
" Sialan,berani sekali dia menamparku" gumam Mario.
Mario masuk ke kamarnya,lalu merebahkan tubuhnya di kasur.Tubuh dan hatinya terasa lelah,lelah karena pekerjaan juga lelah karena pernikahannya.
" Ada apa dengan aku,kenapa aku begitu membenci Zivana.Aku tau pernikahan ini terjadi bukan kemauannya,tapi kenapa setiap melihat wajahnya aku merasa kesal dan jengkel" gumam Mario,tubuh lelah dan matanya yang mengantuk membuatnya tertidur.
Pagi harinya,
Mario membuka matanya dengan perlahan,wangi aroma masakan yang tercium oleh hidungnya membuat perutnya lapar.Mario menoleh kearah jam di dinding,sudah pukul enam pagi.Mario turun dari kasurnya lalu berjalan keluar dari kamarnya.
Zivana sedang berkutat dengan alat-alat dapur,Zivana hanya menggunakan celana pendek di atas lutut dan baju ketat tanpa lengan.
" Ngapain pake baju seksi begitu,apa kamu pikir aku akan tertarik?" tanya Mario.
Zivana diam saja,tidak menjawab atau pun menoleh.Dia tetap fokus pada masakannya.
" Tuli ya?" seru Mario.
Zivana tetap diam,dia mengambil piring lalu mengambil mie goreng yang baru saja dia masak.Zivana menyuguhkan sepiring mie untuk Mario dan sepiring lagi untuk dirinya.
" Makanlah kalo mau,kalo gak mau buang saja ke tong sampah" kata Zivana sambil menyantap mie goreng buatannya.
" Kamu pikir enak cari duit,maen buang-buang makanan seenaknya" oceh Mario lalu duduk di kursi.
Zivana yang sudah selesai sarapan langsung mencuci piringnya,setelah itu pergi ke kamar untuk bersiap-siap.
" Pah...Mah...Doain Zivana ya,semoga Zivana bisa menjawab soal ujian dengan benar" ucap Zivana sambil menengadah.
Zivana menggendong tas punggungnya lalu berjalan kearah ruang makan,Mario masih duduk di sana sambil memainkan ponselnya.
" Zi berangkat sekolah dulu Bang" pamit Zivana yang langsung mencium punggung tangan Mario.
Mario yang sedang membaca laporan pekerjaan di ponselnya pun terkejut,karena tangannya yang tiba-tiba di cium oleh Zivana.
Zivana sudah berangkat sekolah menggunakan motornya,Mario sedikit santai hari ini karena tidak perlu apel pagi di kantor.
...----------------...
Zivana menatap lembaran soal di hadapannya,dengan serius dia menjawab satu persatu soal ujiannya.Dia harus mendapat nilai bagus,dia harus membuat Tantenya bangga.
" Zi,itu pak polisi sepertinya dari tadi ngeliatin kamu terus deh" bisik Cacha.
Zivana menoleh kearah pintu kelasnya,ternyata Mario sedang berdiri tegak di sana bersama dengan dua orang yang juga memakai seragam yang sama dengan Mario.
Zivana tidak mempedulikan Mario,dia kembali fokus mengerjakan soal-soal ujiannya.
__ADS_1
Bel telah dibunyikan,tanda waktu ujian sudah habis.Semua siswa mengumpulkan lembar jawaban ke meja guru.Setelah itu mereka pun keluar dari kelas.
" Zi" panggil Vino.
" Vino,ada apa?" tanya Zivana.
" Sebelum pulang,kita ke kantin dulu yuk,temen-temen yang lain juga mau ke kantin.Mereka semua mau belajar bareng,kamu ikut ya" ajak Vino sambil memegang tangan Zivana.
" Ehemm" Mario yang sedang berdiri di pintu pun mendehem.
Zivana menjadi salah tingkah,dia lupa kalo ternyata Mario masih berada di sana.
" Emmm...maaf ya Vin,aku kayaknya gak bisa deh.Sorry ya" ucap Zivana.
" Tapi,Zi..."
" Kalo dia gak mau,jangan dipaksa" celetuk Mario.
" Bapak lagi,Bapak lagi.Kenapa sih setiap ada Zivana pasti ada Bapak" gerutu Vino.
Zivana mengambil kesempatan itu untuk menghindar dari Vino,dia buru-buru berjalan menuju ke parkiran,tapi sesampainya di sana motornya sudah tidak ada.
" Motorku hilang,aduh gimana ini?"
Bruk...
Zivana menabrak seseorang.
" Maaf" ucap Zivana.
" Lain kali hati-hati" kata Mario.
Zivana celingukan,ketika dirasa aman dia pun menarik tangan Mario menuju ke parkiran.
" Motor Abang yang Zi pakai,hilang" tutur Zivana dengan suara bergetar,Zi sedang menahan tangisnya agar tidak keluar.
" Emang tadi dimana kamu parkirin motornya?" tanya Mario santai.
" Di sini" jawab Zivana sambil menunjuk tempat motornya terparkir tadi.
" Ada apa Zi?" tiba-tiba Vino dan teman-temannya yang lain sudah berada disitu.
" Bapak apakan teman saya?" tanya Cacha.
" Ayo,ikut saya ke kantor" ajak Mario sambil menarik tangan Zi menuju mobil tugasnya.
__ADS_1
" Motor Zi Bang,gimana...hiks?" tanya Zivana yang mulai menangis.
" Lepaskan Zivana" teriak Vino.
Mario menghentikan langkahnya,lalu mengeraskan rahangnya saat mendengar teriakan Vino.Mario memutar tubuhnya,lalu menghadap ke arah Vino.
" Emang kamu siapa,pacar bukan,suami bukan,keluarganya juga bukan?" tanya Mario.
" Bukankah sudah pernah saya katakan,Zivana itu kekasih saya" seru Vino.
Mario menoleh kearah Zivana," Apa benar dia kekasihmu?" tanya Mario dan Zivana pun menggeleng.
" Zi,aku mencintaimu dan kamu tau itu.Bahkan seisi sekolah ini juga tahu" ujar Vino.
Pengakuan Vino membuat Mario emosi.
" Masuk" perintah Mario sambil mendorong tubuh mungil Zivana masuk ke mobilnya.
Mario mengemudikan mobil itu dengan kecepatan penuh,tidak sulit baginya menerobos kemacetan yang terjadi di jalan.
Sesampainya di rumah,Mario menarik Zivana masuk ke rumah lalu menghempaskan tubuh mungilnya ke sofa.
" Aku memang belum menerima pernikahan ini,tapi bukan berarti kamu bisa melakukan sesuatu sesuka hatimu di luar sana. Walau bagaimana pun kamu itu istriku,sadar diri dong.Sadar statusmu sekarang,kamu itu seorang istri.Dasar murahan" umpat Mario.
Jleb
Kata-kata Mario seperti sebilah pedang yang menusuk tepat di jantungnya,membuatnya sulit untuk bernafas.
Zivana berdiri lalu menatap tajam kearah wajah Mario yang sedang emosi.
" Aku sadar aku siapa Bang,aku juga tau statusku.Abang tidak perlu mengingatkannya berulang kali.Seharusnya perkataan abang barusan abang tujukan pada diri Abang sendiri,siapa dan apa status abang" kata Zivana.
Zivana melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya,lalu masuk dan mengunci pintunya.
" Hiks...sesakit inikah pernikahan yang harus aku jalani,sepedih inikah rasanya.Tuhan,haruskah semua ini aku jalani" ujar Zivana sambil menangis.
Kelelahan menangis membuat Zivana tertidur,Zivana terbangun saat cacing-cacing di perutnya demo meminta asupan makanan.
" Aku bahkan belum masak" gumam Zivana.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
" Astaga,aku tertidur atau mati barusan.Bisa-bisanya aku tertidur dalam waktu yang lama" monolog Zivana.
Zivana keluar dari kamarnya,rumah dalam keadaan gelap karena lampu-lampu yang belum dinyalakan.Zivana menyalakan satu persatu lampu di rumah itu,baru kemudian dia menuju dapur.Zivana memasak mie instan saja,cepat dan prakstis.Selesai makan Zivana kembali ke kamarnya,untuk belajar.
__ADS_1