5 ABANG TAMPANKU

5 ABANG TAMPANKU
PART 13 [ICE CREAM+COKELAT]


__ADS_3

Sepulangnya dari sekolah Arni membuka pintu rumahnya dengan malas akibat kejadian kemarin terus menerus berputar diotaknya bagaikan kaset rusak bahkan di sekolahpun Arni sampai tidak konsentrasi untuk belajar.


"Ck! Mager banget rasanya mana panas banget lagi matahari jadi haus," ucap Arni dan pergi ke dapur untuk membuka kulkas namun saat sampai di dapur dia agak heran karena ada 2 kulkas disana.


"Kok ada 2 kulkasnya tadi pagi masih 1 kok ohh mungkin abang nambah beli lagi," ucap Arni sambil membuka kulkas yang lama namun dia tidak menemukan air dingin disana yang ada hanya sayur-sayuran dan buah-buahan.


"Ck! Gak ada mungkin di kulkas yang satunya kali ya," ucap Arni pada dirinya lalu membuka kulkas yang baru dan betapa terkejutnya dia karena di dalam kulkas itu hanya ada ice cream.


"Ice cream," ucap Arni sambil menatap ice cream itu dengan berbinar-binar lalu mengambil salah satu ice cream rasa coklat.


"Pasti abang-abang nih yang beliin emang pada tau deh rasa kesukaan gue," ucapnya sambil menjilat ice cream itu dan kembali duduk di ruang tamu.


"Enak banget," ucap Arni yang asik memakan icenya.


"Ekhemmm," dehem bang Risky yang sudah ada di hadapan Arni bersama dengan bang Raffi, bang Rendy, bang Revan dan bang Reyhan.


"Abang pada ngapain disitu berjejer lagi kayak di sekolah aja baris berbaris," ucap Arni lalu kembali pada ice cream nya yang sisa setegah.


"Maafin abang ya soal kemaren," ucap Revan tulus pada Arni.

__ADS_1


"Iya abang tenang aja tadi sih masih kepikiran tapi liat ice cream udah nggak lagi pasti kalian kan yang beliin buat Arni," ucap Arni.


"Dih, PD gila lo itu ice cream buat kami tau bukan buat lo," ucap Rendy yang membuat Arni menatapnya dengan tajam.


"Denger ya bang semua ice cream yang ada di rumah ini semuanya punya gue bodo' amat siapa yang beli dan punya siapa yang penting kalau udah ada di rumah ini berarti itu punya gue," ucap Arni yang terlihat menggemaskan oleh para abangnya.


"Iya-iya tapi nggak usah cemong juga dong," ucap bang Raffi sambil mengelap ice cream yang ada di sudut bibir Arni.


"Hehehe, abis enak bang mau?" tawar Arni pada abangnya itu.


"Nggak usah buat adek aja," ucap bang Raffi sambil tersenyum ada kebahagiaan tersendiri saat melihat adiknya itu ceria seperti ini.


"Gak nyangka peri kecil yang selalu tidur di gendongan gue dulu udah besar sekarang," ucap bang Rendy sambil menatap kepergian Arni.


"Iya yah, dia dulu peri kecil yang kemana-mana harus sama keenam abangnya nggak boleh ada yang tinggal biar satu orang pun sekarang biar pergi sendiripun oke-oke aja," ucap bang Revan.


"Gak kerasa nanti dia bakal ninggalin kita," ucap bang Reyhan.


"Iya kita masih bisa tinggal satu rumah kalau kita udah nikah nanti sementara dia untung-untung kalau suaminya nanti mau satu rumah sama kita," ucap bang Risky

__ADS_1


"Hmmm, biar gimanapun nanti keadaannya dia akan tetap jadi peri kecil gue," ucap bang Raffi sambil menghembuskan nafasnya dengan panjang.


"Bener tuh bang ya biarpun dia rada' nyebelin sih tapi dia tetap peri kecil kita," ucap bang Rendy mengingat masa-masa diwaktu mereka masih kecil.


"Harusnya sekarang pangeran kecil kita juga ada disini sama peri kecil kita tapi sekarang dia udah gak ada," ucap Risky dengan lirih mengingat kembali adiknya yaitu Arza kembaran Arni.


"Yaudahlah bang dia udah tenang bersama Tuhan tugas kita sekarang jagain peri kecil kita jangan sampai kita juga kehilangan peri kecil kita," ucap bang Reyhan yang membuat yang lainnya mengangguk.


Sedangkan di kamar Arni dia sudah mengganti seragamnya dengan baju kaos berwarna putih dan celana pendek diatas dengkul dia sedang berfikir entah mengapa beberapa hari ini moodbosternya tidak terlihat bahkan dia sudah mencarinya di rooftop namun dia tetap tidak ada entah dimana dia berada.


"Dia kemana ya? Biasanya dia ada di rooftop tapi beberapa hari ini dia nggak kelihatan," ucap Arni sambil memeluk gulingnya namun fokus matanya kearah meja belajarnya disana terdapat sebuah kotak yang lumayan besar berwarna pink lama Arni mengamati kotak itu karena perasaannya kotak itu tidak ada di sana tadi pagi saat dia berangkat ke sekolah.


"Kotak apaan tuh?" tanyanya pada dirinya perlahan namun pasti dia mendekati kotak itu.


"Bukan bom kan ya? Kalau bom gue belom siapati anjir hehe tapi ya kali bom tiba-tiba ada di kamar gue," ucap Arni sambil cengengesan sendiri lalu dia mbuka kotak pink itu yang isinya berbagai macam coklat mata Arni terbelalak.


"Coklat," ucap Arni dengan girang lalu mengambil salah satu coklat itu dan di dalamnya terdapat sebuah tulisan.


‘‘Pipipipip hadiah coklatnya sudah di buka hehe, ini coklat dari abang berlima maaf ya udah bikin adek kesel dan marah-marah terus,, ingat coklatnya buat 2 bulan ya soalnya adek gak boleh makan coklat terus-terusan nanti banyak jerawatnya loh’’ isi tulisan tersebut Arni tersenyum membacanya lalu memakan salah satu coklat itu.

__ADS_1


__ADS_2