
Mario membuka matanya secara perlahan saat merasakan hembusan nafas Zivana yang mengenai dada bidangnya.Mario menoleh dan melihat kearah jam yang terpasang di dinding,sudah pukul dua dini hari.
" Astaga,aku ketiduran" seru Mario.
Mario memandang wajah Zivana yang terlelap dengan perasaan bersalah.
" Maaf,gara-gara abang ketiduran,kamu gak jadi makan bakso" ucap Mario lirih.
Mario membelai lembut rambut panjang Zivana dan merapikan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.
" Apa yang terjadi padaku dulu,hingga aku bisa bersikap kasar dan begitu membencimu.Terima kasih karena sudah bertahan untukku.Meski terlambat menyadarinya,tapi aku yakin rasa yang ada padaku saat ini adalah cinta" monolog Mario.
" Mph...." Zivana menngeliat lalu membuka matanya.
" Apa Abang mengganggu tidurmu?" tanya Mario seraya tersenyum.
Zivana menggeleng lalu mengeratkan pelukannya,dingin pendingin ruangan ditambah hujan yang sedari sore tadi belum reda membuat Zivana menggigil.
" Gak jadi makan baksonya?" tanya Mario.
" Besok aja,sekarang udah malam" jawab Zivana tanpa merubah posisinya sedikit pun.
" Maaf ya,abang ketiduran tadi" ujar Mario.
" Hmmm" Zivana menjawab dengan deheman saja.
Tiba-tiba Zivana mendongak untuk melihat wajah Mario," Abang belum makan malam,Zi siapkan ya" tawar Zivana.
" Abang bisa ambil makanan sendiri,Zi tidur saja" tolak Mario halus.
Zivana bangun lalu merapikan rambut panjangnya dan menggelungnya asal.Zivana turun dari kasur lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka.
" Ayo,biar Zi siapkan" ajak Zivana.
Mario patuh saja,dia mengikuti Zivana hingga ke ruang makan.Zivana mengeluarkan lauk dan sayur,lalu mengolahnya dengan cepat.Kebetulan dia punya stok ayam yang sudah di ungkep,jadi tinggal menggoreng saja.Untuk sayurnya,Zivana hanya punya kemangi dan timun sebagai lalap.
" Besok pagi Zi izin ke pasar ya Bang" kata Zivana.
" Iya,nanti Abang antar" kata Mario.
" Gak perlu Bang,Zi bisa pergi sendiri" tolak Zivana halus.
__ADS_1
" Pokoknya Abang tetap mau antar Zi ke pasar" kekeh Mario.
" Oke baiklah kalo itu mau Abang" kata Zivana.
Selesai makan mereka kembali ke kamar,Mario memilih duduk di balkon sambil menghisap sebatang rokok,Zivana langsung rebahan di kasur.
" Zi,siapa yang bersihkan halaman belakang?" tanya Mario sambil masuk ke kamar,karena rokoknya sudah habis.
" Zi yang bersihkan,karena bingung mau ngerjain apa" jawab Zivana.
" Abang kan sudah menyuruh Zi kuliah,tapi Zi gak mau" tutur Mario.
" Zi di rumah aja Bang,lagi pula otak Zi udah gak sanggup lagi kalo harus mikir tentang pelajaran,kepala Zi pusing" kata Zivana.
" Ya sudah kalo itu keputusan Zi,abang gak bisa maksa" kata Mario.
" Abang suka yang mana?" Istri kuliah dan mengejar karir atau yang diam di rumah mengurus keluarga?" tanya Zivana.
" Istri kuliah atau berkarir bagi abang tidak masalah,istri lebih memilih di rumah dan mengurus keluarga itu bagus.Istri berkarir diluar dan istri yang diam di rumah bagi abang sama saja" jawab Mario.
" Jadi...?" tanya Zivana lagi.
" Alasannya?" tanya Zivana lagi.
" Karena jika Zi tetap di rumah,abang tidak perlu menguras emosi dan tenaga untuk cemburu" jawab Mario.
" Hahaha...Seorang Mario bisa cemburu?" Mustahil dan sungguh tidak masuk akal" kata Zivana sambil tertawa.
" Tertawalah sayang,tertawalah puas-puas.Apa kamu masih bisa tertawa setelah apa yang akan aku lakukan" kata Mario sambil menyeringai dan sudah mengungkung Zivana.
" Ups" Zivana berhenti tertawa dan langsung menutup mulutnya rapat.
Mario menatap wajah Zivana dengan lekat," Apa Zi gak berniat menunda kehamilan?" tanya Mario.
" Apa abang tidak mau punya anak sama Zi?" Zivana balik bertanya.
" Bukan itu maksud Abang,mengingat usia Zi yang masih muda,Abang takut kehadiran anak kita nantinya merampas kebahagian Zi di masa muda" jawab Mario,dia tidak mau Zivana salah paham.
" Bukankah masa muda Zi sudah abang rampas beberapa bulan yang lalu,saat Abang mengucapkan ikrar pernikahan.Untuk apalagi Zi memikirkan masa muda,jika kebahagiaan Zi ada bersama Abang" tutur Zivana,dia memberanikan diri mengelus pipi Mario yang ada di atasnya.
" Benarkah?" tanya Mario dan Zivana mengangguk.
__ADS_1
" Walaupun diawal pernikahan,Abang memperlakukan Zi dengan buruk,Zi masih mau hidup sama Abang?" tanya Mario lagi.
" Pertanyaan apa ini,sangat konyol.Abang pikir,setelah abang menabur benih dari malam hingga pagi,Zi akan pergi begitu saja.Tentu saja tidak komandan,aku akan tetap di sini" jawab Zivana.
" Terima kasih" ucap Mario lirih.
" Memang sudah semestinya Abang berterima kasih" balas Zivana dengan sombong.
Mario yang melihat tingkah istri kecilnya itu pun menjadi gemas.Tanpa menunda waktu lagi,Mario langsung memulai aksinya.Seperti kata Zivana tadi,MENABUR BENIH.
" Ahh..." suara seksi Zivana berhasil lolos tanpa perencanaan,disaat Mario menyesap pucuk coklat gunung kembarnya dengan lembut.
Mendengar suara Zivana,semangat Mario pun semakin membara.Tangannya dengan terampil memainkan bagian inti milik Zivana yang mulai basah.Tubuh Zivana menggelinjang,merasakan desiran hebat akibat permainan Mario.
" Bang...shh" racau Zivana.
Mario melepaskan sesapannya di bukit kembar, lalu beralih ke bibir ranum Zivana.Mario menyesap bibir itu dengan rakus.Zivana yang banyak belajar soal itu dari internet pun membalas ciuman Mario.Lidah mereka saling bertaut dan Mario pun semakin memperdalam permainannya.
Glek...Zivana menelan ludah kasarnya saat melihat milik Mario.Meski ini bukan untuk pertama kalinya,tetap saja Zivana merinding.Membayangkan benda keras dan panjang itu menerobos masuk dan mengobrak-abrik miliknya yang masih sempit.
" Pelan-pelan" pinta Zivana lirih dan Mario pun mengangguk.
Dengan sangat hati-hati dan gerakan perlahan,Mario memasukkan tongkat saktinya ke lembah bermadu milik Zivana.Air mata menetes dari sudut mata Zivana,saat merasakan perih di liang kenikmatannya.
" Masih sakit ya?" tanya Mario lalu mengelap air mata Zivana menggunakan lidahnya.
" Iya,masih perih" jawab Zivana.
Mario membiarkan tongkat itu disana,tanpa bergerak sedikit pun.Mario menciumi wajah Zivana lalu turun ke leher dan seperti biasa,dia meninggalkan beberapa jejak merah di sana.Di saat melihat Zivana sudah terbuai,barulah Mario menggerakkan tubuhnya.******* dan racauan pun memenuhi kamar itu,tidak ada lagi air mata atau perih yang dirasa.Yang ada hanya rasa nikmat yang menuntut pemilik tubuhnya untuk melakukannya lagi dan lagi.
" Terus Bang,lebih cepat" racau Zivana.
Mario menambah kecepatan pompaannya dan tidak lama kemudian tubuhnya pun menegang bersamaan dengan tubuh Zivana yang bergetar hebat.
" Zi semakin hebat" kata Mario dengan nafas yang masih tersengal.
" Zi belajar di internet" kata Zivana jujur.
" Abang suka" ujar Mario.
Mario menggendong Zivana ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi.Ronde kedua pun dimulai.Walau lelah,Zivana tetap melayani keinginan suaminya.Hingga pagi menjelang dan keduanya sudah terpuaskan,barulah mereka mandi dan tidur kembali.Pertempuran kali ini membuat mereka lelah dan mengantuk.
__ADS_1