
Di tempat lain, sang Veriniyaku terus menjelajah dari satu reruntuhan ke reruntuhan lain untuk mencari sesuatu yang menurutnya menarik
Veriniyaku:
’Jujur saja, semuanya terasa hampa’
Sang Veriniyaku duduk termenung di salah satu bangunan reruntuhan asing sambil menikmati kesendiriannya
Veriniyaku:
’Statusku di alam Yaku sudah dicabut tapi aku masih punya kekuatan yang besar’
Veriniyaku:
’Lalu perjanjianku dengan manusia itu juga hanya berlaku sampai Riva datang dan dimusnahkan’
Veriniyaku:
’Aku ini hanya terus mengembara di dunia manusia yang membosankan’
Sang Veriniyaku terbang menuju ke tepi pantai dekat laut dan berjalan santai disana
Veriniyaku:
’Sepi’
Sang Veriniyaku terus melihat ke sekeliling
Dug!
”Aduh!”
Tiba-tiba terdengar suara anak kecil terjatuh
Veriniyaku:
Siapa?
Sang Veriniyaku menoleh ke asal suara tersebut
Veriniyaku:
Hm? Seorang gadis kecil?
Thump!
Sang Veriniyaku mengunci gadis kecil tersebut dengan pilarnya dan bersiap memusnahkannya dengan bola energi
”Maaamaaaa.....!”
Sang gadis kecil menangis
Veriniyaku:
’Apa yang sedang dilakukannya? Kenapa terasa mengganggu sekali’
Sang Veriniyaku mendekati anak kecil tersebut
”HWAAAAA!!!!!!”
Gadis kecil tersebut menangis dengan keras
Veriniyaku:
’Argh! Sakit sekali!’
Sang Veriniyaku menutup telinganya karena tak tahan dengan tangisan anak tersebut
Veriniyaku:
’Matilah kau!’
Sang Veriniyaku bersiap melemparkan bola energi, namun Ia mengurungkan niatnya saat melihat lebih jelas lagi wajah anak kecil tersebut
Veriniyaku:
’Wajah apa itu.....’
Sang Veriniyaku melepas pilar-pilarnya dan anak kecil tersebut lari ketakutan menuju ke dalam reruntuhan
Veriniyaku:
’Apa yang dipikirkannya?!’
Sang Veriniyaku malah khawatir dan pergi menyusul anak itu kedalam reruntuhan
”Maamaaaa....! Ada orang jahat...!”
Sang Veriniyaku mengejar suara anak tersebut hingga sampai di sebuah ruangan kecil
”Mama! Orang itu disini!”
Sang Veriniyaku pergi ke ruangan anak tersebut berada
Veriniyaku:
’Apa?!’
Dilihatnya tubuh manusia yang sudah hancur berada di samping anak itu
Veriniyaku:
’K-kenapa?!’
”Mamaa!!”
Anak tersebut memeluk erat mayat ibunya
Veriniyaku:
’A-aku harus pergi dari sini’
Sang Veriniyaku pergi dari ruangan tersebut dan melihat-lihat reruntuhan tempatnya berada
Veriniyaku:
’Bahkan benda yang disebut makanan itu tidak ada di tempat ini’
Sang Veriniyaku pergi ke pantai untuk mendapatkan beberapa daging ikan dan burung dengan menggunakan pilarnya
Veriniyaku:
’Kalau tidak salah, cara mengubah benda-benda ini dengan cara ini’
Sang Veriniyaku membersihkan semua daging-daging tersebut kemudian membakarnya
Veriniyaku:
’Selesai’
Sang Veriniyaku membawa semuanya pergi ke dalam reruntuhan tadi
”Mama.....aku.....”
__ADS_1
Sang Veriniyaku menerobos masuk
Veriniyaku:
Hei manusia
”Mama! Orang jahat itu kembali!”
Sang Veriniyaku tidak menjawabnya dan hanya menaruh makanan yang dibawanya kemudian pergi dari ruangan itu
Veriniyaku:
’Apa ini?! Dadaku sakit sekali rasanya!’
Air mata sang Veriniyaku mengalir deras
Veriniyaku:
’Sial! Sebenarnya apa yang terjadi?!’
Sang Veriniyaku menangis terisak-isak
”Mama..ayo kita makan”
Sang Veriniyaku mendengarkan suara gadis tersebut
Veriniyaku:
’Manusia bodoh, dia itu sudah tidak bernyawa’
”Mama, ayo kita makan”
Sang Veriniyaku terus mendengarkan suara anak itu hingga didengarnya anak tersebut tersedak
”Mama! Tolong aku!”
Veriniyaku:
Apa yang terjadi?!
Sang Veriniyaku kembali ke ruangan anak tersebut dan dilihatnya anak itu meronta-ronta kesakitan sambil memegangi lehernya
”Air...!”
Tanpa pikir panjang, sang Veriniyaku langsung membawanya pergi ke pantai dan mengambil sebuah buah kelapa
Brak!
Buah tersebut dibelahnya dengan pilarnya kemudian airnya diminumkan pada anak tersebut
”Ahh..!”
Gadis kecil tersebut selesai meminumnya lalu menatap ke arah sang Veriniyaku
Veriniyaku:
Apa?
”Kamu...siapa?”
Veriniyaku:
Identitasku tidak penting, kembali sana
”Tapi aku harus mengenalkanmu pada mama”
Veriniyaku:
Benda yang kau sebut mama itu sudah tidak bernyawa sama sekali
Veriniyaku:
”Tapi...Aku akan sendirian kalau tanpa Mama”
Veriniyaku:
.........
Sang Veriniyaku pergi ke reruntuhan tadi dan mengeluarkan mayat ibu dari anak tersebut kemudian menguburnya dengan tangannya sendiri
Veriniyaku:
Aku akan membawamu pergi dari tempat ini, berpamitanlah padanya
”Baik.....”
Gadis kecil tersebut berbaring di atas kuburan ibunya dan memeluknya
”Mama, aku pergi dulu”
Gadis tersebut kembali berdiri dan menghadap ke Veriniyaku
”Ayo kita pergi”
Sang Veriniyaku menggendongnya dan terbang menuju ke kediaman Haibei dengan cepat. Sesampainya disana, sang Veriniyaku langsung mencari Haibei
”Ini dimana?”
Veriniyaku:
Tempat dimana kau akan tinggal
”Begitu ya.....”
Sang Veriniyaku mencari-cari keseluruh tempat namun tak menemukan Haibei dimanapun
Veriniyaku:
’Dimana manusia itu?’
Hwiiiiiinggggg........
Terdengar suara pesawat mendarat
”Besar sekali!”
Sang Veriniyaku segera kembali ke tempat dia menaruh gadis kecil tersebut
Haibei:
Loh? Anak dari mana ini?
Haibei terheran-heran
Oichi:
Wah! Ada anak kecil!
Oichi langsung mendekati anak tersebut
”Hwaa..!”
Gadis kecil tersebut menangis dan langsung berlari ke belakang sang Veriniyaku yang sedang berjalan
__ADS_1
Veriniyaku:
Kau.....
Oichi:
A-apa?!
Sang Veriniyaku menyiapkan ratusan pilar
Haibei:
Hwoa! Ada apa ini?
Haibei langsung menghalangi sang Veriniyaku
Veriniyaku:
Kenapa manusia itu bisa bersama denganmu?
Haibei:
Dia sedang latihan disini
Sang Veriniyaku menarik semua pilarnya kembali
”Siapa mereka?”
Gadis kecil tersebut ketakutan sambil bersembunyi di balik jubah sang Veriniyaku
Haibei:
Anak dari mana ini?
Veriniyaku:
Aku menemukannya di sebuah reruntuhan, dia tinggal bersama manusia yang sudah tak bernyawa dan hancur-hancur badannya
Haibei:
Begitu ya, korban yang selamat
Veriniyaku:
Dia sekarang sendirian, aku ingin kau menjaganya
Haibei:
Ha?
Haibei seketika terheran-heran dengan perkataan sang veriniyaku
Haibei:
’Kemarin dia hampir membunuh seorang anak, tapi hari ini dia memerintahkanku untuk menjaga seorang anak?’
Haibei:
Tapi dia akan terus menempel denganmu
Veriniyaku:
Tidak
Sang Veriniyaku menarik gadis kecil tersebut namun Ia malah kesusahan karena jubahnya dicengkram gadis tersebut sangat kuat sambil ketakutan
Haibei:
Mau tidak mau kau harus disini untuk beberapa waktu agar dia terbiasa
Sang Veriniyaku memikirkan kata-kata Haibei
Veriniyaku:
Baiklah
Haibei:
Aku akan memberikan tempat untuk kalian
Veriniyaku:
Ya
Haibei pergi ke dalam pesawat
Oichi:
’Hah?! Mereka berdua berbicara seperti bukan musuh sama sekali?!’
Oichi menatap ke arah Veriniyaku
Shing!
Sang Veriniyaku menanggapinya dengan ratusan pilar yang siap ditembakan
Oichi:
Apa-apaan dia itu?
Reina:
Entahlah, tapi sepertinya kita aman jika bersama tuan Adspirantium
Oichi:
Ehh..
Haibei dan Miura keluar dari pesawat dan menghadap sang Veriniyaku
Haibei:
Miura, tolong beri mereka kamar yang bagus
Miura:
Baik tuan
Miura:
Mari ikut saya
Veriniyaku:
Ya
Miura berjalan kedalam kediaman Haibei dengan diikuti oleh sang Veriniyaku
Veriniyaku:
Hei, jangan menariknya terlalu kuat, kau bisa terjatuh
Sang Veriniyaku menggendong gadis kecil tersebut
__ADS_1
Haibei:
’Nampaknya dia menjadi rapuh karena gadis kecil itu’