5 ABANG TAMPANKU

5 ABANG TAMPANKU
PART 16 [SEMAKIN JATUH CINTA]


__ADS_3

Saat ini tepatnya di kelas 10 IPA³ Arni dan kedua sahabatnya sedang bersenda gurau hingga tak terasa bel masuk pun berbunyi.


"Pagi anak-anaknya ibu," sapa bu' Anya guru yang lucu, jarang marah dan terkenal sangat lembut terhadap para muridnya.


"Pagi juga bu' Anya," sapa balik siswa-siswi 10 IPA³.


"Btw bu' kami bukan anak-anaknya ibu loh," ucap seorang siswi yang bernama Citra Arumi.


"Eh, kenapa bukan kan kalau di sekolah orang tua kalian itu guru jadi ibu ini juga orang tua kalian," ucap bu' Anya sambil menatap Citra dengan gemas.


"Ibu itu masih muda banget nggak cocok kalau jadi ibu kami semua," ucap Davin Anggara,


"Terus bagusnya jadi apa dong?" tanya bu' Anya.


"Cocoknya itu jadi calon istri saya bu'," ucap Davin dengan cengiran tak berdosanya.


"Ngawur aja kamu ini masih pagi mimpi kok ketinggian gimana sih," ucap bu' Anya.


"Loh kenapa mimpi bu' siapa tau aja kita jodohkan ya," ucap Davin dengan suara lantang.


"Iya berjodoh tapi bukan sama kamu nih liat," ucap bu' Anya sambil memperlihatkan sebuah cincin yang tersemat di jari manisnya.


"Ciaahh udah nikah, kasian banget sihh lo Vin," ucap seorang murid cowok yang bernama Gilang Ramadhan.


"Makanya mimpi jangan ketinggian," ucap teman satunya lagi yang bernama Damar Setiawan.


"Hahahaha," tawa anak-anak 10 IPA³ meledak seketika melihat kelakuan Davin sedangkan Davin ia hanya bisa cemberut.


"Sudah-sudah, saat ini ibu tidak bisa berlama-lama karena hari ini ada rapat di ruang guru jadi ibu berikan tugas kelompok ya, ngomong-ngomong kelompoknya mau buat sendiri atau ibu yang buat?" tanya bu' Anya sambil menatap para muridnya.


"Emang berapa orang bu'?" tanya seorang murid yang bernama Zeandra Vidian.


"3 orang," jawab bu' Anya.


"Buat sendiri aja bu'," ucap salah satu murid di kelas itu.


"Iya bu'," ucap yang lain serempak.


"Oke-oke buat sendiri ya ini kertas nanti tolong dibagi di dalamnya sudah ada beberapa pertanyaan yang harus kalian jawab bersama kelompok masing-masing dan di kumpul besok lusa," ucap bu'Anya.


"Iya bu'," ucap murid-muridnya.


"Yasudah kalau begitu ibu pergi dulu jangan ada yang ribut," ucap bu'Anya dan berlalu pergi dari sana.


"Ngerjainnya dimana?" tanya Putri sambil menatap kedua sahabatnya ya sudah pasti mereka bertiga 1 kelompok.


"Gimana kalau di rumah lo aja Ni'?" tanya Ratna sambil menatap Arni.


"Terserah kalian aja sih gue mah ayo-ayo aja," ucap Arni sambil memainkan ponselnya.


"Aaa, akhirnya ketemu lagi sama babang tamvannya gue," ucap Putri sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Halu lagi kayaknya dia," ucap Ratna sambil membaca komik miliknya sedangkan Arni hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang satu ini.


"Dihh, ngapa dah lo berdua bukannya seneng kek kalau gue seneng ini malah ngatain," ucap Putri dengan cemberut.


------


Saat ini Ratna dan Putri sudah berada di dalam mobil milik Arni untuk mengerjakan tugas mereka di rumah Arni, sebenarnya tugas itu bisa saja mereka kerjakan besok namun lebih cepat kan lebih baik yaa.


"Btw, Lo nggak risih apa Ni' tinggal satu rumah sama lima cowok sedangkan lo perempuan sendiri?" tanya Ratna sambil menatap Arni.


"Nggak sih mungkin karena udah terbiasa kali ya malah gue ngerasa kayak ada yang ngilang gitu kalau nggak ada mereka," ucap Arni sambil menatap keluar jendela.


"Ya kan abang dia beda sama abang kita Rat abang dia mah super hero nah abang kita mah yang jadi penjahatnya," ucap Putri dengan tampang polosnya.


"Hhhh, sialan super hero sama penjahat dong," ucap Arni sambil tertawa.


"Tapi emang bener tau Ni' kita berdua ini sampai iri banget sama lo," ucap Ratna sambil menatap luar jendela sambil berfikir Arni yang mendengar ucapan Ratna pun terdiam.


"Emm, gini aja kalian bisa nganggep abang-abang gue itu abang lo berdua," ucap Arni sedangkan Ratna dan Putri menatap Arni.

__ADS_1


"Biar lo ngomong gitu kalau abang lo aja gak nganggep kita adeknya ya sama aja lol gimana sih lo," ucap Putri.


"Iya juga sih," ucap Arni sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Eh, tapi gue kan bisa kompromi sama abang gue soal ini," ucap Arni.


"Serah lo deh," ucap Ratna yang tidak mau ambil pusing.


Akhirnya merekapun sampai di rumah Arni lalu mereka turun dan masuk ke dalam rumah yang mana di dalam sudah ada bang Revan dan bang Reyhan yang sedang duduk bersantai di sofa ruang tamu.


"Gue pulang," ucap Arni memasuki rumah yang diikuti oleh Ratna dan Putri di belakangnya.


"Udah pulang lo, eh tumben bawa Putri sama Ratna," ucap bang Reyhan yang melihat kedatangan Arni bersama teman-temannya.


"Mau ngerjain tugas bang," jawab Arni seadanya lalu dia melangkah ke arah kolam renang.


"Ngapain tuh bocah belajar di kolam renang diakan gak bisa berenang ya gimana kalau mereka kecebur," ucap bang Revan yang melihat kepergian Arni dan kawan-kawannya ke arah kolam renang.


"Biarin aja sih bang toh mereka bisa jaga diri," ucap bang Reyhan yang membuat bang Revan mengangguk membenarkan ucapan bang Reyhan.


Sedangkan Arni dan kedua sahabatnya sedang duduk di tepi kolam sambil mencelupkan kakinya ke dalam kolam renang.


"Eh ngapain kita ke kolam ege' kitakan nggak bisa berenang," ucap Putri yang sedikit panik.


"Apaan sih lo, yang penting lo nggak nyebur ya aman-aman ajalah," ucap Arni dengan entengnya lalu mengeluarkan kertas yang diberikan oleh bu' Anya tadi.


"Kita harus jawab 10 soal ini," ucap Arni lalu disusul yang lainnya untuk mengeluarkan alat tulisnya masing-masing.


*TING.. TONG..*


Bel rumahpun berbunyi bang Revan pun membuka pintu saat dia membuka pintu terlihatlah Adelia datang bersama Alira.


"Hay sayang," sapa Adelia sambil tersenyum manis.


"Hay sayang ayo masuk," ucap bang Revan lalu Adelia dan Alira pun masuk.


"Kok lama banget sih yang?" tanya bang Reyhan yang sedari tadi menunggu kedatangan pacarnya itu.


"Iya-iya maaf tadi macet," jawab Alira lalu duduk di samping bang Reyhan lalu merekapun mengobrol.


"Eh, ada kalian juga disini," ucap Adelia sambil tersenyum miring sedangkan Arni dan kedua sahabatnya hanya bisa mendelik malas.


"Ngapain lo di rumah gue?" tanya Arni tanpa menatap Adelia dan Alira.


"Rumah lo? Mungkin lebih tepatnya akan segera jadi rumah gue sama temen-temen gue deh," ucap Alira sambil menatap Arni meremehkan.


"Maksud lo?" tanya Arni sambil menatap Alira dengan sengit.


"Ohh, jadi lo belum tau ya gue sama geng gue bakal nikah sama abang lo tahun depan karena kami udah di jodohkan so lo udah pasti tau dong apa yang akan terjadi," ucap Adelia sambil tersenyum bangga ya memang orang tua dari Arni dan orang tua dari Adelia dan kawan-kawannya adalah sahabat jadi tidak menutup kemungkinan mereka bisa di jodohkan.


"Nggak mungkin," ucap Arni tak percaya.


"Lo nggak percaya? Bisa kok lo tanya sama bokap dan nyokap lo kalau perlu dari abang-abang lo langsung," ucap Adelia sedangkan Arni hanya bisa terdiam mendengar ucapan dari Adelia.


"Udahlah Ni', ayo kita kerjain tugas lagi biar cepet kelar," ucap Ratna menengahi lalu Arnipun lebih memilih untuk mengerjakan tugas daripada meladeni ucapan Adelia dan Alira, karena merasa tak di tanggapi Alira pun kesal dan menendang kertas yang sudah berisi jawaban dari kelompok Arni.


"Eh jawaban kita," ucap Ratna yang mencoba menggapai kertas yang sudah jatuh di kolam renang itu.


"Lo apa-apaan sih ganggu banget mending lo pergi deh!" bentak Putri.


"Kalau gue gak mau gimana?" tanya Alira lalu dengan sengaja menyenggol Ratna yang tengah berusaha untuk mendapatkan kertas jawaban itu kembali alhasil Ratna pun terjun ke dalam kolam renang.


"Rasain lo basah kuyup," ucap Alira sambil tersenyum senang.


"Eh, Ratna sini Rat gue pegang tangan lo," ucap Putri yang panik melihat Ratna.


"Aduh gimana ini? Bertahan Rat gue cari bantuan," ucap Arni dan berlari ke dalam rumah.


"Lo tuh apa-apaan sih hah sengaja banget lo! Dia itu nggak bisa berenang lo tau nggak!" bentak Putri pada Alira.


"Sayangnya gue nggak tau dan gak mau tau," ucap Alira.

__ADS_1


"Lagian enak tuh kayanya dia belum mandi jadi sekalian aja mandi biar seger hahaha," ucap Adelia sambil tertawa.


"Tolong," ucap Ratna yang sudah mulai melemah.


"Duh, Arni mana sih lama banget," ucap Putri yang sudah sangat panik dan tak lama Arni datang bersama bang Revan dan bang Reyhan.


"Tolongin bang," ucap Arni yang sudah berkaca-kaca tanpa berfikir panjang lagi bang Revan langsung saja terjun kedalam kolam untuk menolong Ratna yang sudah tidak terlihat lagi mungkin dia sudah pingsan dan jatuh ke dasar kolam.


"Ishh, apaan sih si Revan malah nolongin tuh cewek caper," ucap Adelia dengan kesal.


"Sabar," ucap Alira sambil berbisik, tak lama muncullah bang Revan yang membawa Ratna hingga ke tepi kolam.


"Ratna bangun Rat," ucap Arni yang kini benar-benar menangis.


"Bangun Rat, sadar woii," ucap Putri sambil menggoyangkan tubuh Ratna agar dia terbangun namun hasilnya nihil.


"Ini gimana Put dia gak mau sadar," ucap Arni yang sudah sesegukan Putri pun bingung harus ngapain.


"Ck! Lama lo," ucap bang Revan lalu langsung memberi nafas buatan Adelia dan Alira yang melihat itu pun membelalakkan matanya sangking terkejutnya, setelah beberapa menit akhirnya Ratna sadar dari pingsannya.


"Ratna," ucap Arni dan Putri secara bersamaan lalu memeluk Ratna dengan erat.


"Gue fikir lo bakal m@t1 tau nggak," ucap Arni sambil melepaskan pelukannya.


"Iya Rat, nanti gue bilang apa sama orang tua lo kalau lo m@t1 gara-gara kelelep di kolam rumahnya Arni," ucap Putri yang juga melepaskan pelukannya.


"Kan gak lucu kalau kolam renang gue berhantu," ucap Arni dengan polosnya yang membuat siapapun gemas melihatnya.


"Heh! Gak gitu juga kali nyet!" ucap Ratna dengan kesal kemudian matanya melihat kearah Alira yang membuatnya terjatuh tadi.


"Becanda lo nggak lucu ya! Gara-gara lo gue hampir m@t1 tau gak!" bentak Ratna pada Alira yang terlihat biasa-biasa saja.


"Maksud lo apa bentak-bentak cewek gue," ucap bang Reyhan kesal melihat tingkah Ratna.


"Gara-gara dia nih bang gue jatoh ke kolam renang," ucap Ratna mengadu sambil menatap bang Reyhan.


"Bener yang?" tanya bang Reyhan sambil menatap Alira.


"Nggak kok yang dia mau fitnah aku," ucap Alira sok sedih agar pacarnya ini percaya.


"Bohong banget lo, heh uler! Nggak usah sok sedih deh lo di depan bang Reyhan sama bang Revan caper banget jadi cewek," ucap Putri dengan lantang sambil menatap sengit Alira dan Adelia.


"Udah-udah mending sekarang lo ganti baju deh takutnya lo masuk angin," ucap bang Revan pada Ratna lalu Ratnapun mengangguk.


"Ayo Rat," ucap Arni lalu mereka bertiga pergi ke kamar Arni.


Setelah Ratna mengganti baju mereka bertiga duduk di tepi ranjang milik Arni.


"Tadi yang nyelamatin gue siapa?" tanya Ratna sambil menatap kedua sahabatnya.


"Nggak mungkin lo berdua," ucap Ratna lagi.


"Kayaknya buta deh nihh anak," ucap Putri


"Yang nolongin lo tadi bang Revan," ucap Arni.


"Bang Revan?" tanya Ratna memastikan.


"Iya Rat dan lo tau dia tadi ngasih lo nafas buatan Rat," ucap Putri yang gemas sendiri mengingat kejadian tadi.


"Nafas buatan?" tanya Ratna sambil membulatkan matanya.


"Iya nafas buatan," ucap Arni meyakinkan tak lama Ratna terdiam dan senyum-senyum sendiri entah apa yang dia fikirkan.


"Ciee yang dicium sama crushnya," ucap Arni menggoda Ratna.


"Apaan sih lo," ucap Ratna yang kini pipinya sudah memerah.


"Gue kapan ya bisa di cium sama bang Reyhan.


"Lebaran monyet," jawab Arni dengan watadosnya dan memilih sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"S1@l@nlo," ucap Putri sambil mengerutkan bibirnya.


°Gue jadi makin jatuh cinta sama dia,° batin Ratna sambil senyum-senyum sendiri kaya orang gila.


__ADS_2