Yaku Impulsum 1st

Yaku Impulsum 1st
Perjanjian dan warisan


__ADS_3

Di tengah malam, di rumah nenek Usa


Nenek:


’Dia tertidur’


Nenek Usa perlahan-lahan keluar dari rumah dan pergi menuju ke pelabuhan. Sesampainya di pelabuhan, nenek Usa segera menuju ke tengah laut dengan sebuah perahu kecil yang ditinggalkan oleh keempat pelaut tersebut


Nenek:


’Mereka sudah berada disana’


Nenek Usa terus mendayung hingga Ia melihat 5 orang berdiri di atas perahu mereka


masing-masing


Nenek:


Kalian sudah berkumpul


Yura:


Ada apa nenek memanggilku kemari?


Nenek:


Aku memanggilmu kemari untuk hal yang penting Yura


Yura:


Hal penting? Hal penting apa?


Nenek:


Bencana yang akan menimpa pelabuhan Litus Arum


Yura:


Bencana ya


Nenek:


Aku mau kalian berlima melindungi pelabuhan ini saat aku sudah tiada nantinya


Yura:


Aku berada di bagian apa?


Nenek:


Kamu berada di bagian penyelamatan penduduk yang ada di pelabuhan


Nenek:


Perintahkan mereka untuk tidak mendekati laut


Yura:


Aku mengerti


Nenek:


Lalu, Fu Yin dan Fu Yang, kalian berdua bantulah aku menahannya


Fu Yin:


Tapi nenek dulu pernah bilang kalau manusia biasa tidak bisa mendekatinya


Nenek:


Itu bukan masalah, aku akan mengurusnya


Fu Yin:


Baiklah


Nenek:


Kalian berdua menyerangnya dari sisi kanan dan kiri nya, aku akan menghadapinya dari depan


Fu Yin & Fu Yang:


Dimengerti!


Nenek:


Lalu, Ioroi dan Bu Xinku, dampingilah Yuju ke celah yang ada di tengah daratan ini


Ioroi:


Kami akan melakukan yang terbaik


Nenek:


Apa ada yang ingin dikatakan?


Yura:


Nenek


Nenek:


Ada apa?


Yura:

__ADS_1


Pelabuhan ini punya pertahanan laut yang kuat


Yura:


Ada ribuan pasukan yang siap mati di lautan


Yura:


Lalu kapal-kapal perang juga ada dan siap digunakan untuk keadaan darurat


Yura:


Apa nenek tidak mau memakainya?


Nenek:


Tidak, jangan menghabiskan sumber daya


Nenek:


Gunakan saja itu untuk menyambung pertahanan kami nantinya


Yura:


Dimengerti


Nenek:


Baguslah


Nenek Usa menciptakan 6 buah permata berbentuk segi enam dengan masing-masing cahaya yang memiliki warna berbeda pada setiap sudutnya


Nenek:


Enam sinar yang ada di masing-masing permata ini menunjukan hidup atau matinya masing-masing dari kita


Nenek Usa membagikannya pada mereka berlima


Nenek:


Pertemuan ini sudah selesai


Nenek:


Bubar


”Baik!”


Mereka berenam pergi meninggalkan titik pertemuan dan kembali ke daratan dengan jalur mereka masing-masing.


Sesampainya nenek Usa dirumah, Ia memandangi seluruh ruangan yang ada satu per satu. Tiap ruangan yang dipandangnya mengingatkannya akan kenangan di masa lalu


(Mengingat kejadian di masa lalu)


Usa:


Verin:


Ada apa Usa?!


Usa:


Pintunya terlepas nona!


Verin:


Tunggu sebentar


Verin pergi mengambil perkakas


Verin:


Tahan sebentar


Verin memperbaiki pintunya


Verin:


Selesai


Usa:


Apa ini salah satu kesalahan yang pernah terjadi nona?


Verin:


Sebenarnya paku di pintu ini dulu pernah longgar saat aku masih bekerja disini


Verin:


Alhasil pintunya rubuh, dan kejadiannya terulang padamu


Usa:


Rasanya rumah ini harus direnovasi total


Verin:


Yahh..itu tidak akan berhasil, yang ada hanya menyia-nyiakan Jinshu saja


(Kembali ke masa kini)


Nenek:


Ahaha..ternyata di masa ku kerusakannya tidak separah saat masa nona Verin

__ADS_1


Nenek Usa pergi ke dapur dan mengambil sebuah botol dari dalam lemari


Nenek:


’Nona Verin berkata kalau benda ini hanya boleh dikonsumsi sebanyak satu kali untuk seumur hidup’


Nenek:


’Hahh..satu buah hanya untuk berada di kondisi terkuat’


Nenek:


’Siapa yang peduli, lagipula riwayatku akan berakhir setelah berhadapan dengannya’


Nenek Usa mengambil 3 buah benda yang ada di botol tersebut dan disimpannya dalam sebuah kantung


Ngiiiinngggg......


Dari tangan nenek Usa, muncul sebuah gelang


Nenek:


’Gelang ini sudah muncul ya’


Nenek:


’Sudah saatnya’


Nenek Usa pergi ke kamar Yuju


Nenek:


Yuju, bangunlah


Yuju:


Ehm...?


Yuju:


Ada apa nek?


Nenek:


Ini, pakailah


Nenek Usa memberikan gelang tadi


Yuju:


Hm?


Yuju memasang gelang tersebut di tangan kanannya


Yuju:


Gelang apa ini nek?


Nenek:


Hanya gelang biasa


Yuju:


Kalau begitu terima kasih nek


Nenek:


Ya, tidurlah


Nenek Usa mengelus-elus kepala Yuju


Nenek:


’Tidurlah’


Yuju pun langsung kembali tertidur


Nenek:


Di malam sebelum bencana datang, dirimu akan tertidur disini hingga sang pendahulu tiada. Pada saat sang pendahulu tiada, maka dirimu akan terbangun dengan ingatan serta ilmu yang telah diwarisi selama ribuan tahun lamanya dari generasi ke generasi


Tangan nenek Usa memancarkan cahaya dan cahaya tersebut diserap oleh Yuju


Nenek:


Yuju, maafkan aku


Nenek:


Tidak lama lagi, dirimu akan diberi beban dan juga tanggung jawab yang besar di pundakmu


Nenek:


Aku juga tidak bisa mendampingimu dalam waktu yang lama seperti yang para pendahulu lakukan


Nenek:


Tapi, alam akan mengajarimu, tumbuh dan berkembanglah


Nenek:


Ini adalah pesan terakhirku


Nenek:

__ADS_1


Mungkin saat ini kamu tidak bisa mendengar pesan dariku, tapi saat aku tiada nanti, pesan ini akan bergema kepadamu


Nenek Usa mengakhiri kata-katanya dan langsung kembali ke kamarnya untuk beristirahat


__ADS_2