Yaku Impulsum 1st

Yaku Impulsum 1st
Awal dari pertempuran dahsyat


__ADS_3

Berhari-hari lamanya kelompok Haibei berangkat dari satu kota ke kota lainnya untuk membereskan invasi Yaku hingga akhirnya terbukalah tiga gerbang dimensi yang ditenagai oleh energi Yaku


Haibei:


Aku akan menangani yang satu itu


Haibei menunjuk seorang pria dengan jubah yang terbuat dari energi Yaku


Malvinia:


Kami akan mengurus sisanya, pergilah


SHUUUUUFFFFFF!!!!!!


Haibei menciptakan manusia api raksasanya


Malvinia:


Kalian bertiga, uruslah dia


Malvinia menunjuk ke seorang wanita berambut panjang yang berwarna hitam


Oichi:


Kami akan mengalahkannya


Oichi:


Ayo Rei-Sen, Chise


Kelompok Reina pergi menghadapi salah satu Veriniyaku


Malvinia:


Akan terjadi kekacauan besar


Malvinia mengeluarkan ribuan pilar miliknya


Veriniyaku 6:


Kau berkhianat dan memihak makhluk-makhluk rendahan seperti mereka


Veriniyaku 6:


Tiada ampun bagimu


Ngiiinggg......


Veriniyaku 6 melakukan penguatan pada dirinya dan mengubah tubuhnya menjadi separuh monster


Malvinia:


Hidup dan matiku adalah urusanku


Pertarungan pun dimulai, kehancuran bertebaran dimana-mana


Wartawan:


Ini adalah mimpi buruk bagi manusia!


Wartawan:


Tiga Veriniyaku muncul bersamaan!


Wartawan:


Tapi apa ini?! Ada Veriniyaku yang ke empat!!!


Wartawan:


Dia akan melawan rekannya!


Wartawan:


Lalu ada sekelompok prajurit yang siap mengorbankan nyawanya untuk menahan satu Veriniyaku!


Wartawan:


Apakah ini adalah titik akhir bagi umat manusia!


Ucap seorang wartawan yang merekam dari tempat yang sangat jauh


Masato:


’Hmm..Haibei menyembunyikannya dariku?’


Masato:


’Tapi tidak apa, ini keutungan’


Masato:


Rui, kirimkan semua Myuku dibawah kelas Vagnature untuk membasmi Yaku di seluruh kota di berbagai belahan dunia


Rui:


Semuanya?


Masato:


Ya, tanpa terkecuali


Rui:


Baik Overseer


Tiittt....


Rui menekan tombol pelepasan


NGUUUUNGGGGGG!!!!!!


Keluarlah Myuku-Myuku dari dalam tanah dari kota-kota di berbagai belahan dunia untuk menahan invasi Yaku pada warga


Masato:


’Mine Hideyoshi, inilah tujuanku menciptakan Myuku’


Di tempat lain


Mine:


’Masato malah mengirimkan kelas bawah, dibutuhkan kekuatan yang lebih besar untuk menangani invasi ini’


Mine mengawasi berjalannya pertempuran umat manusia melawan Yaku di seluruh dunia. Sementara itu, di kota Ozomi


Kyubei:


Tatami! Kenapa Oichi dan Reina bisa ada disana?!


Tatami:


Aku tidak tahu-menahu tentang ini!


Kyubei:

__ADS_1


Yang benar saja!


Kyubei bergegas pergi menyusul Oichi dengan pesawat tempur


Kyubei:


’Yang mereka lawan itu Veriniyaku!’


Kekhawatiran Kyubei semakin menjadi-jadi hingga membuat kutukan keturunan Takeda menjadi melekat erat padanya


Kyubei:


Kgh! Mereka tidak boleh mati


Kyubei:


Kalian berdua tunggulah aku


Kyubei melaju bagaikan meteor di siang hari, kecepatannya tak lagi berada di batas maksimum. Ia sampai membuat pesawat tempurnya berapi-api dan menghabisi setiap Yaku yang di tabraknya.


Di tempat kelompok Reina, Veriniyaku 7 yang dihadapi menguasai ruang dan waktu sehingga membuat kelompok Reina kewalahan


Chitose:


’Semua peluru yang kutembakan tidak mengenainya dan malah ditembakan balik padaku’


Chitose terus-menerus berlari sambil memasang perangkat-perangkat senjata api di berbagai tempat


Veriniyaku 7:


Lemah sekali kalian ini


Buakk!


Oichi terkena tendangan Veriniyaku 7 yang menembus ruang


Oichi:


Gahh!


SHIIIINGGG!!!!


Reina menyerang Veriniyaku 7 dengan pedangnya


Reina:


One Hundred Slash!


Tebasan milik Reina tidak dapat menyentuh Veriniyaku 7 dikarenakan serangannya hanya dibuat menembus


Reina:


’Sial!’


Veriniyaku 7 hendak menyerang balik Reina dengan satu tusukan dari tangan kanannya


SHUFF!!!


TING!!!


Tangannya dihentikan oleh pedang Reina


Reina:


’Ini keras sekali!’


Reina langsung menjauh darinya


Nguunggg.....


Oichi:


Rei-Sen! Pakai pedang ini!


Oichi menciptakan sebuah pedang yang serupa dengan milik Reina kemudian melemparkannya


Oichi:


’Hanya Rei-Sen yang tidak terpengaruh kemampuan Veriniyaku itu’


Nging!


Pedang yang dilemparkan Oichi malah berada di depan wajahnya dengan kecepatan yang sama


Reina:


OICHI!


SHING!


Reina langsung mengambilnya sesegera mungkin dan membuat kemampuan Veriniyaku 7 tak berkutik di hadapannya


Veriniyaku 7:


’Dia harus kuhabisi terlebih dahulu’


Veriniyaku 7 berpindah ke belakang Reina dan bersiap menghabisinya


SWUSH!


Reina mengayunkan pedangnya


Nging!


Veriniyaku 7 memindahkan Oichi ke arah serangan Reina


Reina:


BERANINYA KAU!


TING!


Reina menyarungkan pedangnya dan membawa Oichi ke tempat yang jauh dari sana


Shing! Shing! Shing! Shing! Shing! Shing!


Veriniyaku 7 terkena tebasan-tebasan pedang milik Reina


Veriniyaku:


Di-dia menghentikan waktu!


Oichi dibawa ke salah satu bangunan di reruntuhan


Reina:


Oichi, diamlah disini


Oichi:


Aku mengerti itu, tidak ada yang bisa menyentuhnya selain Rei-Sen


Nguungg.....


Oichi menciptakan lagi satu pedang untuk Reina

__ADS_1


Oichi:


Rei-Sen diam-diam mempelajarinya kan?


Reina:


Ehm.....


Oichi:


Aku melihat semuanya loh~


Oichi tersenyum pada Reina


Reina:


Baiklah baiklah


Reina mengambil pedangnya dan beralih menjadi pengguna dua pedang


Grtt...


Oichi menarik pakaian Reina


Oichi:


Jangan khawatir dengan energinya, aku akan mengalirkan sebanyak apapun energi yang Rei-Sen butuhkan


Reina:


Hm


SHING!


Reina menghilang dari hadapan Oichi


TING!!!


Reina beradu dengan Veriniyaku 7


GRRTTT!!!


Keduanya saling memperkuat pertahanan


Chitose:


’Apa yang terjadi?’


Chitose menganalisa keberadaan Oichi sambil memasangi perangkat-perangkat senjata di bangunan-bangunan sekitar


Chitose:


’Kalau dugaanku benar, seharusnya rambut Oichi dapat memberikan serangan yang kuat’


Chitose memasangi rambut-rambut Oichi pada perangkat-perangkat yang baru dipasangnya


Chitose:


’Jaraknya tidak jauh dari sini dan saat ini Malvinia itu tidak unggul dalam jarak’


Tiittt....


Chitose meluncurkan rudal-rudal dengan daya ledak tinggi menggunakan bantuan dari tenaga Oichi


Chitose:


’Chise! Lagi-lagi dia melakukannya!’


Rudal-rudal tersebut mengarah ke Veriniyaku 6 yang sedang bertarung sengit melawan Malvinia


Veriniyaku 7:


’Riva, tangani sendiri’


Veriniyaku 7 tak dapat menghadang rudal milik Chitose yang mengarah ke Riva karena tertahan oleh Reina.


Di tempat lain, Malvinia dan Riva saling beradu kekuatan


Tring!


Suara pilar-pilar Malvinia yang ditangkis oleh Riva


Malvinia:


Menyedihkan sekali kau hanya bisa bertahan


Pilar-pilar milik Malvinia terus-menerus menerjang tanpa henti sama sekali dan perlahan Riva kalah dalam posisi


Drap! Drap! Drap!


Riva berlari melingkari Malvinia agar tak terkena serangannya


Malvinia:


’Taktik ini pernah kutemui saat dia berlatih denganku’


Malvinia terus menyerang dengan pilar-pilarnya hingga Riva datang menerjang


BUM!!!


Riva terkena serangan telak oleh bola energi milik Malvinia dan menghancurkan sedikit wujud monsternya


BRUKK!!!


Riva meremukan reruntuhan-reruntuhan dan melemparkannya pada Malvinia


Malvinia:


’Ini akan membuatku kehilangan penglihatan’


Malvinia menghindari pecahan-pecahan tersebut dan tanpa sadar menunjukan kelemahannya. Riva pun menyerang Malvinia sambil menggenggam pecahan reruntuhan


SWUNG!!!


Malvinia menembakan pilar berisi bola energi yang sangat kuat kepada Riva


TSHUK!!!


Pilar tersebut menembus bahu kiri Riva


DHUARR!!!!


Ledakan bola energi menghancurkan separuh badan Riva


Malvinia:


Kau yang terburuk dari semua yang ada


HWUUUNGGG!!!!!


Riva mengubah dirinya menjadi monster raksasa seutuhnya


Malvinia:


Sigh! Merepotkan

__ADS_1


__ADS_2