
... Setelah Naga kembali ke Jakarta beberapa kali Anya pergi berkujung ke cafe milik Thea baik ketika dia seorang diri, bersama sahabatnya ataupun bersama keluarganya. Thea memberanikan diri untuk meminta kontak Naga kepada Anya yang tentu langsung Anya kasih dengan penuh senyuman. Beberapa kali Thea mengirim pesan teks kepada Naga tapi hanya Naga baca tanpa membalasnya sama sekali....
“Naga kode merah!” kata Khalid melalui pesan teks.
“Aku segera datang!” balas Naga yang langsung izin kepada Sudirman dan pergi ke salah satu rumah aman Abaddon di Jakarta.
... Ketika Naga tiba di salah satu rumah aman Abaddon yang berlokasi di Jakarta Khalid, Primrose, Marco, dan Orson yang juga bagian dari Abaddon sudah berada di sana. Khalid langsung menjelaskan bahwa ada orang Indonesia yang bekerja untuk mata - mata dari negara Korea Selatan. Pada awalnya orang Indonesia tersebut berpikir bahwa pekerjaanya bertujuan untuk kebaikan antar negara Indonesia dan Korea Selatan serta negara asia lainnya. Namun kenyataannya pekerjaan yang dia lakukan hanya menguntungkan pihak Korea Selatan semata....
... Ketika dia hendak membongkar semua agen mata - mata yang bekerja untuk seseorang bernama D’Seven pemimpin agen mata - mata Korea Selatan yang membelot dari negaranya sendiri, dia langsung diburu oleh orang - orang D’Seven. Mata - mata Indonesia itu bersembunyi di Surabaya bersama putri satu - satunya yang bernama Selena Amosa. Selena Amosa berhasil menghubungi BIN secara rahasia dan kita diminta untuk mengamankan Selena sesegera mungkin sebelum kelompok D’Seven berhasil menangkap mereka berdua....
... Setelah mendengar penjelasan misi dari Khalid, Naga, Primrose, Marco, dan Orson langsung bersiap - siap untuk pergi menuju Surabaya. Setibanya di Surabaya mereka berempat langsung pergi ke alamat yang dikirimkan Selena Amosa dalam bentuk sebuah kode. Namun ketika mereka tiba di alamat yang diberikan oleh Selena mereka hanya menemukan Daivat Arche yang sedang sekarat....
“Tuan Arche apa anda bisa mendengarku?” tanya Naga memastikan keadaan Daivat Arche sang mata - mata D’Seven yang berasal dari Indonesia.
“Aku sudah tidak berguna lagi, tolong lindungi putriku jangan sampai dia ditangkap oleh Seve!” pinta Arche lirih dengan napas terakhirnya sambil memegang tangan kanan Naga dengan sisa tenaganya.
“Marco kembali ke mobil dan cari tahu apa yang bisa kita dapatkan dari sekitar sini, sisanya cari informasi apapun yang masih ada di bangunan ini!” pinta Naga sambil melihat anggota tim Abaddon yang bersamanya.
... Tidak lama mereka mencari informasi yang bisa mereka dapatkan dari sekitar gedung tersebut dan langsung kembali masuk ke dalam mobil. Marco langsung menunjukan beberapa temuan rekaman CCTV yang menunjukan Selena Amosa di bawa oleh sekelompok orang dari tempat persembunyiannya. Kemudian Marco menunjukan informasi terkait orang - orang tersebut yang dibaca dengan seksama oleh mereka berempat....
__ADS_1
“Aku tahu Selena dibawa kemana.” kata Naga sambil melihat semua anggotanya dengan tatapan serius.
“Orson aku ingin kamu mengalihkan perhatian keamanan dari pintu depan, sementara Marco bersiaplah mengirimkan beberapa tikus ke pabrik Frozen Abadi. Tidak, kirimkan tikus sebanyak mungkin yang kamu bisa ke dalam pabrik Frozen Abadi. Prim kamu bersiap menerima panggilan dari Frozen Abadi sebagai tim pembersih hama tikus!” jelas Naga sambil menatap semua anggota Abaddon yang bersamanya.
“Aku tidak pernah meragukan rencanamu Naga dan aku akan selalu mengikuti rencanamu tanpa membantahnya, tapi kali ini kamu sepertinya mengenal dengan baik Frozen Abadi. Boleh aku tahu ada apa dengan mereka?” tanya Orson penasaran.
“Frozen Abadi merupakan bagian dari Grup Abadi yang mana salah satu anak penerus Grup Abadi adalah orang yang aku kenal semasa SMA. Aku mendengar dia yang berkuasa untuk Frozen Abadi tempat penyediaan bahan makanan beku yang didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah Orson.
“Satu - satunya tempat yang cocok untuk membawa, menyekap, bahkan melenyapkan Selena ada di pabrik Frozen Abadi dan aku sangat yakin bahwa temanku bernama Ryan terlibat dalam hal ini. Informasi tentang orang - orang yang membawa Selena tertulis sebuah inisial dari Abadi Security tapi penampilan dan informasi latar belakang mereka bukan seperti tim keamanan biasa. Ryan adalah orang cerdas yang mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang jadi aku sangat yakin Selena akan dibawa ke pabrik Frozen Abadi.” lanjut Naga penuh percaya diri.
... Sepanjang malam Selena Amosa di interogasi oleh orang - orang D’Seven di dalam pabrik Frozen Abadi dengan cara disiksa menggunakan suara yang mengganggu telinga. Selena Amosa yang bertekad kuat tidak ingin membocorkan rahasia dan usaha Ayahnya dalam penebusan dosa atas kesalahanya terus menjerit kesakitan akibat siksaaan yang diberikan oleh orang - orang D’Seven. Pada jam 8 pagi Naga dan anggota Abaddon yang bertugas menyelamatkan Selena langsung menjalankan rencana yang dibuat oleh Naga....
... Tikus - tikus yang dilepaskan di atas pabrik langsung masuk ke dalam pabrik Frozen Abadi melalui celah - celah yang ada. Tidak butuh waktu lama para tikus langsung membuat kepanikan di dalam pabrik yang membuat kepala pabrik langsung menghubungi tim pemberantas hama tikus. Beberapa menit kemudian tim pembersih hama tikus datang dan orang - orang D’Seven yang curiga menahan mereka terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan identitas....
... Setelah terkonfirmasi bahwa mereka adalah tim pemberantas hama tikus orang - orang D’Seven mengizinkan mereka masuk untuk bertugas. Tidak lama kemudian Naga dan tim Abaddon masuk dengan cara meledakan langit - langit ruang interogasi Selena Amosa dan langsung membunuh semua penjaga yang ada di ruang tersebut. Suara tembakan yang terdengar samar - samar oleh orang - orang D’Seven membuat mereka langsung berlari ke arah ruang interogasi Selena Amosa....
...Terjadi kontak senjata antara Orson, Marco dan Primrose yang mencoba melarikan diri dari ruangan interogasi Selena Amosa. Orang - orang D’Seven terus berusaha mengejar tiga orang Abaddon yang berusaha melarikan diri tersebut ke arah belakang pabrik. Hingga ketika berada di pintu sebelum pintu terakhir keluar pabrik ketua tim interogasi menyadari adanya pakaian tim pemberantas hama di area tersebut dan langsung menyadari bahwa ketiga orang yang melarikan diri hanya pengalih perhatian semata....
... Selena Amosa berjalan keluar dengan tenang di temani oleh Naga menyamar sebagai tim pemberantas hama tikus. Orson, Marco, dan Primrose yang bertugas sebagai pengalih perhatian juga berhasil lolos tanpa meninggalkan jejak yang membuat D’Seven marah setelah mengetahui hal tersebut. Beberapa menit kemudian Naga, Orson, Marco, Primrose, dan Selena berkumpul di salah satu rumah aman milik Abaddon yang berlokasi di Surabaya....
__ADS_1
“Apa kamu baik - baik saja Selena?” tanya Primrose ramah sambil memeriksa keadaan seluruh tubuhnya setelah mengalami penyiksaan.
“Ini sudah jauh lebih baik.” jawab Selena ramah.
“Katakan dimana data tentang semua mata - mata yang bekerja untuk D’Seven?” tanya Naga tegas sambil menatap Selena dengan tajam.
“Ada di KAIST (Korea Advanced Institue of Science & Technology), aku sembunyikan di database KAIST tapi itu tidak mudah untuk diakses. Harus mengakses server beberapa negara dan melewati beberapa firewall dimana hanya aku yang bisa mengaksesnya.” jawab Selena sambil menatap Naga penuh percaya diri.
“Mudah sekali, sepertinya orang - orang D’Seven melakukan banyak cara untuk membuatmu berbicara seperti tadi.” jawab Orson yang langsung mencurigai Selena.
“Karena aku tahu mereka orang - orang D’Seven dan aku mengetahui tentang kalian.” jawab Selena sambil menatap seluruh anggota Abaddon yang berdiri di hadapannya.
“Kamu mengetahui tentang kami?” tanya Marco penasaran.
“Iya, kalian adalah pasukan pemusnah dari BIN Indonesia Abaddon skuad penghancur dan Ayahku memintaku berbicara terbuka kepadamu!” jawab Selena sambil menatap Naga penuh percaya diri.
“Aku tidak mengenal ayahmu dan belum pernah bertemu denganmu.” jawab Naga dingin sambil menatap Selena.
“Iya tapi reputasimu bagaikan mitos dan legenda yang bisa membuat para kriminal bergidik ketakutan hanya mendengar nama Naga sang Abaddon memburunya.” jawab Selena penuh percaya diri.
__ADS_1
“Hidup bagaikan angka biner nol dan satu dimana hanya ada dua hal yang bisa menyatukan tim seperti kalian rasa takut atau kesetiaan. Aku tak melihat rasa takut dari kalian dan deskripsi tentang Naga yang ayahku beritahu sama percis dimana untuk pertama kalinya aku berjalan di samping seorang pria yang bisa membuatku takut sekaligus merasa aman.” lanjut Selena sambil tersenyum penuh percaya diri.