Zivana(Cinta Di Ujung Penantian)

Zivana(Cinta Di Ujung Penantian)
Bab 09


__ADS_3

Semua hidangan sudah tersaji di meja,walau masih berusia muda,urusan masak bagi Zivana bukanlah hal yang sulit.Meski masakan yang dihidangkannya tidak mewah dan terlihat biasa saja,soal rasa boleh diadu dengan makanan yang ada di rumah makan.


" Hanya ini bahan yang ada,semoga Bang Mario suka" monolog Zivana sambil melihat hidangan di atas meja.Sambal teri dan pete,tumis pepaya muda dan dadar telur.


Zivana berjalan menuju ke ruang tamu,menghampiri Mario yang sedang berkutat dengan laptopnya.


" Maaf Bang,makanannya sudah siap" ucap Zivana dengan hati-hati,takut jika dia mengganggu pekerjaan Mario.


Mario menghentikan pekerjaannya,lalu mematikan api rokoknya dan berjalan kearah ruang makan.


" Hanya ini bahan yang ada,Zi belum sempet pergi berbelanja ke pasar" ucap Zivana.


" Tidak apa-apa" balas Mario.


Zivana melayani Mario,dia berusaha untuk menjadi istri yang baik.


" Bukankah kamu juga belum makan?" tanya Mario saat melihat Zivana hanya duduk diam.


" Abang saja yang makan duluan" jawab Zivana.


Mario menyendok nasi dan lauknya,lalu menyuapi Zivana." Kamu juga harus makan" kata Mario sambil menyendokkan nasi ke mulut Zivana.


" Zi bisa makan sendiri Bang" tolak Zivana halus,walau sebenarnya hatinya sangat menginginkan itu.


Zivana mengambil nasi dan lauk untuknya,lalu mulai menyantapnya tanpa bersuara.


" Apa kamu keberatan,jika malam ini saya menginap di sini?" tanya Mario disela-sela makannya.


" Tidak Bang,Zi sama sekali tidak merasa keberatan" jawab Zivana.


" Biar malam ini Zi tidur sama Tante" tambahnya.


Melihat nasi dan lauk di piring Mario hampir habis,Zi pun tersenyum bahagia.


" Apa Abang mau tambah nasi dan lauknya?" tanya Zivana.


" Tidak usah,ini sudah cukup.Kalo banyak makan,nanti Abang bisa gendut.Kalo Abang gendut,gimana Abang bisa berlari untuk menangkap penjahat" jawab Mario lalu tersenyum,hal yang tidak pernah dilakukan Mario selama hampir tiga bulan menikah.


Zivana membersihkan meja makan,lalu membawa piring kotor ke dapur.Mario kembali ke ruang tamu dan melanjutkan lagi pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.

__ADS_1


Selesai mencuci piring dan membersihkan dapur,Zivana pun masuk ke kamarnya.Tidak lama kemudian,dia sudah keluar lagi dan sudah berpenampilan rapi.


" Bang,Zi keluar sebentar ya.Mau beli cemilan untuk nanti sore" izin Zivana.


" Emang ada apa nanti sore?" tanya Mario.


" Para guru dan teman sekolah Zi mau datang menjenguk Tante" jawab Zivana.


Mario bangkit dari duduknya lalu mengambil jaket yang dia gantungkan di paku.


" Ayo" ajak Mario.


Zivana mengerutkan keningnya bingung,tapi kemudian dia pun mengikuti langkah Mario yang berjalan menuju motornya.


Mario mengendarai motornya sesuai arah yang ditunjukan oleh Zivana.Mario berhenti di sebuah toko yang menjajakan berbagai macam cemilan,dari cemilan basah sampai yang kering ada di toko itu.Mario duduk di atas motor,dia tidak ikut masuk ke dalam toko.


" Benar kata Arka,kamu gadis yang baik.Tapi,entah kenapa aku belum bisa mencintaimu.Setidaknya,aku akan berusaha bersikap baik padamu mulai hari ini" monolog Mario.


Zivana keluar dari toko sambil menenteng dua kantung plastik berukuran sedang.


" Hai,Zi" sapa seorang cowok pada Zivana.


" Kak Ikhsan?" Kapan Kakak pulang?" tanya Zivana.


" Zi,sebentar lagi kamu lulus sekolah kan? Apa jawabanmu soal pertanyaanku tempo hari?" tanya Ikhsan.


Zivana melihat kearah Mario yang juga sedang melihat kearahnya.


" Maaf kak,Zi harus segera pulang.Tante sudah menunggu Zi di rumah" ucap Zivana sambil berjalan kearah Mario dengan langkah cepat.


" Zi aku mencintaimu,sampai kapanpun perasaanku padamu tidak akan pernah berubah" teriak Ikhsan dan Mario bisa mendengar teriakan itu dengan sangat jelas.


" Sudah selesai pacarannya?" tanya Mario saat Zivana sudah berada di dekatnya.


" Dia bukan pacar Zi" jawab Zi lirih.


" Terserahlah,bukan urusaku juga.Ayo naik" kata Mario.


Zivana naik ke motornya dan Mario pun langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang.Sesampainya di rumah,Mario langsung masuk ke dalam kamar Zivana dan merebahkan tubuhnya di kasur.Zivana membawa kue yang tadi dibelinya dan menyusunnya ke beberapa piring.

__ADS_1


Setelah itu Zivana masuk ke kamarnya untuk mengambil handuk dan pakaian ganti.


" Abang dulu deh yang mandi,gerah nih" kata Mario dan Zivana pun mengangguk.


" Biarpun nada bicaramu masih datar,tapi setidaknya kamu sudah mau Zi ajak bicara Bang" gumam Zivana.


" Semoga ini awal yang baik dan semoga hatiku masih kuat menghadapi sikapnya" imbuhnya.


...----------------...


" Aku akan datang lagi nanti malam" ujar Mario sambil melangkah keluar rumah.


" Iya,hati-hati" sahut Zivana.


Mario pergi mengemudikan mobilnya kearah rumah pribadinya.


" Apa salah Zivana padaku,kenapa aku begitu sulit menerimanya.Aku melihat cinta dari sorot matanya,tapi kenapa aku tidak bisa membalasnya" monolog Mario.


Mario memarkirkan mobil di depan rumahnya,kemudian dia membawa barang bawaanya masuk ke dalam rumah.Mario menghempaskan tubuhnya di sofa,lalu perlahan mata lelahnya pun mulai terpejam.


Di rumah Zivana,


Para Guru dan beberapa teman sekelas Zivana sudah datang,Zivana membentangkan tikar di lantai agar tamunya bisa duduk dengan nyaman.Tidak lupa,Zivana juga menghidangkan kue yang tadi dibelinya bersama Mario.


Tante berbincang-bincang dengan para guru dan Zivana pun ngobrol bersama teman-temannya.Mereka menyampaikan rencana masing-masing setelah lulus nanti,ada yang mau melanjutkan ke bangku kuliah,ada yang memilih untuk bekerja karena tidak punya biaya dan ada juga yang berencana untuk menikah.


" Kamu sendiri gimana Zi,apa rencana kamu?" tanya Vino.


" Aku belum punya rencana apa-apa,aku mau fokus sama pengobatan Tante" jawab Zivana.


" Yah...kirain mau nikah sama aku" seloroh Vino.


Hahaha...teman-teman Zi pun tertawa mendengar selorohan Vino.Selorohan yang sebenarnya kata yang keluar dari lubuk hati Vino yang paling dalam.


Vino adalah anak dari seorang pengusaha kaya,kekayaan orang tuanya tidak akan habis tujuh turunan,delapan tanjakan,sembilan pengkolan dan dua tikungan.


" Terima kasih karena Tante dan Zivana sudah mau menerima kedatangan kami.Kami berdoa semoga Tuhan memberi Tante kesembuhan dan Tante bisa sehat kembali seperti sedia kala" doa dari guru dan teman-teman Zivana ketika mereka hendak pulang.


Sudah pukul sepuluh malam.Tante langsung masuk ke kamarnya setelah para tamunya pulang.Zivana masih berada di teras sambil berjalan mondar-mandir.

__ADS_1


" Sudah jam sepuluh dan Mario belum datang juga.Mungkin dia tidak jadi menginap disini" gumam Zivana lalu masuk ke rumah dan mengunci pintu.


Zivana masuk ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di kasur.Matanya sudah mengantuk,Zivana langsung bergegas untuk tidur. Karena besok, pagi-pagi sekali dia harus pergi ke pasar untuk berbelanja bahan-bahan dapur.


__ADS_2