Zivana(Cinta Di Ujung Penantian)

Zivana(Cinta Di Ujung Penantian)
Bab 15


__ADS_3

" Bang" ucap Zivana saat bibir Mario mulai berselancar lincah di lehernya dan meninggalkan banyak bekas merah di sana.


" Mph..."


" Lepaskan saja Zi,gak usah ditahan" kata Mario saat Zivana menutup mulutnya menggunakan telapak tangan agar suara seksinya tidak keluar.


" Zi malu" ucapnya lirih.


Mario yang sedang mengungkung Zivana dari atas pun tersenyum,"Kenapa harus malu,abangkan suami Zivana" kata Mario.


Mario mendekatkan wajahnya,dan...


Cup


Bibirnya pun mendarat dengan indah di bibir Zivana.Ciuman yang singkat pada awalnya berubah menjadi sesapan yang panjang dan menuntun Mario untuk melakukan lebih.Leher dan dada pun menjadi target Mario selanjutnya.


Bukit kembar berbunga coklat di atasnya yang mulai menegang pun,jadi tempat Mario memainkan lidahnya.


" Sshhh...aahh" suara Zivana lolos begitu saja tanpa perencanaan.


Mendengar suara Zivana,Mario pun semakin gencar melakukan aksinya.Tangannya mulai bermain di daerah inti yang masih tertutup oleh segitiga pengaman yang warnanya senada dengan lingerie yang dikenakan oleh Zivana.


" Bang..ah" racau Zivana.


" Apa sayang...?"


" Jangan disitu..ahhh..Zi jadi pengen pipis" jawab Zivana.


Bukannya berhenti,Mario malah semakin melancarkan aksinya.


" Abang mau ngapain?" tanya Zivana saat wajah Mario sudah berada di depan lembah bermadu miliknya dan melepas segitiga pengamannya.


" Aahhh..."


Suara seksi Zivana pun kembali memenuhi kamar itu,saat lidah Mario memainkan kacang tunggal miliknya.


" Bang...Zi mau...aaahh" tubuh Zivana pun bergetar hebat,tanda dia sudah mencapai puncaknya.Kedua tangannya menggenggam seprai dengan kuat.


Nafasnya terengah-engah dan tatapan matanya tajam kearah wajah Mario yang sudah berada di atasnya.Mario menyeka keringat di wajah Zivana menggunakan telapak tangannya.Mario menggunakan kedua tangannya untuk menopang tubuhnya.


" Mau lagi" tawar Mario seraya tersenyum.


" Capek Bang" kata Zivana.


" Capek apanya,dari tadi kan Abang yang kerja" kata Mario.


Zivana mengambil nafas dari hidungnya lalu menghembuskan dengan perlahan melalui mulut.Setelah nafas Zivana terlihat stabil,Mario pun kembali beraksi.Sesapan demi sesapan,hingga perang lidah pun terjadi.Tangannya bertengger di puncak gunung kembar dan membelainya dengan lembut sambil sesekali memberikan remasan.


Zivana pun sudah tidak malu lagi dan membiarkan suara seksinya keluar begitu saja.Mario yang sudah tidak tahan pun membuka seluruh pakaiannya juga milik Zivana.Mata Zivana pun sontak membelalak saat melihat tongkat ajaib milik Mario yang sudah siap mengobrak-abrik miliknya.


" Boleh?" tanya Mario menyadarkan Zivana yang sedari tadi terpana melihat miliknya yang sudah tegang menantang.


" Itunya mau dimasukin kesini?" tanya Zivana menunjuk milik Mario lalu miliknya.


" Iya sayang,jadi apanya yang mau dimasukin" jawab Mario.

__ADS_1


" Emang bisa?" tanya Zivana lagi sambil bergidik ngeri.


" Abang juga gak tau bisa atau enggak,kan belum dicoba" jawab Mario.


Glek


Zivana menelan salivanya,melihat milik Mario yang besar dan panjang.


" Pelan-pelan ya" pintanya dan Mario pun mengangguk.


Mendapat lampu hijau dari Zivana,Mario pun langsung memasukkan miliknya secara perlahan.


" Awh.." rintih Zivana.


Mario berhenti sebentar,lalu menyesap bibir Zivana dengan lembut untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan oleh Zivana.Saat Zivana sudah terbuai,Mario pun melanjutkan kembali aktivitas anggota bawahnya dengan perlahan.


" Bang..." racau Zivana.


" Kenapa sayang?" tanya Mario tanpa menghentikan gerakannya memompa tubuh Zivana.


" Shhh..."


" Uughh..."


Erang Zivana dan Mario bersamaan.Mario merebahkan tubuhnya di samping Zivana dan mengarahkan tubuh Zivana kearahnya.Mario tidak berniat sedikit pun untuk mencabut pedang pusaka dari sarungnya.


" Bang" ucap Zivana.


" Hemmm" dehem Mario dengan mata yang terpejam.


" Keluarin dong punya Abang,geli nih" pinta Zivana.


Blush


Wajah Zivana pun merona malu dan meski dalam remang cahaya Mario bisa melihatnya.


" Bang..ahhh" suara seksi Zivana kembali lolos,karena milik Mario yang berkedut di dalam sana.


Mario pun menyeringai," Dia minta tambah porsi Zi" ujar Mario.


Mario kembali memompa tubuh Zivana,hingga mereka berdua mencapai puncak kenikmatan.Karena lelah akhirnya mereka pun tertidur.


...****************...


Kriiiing...


Dering ponsel Mario memekakkan telinga.Dengan perlahan Mario membuka matanya lalu tersenyum saat melihat Zivana yang tertidur pulas sambil memeluknya.Dering ponselnya kembali terdengar,Mario mengambil ponsel yang berada di atas meja lalu menjawab panggilan di ponselnya.


" Hallo Ma,ada apa?" tanya Mario pada Mama yang menelponnya.


" Kalian kemana sih,Mama dari tadi gedor-gedor pintu tapi kalian gak muncul juga" celoteh Mama dari sebrang telpon.


" Mario sama Zivana lagi bikin cucu untuk Mama sama Papa" jawab Mario santai,bertepatan dengan Zivana yang baru terbangun dari tidurnya.


" Emph..." Zivana menggeliat lalu memandang tubuh polosnya dan buru-buru menutupnya dengan selimut.Zivana belum tau kalo Mario sedang berkomunikasi dengan Mamanya di telpon.

__ADS_1


" Abang udah bangun?" tanya Zivana dengan suara khas orang bangun tidur.


" Punya Abang udah bangun dari tadi" jawab Mario dengan menggoda.


" Apaan sih" ucap Zivana.


" Mama pulang,nanti mama kemari lagi" teriak Mama dari seberang telpon dan panggilan pun terputus.


" Bangun yuk trus mandi" ajak Mario.


Zivana mengangguk lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


" Awh..." Zivana merintih kesakitan saat hendak turun dari kasurnya.


Mario dengan spontan turun dari kasur dan mendekati Zivana.


" Sakit ya?" tanyanya cemas.


Bukan menjawab Zivana malah menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


" Abang kenapa gak pake baju?" tanya Zivana.


" Kan sejak malam tadi Abang memang gak pake baju,kenapa kaget begitu sih.Kan Zi udah lihat dan merasakan kedahsyatan burung rajawalinya Abang" jawab Mario absurd.


" Tapi bentuknya gak gitu" kata Zivana.


" Oh Zi mau bentuknya seperti malam tadi ya,boleh" goda Mario lalu meniup lembut telinga Zivana.


" Bukan gitu maksud Zi" kata Zivana sambil membuka tutup wajahnya dan benar saja,burung rajawali sudah menunjukan pesonanya.


" Alamak,mati aku" ucap Zivana sambil menepuk keningnya.


Olahraga pagi pun terjadi,keringat membasahi tubuh keduanya.Pertanda tenaga dan energi habis terkuras.


" Abang udah ya,gak ada tambah porsi lagi" ujar Zivana sambil merapikan rambutnya menggunakan sisir.


" Iya,udah cukup untuk pagi ini" sahut Mario sambil memakai pakaiannya.


" Nanti malam juga gak ada,punya Zi masih sakit nih" kata Zivana.


" Iya sayang,iya" kata Mario.


Mario dan Zivana keluar kamar secara bersamaan.Mario tersenyum melihat gaya berjalan Zivana yang sedikit terbuka.


" Masih sakit ya?" tanya Mario yang langsung menggendong tubuh Zivana ala bridal style.


" Sakit banget" jawab Zivana.


" Nanti juga hilang sakitnya" kata Mario sambil berjalan menuruni tangga.


Mario menurunkan Zivana di ruang makan dan mendudukannya di kursi.


Di atas meja sudah terhidang beberapa macam makanan yang menggugah selera.


" Kapan Abang membelinya?" tanya Zivana disela-sela makannya.

__ADS_1


" Sewaktu Zi mandi tadi,Abang membelinya secara online" jawab Mario.


Selesai sarapan,Mario pun berpamitan pada Zivana untuk pergi ke kantor.Masih ada beberapa tugas yang harus dia selesaikan sebelum dia benar-benar berhenti dari pekerjaannya.


__ADS_2