
Berhari-hari lamanya kelompok Haibei berangkat dari satu kota ke kota lainnya untuk membereskan invasi Yaku hingga akhirnya terbukalah tiga gerbang dimensi yang ditenagai oleh energi Yaku
Haibei:
Aku akan menangani yang satu itu
Haibei menunjuk seorang pria dengan jubah yang terbuat dari energi Yaku
Malvinia:
Kami akan mengurus sisanya, pergilah
SHUUUUUFFFFFF!!!!!!
Haibei menciptakan manusia api raksasanya
Malvinia:
Kalian bertiga, uruslah dia
Malvinia menunjuk ke seorang wanita berambut panjang yang berwarna hitam
Oichi:
Kami akan mengalahkannya
Oichi:
Ayo Rei-Sen, Chise
Kelompok Reina pergi menghadapi salah satu Veriniyaku
Malvinia:
Akan terjadi kekacauan besar
Malvinia mengeluarkan ribuan pilar miliknya
Veriniyaku 6:
Kau berkhianat dan memihak makhluk-makhluk rendahan seperti mereka
Veriniyaku 6:
Tiada ampun bagimu
Ngiiinggg......
Veriniyaku 6 melakukan penguatan pada dirinya dan mengubah tubuhnya menjadi separuh monster
Malvinia:
Hidup dan matiku adalah urusanku
Pertarungan pun dimulai, kehancuran bertebaran dimana-mana
Wartawan:
Ini adalah mimpi buruk bagi manusia!
Wartawan:
Tiga Veriniyaku muncul bersamaan!
Wartawan:
Tapi apa ini?! Ada Veriniyaku yang ke empat!!!
Wartawan:
Dia akan melawan rekannya!
Wartawan:
Lalu ada sekelompok prajurit yang siap mengorbankan nyawanya untuk menahan satu Veriniyaku!
Wartawan:
Apakah ini adalah titik akhir bagi umat manusia!
Ucap seorang wartawan yang merekam dari tempat yang sangat jauh
Masato:
’Hmm..Haibei menyembunyikannya dariku?’
Masato:
’Tapi tidak apa, ini keutungan’
Masato:
Rui, kirimkan semua Myuku dibawah kelas Vagnature untuk membasmi Yaku di seluruh kota di berbagai belahan dunia
Rui:
Semuanya?
Masato:
Ya, tanpa terkecuali
Rui:
Baik Overseer
Tiittt....
Rui menekan tombol pelepasan
NGUUUUNGGGGGG!!!!!!
Keluarlah Myuku-Myuku dari dalam tanah dari kota-kota di berbagai belahan dunia untuk menahan invasi Yaku pada warga
Masato:
’Mine Hideyoshi, inilah tujuanku menciptakan Myuku’
Di tempat lain
Mine:
’Masato malah mengirimkan kelas bawah, dibutuhkan kekuatan yang lebih besar untuk menangani invasi ini’
Mine mengawasi berjalannya pertempuran umat manusia melawan Yaku di seluruh dunia. Sementara itu, di kota Ozomi
Kyubei:
Tatami! Kenapa Oichi dan Reina bisa ada disana?!
Tatami:
Aku tidak tahu-menahu tentang ini!
Kyubei:
__ADS_1
Yang benar saja!
Kyubei bergegas pergi menyusul Oichi dengan pesawat tempur
Kyubei:
’Yang mereka lawan itu Veriniyaku!’
Kekhawatiran Kyubei semakin menjadi-jadi hingga membuat kutukan keturunan Takeda menjadi melekat erat padanya
Kyubei:
Kgh! Mereka tidak boleh mati
Kyubei:
Kalian berdua tunggulah aku
Kyubei melaju bagaikan meteor di siang hari, kecepatannya tak lagi berada di batas maksimum. Ia sampai membuat pesawat tempurnya berapi-api dan menghabisi setiap Yaku yang di tabraknya.
Di tempat kelompok Reina, Veriniyaku 7 yang dihadapi menguasai ruang dan waktu sehingga membuat kelompok Reina kewalahan
Chitose:
’Semua peluru yang kutembakan tidak mengenainya dan malah ditembakan balik padaku’
Chitose terus-menerus berlari sambil memasang perangkat-perangkat senjata api di berbagai tempat
Veriniyaku 7:
Lemah sekali kalian ini
Buakk!
Oichi terkena tendangan Veriniyaku 7 yang menembus ruang
Oichi:
Gahh!
SHIIIINGGG!!!!
Reina menyerang Veriniyaku 7 dengan pedangnya
Reina:
One Hundred Slash!
Tebasan milik Reina tidak dapat menyentuh Veriniyaku 7 dikarenakan serangannya hanya dibuat menembus
Reina:
’Sial!’
Veriniyaku 7 hendak menyerang balik Reina dengan satu tusukan dari tangan kanannya
SHUFF!!!
TING!!!
Tangannya dihentikan oleh pedang Reina
Reina:
’Ini keras sekali!’
Reina langsung menjauh darinya
Nguunggg.....
Oichi:
Rei-Sen! Pakai pedang ini!
Oichi menciptakan sebuah pedang yang serupa dengan milik Reina kemudian melemparkannya
Oichi:
’Hanya Rei-Sen yang tidak terpengaruh kemampuan Veriniyaku itu’
Nging!
Pedang yang dilemparkan Oichi malah berada di depan wajahnya dengan kecepatan yang sama
Reina:
OICHI!
SHING!
Reina langsung mengambilnya sesegera mungkin dan membuat kemampuan Veriniyaku 7 tak berkutik di hadapannya
Veriniyaku 7:
’Dia harus kuhabisi terlebih dahulu’
Veriniyaku 7 berpindah ke belakang Reina dan bersiap menghabisinya
SWUSH!
Reina mengayunkan pedangnya
Nging!
Veriniyaku 7 memindahkan Oichi ke arah serangan Reina
Reina:
BERANINYA KAU!
TING!
Reina menyarungkan pedangnya dan membawa Oichi ke tempat yang jauh dari sana
Shing! Shing! Shing! Shing! Shing! Shing!
Veriniyaku 7 terkena tebasan-tebasan pedang milik Reina
Veriniyaku:
Di-dia menghentikan waktu!
Oichi dibawa ke salah satu bangunan di reruntuhan
Reina:
Oichi, diamlah disini
Oichi:
Aku mengerti itu, tidak ada yang bisa menyentuhnya selain Rei-Sen
Nguungg.....
Oichi menciptakan lagi satu pedang untuk Reina
__ADS_1
Oichi:
Rei-Sen diam-diam mempelajarinya kan?
Reina:
Ehm.....
Oichi:
Aku melihat semuanya loh~
Oichi tersenyum pada Reina
Reina:
Baiklah baiklah
Reina mengambil pedangnya dan beralih menjadi pengguna dua pedang
Grtt...
Oichi menarik pakaian Reina
Oichi:
Jangan khawatir dengan energinya, aku akan mengalirkan sebanyak apapun energi yang Rei-Sen butuhkan
Reina:
Hm
SHING!
Reina menghilang dari hadapan Oichi
TING!!!
Reina beradu dengan Veriniyaku 7
GRRTTT!!!
Keduanya saling memperkuat pertahanan
Chitose:
’Apa yang terjadi?’
Chitose menganalisa keberadaan Oichi sambil memasangi perangkat-perangkat senjata di bangunan-bangunan sekitar
Chitose:
’Kalau dugaanku benar, seharusnya rambut Oichi dapat memberikan serangan yang kuat’
Chitose memasangi rambut-rambut Oichi pada perangkat-perangkat yang baru dipasangnya
Chitose:
’Jaraknya tidak jauh dari sini dan saat ini Malvinia itu tidak unggul dalam jarak’
Tiittt....
Chitose meluncurkan rudal-rudal dengan daya ledak tinggi menggunakan bantuan dari tenaga Oichi
Chitose:
’Chise! Lagi-lagi dia melakukannya!’
Rudal-rudal tersebut mengarah ke Veriniyaku 6 yang sedang bertarung sengit melawan Malvinia
Veriniyaku 7:
’Riva, tangani sendiri’
Veriniyaku 7 tak dapat menghadang rudal milik Chitose yang mengarah ke Riva karena tertahan oleh Reina.
Di tempat lain, Malvinia dan Riva saling beradu kekuatan
Tring!
Suara pilar-pilar Malvinia yang ditangkis oleh Riva
Malvinia:
Menyedihkan sekali kau hanya bisa bertahan
Pilar-pilar milik Malvinia terus-menerus menerjang tanpa henti sama sekali dan perlahan Riva kalah dalam posisi
Drap! Drap! Drap!
Riva berlari melingkari Malvinia agar tak terkena serangannya
Malvinia:
’Taktik ini pernah kutemui saat dia berlatih denganku’
Malvinia terus menyerang dengan pilar-pilarnya hingga Riva datang menerjang
BUM!!!
Riva terkena serangan telak oleh bola energi milik Malvinia dan menghancurkan sedikit wujud monsternya
BRUKK!!!
Riva meremukan reruntuhan-reruntuhan dan melemparkannya pada Malvinia
Malvinia:
’Ini akan membuatku kehilangan penglihatan’
Malvinia menghindari pecahan-pecahan tersebut dan tanpa sadar menunjukan kelemahannya. Riva pun menyerang Malvinia sambil menggenggam pecahan reruntuhan
SWUNG!!!
Malvinia menembakan pilar berisi bola energi yang sangat kuat kepada Riva
TSHUK!!!
Pilar tersebut menembus bahu kiri Riva
DHUARR!!!!
Ledakan bola energi menghancurkan separuh badan Riva
Malvinia:
Kau yang terburuk dari semua yang ada
HWUUUNGGG!!!!!
Riva mengubah dirinya menjadi monster raksasa seutuhnya
Malvinia:
Sigh! Merepotkan
__ADS_1