
Pernikahan sudah di depan mata dan tidak bisa dielakkan lagi.Dengan balutan kebaya putih dan riasan tipis di wajahnya,membuat wajah sedih Zivana terlihat lebih segar.Tidak ada pesta meriah dan tamu undangan yang spesial.Pernikahan hanya dihadiri segelintir orang dari pihak Zivana dan itu hanya orang-orang penting saja.Tante Voni,Pak RT juga sesepuh tempat tinggal Zivana.
Tidak ada teman atau sahabat yang hadir.Pernikahan mereka dilaksanakan secara diam-diam,mengingat Zivana yang masih menyandang status pelajar.Zivana atau pun Mario tidak mau,pernikahan mereka menjadi pergunjingan atau gosip miring dan mengatakan yang tidak-tidak.
" Pihak keluarga pengantin laki-laki sudah datang,ayo" kata Bu Rt yang masuk ke kamar Zivana.
Zivana menundukkan kepalanya,sebentar lagi dia bukan Zivana si gadis ceria lagi,melainkan sudah berstatus istri orang.Status yang dia sendiri tidak tahu,akan membahagiakannya atau malah membuatnya menderita.
" Jangan bersedih,Kedua orang tuamu pasti sedang bahagia sekarang,melihatmu menikah dengan laki-laki pilihannya" ujar Tante Voni.
Zivana menghela nafasnya panjang,entah ini sebuah pilihan yang benar atau salah,Zivana pun tidak tahu.Yang bisa dia lakukan hanya pasrah,menerima takdir hidup yang sudah digariskan Tuhan untuknya.
Tetes air mata mengiringi lepasnya status lajang dari dirinya,setelah mengucapkan janji di depan para saksi dan kini Zivana sudah sah menjadi nyonya Mario.
" Selamat ya sayang,kini kamu sudah menjadi seorang istri.Kurangi main-main,sekarang kamu sudah punya tanggung jawab.Jadilah istri yang baik,hormati suamimu,turuti apapun yang dia katakan,jangan membantah,jangan memasang wajah masam" nasehat Tante Voni pada keponakannya.
" Terima kasih Tante" ucap Zivana.
Setelah proses pernikahan selesai,Zivana langsung dibawa pergi oleh Mario pulang ke rumahnya.Zivana diam membisu selama dalam perjalanan menuju ke rumah,yang entah akan menjadi surga atau neraka baginya.
" Ayo turun" ajak Mario dengan suara datarnya.
Zivana melangkahkan kakinya mengikuti Mario yang berjalan masuk ke rumahnya.
" Duduk" perintah Mario.
Zivana mendudukan dirinya di sofa,tanpa membantah.
" Aku menikahimu bukan berarti aku menerima perjodohan ini,aku harap kamu bisa mengerti.Di garasi ada sebuah motor,kamu bisa menggunakannya untuk berangkat ke sekolah dan satu hal yang perlu kamu ingat,jangan pernah kamu ikut campur urusanku" tutur Mario dan Zivana pun mengangguk.
Mario beranjak dari duduknya lalu berjalan kearah sebuah pintu dan membukanya," Ini kamarmu" ujar Mario.
Zivana membawa tas yang berisi baju ke kamar itu.
" Jangan-jangan gadis ini bisu,sedari tadi aku tidak mendengarnya bicara sedikit pun" gumam Mario.
" Ah terserahlah" ujar Mario yang langsung berlari menuju ke kamarnya.Kamar yang letaknya terpisah dengan kamar Zivana.
Huhhh....Zivana menghembuskan nafas lega.
" Berada di dekatnya,nafasku terasa sesak.Itu orang apa beruang kutub ya,mengerikan" kata Zivana sambil menyusun bajunya ke dalam lemari yang ada di sana.
Tring...Pesan singkat masuk ke ponsel Zivana.
📥 Cacha
" Zi,jam satu ada pertemuan penting di sekolah.Jangan tidak datang"
__ADS_1
Zivana melihat jam yang ada di ponselnya,pukul dua belas lewat lima belas menit.
" Kenapa mendadak sih kasih infonya,dihari libur masih juga harus masuk dan ada tugas" gerutu Zivana.
Zivana masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah selesai dia langsung memakai pakaian dan berlari keluar dari kamar.
" Yang mana kamarnya,ya" gumam Zivana.
Disaat sedang kebingungan,Mario keluar dari kamarnya.Sudah rapi dengan pakaian dinasnya.
" Bang,Zi izin ke sekolah ya,ada pertemuan mendadak" ujar Zivana.
" Hemmm" Mario mendehem saja sambil berjalan kearah meja TV.
" Nih kunci motornya" kata Mario sambil menyerahkan kunci pada Zivana.
Zivana mengambil kunci itu lalu membungkuk dan berlari menuju garasi.Zivana menghidupkan mesin motor dan berlalu pergi.
...----------------...
Zivana memarkirkan motornya di parkiran sekolah,kemudian berlari ke dalam gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan.
" Zi,baru datang?" tanya Anton,teman sekaligus pengagum rahasia Zivana.
" Iya" jawab Zivana singkat.
" Ujian dimajukan" ujar wali kelas mereka.
" Jadi,Bapak mohon agar kalian belajar dengan sungguh-sungguh,kalian harus lulus dengan nilai yang memuaskan.Paham!" seru Wali kelas.
" Pahaaam" kata seluruh murid serentak.
Setelah selesai,mereka pun bubar.Zivana langsung menuju motornya yang ada di parkiran.
" Zi,jalan yuk" ajak Vino.
" Maaf Vin,aku gak bisa" tolak Zivana.
" Zi,kenapa sih kamu selalu menolakku.Aku suka sama kamu Zi,kamu tahu itu" ujar Vino.
" Maaf Vin,lebih baik kita berteman saja" kata Zivana.
Zivana langsung mengendarai motornya,menuju ke rumahnya.Di tengah perjalanan,tepatnya di perempatan telah terjadi kecelakaan,jalanan jadi macet.Zivana tidak tau jalan alternatif lain.
" Mario" ucap Zivana saat melihat Mario tengah sibuk mengurusi kemacetan dan mengarahkan pengendara untuk memutar arah.
" Sebenarnya dia tampan dan gagah,tapi sayangnya datar dan dingin kayak es balok" gumam Zivana.
__ADS_1
" Permisi dek,selamat sore" ucap Pak Polisi sambil tersenyum.
" Sore pak" balas Zivana.
Pak polisi pun menjelaskan apa yang terjadi di depan dan mengarahkan Zivana untuk melewati jalan yang lain.Zivana melihat kearah Mario yang ternyata juga sedang melihatnya.
" Zi" panggil Vino yang ternyata melewati jalan yang sama dengan Zivana.
" Aku gak tau jalan alternatif" ujar Zivana lirih.
" Aku tahu,ayo aku arahin" kata Vino.
" Eh...gak usah deh,aku bisa sendiri.Lagipula aku belum mau pulang.Aku masih harus pergi ke tempat lain" Zivana tidak mau jika Vino tau kalo Zivana sudah tidak tinggal lagi bersama tantenya.
" Adek mau kemana? biar saya arahkan" tanya pak polisi.
" Komplek Pandawa" jawab Zivana.
" Ngapain kamu ke komplek pandawa?" tanya Vino.
" Bukan urusanmu" jawab Zivana.
" Zi,tapi itu jauh lo dari rumahmu.Nanti kamu bisa pulang kemalaman" kata Vino.
" Ehemm...Ada apa ini?" tiba-tiba Mario sudah berdiri tegak di sana.
" Maaf Komandan,anak ini tidak tahu jalan alternatif menuju komplek pandawa" jawab polisi yang ternyata bawahan Mario.
" Kamu siapanya gadis ini?" tanya Mario pada Vino.
" Saya kekasihnya" jawab Vino,membuat Zivana terkejut dan refleks menggeleng.
" Bukan Bang..eh Pak,dia bukan kekasih saya" bantah Zivana pada Mario yang sudah menatapnya dengan tatapan tajam.
" Amankan motornya,biar gadis ini saya yang urus" perintah Mario pada bawahannya.
Mario menarik tangan Zivana dan membawanya ke mobil tugasnya.Mario mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Bang...Zivana bisa jelasin" ujar Zivana.
" Jelasin apa? lagipula itu bukan urusanku" kata Mario.
Mario menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumahnya.
" Turun" perintah Mario tanpa menoleh.
Zivana turun dari mobil dan langsung menutup pintu mobilnya.Mario kembali mengemudikan mobilnya menuju ke lokasi kecelakaan.
__ADS_1
" Apa maksudnya gadis itu berdua-duaan dengan laki-laki lain,apa dia mau membuat aku malu.Bagaimana jika ada yang melihat dia bersama laki-laki tadi.Bikin repot saja" gerutu Mario.