Zivana(Cinta Di Ujung Penantian)

Zivana(Cinta Di Ujung Penantian)
Bab 14


__ADS_3

Di sini,


Di sebuah restoran mewah,Mario dan Zivana sedang menikmati makan malam mereka.Diiringi musik bernuansa romantis,dengan lilin dan bunga indah menghiasi tempat mereka duduk.


" Suka gak?" tanya Mario.


Zivana mengedarkan pandangannya lalu memandang wajah Mario dan mengangguk malu.


" Zi,maafkan sikap Abang selama ini ya.Abang sudah kasar dan jahat sama kamu.Jujur saja,Abang tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun selain Mama.Jadi,Abang tidak tahu bagaimana cara memperlakukan perempuan dengan baik" kata Mario sambil menggenggam kedua tangan Zivana.


Zivana tersenyum mendengar perkataan suaminya,"Abang gak perlu minta maaf,karena Zi sudah memaafkan Abang.Wajar sih kalo abang bersikap seperti itu,apalagi pernikahan kita yang terkesan mendadak" balas Zivana.


Mario beranjak dari duduknya lalu mengajak Zivana untuk turun ke lantai dansa.


" Bang,Zi gak bisa dansa" bisik Zivana.


" Ikuti gerakan Abang" titah Mario.


" Tapi,Zi malu bang" bisik Zivana lagi.


" Malu sama siapa,disini hanya ada kita berdua dan pemain musik" kata Mario.


Zivana menoleh ke arah dalam restoran,sepi.Dia mengedarkan pandangannya dan benar saja,hanya ada dia dan Mario beserta pemain musik saja.Zivana memandang wajah Mario,"kapan Abang mempersiapkan semua ini?" tanyanya.


" Rahasia dong" jawab Mario sambil tersenyum.


Spontan Zivana mengerucutkan mulutnya,membuat Mario jadi gemes.


" Monyongnya biasa aja" kata Mario.


" Abang bisa romantis juga ternyata,Zi pikir Abang gak bisa romantis dan lembut" tutur Zivana.


Mario menghela nafasnya,kemudian memeluk Zivana."Maaf" ucapnya penuh dengan penyesalan.


Zivana memandang wajah Mario dengan tatapan sendu,"Apa ini semua Abang lakukan karena permintaan Tante?" tanya Zivana.


Mario menggelengkan kepalanya," Tidak,ini bukan karena permintaan Tante.Tapi,ini semua tulus dari hati Abang" jawab Mario.


Zivana sudah tidak bisa menahan air matanya,dia pun menangis sambil menutup mulutnya agar suara tangisannya tidak keluar.satu kata yang tepat untuk dia ungkapkan malam ini,BAHAGIA.


...----------------...


" Mulai malam ini,Zi tidur sama Abang di kamar atas ya" kata Mario setelah mereka sampai di rumah.

__ADS_1


" Iya Bang" sahut Zivana.


Bukan hal baru bagi Zivana,karena sebelumnya dia sudah pernah tidur berdua dengan Mario sewaktu di rumah Tante.


Mario mematikan semua lampu lalu mengajak Zivana masuk ke kamarnya.Zivana merasa gugup hingga tubuhnya dibanjiri keringat.Mario hanya tersenyum saja melihat Zivana.


" Kamu keringetan gitu,gerah ya? Atau pendingin di ruangan ini kurang?" tanya Mario yang berniat menggoda Zivana.


Mario berjongkok di depan Zivana yang sedang duduk di tepi ranjang," Gak usah takut,Abang gak akan memintanya jika Zi belum siap.Abang cukup mengerti soal itu" ujar Mario.


" Maaf Bang" ucap Zivana.


" Dari tadi kita berdua maaf-maafan melulu,udah kayak lebaran aja.Cuma bedanya malam ini gak ada nastar sama sirupnya" seloroh Mario.


" Abang,apaan sih" kata Zivana malu-malu meong.


" Ya sudah,sekarang Zi ganti baju trus tidur.Baju Zi ada di lemari itu" tunjuk Mario ke arah lemari berwarna putih.


Zivana turun dari kasur lalu berjalan kearah lemari yang tadi ditunjuk oleh Mario.Dengan perlahan Zivana membuka lemari itu,kemudian dia pun membelalakan matanya saat melihat isi lemari yang dipenuhi oleh baju-baju yang masih baru.


" Ini semua punya Zi?" tanya Zivana pada Mario.


" Iya" jawab Mario sambil mendekati Zivana.


" Kapan Abang membelinya,eh...maksud Zi kapan Abang mempersiapkan semua ini?" tanya Zivana gugup karena Mario sudah memeluknya dari arah belakang.


" Secepat inikah Bang Mario berubah? jika memang dia sudah benar-benar berubah,apa aku harus memberikan semua milikku,termasuk mahkotaku? Bukankah Tante pernah bilang,jika istri menolak keinginan suami,istri akan berdosa.Aku harus bagaimana?" monolog Zivana dalam hati.


" Zi,kenapa bengong?" tanya Mario.


Zivana bergeming.


Cup...Mario mengecup pipi Zivana dan itu berhasil mengembalikan kesadaran Zivana.


" Ma...maaf Bang" ucap Zivana dengan wajah yang sudah merah merona.


" Mikirin apaan sih,hemm? bingung mau pake baju yang mana.Gimana kalo Abang yang pilih?" tanya Mario sambil tersenyum.


Mario mengarahkan telunjuknya kearah baju yang berderet di dalam lemari.Dia menggeser telunjuknya lalu berhenti di sebuah baju berwarna maroon.


" Pake ini" kata Mario sambil menahan tawanya.


Zivana membulatkan matanya saat melihat baju yang dipilihkan oleh Mario.Bukan baju,lebih tepatnya sebuah lingerie berbahan tipis tembus pandang dan sangat seksi.

__ADS_1


" Baiklah" kata Zivana sambil mengambil lingerie itu dari tangan Mario.


" Eh,gak usah.Abang cuma bercanda" cegah Mario sambil berusaha merebut lingerie itu dari tangan Zivana.Tapi sudah terlambat,karena Zivana sudah masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya.


" Sial" umpat Mario.


Dia bejalan mondar-mandir di depan kamar mandi sambil sesekali melihat kearah pintu yang masih tertutup.


" Semoga aja Zivana tidak benar-benar memakai baju haram itu.Bisa jebol tanggul pertahanan" gumam Mario.


Di dalam kamar mandi,


Zivana sudah memakai lingerie yang sangat seksi,dengan postur tubuh Zi yang tinggi,berkulit putih bersih dan ukuran dada yang sedikit menantang.


" Walau bagaimana pun Bang Mario adalah suamiku.Jika aku harus menyerahkan mahkotaku malam ini,aku siap." gumam Zivana.


Zivana memperhatikan wajah dan tubuhnya dipantulan cermin yang ada di kamar mandi.


" Oh Tuhan,aku sudah mirip seperti wanita liar saja" ujar Zivana sambil tertawa kecil melihat penampilannya.


Ceklek


Zivana membuka pintu dan keluar dari kamar mandi.


Glek


Mario menelan ludah kasarnya melihat pemandangan indah di depannya.Walau bagaimana pun,dia laki-laki normal.Melihat tubuh molek Zivana yang hanya berbalut lingerie tipis memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya pun membuat jiwa kelakian Mario memberontak.


" Jelek ya?" tanya Zivana saat melihat wajah Mario dengan mata yang tidak berkedip menatapnya.


" Cantik" jawab Mario dengan suara serak karena menahan sesuatu.


Dengan langkah pelan Zivana mendekati Mario,membuat Mario semakin panas dingin.Apalagi saat melihat dua buah benda indah yang menyembul sebagian.


" Zi..." kata Mario lirih.


" Apa Zi sudah boleh tidur?" tanya Zivana,suara sedikit bergetar.Takut jika Mario akan benar-benar melahapnya malam ini.


" Tidurlah" jawab Mario.


Zivana berjalan kearah kasur yang berada di belakang Mario,kemudian naik ke atasnya.Mario menuju lemarinya lalu mengambil kaos oblong dan celana pendek.Mario berganti pakaian di dalam kamar mandi,selesai berganti pakaian Mario pun mematikan lampu kamarnya,setelah itu barulah ia naik ke atas kasurnya.


Zivana berbaring menyamping,menghadap kearah Mario.Tante pernah bilang,seorang istri tidak boleh tidur membelakangi suaminya.

__ADS_1


Glek


Mario kembali menelan ludah kasarnya,saat melihat dengan jelas dua benda indah milik Zivana.Mario melingkarkan tangannya diatas pinggang Zivana yang ramping.Hembusan nafas Zivana yang menerpa leher Mario pun,membuat Mario tidak bisa lagi menahan gelombang cinta yang sudah memuncak.


__ADS_2