
Keluarga yang sempurna, tidak semua orang dapat merasakan yang namanya keluarga sempurna.
Arnita Aprilia Putri Adijaya, seorang gadis cantik yang terlahir dari keluarga yang kaya raya dan dia memiliki keluarga yang sempurna, orang tua dan kelima abangnya yang selalu menyayanginya sehingga dia tidak seperti anak-anak orang kaya lainnya yang selalu merasa kesepian karena kurangnya kasih sayang.
Dia memiliki ayah yang bernama Bryan Adijaya , bunda yang bernama Stela Budiawan, Abang pertamanya yang bernama Raffi Giorgino Budiawan.
Raffi, Abang pertamanya Arni usianya kini sudah menginjak 24 tahun, abangnya Arni yang biasa di panggil bang Raf ini orangnya baik, ramah, murah senyum, pokoknya dewasa banget deh orangnya. Bang Raffi ini sudah memiliki kekasih yang bernama Tania, namun ada suatu hal yang membuat Arni tidak menyukai Tania apalagi Tania adalah kakak kelas dari Arni, Tania memiliki sifat yang sangat angkuh dan sombong.
Abang keduanya bernama Revan Putra Adijaya.
Revan, Abang kedua Arni usianya kini sudah menginjak 22 tahun, abangnya Arni yang biasa di panggil bang Rev ini memiliki sifat yang terbalik dengan Rafi, Revan adalah orang yang cuek akan keadaan sekitarnya terkecuali keluarga, sahabat, dan kekasihnya yang bernama Adelia. Arni juga tidak menyukai Adelia karena Adelia adalah teman satu geng dengan Tania dan masih termasuk kakak kelas Arni.
Abang ketiganya bernama Rendy Marselo Budiawan.
Rendy, Abang ketiga Arni usianya kini sudah menginjak 20 tahun, abangnya Arni yang biasa di panggil bang Ren ini memiliki sifat yang sama persis dengan Raffi. Rendy memiliki seorang kekasih yang bernama Alira atau biasa di panggil Lira kakak kelas dari Arni juga dan satu geng dengan Adelia dan Tania.
Abang keempatnya bernama Risky Fernando Adijaya.
Risky, Abang keempat Arni yang usianya kini telah menginjak 18 tahun, abangnya Arni yang biasa dipanggil bang Ris ini memiliki sifat yang gokil, kocak dan semua selalu di bawa bercanda dan santai sebab itu lah dia sering bertengkar dengan Revan yang selalu serius dalam hal apapun, Risky kini duduk di bangku SMA kelas 3 satu sekolah dengan kedua adiknya. Risky memiliki kekasih yang bernama Agnes satu kelas dan satu geng dengan Lira, Adelia dan Tania.
Abang kelimanya bernama Reyhan Adhanzio Putra Budiawan.
Reyhan, Abang kelima Arni yang usianya tidak beda jauh darinya hanya beda 1 tahun saja yaitu 17 tahun, abangnya Arni yang biasa di panggil bang Rey ini memiliki sifat yang persis dengan kedua abangnya yaitu Raffi dan Rendy, kini Reyhan duduk di bangku SMA kelas 2 dan satu kelas dengan pacarnya yang bernama Sinta dan pacar keempat abangnya yaitu Lira, Adelia, Tania dan Agnes yang notabenenya adalah musuh Arni entah mengapa mereka bisa jadi musuh lebih tepatnya sih kakak kelasnya itu yang menganggap Arni dan kedua sahabatnya yang bernama Ratna dan Putri sebagai musuh dari awal mereka masuk ke sekolah itu.
------>
Di ruang makan sudah ada kelima abang Arni yang sedang sarapan karena hari ini tanggal merah jadi Arni bangun siang, itulah kebiasaan dia jika sudah hari libur lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur.
__ADS_1
"Ren, si Arni belum bangun?" tanya Raffi sambil memakan roti yang telah dia olesi selai coklat.
"Belum kayanya bang soalnya tadi waktu gue lewat masih ngedengkur gitu," jawab Rendy sambil memakan rotinya juga, maklum kamar mereka berenam itu di lantai 3 dan bersampingan.
"Kebiasaan deh tuh anak dari dulu sampai sekarang gak hilang-hilang tuh sifat ngoroknya udah gadis juga," kata Rehan sambil geleng-geleng kepala mengingat adiknya yang kini sudah gadis namun kelakuan ngedengkurnya masih tetap ada hingga sekarang.
"Bangunin gih Ky udah jam 10 nih," suruh Raffi sambil menatap Risky.
"Iya bang," saat Risky akan melangkahkan kakinya kearah tangga Arni sudah menuruni tangga duluan dengan rambut yang acak-acakan.
"Gak usah bang gue udah di sini kok," kata Arni dan menuju ke meja makan.
"Ya ampun Arni, lo itu anak perempuan. Dimana-mana anak perempuan itu bangun pagi, habis bangun langsung mandi atau gak cuci muka deh, nah lo bangun jam 10 muka acak-acakan belum cuci muka udah ke meja makan buat makan," omel Revan kepada Arni
"Mau jadi cowok kali dia," canda Risky sambil terkekeh
"Nggak, kan tanggal merah jadi kantor libur," jawab Revan seadanya.
"Oiya bang gue lupa," ucap Arni sambil memakan roti yang telah dia oles selai cokelat.
"Oiya dek, ayah sama bunda bilang mumpung hari ini hari libur kamu bisa jalan-jalan ke mansion," ucap Rendy sambil menatap Arni yg sedang memakan roti, yaps Arni dan kelima abangnya tinggal di apartemen milik orang tuanya dikarenakan mereka malas untuk pulang pergi dari mansion orang tua mereka yang dapat memakan waktu 2 sampai 3 jam. Arni yg mendengar ucapan abangnya hanya mengangguk mengerti tanpa menatap abangnya sedikitpun.
Jam 12 siang kelima abang Arni sudah siap dengan pakaian rapi akan berangkat ke mansion orang tua mereka sambil menunggu Arni yang tak kunjung keluar dari rumah.
"Ya ampun, tuh bocah ngapain sih lama banget di dalam gak tau matahari panas begini," omel Rendy sambil memasang kacamata hitamnya mereka seperti pengawal yang sedang menunggu tuan putrinya keluar dari istana. Tak lama kemudian keluarlah Arni dengan tergesa-gesa.
"Sorry bang lama yah nunggunya? Tadi habis mandiin si Cimi dulu," ucap Arni yang datang dengan sedikit ngos-ngosan, Cimi itu kucing kesayangan Arni hadiah dari abangnya waktu ulang tahunnya yang ke 14 tahun.
__ADS_1
"Lama ah lo, buruan naik nanti kemalaman kita pulangnya," ucap Revan sambil menaiki mobil dengan Raffi yang menyetir lalu mereka pun berangkat.
3 jam pun berlalu akhirnya mereka sampai di kediaman orang tua mereka, sebuah bangunan yang sangat megah bak istana dengan cat berwarna biru laut, pagar rumah pun di buka oleh beberapa satpam, para satpampun memberikan hormat begitu juga para pelayan yang ada di luar rumah, lalu merekapun masuk mereka mendapati orang tuanya sedang bersantai di kebun belakang rumahnya yang cukup luas sehingga mereka menanam berbagai sayur-sayuran dan beberapa buah.
"Ayah, bunda," panggil Arni dan mendatangi orang tuanya.
"Udah dateng sayang," ucap Stela bunda Arni, Arnipun hanya mengangguk dan memeluk bundanya ya begitulah kebiasaan anak bontot yang selalu manja kalau bukan ke ayah bundanya ya ke abangnya.
"Kok lama? Tadi katanya sekitar jam 11?" tanya Bryan papah Arni.
"Si Arni tuh ngaret banget gara-gara kucing jeleknya itu," ujar Reyhan sambil memainkan handphonenya.
"Heh bang dia itu cantik ya bukan jelek, jelekan juga lo ngatain kucing gue jelek, Cimi tuh udah gue rawat kaya adek gue sendiri tau mana mungkin bisa jelek, lo tuh yang jelek kan gak ada yang ngurusin wlekk, " ejek Arni pada abangnya itu sambil memeletkan lidahnya.
"Ciahh, ngehina lo? Gue mah ada doi ya lah lo mana? Jomblo ya? Kasihan gak laku wlekk," ejek Reyhan balik sambil melet.
"Yaelah Sintong aja bangga lo, udah liat belum dia playgirl atau nggak," ucap Arni sok serius.
"Enak aja lo, dia tuh cewek baik-baik ya," bela Reyhan
"Maybe yes or maybe no," ucap Arni sambil memainkan handphonenya.
"Sialan lo," ucap Reyhan
"Udah-udah kok jadi debat sih kalian ini," ucap Stela.
"Tau nih," ucap Bryan.
__ADS_1
Merekapun mengobrol hingga malam hari pun tiba, ini adalah saatnya mereka kembali ke apartemen mereka di karenakan mereka harus kembali masuk sekolah dan masuk ke kantor besok harinya ,, akhirnya mereka pun pamitan kepada kedua orang tuanya lalu pulang ke apartemen.