5 ABANG TAMPANKU

5 ABANG TAMPANKU
PART 18


__ADS_3

Bel istirahat baru saja berbunyi namun Arni, Ratna dan Putri lebih memilih duduk di kelas sambil bermain ponselnya.


"Huaa bosenn," teriak Arni tiba-tiba yang membuat kedua sahabatnya terkejut.


"Heh nyet! Gak usah ngagetin kenapa mau bikin gue jantungan lo," omel Putri pada Arni sambil menatap Arni dengan kesal.


"Tau nih," ucap Ratna menyetujui ucapan Putri.


"Hehe, sorry guys btw bosen nih," ucap Arni.


"Ya terus?" tanya Ratna dengan malas Arni nampak berfikir sebentar dan tak lama dia menjentikkan jarinya.


"Gue tau kita ke rooftop yuk?" ajak Arni dengan semangat mengapa? Ya sudah pasti gara-gara pujaan hatinya yang selalu ada di rooftop.


"Ngapain?" tanya Putri heran.


"Udah ayo daripada disini bosen," ucap Arni lalu menarik kedua sahabatnya itu keluar dari kelas menuju ke rooftop sekolah.


Saat sudah berada di rooftop Ratna dan Putri yang baru pertama kali ke rooftop merasa nyaman disana keadaan yang tenang, angin berhembus pelan menerpa wajah dan rambut mereka.


"Kenapa lo nggak bilang dari dulu kalau di rooftop ini sesejuk ini," ucap Ratna sambil memejamkan matanya seakan bebannya hilang untuk sementara.


"Tau lo, tau gini kan bisa jadi tempat tongkrongan kita tiap hari tau," ucap Putri.


"Nggak bisa," jawab Arni dengan cepat.


"Kenapa?" tanya Putri dengan alis yang berkerut.


"Sebenarnya disini gue ketemu sama kakak kelas kita yang mana dia langsung bisa bikin gue jatuh hati pada pandangan pertama," ucap Arni sambil tersenyum menatap ke langit.


"Hah? Serius sobat kita yang satu ini udah buka hati lagi buat cowok?" tanya Ratna sambil tersenyum pada Putri.


"Iya nih, oiya kakak kelas kita? Siapa?" tanya Putri yang penasaran.


"Kakak kelas kita namanya Daniel Atalaska Dirgantara kelas 11 IPA³," jawab Arni.


"Sekece apa sih tuh cowok sampai-sampai bisa bikin sobat kita jatuh hati pada pandangan pertama," ucap Putri sambil merangkul Arni dan Ratna.


"Lo liat aja nanti," ucap Arni lalu mereka menikmati angin sepoi-sepoi yang ada di rooftop itu.

__ADS_1


Tak berselang lama 2 orang cowok naik ke atas rooftop dan berpapasan dengan Arni, Ratna dan Putri.


"Hay kak Daniel," sapa Arni dengan senang namun Daniel nampak tidak terganggu dia hanya menatap Arni sekilas lalu pergi ke tempat yang biasa dia duduki.


"Eh, sorry ya Ni' dia orangnya emang gitu," ucap cowok yang satunya lagi.


"Gapapa kok Rel, btw Lo sama dia temenan?" tanya Arni ya cowok yang satunya tadi itu adalah Karel cowok yang pernah menyelamatkan Arni pada saat hampir tertabrak mobil dan habis kena bully dari Tania dan kawan-kawannya.


"Dia sepupu gue," jawab Karel yang membuat Arni mengangguk namun matanya terus fokus ke arah Daniel yang sibuk dengan ponselnya.


"Lo samperin gih," bisik Ratna pada Arni.


"Tau, ayo samperin sana," bisik Putri juga yang membuat Karel bingung.


"Kalian ngomongin apa?" tanya Karel penasaran.


"Eh, lo ikut kita yuk," ucap Ratna sambil menarik Karel.


"Ehh tapi," ucapan Karel terpotong.


"Udah ayo," ucap Putri lalu ikutan menarik Karel dari rooftop.


"Hay kak, dari tadi gue sapa loh masa gak di jawab-jawab," ucap Arni namun hasilnya tetap saja Daniel diam tak ada niatan untuk menjawab.


Lagi-lagi Arni tak sengaja melihat luka cowok itu yang berada di lengannya berwarna kebiruan dan di jari-jari tangannya yang terlihat memar dan masih mengeluarkan darah sedikit demi sedikit mungkin luka itu baru ada tadi pagi.


°Nih bocah doyan banget sih bikin luka di tubuhnya atau dia berantem,° batin Arni sambil terus menatap luka-luka Daniel sedangkan yang di tatap pun mengerti dan langsung menutupi luka-luka itu.


"Doyan banget sih badan lo luka-luka kaya gini," ucap Arni sambil menatap Daniel.


"Ck! Bukan urusan lo," ucap Daniel dan kembali ke posisi awal.


"Lo ikut gue sekarang," ucap Arni sambil menarik Daniel.


"Gak," tolak Daniel mentah-mentah.


"Udah ikut aja gak boleh nolak," ucap Arni dan menarik Daniel dengan paksa karena tidak ingin ribut dengan orang yang selalu ikut campur dengan urusannya ini terpaksa Daniel ikut dengannya.


Arni membawa Daniel ke UKS di sepanjang jalan siswa-siswi heran melihat seorang Daniel cowok dingin yang gak mau bersosialisasi dengan orang lain sedang berjalan bersama seorang cewek yang mana cewek itu adalah adik kelasnya, karena hanya ada satu cewek yang selalu ada di samping Daniel yaitu Arina Putri Dewantara sahabat Daniel dari kecil hingga saat ini.

__ADS_1


Sesampainya di UKS Arni mengobati luka Daniel dengan sedikit mengomel.


"Badan itu di jaga jangan sampai luka-luka kaya gini, seberapa banyakpun plester yang gue kasih gak akan bisa nutupin luka lo kalau kayak gitu," omel Arni sambil mengobati Daniel.


"Bacot," ucap Daniel dengan dinginnya.


"Lo kalau di kasih tau juga," ucap Arni namun omelan-omelan selanjutnya tidak Daniel dengarkan karena fokus matanya tertuju pada wajah cantik yang saat ini ada di hadapannya entah mengapa dia baru menyadari bahwa gadis di hadapannya saat ini sangat cantik dan manis di tambah lagi kalau sedang mengomel seperti ini hal itu membuat Daniel yang jarang tersenyum itu kini tersenyum namun Arni tidak menyadari itu karena terlalu sibuk mengobati luka Daniel.


°Jantung gue,° batin Daniel yang merasakan detak jantungnya lebih cepat dari biasanya sambil memegangi dadanya.


"Eh kenapa? Dadanya sakit? Perlu ke rumah sakit gak biar gue anter?" tanya Arni khawatir.


"Ck! Bawel amat sih lo," ucap Daniel dengan tampang kesalnya.


"Ya kan gue cuman khawatir sama lo kalau tiba-tiba lo kena serangan jantung kan gak lucu nanti di kira gue yang bunuh lo," ucap Arni dengan watadosnya yang membuat Daniel jengah.


"Lo ngedoain gue mati?" tanya Daniel dengan nada yang masih datar.


"Ya nggak gitu," ucap Arni gelagapan.


"Udah deh gue mau ke kelas," ucap Daniel lalu turun dari brankar UKS dan berjalan ke arah pintu UKS.


"Jangan sampai luka-luka lagi," ucap Arni yang masih berada di tempatnya.


Daniel yang mendengar itu tersenyum tanpa menatap Arni sedangkan di luar ruang UKS Arin sudah menunggu Daniel.


"Ngapa lo senyum-senyum kayak gitu?" tanya Arin yang heran melihat Daniel keluar dari UKS sambil tersenyum.


"Nggak ada," jawab Daniel.


"Udah deh ngaku aja, btw cewek tadi siapa?" tanya Arin yang penasaran dengan Arni.


"Gue juga gak kenal tapi dia maksa gue buat ke UKS gara-gara ngeliat luka ini," ucap Daniel sambil menunjukkan lukanya di jari-jari tangannya.


"Bokap lo lagi?" tanya Arin yang memang tau betul kehidupan Daniel.


"Siapa lagi, udahlah ayo ke kelas," ucap Daniel lalu mereka pergi ke dalam kelas.


"Lah, gue ngapain disini sendirian kaya orang bego'?" tanya Arni pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Mending gue nyari Ratna sama Putri," ucap Arni lagi dan pergi dari UKS untuk mencari kedua sahabatnya itu.


__ADS_2