapal perang juga ada dan siap digunakan untuk keadaan darurat
Yura:
Apa nenek tidak mau memakainya?
Nenek:
Tidak, jangan menghabiskan sumber daya
Nenek:
Gunakan saja itu untuk menyambung pertahanan kami nantinya
Yura:
Dimengerti
Nenek:
Baguslah
Nenek Usa menciptakan 6 buah permata berbentuk segi enam dengan masing-masing cahaya yang memiliki warna berbeda pada setiap sudutnya
Nenek:
Enam sinar yang ada di masing-masing permata ini menunjukan hidup atau matinya masing-masing dari kita
Nenek Usa membagikannya pada mereka berlima
Nenek:
Pertemuan ini sudah selesai
Nenek:
Bubar
”Baik!”
Mereka berenam pergi meninggalkan titik pertemuan dan kembali ke daratan dengan jalur mereka masing-masing.
Sesampainya nenek Usa dirumah, Ia memandangi seluruh ruangan yang ada satu per satu. Tiap ruangan yang dipandangnya mengingatkannya akan kenangan di masa lalu
(Mengingat kejadian di masa lalu)
Usa:
Verin:
Ada apa Usa?!
Usa:
Pintunya terlepas nona!
Verin:
Tunggu sebentar
Verin pergi mengambil perkakas
Verin:
Tahan sebentar
Verin memperbaiki pintunya
Verin:
Selesai
Usa:
Apa ini salah satu kesalahan yang pernah terjadi nona?
Verin:
Sebenarnya paku di pintu ini dulu pernah longgar saat aku masih bekerja disini
Verin:
Alhasil pintunya rubuh, dan kejadiannya terulang padamu
Usa:
Rasanya rumah ini harus direnovasi total
Verin:
Yahh..itu tidak akan berhasil, yang ada hanya menyia-nyiakan Jinshu saja
(Kembali ke masa kini)
Nenek:
Ahaha..ternyata di masa ku kerusakannya tidak separah saat masa nona Verin
__ADS_1
Nenek Usa pergi ke dapur dan mengambil sebuah botol dari dalam lemari
Nenek:
’Nona Verin berkata kalau benda ini hanya boleh dikonsumsi sebanyak satu kali untuk seumur hidup’
Nenek:
’Hahh..satu buah hanya untuk berada di kondisi terkuat’
Nenek:
’Siapa yang peduli, lagipula riwayatku akan berakhir setelah berhadapan dengannya’
Nenek Usa mengambil 3 buah benda yang ada di botol tersebut dan disimpannya dalam sebuah kantung
Ngiiiinngggg......
Dari tangan nenek Usa, muncul sebuah gelang
Nenek:
’Gelang ini sudah muncul ya’
Nenek:
’Sudah saatnya’
Nenek Usa pergi ke kamar Yuju
Nenek:
Yuju, bangunlah
Yuju:
Ehm...?
Yuju:
Ada apa nek?
Nenek:
Ini, pakailah
Nenek Usa memberikan gelang tadi
Yuju:
Hm?
Yuju memasang gelang tersebut di tangan kanannya
Yuju:
Gelang apa ini nek?
Nenek:
Hanya gelang biasa
Yuju:
Kalau begitu terima kasih nek
Nenek:
Ya, tidurlah
Nenek Usa mengelus-elus kepala Yuju
Nenek:
’Tidurlah’
Yuju pun langsung kembali tertidur
Nenek:
Di malam sebelum bencana datang, dirimu akan tertidur disini hingga sang pendahulu tiada. Pada saat sang pendahulu tiada, maka dirimu akan terbangun dengan ingatan serta ilmu yang telah diwarisi selama ribuan tahun lamanya dari generasi ke generasi
Tangan nenek Usa memancarkan cahaya dan cahaya tersebut diserap oleh Yuju
Nenek:
Yuju, maafkan aku
Nenek:
Tidak lama lagi, dirimu akan diberi beban dan juga tanggung jawab yang besar di pundakmu
Nenek:
Aku juga tidak bisa mendampingimu dalam waktu yang lama seperti yang para pendahulu lakukan
Nenek:
Tapi, alam akan mengajarimu, tumbuh dan berkembanglah
Nenek:
Ini adalah pesan terakhirku
Nenek:
__ADS_1
Mungkin saat ini kamu tidak bisa mendengar pesan dariku, tapi saat aku tiada nanti, pesan ini akan bergema kepadamu
Nenek Usa mengakhiri kata-katanya dan langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat