
Seperti hari-hari biasanya,setiap pagi Zivana berkutat di dapur.Menyiapkan beberapa menu makanan untuk dia hidangkan di atas meja makan.
" Masak apa Zi?" tanya Mario.
Zivana yang sedang menggoreng telur pun berbalik lalu mengerutkan kening saat melihat Mario yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek selutut.
Melihat reaksi Zivana,Mario pun meneliti penampilannya." Ada yang salah ya,Zi?" tanyanya.
Zivana menggeleng lalu meneruskan kembali kegiatan masak memasaknya.
Mario melangkahkan kakinya menuju halaman belakang,halaman yang sudah lama dia abaikan.Rumput sudah mulai tinggi dan beberapa pohon yang rantingnya sudah menyebrang ke pekarangan tetangga.
" Bang" panggil Zivana dari arah pintu dapur.
Mario berjalan mendekat,"Ada apa?" tanya Mario.
" Sarapannya sudah siap" jawab Zivana.
Mario merangkul pundak Zivana lalu mengajaknya ke ruang makan.
" Abang gak ke kantor?" tanya Zivana.
Mario tersenyum,"jadi karena ini kening Zi sampe mengkerut tadi?" Mario balik bertanya dan Zivana pun mengangguk.
" Abang sudah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sekarang dan abang juga sudah menyerahkan surat pengunduran diri abang ke atasan" tutur Mario.
" Kalo abang berhenti,lalu abang mau kerja apa?" tanya Zivana.
" Meneruskan usaha Papa" jawab Mario sambil mengunyah makanannya.
Zivana terdiam mendengar jawaban Mario.Jika Mario ikut bekerja di perusahaan papanya,bisa-bisa gagal rencana yang sudah diatur rapi.
Selesai sarapan dan mencuci piring-piring yang kotor,Zivana masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap.Hari ini,dia akan pergi bersama Mama Mario ke suatu tempat.
" Bang,Zi pergi dulu ya" pamit Zivana.
" Zi mau pergi kemana?" tanya Mario.
" Pergi sama Mama" jawab Mama yang tiba-tiba masuk dan sudah ada diantara mereka.
" Emangnya kalian mau kemana?" Mario mengulangi pertanyaannya.
" Mama mau mengajak Zivana berbelanja beberapa pakaian dan make up.Mulai besok Zivana akan bekerja di kantor Papa" jawab Mama.
" Apa?? Zivana mau bekerja di kantor Papa?" tanya Mario sedikit meninggikan suaranya.
" Iya,emangnya kenapa?"
" Mama gak salah? di kantor Papa,para karyawan kebanyakan laki-laki Ma" kata Mario.
" Mama yakin kalo ini pilihan yang tepat,Papa juga setuju kalo Zivana kerja di sana.Kamu kenapa sih? Gak usah lebay deh" tutur Mama.
" Tapi Ma..."
__ADS_1
" Udah Mario,cukup.Ini sudah menjadi keputusan Mama,Papa juga Zivana" potong Mama.
Mama menarik tangan Zivana lalu mengajaknya pergi.
Di mobil,
" Sepertinya rencana kita akan berhasil" ujar Mama.
" Zi takut abang marah Ma" kata Zivana.
" Tidak perlu takut,ada Mama juga Papa.Mario perlu kita beri pelajaran" kata Mama.
...****************...
Mama memilih beberapa pakaian yang terlihat modis dan sangat cocok untuk gadis seusia Zivana.Setelah membeli beberapa pakaian,Mama mengajak Zivana ke toko tas dan sepatu,baru kemudian Mama membeli beberapa alat make up untuk menunjang penampilan Zivana.
" Ma,apa ini semua tidak terlihat berlebihan?" tanya Zivana.
" Sudah,kamu tenang saja.Ini semua demi kamu,demi pernikahanmu sama Mario" jawab Mama.
Setelah mendapatkan semua yang dibutuhkan,mereka pun langsung pulang.
" Mama gak bisa mampir,Mama langsung pulang ya" kata Mama.
" Iya Ma" sahut Zivana lalu turun dari mobil sambil menenteng barang belanjaannya.
Setelah mobil yang ditumpangi Mama sudah tidak terlihat,Zivana pun masuk ke dalam rumahnya.
" Kenapa gak izin sama Abang dulu kalo Zi mau kerja di perusahaan papa?" tanya Mario dari ruang tengah saat Zivana melewatinya.
" Tapi,walau bagaimanapun..."
" Zi capek bang,Zi mau istirahat.Maaf" ucap Zivana memotong perkataan Mario lalu masuk ke kamarnya.
" Arghh!!" Mario menjambak rambutnya frustasi.
" Aku harus menemui Papa" gumam Mario.
Mario menyambar kunci mobil lalu pergi menggunakan mobilnya menuju ke rumah orang tuanya.
" Mario,ada apa datang kemari?" tanya Mama.
" Apa maksud Papa meminta Zivana untuk bekerja di perusahaan Papa?" tanya Mario pada Papanya tanpa menjawab pertanyaan dari mama.
" Papa hanya tidak mau Zivana kesepian,sendiri di rumah.Sedangkan kamu terlalu sibuk mengurusi para penjahat dan tidak pernah mempedulikan Zivana sedikit pun" jawab Papa santai.
Mario duduk di sofa tepat berada di depan papa,"Mario sudah memutuskan untuk mengundurkan diri Pa dan Mario juga sudah memutuskan untuk menerima tawaran Papa" ujar Mario.
Papa melipat koran yang sedari tadi di bacanya," Apa kamu yakin?" Apa kamu tidak akan merasa rugi meninggalkan pekerjaan yang sudah melambungkan namamu" tanya Papa sekaligus menyindir Mario.
" Mario serius Pa,dan Mario juga mau lebih serius lagi sama Zivana" jawab Mario.
Mama dan Papa saling bertukar pandang,"Kamu yakin?" tanya Papa dan Mario pun mengangguk.
__ADS_1
Mama menarik tangan Papa menjauh dari Mario.
" Bagaimana ini Pa?" Mama lihat Mario serius dengan perkataannya" tanya Mama sambil sesekali melihat kearah Mario.
" Papa juga bingung nih,apa kita bicarakan soal ini pada Zivana.Kalo Mario sudah benar-benar berubah,kita tidak mungkin meneruskan rencana ini.Bisa bahaya" jawab Papa.
Mama menyuruh Papa kembali ke sofa,sedangkan Mama memilih masuk ke kamarnya untuk menelpon Zivana.
" Ya sudah kalo gitu,nanti Papa bicara lagi sama Zivana.Sekarang kamu pulanglah,sepertinya akan turun hujan" kata Papa.
" Biar aja hujan Pa,Mario kan pake mobil" sahut Mario.
" Bukan mobil atau motornya,tapi setahu Papa Zivana takut petir" Papa beralasan.
" Papa serius?" tanya Mario dan diangguki oleh papa.
Mario pun langsung pulang.
" Hati-hati" teriak Papa.
" Dia benar-benar sudah berubah" gumam Papa seraya tersenyum simpul.
Mario menambah kecepatan laju mobilnya,hingga dalam waktu sekejap dia sudah sampai di rumahnya.Hujan sudah mulai turun dengan derasnya,suara petir menggelegar saling bersahutan.
" Zi...sayang" panggil Mario dengan nada sedikit berteriak.
Zivana yang sedang berada di dapur pun terkejut mendengar teriakan Mario.
" Abang panggil Zi?" tanya Zivana dengan suara bergetar karena takut.Dia pikir Mario marah padanya.
Mario menghampiri Zivana lalu memeluknya.Zivana diam tak berkutik,bingung harus melakukan apa.
" Abang kenapa?" tanya Zivana.
Mario melepaskan pelukannya,lalu membelai rambut Zivana.Ketika hendak mencium kening Zivana,tiba-tiba Zivana mengalihkan wajahnya.Bukan karena tidak mau dicium,tapi karena hidungnya mengendus bau sesuatu.
" Bang,masakan Zi gosong" seru Zivana lalu berlari ke dapur,diikuti oleh Mario.
" Yaaahh gosong" kata Zivana lesu saat melihat ikan nila yang sudah berwarna hitam.
" Sudah,buang aja ikannya trus masak yang baru" kata Mario.
" Tapi Bang,cuma ini stok yang ada.Kulkas udah kosong karena Zi belum sempet belanja ke pasar" kata Zivana.
Mario mendekati Zivana,"Malam ini kita makan di luar saja,Zi tidak perlu masak.Anggap aja ini kencan pertama kita" kata Mario.
" Kencan Bang?" tanya Zivana.
" Iya,emangnya Zi gak mau kencan sama Abang?" Mario balik bertanya.
" Bukan gitu Bang" jawab Zivana.
" Ya sudah,sekarang Zi siap-siap gih.Abang tunggu di mobil" titah Mario.
__ADS_1
Zivana masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap dan Mario menunggunya di dalam mobil.Setelah Zivana selesai,mereka pun langsung pergi ke suatu tempat.