Yaku Impulsum 1st

Yaku Impulsum 1st
Anak dan Ibu


__ADS_3

Malam harinya, Oichi dan Reina menghabiskan waktu dengan bermain monopoli bersama di kamar Reina


Oichi:


Rei-Sen, sebentar lagi kamu bakal bangkrut loh


Reina:


Tidak akan


Reina melempar dadunya


Reina:


Aha, untung saja


Reina bergerak ke kota yang sudah dibelinya


Oichi:


Hm, satu angka lagi dan kekalahan untukmu Rei-Sen


Reina:


Kita lihat saja nanti


Oichi melempar dadunya


Oichi:


Heh?! Aku masuk ke penjara!


Reina:


Haha, sekarang siapa ya-


Reina:


Eh?


Reina melihat lagi ke bidaknya Oichi


Reina:


’I-itu berarti aku harus bergerak sebanyak 3 kali sebelum Oichi bebas’


Reina:


’Duhh..ini gawat’


Reina melempar dadunya


Teng! (Time skip)


Oichi:


Hore aku menang di dalam penjara!


Oichi bersorak riuh


Reina:


Hwehh..kemenangan berturut-turutku pecah


Oichi:


Baiklah, selamat tidur Rei-Sen!


Reina:


Ya, selamat tidur juga


Oichi pergi keluar dari kamar dan berjalan menuju ke kamarnya


Oichi:


Hmm..kira-kira Veriniyaku itu sedang apa sekarang ya


Oichi berkeliling halaman kediaman Haibei. Saat berada di dekat pohon, dilihatnya Veriniyaku itu sedang memangku gadis kecil yang sedang tertidur. Oichi yang melihat hal tersebut langsung berubah pikiran dan segera kembali ke kamarnya


Oichi:


Siapa sangka dia bisa jadi selembut itu


Tanpa pikir panjang, Oichi langsung tidur. Sementara itu, di tempat Veriniyaku


Veriniyaku:


’Dia terus menempel padaku seharian ini’


Srukk srukk


Gadis kecil itu bergerak-gerak dalam tidurnya


”Mama...Lili rindu mama”


Veriniyaku:


’Dia berbicara sambil tertidur?’


Grrtt....


Lili memeluk erat tubuh Veriniyaku tersebut dalam tidurnya


Veriniyaku:


’Sebaiknya kutaruh saja dia ke tempat tidurnya’


Sang Veriniyaku berdiri perlahan sambil menggendong Lili pergi ke kamarnya


Haibei:


’Eh? Apa yang dia lakukan selarut ini?’


Dari pubcak menara kediamannya, Haibei tanpa sengaja melihat Veriniyaku tersebut berjalan ke kamarnya sambil menggendong Lili. Sang Veriniyaku masuk ke kamarnya kemudian berusaha membaringkan Lili di tempat tidur


Grrtttt!!!


Lili tidak melepaskan pelukannya sehingga Veriniyaku tersebut mau tak mau ikut berbaring di tempat tidur


Veriniyaku:


’Dia benar-benar tak mau lepas dariku’


Alhasil Veriniyaku tersebut menemani Lili tidur hingga keesokan paginya


Lili:


Hoam...


Veriniyaku:


Kau sudah bangun


Lili:


Ehm..


Sang Veriniyaku mencoba melepas tangan Lili dari jubahnya


Grrtt....


Veriniyaku:


Lepaskan


Lili:


Tapi...Lili takut.....

__ADS_1


Veriniyaku:


Tidak ada yang perlu ditakutkan


Sang Veriniyaku melepaskan tangan Lili dari jubahnya dan pergi keluar dari kamar


Lili:


Tunggu Lili!


Lili mengejar sang Veriniyaku dan kembali mencengkram erat jubahnya


Veriniyaku:


Hhh....


Sang Veriniyaku menggendong Lili dan membawanya berkeliling menikmati udara segar


Lili:


Tempat ini indah sekali, berbeda dengan tempat Lili dan mama dulu


Veriniyaku:


Ya, karena kalian tinggal di tempat yang sudah hancur dan rusak


Lili:


Tapi dulu tempat tinggal Lili dan mama tidak rusak seperti itu


Lili:


Ada monster yang menghancurkannya


Veriniyaku:


Begitu ya


Lili:


Ya, mama juga bilang kalau Lili harus lari kalau bertemu monster jahat


Veriniyaku:


Tapi bagaimana kalau monster itu menangkapmu?


Lili:


Lili tidak akan bisa apa-apa


Veriniyaku:


’.........’


Sang Veriniyaku terpikirkan kata-kata Lili barusan dan menciptakan sebuah gelang dari energi Yaku di tangan kanan Lili


Lili:


Apa ini? Kenapa bisa ada di tangan Lili?


Veriniyaku:


Benda itu akan menjagamu dari monster


Lili:


Begitu ya......


Gelang tersebut beresonansi dan beradaptasi dengan tubuh Lili sehingga mengubah seluruh tubuhnya menjadi energi Yaku


Lili:


Anu..Lili harus memanggilmu apa?


Veriniyaku:


Hm? Aku?


Lili:


Veriniyaku:


Aku Malvinia


Lili:


Mama Malvinia?


Veriniyaku:


Hanya Malvinia saja


Lili:


Tapi Malvinia mirip seperti mama


Veriniyaku:


Terserah saja


Lili:


Ehm..baik


Lili dan Malvinia menikmati udara segar


Kruukk.....


Tiba-tiba terdengar suara dari perut Lili


Lili:


Mama, Lili ingin makan


Malvinia:


Ya


Malvinia membawa Lili pergi menemui Haibei di ruang kerjanya


Malvinia:


Hei Manusia, apa tidak ada benda bernama "makanan" disini?


Haibei:


Eh? Anak itu lapar?


Malvinia:


Cepat beri dia "makanan" itu


Haibei:


Hm, tunggu sebentar


Tuuttt....


Haibei menekan tombol di meja kerjanya


Miura:


Ada apa tuan?


Miura langsung datang menghampiri Haibei


Haibei:


Tolong buatkan makanan untuk anak ini

__ADS_1


Miura:


Dimengerti


Miura pergi menyiapkan makanan


Haibei:


Nah, ikuti saja dia


Malvinia:


Hm


Malvinia pergi mengikuti Miura dan menunggu di ruang makan bersama Lili


Miura:


Ini, silakan dinikmati


Miura menyajikan sepiring Kroket kentang dengan ukuran yang kecil


Miura:


Anda ingin membersihkan tangan dulu?


Niura menawarkan untuk membersihkan tangan Lili


Malvinia:


Tidak perlu


Malvinia mengambil sebutir kroket dan menyuapi Lili


Lili:


Amm....


Lili memakan kroket tersebut dan tanpa sengaja menggigit jari Malvinia


Malvinia:


’...........’


Malvinia tidak menanggapinya, Ia menarik keluar jarinya dan kembali menyuapi Lili


Miura:


’Kyaaa.....sepasang anak dan ibu ini begitu menggemaskan!’


Miura yang menyaksikan hal tersebut berusaha menahan dirinya agar tidak melakukan reaksi apapun yang dapat menyinggung Malvinia


Miura:


Saya pergi dulu


Malvinia:


Tunggu, ambilkan sesuatu seperti air untuknya


Miura:


Maksud anda minuman ya


Miura mengambilkan segelas susu dingin


Miura:


Ini dia


Malvinia:


Hm, kau sudah boleh pergi sekarang


Miura:


Baik


Miura pergi dari ruang makan dan pergi ke ruang kerja Haibei


Miura:


Tuan, izinkan saya memukul anda


Haibei:


Eh? Tidak biasanya


Miura pergi ke belakang Haibei dan memukul-mukul punggungnya


Miura:


Ah!!! Menggemaskan sekali!!!


Haibei:


A-apa terjadi sesuatu yang menarik?


Miura:


Benar!!! Anak kecil itu dengan polosnya menggigit jari Veriniyaku yang sedang menyuapinya!!!


Haibei:


La-lalu...?


Miura:


Bukannya marah, dia malah memasang ekspresi datar dan kembali menyuapi anak itu!!!


Pukulan Miura semakin kuat


Miura:


AHH!!! MENGGEMASKAN SEKALI!!!


Haibei:


Hei kecilkan suaramu, dia bisa saja mendengarnya


Miura menghentikan pukulannya


Miura:


U-uhum! Terima kasih banyak tuan


Haibei:


Y-ya...


Miura keluar dari ruangan Haibei


Swush!


Miura mengambil kamera milik Haibei


Haibei:


Tolong jangan memata-matai mereka ya


Miura:


’Ketahuan.....’


Miura:


Ba-baik tuan.....


Miura kembali melanjutkan pekerjaannya

__ADS_1


Haibei:


’Jarang-jarang dia sampai seperti itu’


__ADS_2