
Bel istirahat berbunyi membuat para siswa-siswi berlarian keluar kelas ada yang ke kantin, perpustakaan, ruang, musik, taman, lapangan basket dan ada yang memilih untuk tinggal di dalam kelas begitu juga dengan Arni dan kedua sahabatnya mereka memilih diam di dalam kelas.
"Rat, nanti gue ke rumah lo ya," ucap Arni sambil menaruh kepalanya di atas meja.
"Ngapain?" tanya Ratna sambil menatap Arni.
"Gue males di rumah mending ke rumah lo," ucap Arni.
"Terserah lo sih," ucap Ratna.
"Gue juga ikut," ucap Putri yang diangguki oleh kedua sahabatnya itu.
Saat Arni sedang asik mengobrol dengan Ratna dan Putri tiba-tiba ada yang memanggilnya dari arah pintu kelas.
"Arni," panggil Karel semua mata yang ada di dalam kelas melihat ke arahnya.
"Kenapa?" tanya Arni.
"Kantin bareng yok," ajak Karel.
"Nggak deh lagi males gue ke kantin lo aja," ucap Arni.
"Ayolah emang lo nggak laper," ucap Karel.
"Gue lagi males Karel," ucap Arni.
Kebetulan saat itu Daniel melintasi kelas Arni Karel langsung menarik Daniel untuk berdiri di sampingnya.
"Bareng sama Daniel kok ayolah," ucap Karel mendengar nama Daniel Arni melihat ke arah Karel dan benar saja disana ada Daniel yang melihat kearah lain.
"Lo mau ke kantin kan Dan?" tanya Karel sambil menatap Daniel.
"Emm," jawab Daniel.
"Gue ikut ayo guys kita ke kantin," ucap Arni dengan semangat yang membuat orang-orang yang ada di dalam kelas menatapnya dengan heran.
"Tapi-" ucapan Ratna terpotong.
"Udah ayo," ucap Arni lalu menarik kedua sahabatnya keluar dari kelas menghampiri Karel dan Daniel lalu mereka berjalan ke kantin bersama, Arni memilih berjalan di samping Daniel sedangkan Daniel dia sedikit risih karena bersama dengan orang-orang yang jarang ada di dekatnya, sedangkan di tempat lain ada seorang cewek melihat itu semua dan membuatnya geram.
"S1@l@n tuh cewek, awas aja kalau dia sampai berani ngambil Daniel dari gue gak akan gue biarin! Daniel cuman punya gue seorang," ucap cewek itu dengan mengepalkan tangannya dia adalah sahabat Daniel dari kecil ya siapa lagi kalau bukan Arin.
Sesampainya di kantin mereka memesan makanan lalu makan dalam diam.
__ADS_1
"Inget ya balik bareng gue," ucap Karel sambil menatap Arni.
"Iya-iya lagian gue mau balik sama siapa kalau bukan sama lo," ucap Arni sambil tersenyum Daniel menatap Arni dia terpana dengan senyuman manis itu.
°Ternyata bener kata Karel bohong kalau ada cowok yang bilang nggak suka sama dia,° ucap Daniel yang terus menatap Arni.
"Gue tau dia cantik tapi nggak usah kaya gitu juga kali natapnya," ucap Karel sambil menyenggol bahu Daniel sedangkan Arni yang mendengar itu bersemu sambil tersenyum malu.
"Apaan sih nggak ya," ucap Daniel mengelak.
"Ngelak lagi lo," ucap Karel namun Daniel tidak menanggapinya dia memilih sibuk denga ponselnya.
"Ehh sorry ada nasi di bibir lo," ucap Karel sambil melap bagian itu namun pandangannya membuatnya terhanyut melihat tatapan mata indah itu.
°S1@l@n, ada apa sama jantung gue,° batin Karel yang merasakan detak jantungnya tidak seperti biasanya.
°Kok gue gak suka ya ngeliat Karel deket-deket sama tuh cewek, ahh rasa apa sih ini,° batin Daniel dengan kesal.
Ratna dan Putri melihat semua drama di kantin itu mereka merasa ada yang aneh dengan Karel mengapa tiba-tiba dia seperti mendekati Arni namun mereka menepis semua itu karena yang mereka fikir cowok mana sih yang gak suka sama Arni kecuali Daniel dia terlihat sangat tertutup.
"Ekhemm," Ratna pura-pura batuk.
"Eh, sorry," ucap Karel lalu kembali ke posisi semula.
Jam pulangpun tiba Arni, Karel dan Daniel sudah ada di parkiran, setelah Karel menyalakan mesin motornya Arnipun naik.
"Hati-hati lo bawa anak orang tuh," ucap Daniel dengan malas.
"Sip," ucap Karel.
°Huaa, salah gak sih gue kalau gue ngerasa dia kayak perhatian gitu sama gue° batin Arni yang jantungnya sudah dag-dig-dug, lalu mereka pun pergi meninggalkan Daniel sendirian.
"Gue nggak akan ngebiarin lo jatuh ke dalam hal kelam itu lagi Rel, lo bisa suka atau pacaran sama cewek tapi bukan berarti lo bisa ngerusak mereka selama ada gue dan gue tau gue nggak akan ngebiarin lo melakukan hal itu lagi, apalagi sama cewek itu seenggaknya dia pernah ngomong akan menjadi plester untuk luka gue," ucap Daniel sambil menatap kepergian Karel dan Arni lalu dia menyalakan motornya dan berlalu dari sana.
Saat ini Arni, Ratna dan Putri sedang duduk di taman belakang rumah Ratna di sana sangat sejuk hamparan rumput yang lumayan luas dan hijau, beberapa jenis bunga yang sedang mekar berwarna warni dan sebuah pohon rindang di tengah-tengahnya.
"Aaa, gila sejuk banget," ucap Putri sambil berbaring di rerumputan dekat pohon.
"Iya sejuk," ucap Arni sambil menutup matanya menikmati angin berhembus yang menerpa wajah cantiknya sedangkan Ratna dia hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya ini.
"Btw Rat abang lo mana?" tanya Arni sambil celingak-celinguk mencari keberadaan abangnya Ratna.
"Paling juga lagi keluar sama gengnya," ucap Ratna.
__ADS_1
"Gue heran deh sama Arni akhir-akhir ini nanyain bang Nando mulu, suka lo sama bang Nando?" tanya Putri sambil menatap Arni dengan curiga.
"Ihh, apaan sih lo gue kan cuman nanya doang, lagian ya hati gue itu udah terpatri buat kak Daniel," ucap Arni dengan lantang.
"Iya deh iya, btw kak Daniel emang ganteng sih," ucap Putri sambil menghayalkan Daniel sedang tersenyum.
"Hekh!," Sentak Arni sambil menoyor Putri.
"Nggak ada ya istilah lo sepik-sepik punya gue," ucap Arni.
"Santai aja dong lo lagian lo sama diakan belum pacaran," ucap Putri sambil manyun.
"Haha, apaan sih lo berdua," ucap Ratna yang diselingi tawanya.
Sedangkan di rumah Arni kelima abangnya sedang menunggu kedatangan Arni yang tak pulang-pulang juga memberikan kabarpun tidak.
"Tuh bocah kemana ya?" tanya Rendy sambil menatap keluar jendela kalau-kalau adiknya itu akan muncul.
"Iya yah tumban banget ngasih kabarpun nggak," ucap bang Reyhan.
"Gue keluar dulu ya ke supermarket sekalian nyari dia," ucap bang Revan lalu dia pergi menggunakan motor kesayangannya.
"Semoga ketemu deh nggak tenang juga kalau gak ada kabar dari dia," ucap bang Rendy yang diangguki oleh bang Reyhan sedangkan bang Risky hanya masa bodoh saja sepertinya dia sudah tidak terlalu perduli pada Arni atau bagaimana? Entahlah ada apa dengan dirinya.
----
Saat ini bang Revan baru saja keluar dari supermarket dia menuju motornya namun tanpa sengaja ada seorang cowok yang kira-kira seumuran dengan bang Rendy menabraknya hingga belanjanya tercecer.
"Eh, sorry-sorry," ucap cowok itu sambil membantu bang Revan untuk berdiri.
"Gapapa," ucap bang Revan sambil mengambil belanjanya.
"Gue duluan ya buru-buru soalnya," ucap cowok itu dan berlalu pergi namun bang Revan sedikit curiga dengan sikap cowok itu hingga dia baru sadar bahwa dompetnya sudah tidak ada di kantong celananya.
"S1@l@n, gue di copet," ucap bang Revan lalu menaruh belanjanya di motor lalu mengejar cowok itu hingga ke gang-gang.
Sampai akhirnya dia menemukan cowok itu di sebuah gang sempit dan jalan buntu sehingga cowok itu tidak bisa kemana-mana.
"Balikin dompet gue," ucap bang Revan.
"Gak bisa dong dompet yang sudah ada di tangan gue berarti milik gue," ucap cowok itu.
"Gak bisa gitu lah itu punya gue," ucap bang Revan dengan kesal bang Revan akan mengambilnya dengan baik-baik namun cowok itu malah memukulnya hingga perkelahian pun terjadi.
__ADS_1
Cowok itupun sudah babak belur akibat pukulan dari bang Revan cowok itupun melepaskan dompet milik bang Revan dan kabur dari sana.
"Mau main-main lo sama gue," ucap bang Revan lalu mengambil dompetnya kembali dan kembali ke tempat dimana motornya berada.