
Di langit kota Erupia. Oichi, Chitose, Reina bertarung diatas kapal induk Yaku
Oichi:
Aku akan menerobos masuk!
Reina:
Apa? Jangan!
Oichi:
Tenang saja, aku ini kuat!
Oichi langsung pergi masuk ke dalam kapal induk Yaku
Chitose:
Reina-Sen, kapal induk ini tidak memiliki Yaku dengan tingkatan yang berbahaya
Reina:
Kelas tertingginya?
Chitose:
Kyaku
Reina:
Hmm....
Reina tiba-tiba teringat akan sejarah yang pernah dibacanya
Reina:
’Apa mungkin kapal induk ini hanya pengalih?’
Reina:
Chitose, minta informasi dari kota-kota lain
Chitose:
Tunggu sebentar
Chitose mengotak-atik monitornya
Chitose:
Reina-Sen, ketua memberikan sebuah pesan
Reina:
Apa isinya?
Chitose:
Di reruntuhan depan kota Tomitake, terdapat delapan buah kapal induk
Reina:
Sudah kuduga!
Chitose:
Apa yang akan kita lakukan?
Reina:
Oichi, kita akan mengambil kapal induk ini
Oichi:
Ah! Baiklah Rei-Sen!
Reina:
Chitose, pergilah ke kota Tomitake
Chitose:
Baik
Chitose pergi menuju ke kota Tomitake dengan pesawat tempurnya
Reina:
’Strategi ini pernah dipakai saat peristiwa di kota Hikari’
Reina menerjang masuk ke dalam kapal induk membantu Oichi menaklukan seluruh isinya
Shing! Shing! Shing! Shing!
Reina menghancurkan seluruh Gyaku hingga Jyaku yang ada
Reina:
Oichi, ayo kita serang bagian ruang komando!
Oichi:
Baik!
Oichi:
Firearms!
Oichi mengubah pedangnya menjadi senjata api besar
Bum!
Oichi menembak ruang komando dan keluarlah lima Kyaku dari dalam sana
Reina:
’Itukah kekuatannya yang baru?’
Oichi:
Takeda's Greatsword!
Oichi memakai kembali pedangnya dan menghambur Kyaku yang ada
Oichi:
Rei-Sen, segera ambil alih kemudi!
Reina:
Baik!
Oichi memberikan tebasan melingkar dan menghancurkan Kyaku yang ada
Oichi:
’Kekuatan ini?!’
Oichi merasakan energi Yaku yang terhisap dari Kyaku-Kyaku yang dihancurkannya
Oichi:
’Tubuhku terasa lebih ringan’
Reina:
Kita menuju kota Tomitake!
Oichi:
Bagus!
Kapal induk yang diambil alih segera menuju ke kota Tomitake
Oichi:
Kapal ini sangat lambat!
Reina:
Benar
Oichi:
Memangnya akan kita apakan kapal ini?
Reina:
Kita akan memakainya untuk menghancurkan kapal-kapal induk di kota Tomitake
Oichi:
Tidak akan sempat, kita tinggalkan saja kapal ini dan pergi memakai pesawat tempur
Reina:
Kalau begitu kita kunci kapal induk ini
Oichi:
Ya!
Oichi dan Reina mengganti kepemilikan kapal dengan energi Yaku yang mereka miliki
Reina:
Selesai, ayo!
Reina dan Oichi pergi memakai pesawat tempur menuju ke kota Tomitake
Reina:
Chitose, bagaimana situasinya?
Chitose:
Tidak baik. Ketua dan rekan-rekannya sudah terkepung di kapal induk musuh
Oichi:
Tidak akan kubiarkan!
Oichi mengemudikan pesawat tempur dengan kecepatan tertinggi
Reina:
Chitose, kami segera kesana!
Chitose:
Ya, cepatlah
__ADS_1
Reina menyusul Oichi pergi ke kota Tomitake.
Sesampainya disana, terlihat ledakan-ledakan terjadi di salah satu pesawat induk yang ada
Reina:
Chitose, tingkat tertingginya?
Chitose:
Aku perlu waktu
Reina:
Baiklah, beritahu aku kalau sudah
Chitose:
Baik
Sementara itu Oichi
Oichi:
Hiaaaaa!!!
Oichi menabrakan pesawat tempurnya dan keluar memakai kursi pelontar
Oichi:
Firearms!
Bum!
Oichi menembak salah satu kapal induk dengan senjata apinya
Reina:
Aku datang
Reina mendaratkan pesawat tempurnya seadanya dan masuk kedalam pertempuran diatas kapal bersama Mine dengan yang lainnya
Reina:
Ketua!
Mine:
Terima kasih sudah datang
Reina langsung menebas semua musuh yang ada dengan kecepatan suara
Mine:
Awas!
Salah satu Kyaku keluar dan memberikan serangan kuat
Reina:
’Tidak kali ini’
Reina menghindarinya dan menyerang Kyaku tersebut
DHAR!!!
Reina berhasil mengalahkan Kyaku tersebut
Mine:
Gawat, mereka seperti tidak berkurang sama sekali
BOOOMMMM!!!!
Dari kapal induk sebelah terdengar serangan yang sangat keras
Oichi:
HYAAAA!!!!!
Suara Oichi terdengar hingga ke seluruh kapal induk yang ada
Mine:
’Mereka berpindah’
Seluruh Kyaku yang ada pergi menuju ke arah Oichi berada
Sato:
Kita terjebak!
Gyaku hingga Jyaku mengerumuni kapal induk yang ditempati oleh Reina dan rekan-rekan Mine hingga menutupi penglihatan mereka dari berbagai arah
Mine:
’Semoga sempat’
Di kapal induk tempat Oichi berada, Ia dikepung oleh banyak Kyaku
Oichi:
Perkuat perisai!
Oichi memperkuat perisainya agar tak dapat ditembus oleh serangan-serangan Kyaku dan kembali menghancurkan kapal induk yang ditempatinya
Oichi:
Oichi merasakan energi Yaku yang berada di tubuhnya semakin meningkat
Oichi:
HABISLAH KALIAN!!!
BAAAAMMMM!!!!!
Oichi memusatkan seluruh energi Yaku ke pedangnya lalu membelah kapal induk menjadi dua
Reina:
’Apa itu barusan?!’
Mine:
Reina! Jangan kehilangan fokus!
Reina:
Maaf
Reina melanjutkan pertempurannya
Oichi:
’Gawat, masih tersisa enam kapal lagi’
Oichi memandangi kapal-kapal induk yang berada di belakangnya
Oichi:
GAWAT!
Oichi melompat ke kapal induk tempat Mine dan yang lainnya berada dan menerobos masuk kedalam
Oichi:
REI-SEN!!!!
Oichi menancapkan pedangnya di kapal induk kemudian menyerap seluruh energi Yaku sebanyak mungkin hingga membuat seluruh Yaku yang ada menjadi mati karena kehabisan tenaga
Oichi:
PERISAI!!!
Oichi membuat perisai yang melindungi Reina dan yang lainnya
Oichi:
JANGAN ADA YANG KELUAR!!!
SWUUUUNGGG!!!!!
Tembakan dari kapal-kapal induk lain membuat kapal yang ditempati oleh mereka hancur berkeping-keping
Oichi:
KRGH!!!
Oichi terus menahan tembakannya hingga bagian yang diberi perisai olehnya jatuh ke tanah
BUMMM!!!
Oichi:
ARGH!!!
Oichi menahan reruntuhan kapal induk yang berjatuhan mengenai perisainya
Reina:
OICHI!
Oichi:
Aku tidak apa-apa Rei-Sen!
Reina terdiam
Chitose:
Reina-Sen, Oichi bisa mati!
Reina:
Chitose! tolong bawa kami pergi dari sini!
Chitose:
Baik, bersiaplah
Chitose membawa pesawat tempurnya menerobos reruntuhan yang berjatuhan
Reina:
Oichi, segera lepaskan pelindungnya!
Oichi:
Apa?
Reina:
__ADS_1
Lepaskan saja
Oichi melepas pelindungnya
Ctash! Ctash! Ctash! Ctash! Ctash!
Chitose membawa semuanya pergi dari tempat tersebut
Chitose:
Bagaimana keadaannya?
Oichi:
Aku..tidak apa...apa....
Pupil mata Oichi berubah menjadi warna ungu
Oichi:
Krgh!
Reina:
Bertahanlah!
Reina membawa Oichi ke kursi dan melepaskan zirahnya
Reina:
Ambil nafas yang dalam
Reina memasangkan perangkat pembantu nafas kepada Oichi
Oichi:
Haa...haa....haaa...haa..haaa
Oichi mengambil nafas sebanyak mungkin
Reina:
Beristirahatlah dulu
Oichi menganggukan kepalanya
Chitose:
Baguslah kita semua kembali dengan selamat
Reina:
Tapi kita tidak bisa menghentikan mereka
Chitose:
Jangan bercanda. Di salah satu kapal induk musuh terdapat energi Yaku kelas Cyaku
Mine:
’Menyiapkan pasukan sebanyak ini, apa yang direncanakan oleh mereka?’
Chitose:
Lalu, baru saja aku mendapat kabar bahwa kota Ozomi diserang oleh kumpulan kelas Jyaku dengan dipimpin oleh banyak Myaku
Yuri:
Maaf memotong pembicaraan
Chitose:
Hm? Ada apa?
Yuri:
Jika musuh sebanyak ini, bukankah seharusnya menjadi pertanyaan
”Ah!”
Semuanya tersadar dengan kata-kata Yuri barusan
Mine:
Jangan bilang....!
Yuri:
Ya, kelas Veriniyaku atau sering disebut sebagai kelas God
Oichi:
Ehmm....
Oichi melepas alat bantu nafasnya
Oichi:
Apa itu kelas Veriniyaku?
Mine:
Kelas Veriniyaku adalah tingkat tertinggi dari semua kelas Yaku yang ada, mereka disebut sebagai God dari bangsa Yaku
Mine:
Kehadiran mereka dalam sejarah pertempuran umat manusia dengan Yaku sudah terjadi sebanyak empat kali
Oichi:
Bagaimana wujudnya?
Mine:
Wujud dari Veriniyaku adalah manusia yang tercipta dari energi Yaku yang sangat besar
Oichi:
Apa mungkin kemampuannya sama denganku?
Sato:
Apa maksudmu?
Sato mengambil ancang-ancang
Mine:
Sato!
Sato:
Aku mengerti
Mine:
Kemampuanmu berbeda dari kelas Veriniyaku yang merupakan manusia murni yang tercipta dari energi Yaku
Oichi:
Begitu ya....
Mine:
Kalau kamu berniat melawannya, sebaiknya urungkan saja niatmu
Mine:
Mendekatinya saja tidak bisa, apalagi menyerangnya
Reina:
Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Mine:
Sedari dulu markas pusat lah yang bertarung melawannya, tidak pernah ada yang lain
Mine:
Ada satu keturunan pejuang yang mampu melawan Veriniyaku
Mine:
Mereka adalah keturunan Adspirantium
Chitose:
Jadi kita harus apa?
Mine:
Kita akan bantu mempertahankan kota Ozomi terlebih dahulu kemudian memberitahukan hal ini kepada markas pusat
Chitose:
Tapi bagaimana caranya?
Mine:
Serahkan hal itu padaku
Chitose:
Baiklah
Mine:
Satu lagi, tolong bawa rekan-rekanku di kota Tomitake
Chitose:
Ah, mereka ya
Chitose:
Mereka sudah kusuruh mundur
Mine:
Sejak kapan?
Chitose:
Saat aku dalam perjalanan menuju ke reruntuhan
Mine:
Baguslah
Chitose kembali menuju ke kota Ozomi secepat mungkin
__ADS_1