5 ABANG TAMPANKU

5 ABANG TAMPANKU
PART 9 [MEMPENGARUHI]


__ADS_3

Siang hari akhirnya Risky pulang dia memakai tasnya dan berjalan keluar dari kelas saat sudah di depan pintu Risky melihat Agnes sudah menunggunya di depan pintu kelas.


"Lama nunggunya?" tanya Risky sambil merangkul pinggang Agnes dengan mesra.


"Lumayan tapi gapapa buat kamu ini," ucap Agnes sambil tersenyum manis.


"Yaudah ayo pulang," ucap Risky lalu mereka pergi ke arah parkiran dan tanpa sengaja Ratna dan Putri melihat interaksi antara Risky dan Agnes karena mereka masih menunggu jemputan.


"Liat tuh si ****** ngerasa paling nguasain bang Risky kayanya," ucap Ratna dengan tatapan jijiknya.


"Bener banget lambat laun semuanya juga bakal tau kalau mereka itu gak sebaik yang


abang-abang fikir," ucap Putri.


"Gue harap itu gak akan lama lagi," ucap Ratna.

__ADS_1


"Semoga," ucap Putri lalu mereka pergi dari sana.


Sesampainya di parkiran Risky menyalakan motor sportnya yang berwarna hitam lalu mereka pergi meninggalkan parkiran itu, di pertengahan jalan Agnes mencoba memecahkan keheningan.


"Bee," panggil Agnes dengan manja.


"Kenapa bee?" tanya Risky yang tetap fokus melihat ke arah jalanan.


"Kenapa sih adik kamu itu kayanya nggak suka banget sama aku?" tanya Agnes dengan suara yang sengaja di sedih-sedihkan.


"Tadi dia ngedorong aku gara-gara gak sengaja nabrak dia ngedorongnya nggak kira-kira lagi bee sampai sakit pinggang aku kehempas di lantai," adu Agnes pada Risky yang sudah jelas itu semua adalah kebohongan alias playing victim memang benar Arni mendorongnya dengan keras namun itu semua gara-gara Agnes duluan mendorong Arni dan Agnes sengaja membuat semuanya seolah salah Arni dan korbannya adalah Agnes


"Masa dia kaya gitu sih bee?" tanya Risky.


"Kamu nggak percaya sama aku bee?" tanya Agnes sambil cemberut.

__ADS_1


"Iya-iya aku percaya sama kamu bee, nanti aku kasih tau dia ya biar nggak kasar lagi sama kamu," ucap Risky.


"Dia juga tadi jambak aku bee sakit banget kepala aku gara-gara dia jambak," ucap Agnes lagi sambil menyenderkan kepalanya ke punggung Risky sambil memeluk nya.


"Nanti aku marahin dia udah bikin kamu kaya gini, aku juga bingung ada apa sih di antara kamu sama dia kok kalian nggak bisa akur?" tanya Risky yang heran.


"Aku juga nggak tau bee mungkin gara-gara kamu sama abang-abang kamu pacaran sama kami makanya dia nggak suka karena takut kasih sayangnya lebih ke kami daripada dia," ucap Agnes yang semakin mengompori.


"Ya nggak bisa gitu dong bee suatu saat nanti kan aku pasti memiliki kehidupan sendiri begitu juga dengan abang-abangku nggak mungkin kan dia masih mau bersikap kaya gini. Harusnya dia itu belajar supaya bisa menerima orang lain di dalam kehidupannya sebagai pacar atau istri kami kelak," ucap Risky yang sedikit kesal dengan sikap adiknya itu.


"Ya mau gimana lagi bee aku udah baik loh nggak ngelawan soalnya aku fikir diakan adik kamu nggak mungkin aku ngelukain dia," ucap Agnes dengan senyum miring yang dia tampilkan.


"Makasih ya kamu udah mau sabar ngadepin dia," ucap Risky sambil tersenyum manis.


"Sama-sama sayang orang kaya dia emang harus perlu kesabaran yang ekstra," ucap Agnes lalu risky mengangguk.

__ADS_1


°Gampang banget sih buat bohongin kamu bee, liat aja cepat atau lambat aku bakalan misahin kamu sama benalu kaya adik kamu itu,° batin Agnes sambil tersenyum miring.


__ADS_2