5 ABANG TAMPANKU

5 ABANG TAMPANKU
PART 10 [TERMAKAN OMONGAN AGNES]


__ADS_3

Risky sampai di rumah dia membuka pintu rumah dan mendapati Revan, Arni dan Reyhan sedang duduk di kursi sambil melakukan aktivitas masing-masing Arni yang sibuk dengan ponselnya, Revan yang sibuk dengan laptopnya dan Reyhan yang sibuk menonton televisi lalu dia masuk dan duduk di samping Arni dia menatap ketiga orang itu dengan bingung karena tidak biasanya mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing dengan diam-diam seperti ini biasanya mereka akan melakukan kegiatan mereka dibarengi dengan senda gurau.


"Bang, dek," panggil Risky.


"Kenapa bang?" tanya Reyhan sambil menatap Risky.


"Tumben nggak becanda biasanya kalau lagi free atau ngerjain tugas sambil ketawa-ketiwi," ucap Risky.


"Ya gimana orang yang bikin ketawa aja masih ngambek," ucap Revan sambil melirik Arni namun tak dia hiraukan dia tetap sibuk dengan ponselnya.


"Dek," panggil Risky namun Arni masih tetap enggan untuk berbicara.

__ADS_1


"Dek, jangan kaya gini dong," ucap Risky namun hasilnya tetap sama dia berusaha untuk membujuk Arni agar tidak marah lagi namun hasilnya Arni tidak ada menoleh sedikitpun padanya yang membuat emosi Risky naik kembali.


"Lo kalau punya mulut gunain buat ngomong jangan kaya orang bisu!" ucap Risky mencoba menahan emosinya.


"Gak usah mulai lagi Ky," ucap Revan sambil menatap Risky.


"Ya habis kesel gue sama nih anak," ucap Risky.


"Kalau lo kesel mending diem gak usah nambahin kekesalan dia gara-gara lo ntar juga baik sendiri kalau moodnya udah baik," ucap Revan yang kesal dengan sikap adiknya yang satu ini sangat cepat sekali emosi.


"Maksud lo?" tanya Revan.

__ADS_1


"Agnes tadi ngadu ke gue kalau Arni udah bully Agnes sama temen-temennya gara-gara Arni takut nggak di sayang lagi sama kita-kita, ya harusnya Arni mikir dia itu udah dewasa nggak bisa kekanak-kanakan lagi kaya gini, suatu saat kita pasti punya kehidupan masing-masing," ucap Risky sedangkan Revan yang mendengar itu mengepalkan tangannya dengan kesal berani-beraninya Agnes menuduh Arni seperti itu Revan akui memang tadi Arni mendorong Agnes namun itu kan karena Agnes duluan yang mulai.


"Terus lo langsung percaya aja gitu nggak memastikan dulu apa yang dibilang sama cewek lo itu bener atau nggak?" tanya Revan sambil menatap Risky.


"Agnes itu nggak mungkin bohong sama gue," ucap Risky dengan percaya dirinya.


"Terus gimana kalau misalnya cewek lo bohongin lo supaya lo benci sama Arni?" kini Reyhan yang angkat bicara.


"Itu nggak akan mungkin terjadi Agnes gak akan berani bohongin gue cuman demi hal murahan kaya gitu," ucap Risky dengan percaya dirinya yang membanggakan Agnes padahal dia belum tau saja bagaimana sifat Agnes sebenarnya, ucapan Risky membuat Revan tersenyum miring.


"Ternyata lo emang bener-bener udah di butakan oleh cinta ya Ky abang nggak nyangka dengan gampangnya lo bisa percaya orang lain dibanding adek lo sendiri, semangat berjuang ya Ky jangan sampai lo nyesel gara-gara kepercayaan lo sendiri," ucap Revan dan meninggalkan Risky, Arni dan Reyhan namun tak lama Arni menatap Risky dengan malas dan meninggalkan Risky bersama Reyhan.

__ADS_1


"Ingat bang jangan nyesel," ucap Reyhan dan ikut meninggalkan Risky.


"Tuh bocah pada kenapa sih bikin kesel aja," ucap Risky dan pergi ke kamarnya.


__ADS_2