Zivana(Cinta Di Ujung Penantian)

Zivana(Cinta Di Ujung Penantian)
Bab 08


__ADS_3

Setelah satu minggu di rawat,Tante Voni sudah diperbolehkan untuk pulang.Zivana dan Tante pulang naik taksi,karena Mario sedang ditugaskan oleh Pak Jamal keluar kota.


" Zi,duduklah.Tante mau bicara" kata Tante sambil menepuk kursi di sampingnya.


Zivana pun menuruti permintaan Tantenya,lalu duduk di kursi yang berada di samping Tante Voni.


" Ada apa Tante?" tanya Zivana.


Tante menghela nafasnya,lalu memandang wajah keponakannya," Zi,tidak semua pernikahan berakhir bahagia dan tidak selamanya kita menderita.Jalan hidup kita sudah digariskan oleh Tuhan,kita tidak bisa mengelak atau pun menolaknya.Yang bisa kita lakukan hanya pasrah menjalani skenario kehidupan.Zi,Tante tidak mau kamu bernasib sama seperti Tante,salah dalam mengambil keputusan dan berakhir penyesalan" tutur Tante Voni.


" Iya Tante" hanya itu kata yang mampu Zivana ucapkan.


" Ya sudah kalo gitu,Tante masuk kamar dulu ya.Tante mau istirahat"


Tante masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat,Zivana duduk sambil menonton TV.


" Sanggupkah aku bertahan,dengan sikapnya yang cuek" gumam Zivana.


" Wahai hati,kenapa kamu begitu lemahnya.Mencinta pada orang yang salah,pada orang yang sama sekali tidak peduli padamu.Bahkan dia tidak tahu,kalau aku sedang merindu"


Zivana berdiri di dekat jendela,menatap langit yang hitam kelam tanpa bintang.Langit malam ini seolah tahu kegundahan yang sedang Zivana rasakan.


Malam semakin larut,suasana sunyi pun sangat terasa.Bunyi jangkrik saling bersahutan,menambah suasana sunyi di hati.Zivana berjalan dengan lunglai menuju kamarnya,lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.Karena lelah dan mengantuk,Zivana pun langsung tertidur.


...----------------...


Matanya terbuka secara perlahan,disaat mendengar suara batuk dari kamar sebelah.Zivana langsung turun dari kasurnya dan berlari menuju kamar Tante Voni.


" Tante kenapa?" tanya Zivana,tergambar jelas kepanikan di wajahnya.


" Tidak apa-apa sayang,tiba-tiba tenggorokan Tante gatal" jawab Tante sambil tersenyum.


Huft...


Zivana bernafas lega," Syukurlah kalo begitu.Zi takut kalo Tante kenapa-kenapa" ujar Zivana.


" Tante akan baik-baik saja,kan ada kamu yang jaga Tante" sahutnya.


Zivana kembali ke kamarnya untuk mengambil handuk,lalu setelah itu di pergi ke kamar mandi yang berada di dekat dapur.Hari ini,Zivana akan pergi ke sekolah.Walau sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi,teman-teman yang lain mengajaknya berkumpul di sekolah hari ini.Entah apa yang akan dibahas nanti.


" Tante,Zi berangkat sekolah ya.Sarapan sudah Zi siapkan di meja" pamit Zi.


" Iya sayang,hati-hati di jalan ya" pesan Tante.

__ADS_1


Zi mencium punggung tangan tante lalu pergi dengan motor bebek milik Tante.


" Zi,kamu kemana saja.Udah seminggu lebih tidak masuk sekolah?" tanya Vino saat Zi sedang memarkirkan motornya.


" Di sekolah gak ada kegiatan,jadi aku malas masuk" jawab Zivana.


" Tau gak kalo acara perpisahan dimajuin,karena pak kepala sekolah kita yang sekarang mau pensiun" tutur Vino.


" Gak tau" jawab Zivana.


Zivana berjalan masuk ke kelasnya,di dalam kelas sudah ramai.Hampir seluruh siswa sudah hadir.Zivana memandang bangku kosong yang ada di sudut ruangan,bangku yang biasa diduduki oleh Cacha.


" Sudah jangan sedih.Kekasih Cacha sudah tertangkap tadi malam.Dan kamu tau siapa yang meringkusnya?" tanya teman sekelas Zivana.


" Emangnya siapa yang menangkapnya?" tanya Zivana.


" Duh kamu gak update banget sih.Yang menangkap kekasih Cacha itu pak Mario.Itu lo polisi yang gagah dan tampan,andai saja aku bisa menjadi miliknya.Uh...bahagianya" celoteh teman Zivana.


" Apaan sih,gak jelas banget" kata Zivana sewot lalu berjalan kearah bangkunya.


" Lah,kok dia sewot,seperti yang sedang cemburu gitu" gumam teman Zivana.


Zivana memasang wajah kesalnya saat mendengar celotehan temannya tadi,entah kenapa dia tidak suka jika ada perempuan lain yang memuji Mario.


Zivana beranjak dari bangkunya lalu berjalan keluar kelas.Zivana berjalan dengan langkah lesu menuju ke ruang gurunya.


" Permisi pak" ucap Zivana sambil mengetuk pintu.


" Zivana,mari silahkan masuk" ajak pak guru.


Zivana masuk ke ruangan itu lalu duduk di kursi.


" Ada apa ya Pak?" tanya Zivana.


" Ini ada sedikit bantuan dari temen-temen untuk meringankan biaya pengobatan Tante kamu,tolong di terima ya" jawab Pak Guru.


Zivana memandang amplop berwarna coklat yang disodorkan oleh Pak Guru," Terima kasih pak" ucap Zivana.


" Rencananya nanti sore kami semua akan berkunjung ke rumahmu,untuk menjenguk Tante.Tapi,pesan Bapak kamu tidak perlu menyiapkan macam-macam ya.Cukup buka pintu saja" tutur Pak Guru.


" Baik Pak" sahut Zivana.


Zivana mengambil amplop itu lalu kembali ke kelasnya.

__ADS_1


Lonceng pun berbunyi,tanda kegiatan yang berurusan dengan belajar mengajar telah usai.Sebenarnya,mereka sudah tidak belajar lagi,datang ke sekeloh hanya untuk mengisi absen kehadiran saja.


Zivana mengendarai motornya menuju ke rumahnya.Hati Zivana merasa bahagia saat melihat mobil milik Mario terparkir di depan rumahnya.Entah kenapa,Zivana sangat merindukan Mario.Walau pun sikap Mario menjengkelkan,tapi Zifana tetap menyukainya.Beberapa hari tidak bertemu,membuatnya rindu pada suami dadakannya itu.


Mario sedang duduk di kursi ruang tamu,dia memakai baju santai.


" Tante mana Bang?" tanya Zivana.


" Di kamar" jawab Mario datar.


" Abang udah lama di sini?" tanya Zivana lagi.


" Hemmm" Mario mendehem saja.


Zivana masuk ke kamar Tante.


" Tante,ini ada titipan dari pak Guru untuk Tante" kata Zivana sambil menyerahkan amplop berwarna coklat ke Tante Voni.


" Maafin Tante ya Zi,Tante sudah merepotkan kamu" ucap Tante Voni.


" Tante ngomong apa sih,Tante gak ngerepotin kok" kata Zivana.


" Terima kasih ya sayang" ucap Tante dan Zivana pun mengangguk sambil tersenyum.


" Temui Mario,sudah sejak tadi dia datang.Tapi,belum Tante kasih apa-apa,udah Tante tawarin kopi juga makan,tapi dia gak mau" tutur Tante.


" Zivana keluar dulu ya" Zivana pun keluar dari kamar Tantenya lalu menuju ke dapur untuk membuat kopi,setelah kopinya jadi dia pun membawa kopi itu ke ruang tamu.


" Kopinya Bang" kata Zivana.


" Terima kasih" ucap Mario tanpa menoleh sedikit pun.


" Mama sama Papa belum pulang ya Bang?" tanya Zivana.Kedua mertuanya pergi keluar kota sejak Zivana dan Mario menikah.


" Belum" jawab Mario.


Meski jawaban Mario terkesan dingin,datar dan singkat,tapi Zivana sudah merasa senang.Setidaknya Mario sudah mau diajak bicara.


" Mau makan apa Bang,biar Zi masakin?" tanya Zivana.


" Terserah" jawab Mario.


Zivana beranjak dari duduknya lalu masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.Zivana tersenyum saat melihat tas kerja dan baju tugas Mario ada di kamarnya.Selesai berganti pakaian Zivana pergi ke dapur untuk membuat makanan yang akan dia hidangkan untuk suaminya.

__ADS_1


__ADS_2