
Hoek
Hoek
Zivana memuntahkan isi perutnya di westafel dapur.Mario langsung terbangun dari tidurnya saat mendengar suara Zivana.
" Sayang,makin parah ya masuk anginnya?" tanya Mario sambil memijat tengkuk Zivana.
" Iya Bang,perut Zi kayak diaduk-aduk rasanya" jawab Zivana.
" Kita ke Dokter ya" ajak Mario dan Zivana pun mengangguk.
" Oya, Abang tadi pesan makanan apa? baunya gak enak. Bikin Zi semakin mual" tanya Zivana sambil mengarahkan telunjuknya ke arah meja makan.
" Itu ayam geprek,bakso mercon sama nasi goreng kesukaan kamu sayang" jawab Mario sambil mengerutkan keningnya.
" Tapi,baunya gak enak dan..."
Hoek
Belum selesai bicara,Zivana kembali muntah.
Mario menggendong tubuh Zivana dan membawanya ke kamar.
" Abang turun sebentar ya,mau ambil handphone yang tertinggal di bawah" kata Mario dan Zivana pun mengangguk.
Beberapa saat kemudian Mario sudah kembali ke kamar dan Zivana sudah tertidur.
" Apa benar yang dikatakan oleh Mama di telpon barusan,kalo Zivana sekarang sedang hamil.Jika benar,berarti sebentar lagi aku dan Zivana akan menjadi orang tua" monolog Mario sambil mengelus puncak kepala istrinya dengan lembut.
Mario teringat makanan yang ada di meja." Aku harus menyimpannya dan tidak boleh memakannya apalagi membuangnya.Mama bilang emosi ibu hamil tidak stabil dan bisa berubah-ubah.Siapa tau saja nanti dia menanyakan semua makanan itu" monolog Mario.
Mario memasukkan semua makanan itu ke dalam tempat kedap udara agar aromanya tidak menyebar keluar.Lalu,Mario menyimpannya ke kulkas.
Mario menghempaskan tubuhnya di sofa,mau mandi tapi masih malas.Dia memilih kembali tertidur di sofa ruang tengah.
" Bang,makan yok" ajak Zivana dengan tiba-tiba sambil mengguncangkan tubuh Mario.
Mario membuka matanya perlahan," Apa?" tanyanya pada Zivana yang duduk di dekatnya.
" Makan yok" ajak Zivana,di tangannya sudah memegang toples berisi bakso mercon.
Mph....Mario mendudukkan tubuhnya.
" Udah gak mual lagi?" tanya Mario sambil merapikan rambut Zivana dan menyelipkannya di belakang telinga.
" Enggak" jawab Zivana sambil mengunyah baksonya.
Senyum Mario pun mengembang melihat Zivana yang menyantap bakso merconnya dengan lahap.Mario mencondongkan tubuhnya kearah perut Zivana lalu,Cup...
__ADS_1
Mario mencium perut datar Zivana," Jangan rewel dan banyak tingkah ya sayang,kasihan Mama" ujar Mario sambil mengusap perut Zivana.
" Bang udah ah,geli tau" kata Zivana.
Mario menegakkan tubuhnya lalu mencium kening Zivana.
" Banyak istirahat,jangan sampai kamu kelelahan" pesan Mario.
" Abang kenapa sih,tiba-tiba jadi aneh gini.Cium perut Zi,ngoceh di depan perut Zi dan sekarang bilang kalo Zi gak boleh capek" celoteh Zivana.
" Beneran nih,Zi mau tau alasannya? Karena Zi sekarang sedang hamil dan wanita hamil gak boleh kecapekan" jelas Mario.
" Apa Bang? Zi hamil.Serius?" tanya Zivana dan Mario pun mengangguk.
Hiks...Zivana menangis dan berhasil bikin Mario panik.
" Zi kenapa,menangis? Maafkan Abang yang sudah egois.Abang gak tau kalo Zi belum siap menjadi seorang ibu.Maafkan abang" ucap Mario sambil mengusapi punggung Zivana.
Zivana menggeleng dan tangisannya semakin bertambah keras dan kencang.Mario langsung memeluknya," Maafkan Abang" ucapnya dengan lirih.
Zivana sudah sedikit lebih tenang,tangisannya sudah reda.Zivana mendongak dan melihat wajah Mario yang sedang diliputi oleh rasa bersalah.
" Zi menangis karena bahagia Bang,akhirnya Zi bisa hamil" ujar Zivana tapi kemudian dia menautkan alisnya dan melihat kearah perutnya yang masih rata.
" Kalo Zi hamil,kenapa perut Zi gak besar?" tanya Zivana.
" Kok Abang bisa tau?" tanya Zivana.
" Teman-teman abang sudah banyak yang menikah dan punya anak,tentu saja abang tau" jawab Mario.
Zivana pun manggut-manggut,lalu menatap Mario dengan tajam," Abang gak akan macam-macam kan?" tanyanya sambil mengarahkan jari telunjuk ke arah wajah Mario.
" Macam-macam gimana maksudnya?" Mario balik bertanya.
" Macam-macam seperti pacarnya Cacha" jawab Zivana.
" Astaga,selingkuh dan tidak mau bertanggung jawab maksudnya?" tanya Mario dan Zivana mengangguk.
Mario menangkup wajah Zivana," Kita sudah menikah bukan pacaran,yang namanya sudah menikah jika Tuhan menghendaki pasti akan hamil dan punya anak.Jadi,tidak ada alasan abang untuk tidak bertanggung jawab,karena apa? karena Abang tahu,setelah kita kikuk-kikuk cepat atau lambat pasti kamu akan hamil" tutur Mario.
" Soal selingkuh?" tanya Zivana.
" Abang sudah punya istri yang cantik,baik,pinter memasak dan rajin menabung.Untuk apa abang selingkuh,lagipula istri abang di rumah bisa goyang ngebor,goyang dombret,goyang patah-patah,goyang encok,lengkap deh.Jadi,gak akan tu selingkuh-selingkuh gak guna" jawab Mario sambil mencolek hidung Zivana.
" Bener ya,awas kalo sampe ketahuan selingkuh.Zi potong tu punya abang ampe habis trus Zi kasih ke guguk Pak Simon" ancam Zivana.
" Iya sayang,janji gak akan selingkuh,gak akan mendua meniga tapi tetap mengembat Zi" ucap Mario.
" Mengembat?"
__ADS_1
" Iya,hajar Zi ampe lemes...ahhh Bang...terus bang" goda Mario lalu berlari ke kamar karena ponselnya berdering.
" Awas kamu Bang,berani ya menggodaku" gumam Zivana dengan wajah yang sudah bersemu merah.
Mario kembali menghampiri Zivana,tiba-tiba Zivana membuka paksa bajunya.
" Hey...mau ngapain?" tanya Mario sambil berusaha mempertahankan bajunya agar tidak terlepas.
" Zi pengen" jawab Zivana.
" Pengen apa?" tanya Mario tidak mengerti.
" Pengen tarik mas,semongko" jawab Zivana membuat Mario semakin bingung.
" Zi mau ngapain sih ah, jangan buka-buka" cegah Mario.
" Zi pengen Bang ahhh" jawab Zivana sambil mendesah,mario pun mulai mengerti keinginan istrinya.
" Ngomong dong kalo pingin di goyang basah-basah" ujar Mario yang langsung membuka bajunya.
Zivana pun langsung menyerbu Mario dengan ciuman yang membabi buta.
" Sayang,kamu gak kerasukan kan?" tanya Mario yang dibuat bingung oleh sikap Zi yang sedikit buas dari biasanya.
Mario yang sudah mulai terbawa arus buaian Zi pun membalas setiap perlakuan Zivana.
" Ahhh" desah Zivana saat Mario memainkan puncak gunung kembarnya menggunakan lidahnya.
Mario melepaskan sesapannya karena teringat pesan dari Mamanya tadi pagi.
" Kata Mama kalo sedang hamil muda,gak boleh masuk goa.Gimana?" tanya Mario yang sudah dikuasai hasrat itu.
" Ahhh lanjut aja,nanggung nih" rengek Zivana.
" Tapi..." Mario tidak meneruskan ucapannya karena Zivana sudah membungkam mulutnya.
" Mph..." racau Mario dalam bungkaman Zivana karena selain membungkam mulutnya,Zivana juga membelai burung rajawali sakti miliknya.
" Urusan mama belakangan" kata Mario yang langsung menghujamkan miliknya ke milik Zivana.
" Ahh..mphh..." suara Zivana lolos begitu saja mengikuti irama pompaan Mario.
" Enghhh" lenguh Mario saat melakukan pelepasan.
" Mario...Zivana"
Tok tok tok
Terdengar teriakan disusul ketukan pintu dari arah luar.Mario dan Zivana pun memungut pakaian mereka lalu berlari menuju kamarnya.
__ADS_1