
" Kalian kemana aja sih? Mama teriak-teriak sampe kering tenggorokan tapi kalian gak dengar" omel Mama.
" Kami sedang tidur Ma,ngantuk banget.Zi tadi malam tidurnya gak nyenyak" jawab Mario.
Zivana membulatkan matanya saat mendengar jawaban Mario.
" Apa mualmu parah Zi?" tanya Mana.
" E...enggak Ma,tapi Zi gak bisa tidur" jawab Zivana.
" Sebentar lagi Dokter datang,Mama sudah menelpon dan memintanya untuk datang kemari" ujar Mama.
" Iya Ma,terima kasih" ucap Zivana.
" Kalo keadaan Zivana begini terus,untuk sementara kamu tidak usah masuk kantor dulu Mario,kasihan Zivana jika harus sendirian di rumah" tutur Mama.
" Baik Ma"
Tidak lama Dokter pun datang,Mama langsung menyuruh dokter untuk memeriksa Zivana dan tebakan mama benar,Zivana tengah hamil anak pertamanya.
" Selamat ya nak,akhirnya Mama punya cucu juga" kata Mama dengan bahagia.
" Terima kasih Ma" ucap Zivana.
Karena ada urusan yang harus diselesaikan,Mama pun berpamitan.
" Ada sesuatu yang ingin kamu makan gak?" tanya Mario.
" Enggak" jawab Zivana.
" Zi cuma lagi pengen nonton drakor" tambahnya.
" Astaga,Abang jual juga ni TV" goda Mario.
" Zi bisa beli yang baru" balas Zivana dengan sombong.
Hahaha...Mario tertawa keras melihat ke sombongan istrinya.
" Jalan yuk" ajak Mario.
" Boleh,tapi makan dulu ya" kata Zivana.
" Lah katanya tadi gak mau makan.Emangnya Zi mau makan apa?" tanya Mario.
" Zi pengen makan sesuatu yang berkuah,pedes,dan asem" jawab Zivana.
" Baiklah kalo begitu,Abang tau dimana tempat makan yang enak.Ayo"
Mario mengemudikan mobilnya ke sebuah restoran yang menyajikan berbagai macam olahan ikan.
" Semoga saja tebakanku benar,kalo tidak bisa ngamuk ni orang" gumam Mario dalam hati.
Sesampainya di restoran itu,Mario dan Zivana langsung disuguhkan pemandangan yang menggiurkan.Deretan wadah beserta isinya menggugah selera.
__ADS_1
" Zi mau ini Bang" tunjuk Zivana pada wadah berisi asam pedas.
" Ada lagi?" tanya Mario.
" Mau itu" Zivana mengarahkan telunjuknya kearah gerobak yang ada di depan restoran.
Mario memicingkan matanya dan membaca tulisan yang ada di gerobak lalu mengejanya," Asinan buah segar"
" Kita makan dulu ya,setelah itu baru beli asinan" kata Mario dan Zivana pun patuh.
Mario memilih tempat duduk lesehan agar Zivana bisa duduk dengan nyaman.
" Komandan!" sapa seseorang dari pada Mario.
Mario menoleh ke sumber suara," Arka,sini gabung" ajak Mario.
" Bu Zivana,selamat siang" sapa Arka dengan sedikit membungkuk dan Zivana pun membalasnya dengan anggukan.
Arka duduk di seberang Mario dan Zivana.
" Kamu sendiri?" tanya Mario.
" Bersama teman-teman Pak,mereka masih menyisir tempat kejadian" jawab Arka.
" Ada kasus apa?" tanya Mario lagi.
" Perampokan toko emas yang tidak jauh dari sini" jawab Arka dan Mario pun manggut-manggut.
" Abang tidak bantu mereka?" tanya Zivana disela-sela makannya,Mario dan Arka saling tukar pandang.
" Itu bukan tugas Abang lagi" jawab Mario lalu meneruskan makannya.Jauh di dalam hatinya,ingin sekali dia menyusut tuntas kasus itu.
" Kami semua berharap,Abang bisa kembali" ujar Arka sambil memandang wajah Mario.
Mario menghela nafasnya," Keputusan Abang sudah bulat dan pengunduran diri abang juga sudah disetujui oleh atasan.Abang sudah bukan lagi bagian dari kalian" tutur Mario.
" Pak Jamal sudah menandatangi surat pengunduran diri milik Abang?" tanya Arka sedikit teriak,dia terkejut mendengar penuturan yang disampaikan oleh Mario.
" Bukan pak Jamal,tapi pusat" jawab Mario dan Arka pun mendadak lesu.
Mario tersenyum," Datanglah ke rumah atau ke kantor,jika kamu membutuhkan Abang" sambung Mario.
" Siap Bang" sahut Arka.
Selesai makan Arka langsung mengundurkan diri,sedang Mario masih duduk ditempatnya.Zivana bersandar di dinding dengan kaki lurus ke depan.Padahal dia hanya makan ikannya saja,tapi perutnya terasa begah dan sesak.
" Abang gosok minyak angin ya" tawar Mario.
" Emang Abang bawa?" tanya Zivana.
" Bawa dong" jawab Mario lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan minyak angin berbentuk roll on.
Dengan telaten Mario mengoleskan minyak angin ke perut,pinggang hingga tengkuk Zivana.
__ADS_1
" Terima kasih Bang" ucap Zivana.
" Setelah ini kita mau pergi kemana lagi?" tanya Mario.
" Langsung pulang aja" jawab Mario.
Setelah membayar makanannya,Mario dan Zivana keluar dari Restoran itu.
" Zi tunggu di mobil ya,biar Abang yang beli asinannya ke seberang" ujar Mario.
" Tapi Zi pengen makan asinan langsung di tempatnya" rengek Zivana.
" Ya sudah,ayo" Mario menggandeng tangan Zivana.
Arka yang melihat Mario hendak menyebrang langsung menyuruh bawahannya untuk memblokir jalan.Mario sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Arka yang kini menggantikan tugasnya.Setelah Mario dan Zivana sampai ke tempatnya,jalan kembali dibuka.
" Lain kali tidak perlu seperti tadi,kita mengganggu kenyamana para pengendara" tegur Mario pada Arka.
" Baik Bang" sahut Arka.
Mario menepuk bahu Arka sebelum kembali menyebrang.Mario membukakan pintu untuk Zivana lalu menutupnya kembali setelah Zivana duduk di bangkunya.
" Langsung pulang?" tanya Mario.
" Hemmm" dehem Zivana yang sudah mengantuk.
Mario mengacak rambut Zivana lalu mulai mengemudikan mobilnya.
Tiit!! Mario menekan klakson mobilnya saat melewati barisan Arka beserta teman-temannya,Mario membuka kaca mobilnya membuat Arka dan teman-temannya membungkuk memberi hormat.
" Begitu besar kharismamu sehingga mereka masih menghormatimu walau mereka tau Abang sudah bukan lagi atasan mereka" ujar Zivana.
Mario hanya diam saja sambil melirik kearah kaca spion mobilnya.Barisan berseragam lengkap mulai membubarkan diri.
Mario duduk bersandar di bangku sambil mengemudikan mobilnya,terbersit rasa sedih di hatinya ketika harus meninggalkan pekerjaan yang menjadi cita-citanya sejak kecil dulu.Tapi,dia tidak terlalu menyesali keputusan yang dia ambil karena semua itu demi keluarga kecil yang baru beberapa bulan ini dibinanya.
Mario menggendong Zivana dan membawanya ke kamar,setelah berhasil merebahkan tubuh Zivana dengan posisi nyaman,Mario keluar dari kamar untuk kembali ke teras rumah.Mario memasukkan mobilnya ke garasi baru setelah itu kembali masuk ke rumahnya.
Mumpung Zivana tidur dan Mario sedang santai,Mario pun memutuskan untuk mengemasi rumahnya.Setelah semua pekerjaan selesai,Mario langsung masak makanan untuk makan malam.Dia membuat sambal kecap,ikan goreng,dan sup daging.
" Bang" panggil Zivana sambil menuruni tangga.
" Abang di dapur" sahut Mario.
Zivana berjalan menuju dapur lalu membuka kulkas dan mengeluarkan ayam geprek miliknya.
" Jangan di makan,itu udah gak layak" seru Mario sambil merebut wadah ayam geprek dari tangan Zivana.
" Tapi Zi mau itu" rengek Zivana.
" Makan ini aja,Abang yang masak" kata Mario sambil membuka tudung saji.
Melihat makanan yang tersaji di meja,selera makan Zivana pun bangkit.Zivana duduk di kursi lalu menyendok nasi dan lauknya.Zivana mengambil semangkuk sup lalu menambahkan sambal kecap ke dalamnya,setelah itu dia langsung menyantap makanannya dengan lahap.
__ADS_1