
Malam harinya, Oichi dan Reina menghabiskan waktu dengan bermain monopoli bersama di kamar Reina
Oichi:
Rei-Sen, sebentar lagi kamu bakal bangkrut loh
Reina:
Tidak akan
Reina melempar dadunya
Reina:
Aha, untung saja
Reina bergerak ke kota yang sudah dibelinya
Oichi:
Hm, satu angka lagi dan kekalahan untukmu Rei-Sen
Reina:
Kita lihat saja nanti
Oichi melempar dadunya
Oichi:
Heh?! Aku masuk ke penjara!
Reina:
Haha, sekarang siapa ya-
Reina:
Eh?
Reina melihat lagi ke bidaknya Oichi
Reina:
’I-itu berarti aku harus bergerak sebanyak 3 kali sebelum Oichi bebas’
Reina:
’Duhh..ini gawat’
Reina melempar dadunya
Teng! (Time skip)
Oichi:
Hore aku menang di dalam penjara!
Oichi bersorak riuh
Reina:
Hwehh..kemenangan berturut-turutku pecah
Oichi:
Baiklah, selamat tidur Rei-Sen!
Reina:
Ya, selamat tidur juga
Oichi pergi keluar dari kamar dan berjalan menuju ke kamarnya
Oichi:
Hmm..kira-kira Veriniyaku itu sedang apa sekarang ya
Oichi berkeliling halaman kediaman Haibei. Saat berada di dekat pohon, dilihatnya Veriniyaku itu sedang memangku gadis kecil yang sedang tertidur. Oichi yang melihat hal tersebut langsung berubah pikiran dan segera kembali ke kamarnya
Oichi:
Siapa sangka dia bisa jadi selembut itu
Tanpa pikir panjang, Oichi langsung tidur. Sementara itu, di tempat Veriniyaku
Veriniyaku:
’Dia terus menempel padaku seharian ini’
Srukk srukk
Gadis kecil itu bergerak-gerak dalam tidurnya
”Mama...Lili rindu mama”
Veriniyaku:
’Dia berbicara sambil tertidur?’
Grrtt....
Lili memeluk erat tubuh Veriniyaku tersebut dalam tidurnya
Veriniyaku:
’Sebaiknya kutaruh saja dia ke tempat tidurnya’
Sang Veriniyaku berdiri perlahan sambil menggendong Lili pergi ke kamarnya
Haibei:
’Eh? Apa yang dia lakukan selarut ini?’
Dari pubcak menara kediamannya, Haibei tanpa sengaja melihat Veriniyaku tersebut berjalan ke kamarnya sambil menggendong Lili. Sang Veriniyaku masuk ke kamarnya kemudian berusaha membaringkan Lili di tempat tidur
Grrtttt!!!
Lili tidak melepaskan pelukannya sehingga Veriniyaku tersebut mau tak mau ikut berbaring di tempat tidur
Veriniyaku:
’Dia benar-benar tak mau lepas dariku’
Alhasil Veriniyaku tersebut menemani Lili tidur hingga keesokan paginya
Lili:
Hoam...
Veriniyaku:
Kau sudah bangun
Lili:
Ehm..
Sang Veriniyaku mencoba melepas tangan Lili dari jubahnya
Grrtt....
Veriniyaku:
Lepaskan
Lili:
Tapi...Lili takut.....
__ADS_1
Veriniyaku:
Tidak ada yang perlu ditakutkan
Sang Veriniyaku melepaskan tangan Lili dari jubahnya dan pergi keluar dari kamar
Lili:
Tunggu Lili!
Lili mengejar sang Veriniyaku dan kembali mencengkram erat jubahnya
Veriniyaku:
Hhh....
Sang Veriniyaku menggendong Lili dan membawanya berkeliling menikmati udara segar
Lili:
Tempat ini indah sekali, berbeda dengan tempat Lili dan mama dulu
Veriniyaku:
Ya, karena kalian tinggal di tempat yang sudah hancur dan rusak
Lili:
Tapi dulu tempat tinggal Lili dan mama tidak rusak seperti itu
Lili:
Ada monster yang menghancurkannya
Veriniyaku:
Begitu ya
Lili:
Ya, mama juga bilang kalau Lili harus lari kalau bertemu monster jahat
Veriniyaku:
Tapi bagaimana kalau monster itu menangkapmu?
Lili:
Lili tidak akan bisa apa-apa
Veriniyaku:
’.........’
Sang Veriniyaku terpikirkan kata-kata Lili barusan dan menciptakan sebuah gelang dari energi Yaku di tangan kanan Lili
Lili:
Apa ini? Kenapa bisa ada di tangan Lili?
Veriniyaku:
Benda itu akan menjagamu dari monster
Lili:
Begitu ya......
Gelang tersebut beresonansi dan beradaptasi dengan tubuh Lili sehingga mengubah seluruh tubuhnya menjadi energi Yaku
Lili:
Anu..Lili harus memanggilmu apa?
Veriniyaku:
Hm? Aku?
Lili:
Veriniyaku:
Aku Malvinia
Lili:
Mama Malvinia?
Veriniyaku:
Hanya Malvinia saja
Lili:
Tapi Malvinia mirip seperti mama
Veriniyaku:
Terserah saja
Lili:
Ehm..baik
Lili dan Malvinia menikmati udara segar
Kruukk.....
Tiba-tiba terdengar suara dari perut Lili
Lili:
Mama, Lili ingin makan
Malvinia:
Ya
Malvinia membawa Lili pergi menemui Haibei di ruang kerjanya
Malvinia:
Hei Manusia, apa tidak ada benda bernama "makanan" disini?
Haibei:
Eh? Anak itu lapar?
Malvinia:
Cepat beri dia "makanan" itu
Haibei:
Hm, tunggu sebentar
Tuuttt....
Haibei menekan tombol di meja kerjanya
Miura:
Ada apa tuan?
Miura langsung datang menghampiri Haibei
Haibei:
Tolong buatkan makanan untuk anak ini
__ADS_1
Miura:
Dimengerti
Miura pergi menyiapkan makanan
Haibei:
Nah, ikuti saja dia
Malvinia:
Hm
Malvinia pergi mengikuti Miura dan menunggu di ruang makan bersama Lili
Miura:
Ini, silakan dinikmati
Miura menyajikan sepiring Kroket kentang dengan ukuran yang kecil
Miura:
Anda ingin membersihkan tangan dulu?
Niura menawarkan untuk membersihkan tangan Lili
Malvinia:
Tidak perlu
Malvinia mengambil sebutir kroket dan menyuapi Lili
Lili:
Amm....
Lili memakan kroket tersebut dan tanpa sengaja menggigit jari Malvinia
Malvinia:
’...........’
Malvinia tidak menanggapinya, Ia menarik keluar jarinya dan kembali menyuapi Lili
Miura:
’Kyaaa.....sepasang anak dan ibu ini begitu menggemaskan!’
Miura yang menyaksikan hal tersebut berusaha menahan dirinya agar tidak melakukan reaksi apapun yang dapat menyinggung Malvinia
Miura:
Saya pergi dulu
Malvinia:
Tunggu, ambilkan sesuatu seperti air untuknya
Miura:
Maksud anda minuman ya
Miura mengambilkan segelas susu dingin
Miura:
Ini dia
Malvinia:
Hm, kau sudah boleh pergi sekarang
Miura:
Baik
Miura pergi dari ruang makan dan pergi ke ruang kerja Haibei
Miura:
Tuan, izinkan saya memukul anda
Haibei:
Eh? Tidak biasanya
Miura pergi ke belakang Haibei dan memukul-mukul punggungnya
Miura:
Ah!!! Menggemaskan sekali!!!
Haibei:
A-apa terjadi sesuatu yang menarik?
Miura:
Benar!!! Anak kecil itu dengan polosnya menggigit jari Veriniyaku yang sedang menyuapinya!!!
Haibei:
La-lalu...?
Miura:
Bukannya marah, dia malah memasang ekspresi datar dan kembali menyuapi anak itu!!!
Pukulan Miura semakin kuat
Miura:
AHH!!! MENGGEMASKAN SEKALI!!!
Haibei:
Hei kecilkan suaramu, dia bisa saja mendengarnya
Miura menghentikan pukulannya
Miura:
U-uhum! Terima kasih banyak tuan
Haibei:
Y-ya...
Miura keluar dari ruangan Haibei
Swush!
Miura mengambil kamera milik Haibei
Haibei:
Tolong jangan memata-matai mereka ya
Miura:
’Ketahuan.....’
Miura:
Ba-baik tuan.....
Miura kembali melanjutkan pekerjaannya
__ADS_1
Haibei:
’Jarang-jarang dia sampai seperti itu’