
Setelah Mario mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya,kini Mario mulai aktif bekerja di perusahaan papanya.Banyak yang menyayangkan keputusan Mario,tapi apa boleh buat keputusan Mario sudah bulat.
Di sebuah cafe yang ada di seberang kantornya,Mario sedang duduk bersama mantan atasannya.
" Bapak sangat menyayangkan keputusanmu Nak,apa tidak bisa kalau dibatalkan saja pengunduran dirimu?" tanya Pak Jamal.
" Ayah saya sudah tua Pak,sudah tidak sanggup lagi mengurus semuanya.Lagipula sekarang saya sudah punya istri,saya ingin fokus kekeluarga kecil saya.Jika saya masih bekerja sebagai Abdi dan sering pergi bahkan jarang pulang,kasihan istri saya" jawab Mario.
" Bapak mengerti nak,Bapak harap kamu bisa menjadi orang sukses ke depannya" ujar Pak Jamal.
" Terima kasih Pak" ucap Mario.
" Jika kamu butuh kami,kami selalu ada untukmu"
" Siap Pak"
Setelah pertemuannya dengan pak Jamal selesai,Mario kembali ke kantornya.Tidak sulit bagi Mario mengerjakan semua tugas-tugasnya,karena sebelum menjadi Abdi,dulu Mario sempat memegang beberapa perusahaan milik Papanya.
" Maaf Pak,ada seorang gadis yang datang mencari Bapak" lapor Resepsionis.
" Seorang gadis? Siapa?" tanya Mario.
" Namanya Zivana Pak,sekarang sedang menunggu di kantin" jawab Resepsionis.
" Baiklah,Terima kasih" ucap Mario lalu melangkahkan kakinya ke kantin kantor.
Dari kejauhan terlihat Zivana sedan menikmati makanannya.Mario merasa bahagia,disela kesibukannya dia masih bisa melihat wajah istrinya.
" Sayang,udah lama nunggunya?" tanya Mario lalu mencium puncak kepala Zivana.
" Sudah,nih lihat Zi sudah menghabiskan satu porsi soto dan es campurnya" jawab Zivana.
" Kalo sudah selesai makannya,ikut Abang ke ruangan Abang yuk" ajak Mario,Zivana pun mengangguk patuh lalu berjalan beriringan bersama Mario.
...****************...
Zivana duduk di bangku samping kemudi,tepat pukul enam Mario baru mengajaknya pulang.Kantor sudah sepi,hanya ada beberapa karyawan yang terlihat masih berkutat dengan pekerjaannya.
Langit sudah mulai gelap,mega merah sudah mulai pudar.Mario mengemudikan mobilnya dengan santai,agar Zivana bisa menikmati pemandangan kota di malam hari.Tapi,itu hanya angan karena Zivana sudah tertidur di bangkunya.
" Kenapa belakangan ini,kamu mudah lelah dan mengantuk.Sebenarnya pekerjaan apa yang kamu kerjakan di rumah?" monolog Mario sambil menyelimuti Zivana menggunakan jasnya.
Mario menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk,Mario turun dari mobilnya lalu memutar.Mario membuka pintu mobil Zivana kemudian menggendong Zivana dan membawanya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
" Kamu yang semakin kurus atau hanya perasaanku saja,sayang.Kenapa aku merasa tubuhmu semakin ringan" monolog Mario lagi.
Mario merebahkan tubuh Zivana di atas kasur,kemudian dia mengecup keningnya.
" Tumben tidurnya nyenyak dan tidak terbangun,biasanya dia langsung terbangun saat aku mengganggunya" gumam Mario.
Mario masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,selesai mandi dia hanya mengenakan celana pendek saja tanpa memakai pakaian.
" Zi,bangun sayang.Kamu belum makan malam" ujar Mario sambil mengusap pipi Zivana dengan lembut.
" Aku ngantuk Bang,kepalaku juga pusing" sahut Zivana tapi tidak membuka matanya sedikit pun.
Mario menempelkan punggung tangannya di kening Zivana,suhu normal." Apa kamu demam Zi?" tanya Mario.
" Tidak Bang,Zi hanya merasa pusing dan lelah" jawab Zivana.
" Kita ke rumah sakit sayang,ayo" ajak Mario.
" Zi tidur saja Bang,besok juga sudah baikan" tolak Zivana.
Mario mematikan lampu kamar lalu naik ke atas kasurnya.Mario memeluk tubuh Zivana agar tidur istrinya terasa nyaman.Benar saja,baru sebentar dipeluk,Zivana sudah kembali tertidur.Mario yang memang tidak ada kegiatan lain pun langsung menyusul istri kecilnya ke dunia mimpi.
" Bang,bangun dong.Bang" Zivana mengguncangkan tubuh Mario.
" Ada apa Zi,abang masih ngantuk" kata Mario.
Mario membuka matanya secara perlahan,lalu memicingkannya kearah jam yang ada di dinding kamarnya,baru pukul dua pagi.Mario menoleh kearah Zivana yang sedang duduk di kasur dengan posisi menghadap Mario.
Mario beranjak dari tidurnya,lalu merentangkan tangannya sambil menguap.
" Ayo" ajaknya sambil turun dari kasur dan memakai sandal rumahnya.
Wajah Zi yang semula cemberut pun berubah ceria,dia berjalan ke arah dapur sambil berdendang riang.Mario semakin bingung melihat tingkah istrinya beberapa hari ini.
" Gak ada apa-apa di kulkas" ujar Zi lesu.
Zivana juga tidak punya stok nasi,karena saat siang dia tidak masak.
" Kita beli saja yuk" tawar Mario.
Zivana menggelengkan kepalanya,wajahnya sudah berubah sedih.
" Ya sudah,Zi tunggu saja di rumah, biar Abang yang keluar untuk membelinya" ujar Mario.
__ADS_1
" Zi tidak jadi makan,sudah hilang selera" kata Zivana.
" Sebenarnya kamu kenapa sih?" Kenapa moodmu berubah-ubah?" tanya Mario.Dia bingung dengan perubahan sikap Zi yang terkesan plin plan.
Zivana tidak menjawab pertanyaan Mario,dia malah berbaring di lantai yang beralaskan karpet di depan TV ruang tengah.
" Zi kalo mau tidur di kamar,jangan di sini" kata Mario.
" Zi mau tidur di sini,sepertinya nyaman" kata Zivana.
Tidak butuh waktu lama Zivana pun sedah mendengkur halus.Mario pergi ke kamar untuk mengambil bantal dan selimut.
" Apa kamu sedang merindukan Tante,sehingga kamu bertingkah aneh seperti ini Zi" gumam Mario sambil menyelimuti tubuh istrinya.
Mario tidak bisa tidur,padahal hari masih terlalu pagi untuk terjaga.Mario membuka ponselnya dan mencari penjual makanan online yang ada di salah satu aplikasi.Mario memesan beberapa menu makanan dan meminta kurir untuk mengantarkan makanan ke rumahnya saat pagi hari saja.
" Bang,sini" pinta Zivana.
Mario meletakkan ponselnya,lalu menghampiri Zivana." Ada apa sayang?" tanya Mario lembut.
" Zi mual,tolong ambilkan minyak angin" kata Zivana dengan nada manja.
" Kita pindah ke kamar yuk,ini mungkin karena kamu tidur di lantai.Makanya bisa masuk angin" tututr Mario.
" Tapi,Zi maunya tidur di sini"
Mario mengacak rambut Zivana lalu berjalan ke arah kotak yang biasa digunakan untuk menyimpan stok obat-obatan.Setelah menemukan apa yang dicari,Mario kembali menghampiri Zivana.
" Buka bajunya" titah Mario.
" Abang mau ngapain?" tanya Zivana yang sudah berpikiran kotor.
" Mau gosok minyak angin ini ke perut juga punggungmu sayang" jawab Mario sambil tersenyum.
" Oh...kirain mau ngapain" ujar Zivana.
" Pengennya diapain?" goda Mario sambil membalurkan minyak angin ke perut dan punggung Zivana.
" Gak diapa-apain" jawab Zivana sambil cepat-cepat menurunkan bajunya.Mario tersenyum geli melihat tingkah Zivana.
" Tidurlah lagi,baru pukul empat pagi" titah Mario.
" Baik pak Bos" Zivana membenahi posisi bantalnya lalu menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.
__ADS_1
Mario merebahkan tubuhnya di samping Zivana.
" Hoaaamm" Mario menguap karena matanya yang masih terasa mengantuk.Akhirnya mereka pun tertidur,melanglang buana di alam mimpinya masing-masing.