
Zivana memakai baju santainya,dia sedang menyiapkan sarapan.Karena tidak ada bahan selain nasi dan telur,akhirnya Zivana memutuskan untuk menjadikan nasi goreng sebagai menu sarapan pagi ini.
Mario keluar dari kamarnya,dia sudah rapi.Celana panjang berbahan jeans,kaos oblong berwarna navy lengkap dengan jaket yang selalu dipakainya kemana-mana.
" Bang...Abang mau pergi?" Ini kan hari libur" ujar Zivana.
" Bukan urusanmu" sahut Mario dingin.
Zivana menghela nafasnya," Zi sudah bikin nasi goreng,Abang sarapan dulu ya sebelum pergi" kata Zivana.
Mario yang sedang memakai sepatu pun menoleh kearah Zivana.
" Bukankah sudah aku katakan,jangan ikut campur dan jangan sok bersikap seolah kamu itu istriku" kata Mario.
Zivana menundukkan kepalanya," Maaf" hanya kata itu yang terucap dari mulut Zivana.
Mario melemparkan sebuah amplop ke atas meja," Ambil uang itu,bayar semua biaya sekolahmu,sisanya bisa kamu gunakan untuk keperluan lainnya" kata Mario.
Mario berjalan keluar lalu pergi dengan mengendarai motornya.
" Tak bisakah kamu melihat aku sedikit saja Bang.Aku memang belum mencintaimu,tapi kini aku adalah istrimu.Aku akan berusaha menjadi istri yang baik,tapi melihat sikapmu yang seperti ini,aku tidak yakin bisa mencintaimu dalam waktu dekat" monolog Zivana.
Zivana mengambil amplop itu lalu menyimpannya di laci meja yang ada di kamarnya.Setelah itu,Zivana kembali ke dapur untuk sarapan.Selesai sarapan,Zivana membersihkan rumah itu,kecuali kamar Mario.
Di tempat lain,
Mario sedang duduk di meja kerjanya.Hari libur yang seharusnya jadi hari untuk bersantai dan bersenang-senang,harus dia isi dengan banyak pekerjaan.Pagi tadi,anak buahnya memberi laporan,bahwa buronan yang mereka cari selama beberapa bulan berhasil di tangkap.
" Pak,kenapa Bapak tidak menikah secara resmi dan tidak mendaftarkan pernikahan kalian?" tanya salah satu anak buah Mario setelah semua pekerjaan beres.
" Aku tidak mungkin melakukan pernikahan dengan peraturan yang ada,istriku masih sekolah dan baru lulus dalam beberapa bulan lagi" jawab Mario.
" Maksud bapak? Istri bapak masih berusia dini?" tanyanya lagi.
" Aku menikah bukan atas dasar kemauanku sendiri,tapi aku dijodohkan" jawab Mario.
Anak buah Mario yang satu ini tau jika Mario sudah menikah,karena dialah yang paling akrab dengan mario dan saat Mario menikah beberapa hari yang lalu,dia diminta oleh Mario untuk menjadi saksi pernikahannya.Tapi,dia tidak tahu kalo Zivana masih anak sekolahan.
" Tapi pak,kalo atasan tahu,jabatan bapak bisa terancam" ujar anak buah Mario.
" Aku akan menfaftarkannya nanti,setelah dia lulus.Itu pun kalau dia masih sanggup bertahan di sisiku sampai tiga bulan ke depan" kata Mario.
" Permisi Pak" ucap seseorang sambil mengetuk pintu ruangan Mario yang terbuka.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Mario.
" Bapak dipanggil atasan dan disuruh menghadap,sekarang" jawab Orang itu dan Mario pun mengangguk.
Mario melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerja atasannya.
" Permisi...Bapak memanggil saya?" tanya Mario.
" Silahkan duduk" kata atasan Mario.
Mario duduk berseberangan dengan atasannya.
" Pihak sekolah Nusa Bangsa meminta kita untuk menjadi pihak keamanan saat acara perpisahan bulan depan" tutur Atasannya.
" Bukankah Nusa Bangsa belum ujian nasional,kok sudah mau mengadakan acara perpisahan?" tanya Mario.
Atasan Mario mengerutkan keningnya," Dari mana kamu tau kalo mereka belum ujian?" tanya Atasan Mario.
" Soalnya sekolah-sekolah lain juga belum melaksanakan ujian Pak" jawab Mario.
" Ujian nasional setiap sekolah berbeda-beda,semenjak pandemi yang melanda negara kita dan siswa-siswi Nusa Bangsa besok mulai melaksanakan ujian,bukan hanya Nusa Bangsa tapi seluruh sekolah besok mulai melaksanakan ujian nasional.Persiapkan anggotamu untuk menjaga kelancaran ujian besok.Ini catatan sekolah yang meminta kita untuk menjaga sekolah mereka" tutur Atasan sambil menyerahkan selembar kertas pada Mario.
Mario membawa kertas itu keruangannya,lalu meminta pada anak buahnya untuk mempersiapkan diri.Setelah semuanya selesai,Mario pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
" Ceroboh sekali,rumah di biarkan terbuka.Bagaimana kalo maling masuk" gerutu Mario saat melihat Zivana tertidur diantara tumpukkan buku-buku,sepertinya dia sedang belajar hingga ketiduran.
Mario melangkahkan kakinya kearah dapur,berharap ada makanan yang bisa dia makan.
" Hmmm...ternyata dia masak" gumam Mario.
Mario mengambil nasi juga lauknya,lalu mulai menyantap makanan itu.
" Pintar juga dia memasak,semua terasa pas di lidahku" gumam Mario disela-sela makannya.
Selesai makan Mario langsung mencuci piringnya.
Zivana terbangun dari tidurnya saat mendengar suara berisik dari dapur.Zivana membawa tongkat kasti lalu berjalan mengendap-endap ke arah dapur.
" Astaga,Abang sudah pulang ternyata.Zi pikir maling tadi yang sedang berada di dapur" ujar Zivana.
" Emang kalo maling beneran,kamu bisa apa.Pintu semua terbuka,sedangkan kamu enak-enakan tidur.Dasar ceroboh" oceh Mario sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Zivana di dapur.
Mario menghentikan langkahnya,lalu berbicara," Lain kali kalo masak di cek rasanya,jangan semua garam kamu masukkan ke dalam masakan.Asin" ujar Mario lalu pergi.
__ADS_1
" Asin?" Zivana langsung mendekat ke meja makan dan membuka tudung saji.
" Astaga naga,dia bilang asin.Tapi,semua makan habis tak bersisa" celoteh Zivana.
" Itu orang laper atau doyan ya?" monolog Zivana.
Zivana kembali ke ruang tengah,ternyata Mario sudah berada di sana sedang menonton TV.Dia hanya memakai singlet dan celana santai pendek selutut.
" Kalo belajar,di kamar sana.Jangan di sini,aku mau nonton" kata Mario tanpa menoleh.
Zivana menemasi buku-bukunya lalu membawanya ke kamar.Zivana melanjutkan belajarnya di kamar.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan di pintu kamar Zivana.Zivana melangkahkan kakinya lalu membuka pintu.
" Ada apa Bang?" tanya Zivana pada Mario yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
" Tolong bikinin kopi,ada tamu" pinta Mario.
Zivana keluar dari kamarnya lalu berjalan ke arah ruang tamu,ada empat orang berseragam polisi sedang duduk di sana.Zivana ke dapur lalu membuat lima gelas kopi.Zivana juga mengisi toples dengan biskuit yang tadi dibelinya,lalu membawanya ke ruang tamu.
" Silahkan" kata Zivana sambil tersenyum.
" Adik lu ya Mario?" Cantik bener. Senyumnya itu lo,manis" kata salah satu di antara teman-teman Mario.
" Masuk" perintah Mario pada Zivana.
Zivana kembali ke kamarnya.Karena hari sudah sore,Zivana memutuskan untuk mandi.Selesai mandi dan berpakaian,Zivana memutuskan untuk ke dapur dan memasak untuk makan malam.
" Apa maksudnya,tadi senyum-senyum?" Kecentilan,pengen dianggap cantik,gitu?" tanya Mario yang berdiri di pintu sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Zi harus gimana Bang,semua yang Zi lakukan selalu salah di mata Abang.Zi tidak berharap Abang mencintai atau menerima Zi sebagai istri,tapi setidaknya hargai sedikit apa yang sudah Zi lakukan" ujar Zivana.
" Berapa harga yang harus aku bayar?" Apa setelah aku membayarmu,kamu bisa pergi dari sini?" tanya Mario.
Zivana mematikan api kompornya lalu berjalan mendekat kearah Mario.
Plak!!!
Zivana menampar pipi Mario dengan sekuat tenaga.
" Abang pikir aku ini apa?" Aku menerima perjodohan ini dan mau menikah dengan Abang bukan karena uang atau pun jabatanmu.Orang tuamu yang merayu,membujuk bahkan mengemis padaku,agar aku mau menikah denganmu.Abang pikir,aku mau melepaskan masa mudaku dengan seorang laki-laki tua seperti abang.Aku memang miskin Bang,tapi aku tidak bodoh" tutur Zivana dengan wajah memerah karena menahan emosinya.
__ADS_1
Zivana masuk ke dalam kamarnya,meninggalkan Mario sendirian di dapur.Zivana melanjutkan belajarnya,dia tidak mau masalahnya dengan Mario membuat konsentrasi belajarnya buyar.