
Pengenalan tokoh dan bocoran cerita,
Zivana Safiya,
Gadis cantik berbadan mungil dan berkulit putih,rambut hitam lurus panjang terurai.Masih duduk di bangku sekolah menengah atas semester akhir.Yatim piatu,tinggal bersama Tante Voni,adik Papanya.Gadis yang hari-harinya penuh keceriaan,dikelilingi oleh teman-teman yang menyayanginya.
Suatu hari,Tantenya jatuh sakit.Tante menyampaikan pesan terakhir dan merupakan permintaan terakhir dari papa Zivana sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.Wasiat Papa yang harus Zivana penuhi adalah menikah dengan anak dari sahabat Papanya.
Berat bagi Zivana untuk menolak perjodohan ini,apalagi itu adalah permintaan terakhir Almarhum Papanya.Mau tidak mau dia harus memenuhi permintaan itu,merelakan masa mudanya,menjadi istri dari seorang yang tidak dikenalnya juga laki-laki yang tidak mengenalnya sama sekali.Zivana hanya tahu sosok calon suaminya dari media elektronik.Wajah Mario sering muncul di berita yang disiarkan di TV.
Zivana belum tahu,kehidupan apa yang nanti akan dijalaninya.Menikah dengan seorang polisi yang terkenal dingin dan kejam pada musuh-musuhnya.Membayangkannya saja,Zivana sudah merinding.
__ADS_1
Seiring waktu,suami dinginnya itu berubah hangat dan berbalik mencintainya, ketika Zivana mulai lelah karena cintanya yang selalu terabaikan.Sudah cukup bagi Zivana berjuang,penantian cintanya sudah sampai di ujung titik sabarnya.
Mario Juliawan,
Seorang anak pengusaha batu bara dan banyak usaha lainnya.Dia lebih memilih menjadi seorang polisi daripada meneruskan usaha keluarganya.Di balik tubuhnya yang tinggi,gagah dan wajahnya yang tampan,mapan serta jabatan yang tinggi,siapa yang menyangka jika dia masih berstatus single,bahkan dia sering dijuluki jomblo sejati oleh teman-temannya.
Usianya sudah dibilang cukup matang untuk menikah dan membangun rumah tangga,tapi Mario sepertinya terlanjur nyaman dengan kesendiriannya.Sikapnya yang dingin juga cuek,membuat para gadis berpikir berulang kali untuk mendekatinya.Semua gadis yang dikenalkan oleh orang tuanya selalu mundur teratur dan hilang tanpa kepastian.
" Papa gak salah,aku harus menikah dengan bocah ingusan" kata Mario sambil tertawa lepas.
Siapa yang tau jika sikap dingin dan masa bodohnya pada Zivana,lambat laun berubah.Tapi,semua sudah terlambat.Di saat benih cinta mulai tumbuh di hatinya,Zivana memilih untuk mengakhiri pernikahannya.
__ADS_1
" Aku sudah cukup sabar dan saat ini aku mulai lelah.Maafkan aku Bang,aku sudah tidak sanggup lagi bertahan.Penantian cintaku sudah sampai ke ujungnya dan ujungnya adalah perpisahan"
Kata-kata Zivana terus menghantui Mario.
Penyesalan sudah tiada arti.Mario yang dingin pun berubah jadi hangat,tapi semua itu percuma karena Zivana sudah memilih untuk menutup pintu hatinya.
Sakit dan perih yang Mario rasakan saat Zivana mengacuhkannya,mengingatkan pada sikapnya diawal pernikahannya dengan Zivana.
" Aku janji akan berubah,aku mohon sayang jangan pergi,jangan tinggalkan aku.Tetaplah disini,aku rela kamu diamkan,asalkan kamu tetap disini,dengan begitu aku masih bisa melihatmu.Jangan pergi,aku bisa gila" pinta Mario sambil bersimpuh di hadapan Zivana yang sedang memegang koper yang berisi pakaiannya.
Akankah Zivana bertahan dan tetap tinggal demi keutuhan rumah tangganya,atau malah sebaliknya,dia tetap pergi bersama luka dan rasa kecewanya.Sedangkan doa yang dulu dia panjatkan sudah dikabulkan Tuhan.Mario yang dingin,cuek dan tidak peduli padanya sudah berubah menjadi hangat,perhatian dan mulai mencintainya.
__ADS_1
Ikuti terus kisahnya,selamat membaca😉😉