
... Anya bercerita banyak hal kepada Naga dengan penuh semangat serta penuh senyuman. Naga memperlakukan Anya benar - benar selayaknya adik kandungnya dengan penuh kasih sayang dan penuh perhatian. Tidak lama kemudian dua sahabat pria serta satu sahabat Anya datang untuk berkunjung dan terkejut ketika melihat Naga sedang memegangi tangan kanan Anya dengan penuh kelembutan sementara Anya menatap Naga dengan penuh senyuman....
... Salah satu sahabat pria Anya langsung berpikir bahwa Naga adalah kekasih Anya yang membuat Anya belum menjawab pernyataan cinta darinya. Sahabat pria Anya yang menyukai Anya sempat ingin pergi karena merasa patah hati tapi Naga langsung melihat ke arah mereka bertiga karena terlihat canggung. Bunda dengan ramah meminta ketiga sahabat Anya untuk masuk sementara Bunda akan pergi keluar untuk memberikan mereka waktu bertemu Anya dengan leluasa....
“Sahabat - sahabatmu sudah datang Anya!” kata Naga yang membuat Anya melihat ke arah tiga sahabatnya dengan penuh senyuman.
“Kak Naga!” panggil Anya ketika Naga hendak berjalan keluar bergantian dengan ketiga sahabat Anya yang ingin mengobrol dengan Anya.
“Kapan kak Naga kembali ke Jakarta?” tanya Anya memastikan.
“Tergantung kapan kamu pulang ke rumah.” jawab Naga santai.
“Sepertinya malam ini aku sudah bisa pulang ke rumah.” jawab Anya dengan penuh semangat serta penuh senyuman.
“Kalau begitu kakak akan kembali ke Jakarta siang ini.” jawab Naga penuh tekad.
“Ih jahat!” jawab Anya sambil cemberut menatap Naga yang membuat Naga berserta ketiga sahabatnya tertawa.
“Bercanda Anya.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Anya.
“Kakak akan memasak untuk makan malam kita sekeluarga.” lanjut Naga yang membuat Anya langsung tersenyum penuh semangat.
“Beneran kak?” tanya Anya memastikan.
“Tentu, jadi pastikan kamu pulang malam ini!” jawab Naga yang tersenyum sambil menatap Anya.
“Ketiga sahabatmu juga sepertinya sudah merindukanmu Anya.” lanjut Naga sambil melihat ketiga sahabat Anya silih bergantian lalu langsung pergi keluar.
... Setelah dari rumah sakit Naga langsung berbelanja ke pasar untuk menyiapkan malam bersama keluarganya. Sekitar jam 7 malam Ruan, Rizki, Anya, dan Bunda sudah tiba di rumah yang langsung disambut oleh Naga dengan meja yang sudah siap untuk makan malam. Tidak lama kemudian Rangga juga tiba di rumah dan terkejut karena Naga sedang mempersiapkan makan malam untuk mereka semua....
__ADS_1
“Kapan kamu ke Surabaya Naga?” tanya Rangga yang makan dengan lahap sambil melihat ke arah Naga.
“Minggu sore bang, tapi karena hari Senin ada acara antar koki jadi aku baru bisa mampir hari ini dan kebetulan ada yang minta di masakin makan malam.” jawab Naga sambil tersenyum melirik Anya yang membuat semuanya ikut tersenyum sambil melihat ke arah Anya termasuk Anya sendiri.
“Kamu akan lama di Surabaya Naga?” tanya Ruan memastikan sambil menikmati makan malamnya.
“Tidak kak, besok aku akan kembali ke Jakarta.” jawab Naga ramah sambil melihat ke arah Ruan.
“Apa kak Naga sudah tahu kak Thea sekarang punya cafe di Surabaya?” tanya Anya memastikan dengan sedikit ragu.
“Iya sudah tahu Dek.” jawab Naga santai.
“Memang kamu pikir siapa teman yang dijenguk Naga siang tadi Dek?” tanya Ruan sambil tersenyum jahil menatap Naga.
“Kak Thea sakit apa kak?” tanya Anya cemas.
“Enggak, Thea hanya kecapekan dan jatuh pingsan.” jawab Naga santai.
“Kamu sadarkan kita sedang membicarakan Thea? Biasanya ketika nama Thea disinggung di depan kamu suasana langsung berubah menjadi dingin, tapi sekarang sepertinya sudah berbeda.” jawab Ruan yang terus tersenyum jahil menatap Naga.
“Apakah ketika seseorang yang pernah menyakiti kita dan membutuhkan bantuan di hadapan kita maka kita berhak untuk mengabaikannya begitu saja? Sepertinya kak Ruan dan mas Rizki lebih tahu tentang hal itu terutama tentang sumpah seorang dokter.” jawab Naga santai sambil melanjutkan makan malamnya.
“Itu baru adik kakak!” puji Ruan sambil tersenyum bangga yang diikuti senyum bangga yang lain sambil menatap Naga.
... Setelah selesai makan malam mereka semua kompak saling bahu membahu membersihkan bekas makan malam mereka bersama. Naga tidur di rumah Bunda malam itu yang paginya setelah membantu bunda membuat sarapan langsung kembali ke hotel tanpa sarapan terlebih dahulu. Di hotel Naga berkemas barang - barang pridabidinya lalu pergi ke cafe milik Thea sebelum berangkat kembali ke Jakarta....
“Selamat pagi Naga, cappucino reguler dan danish blueberry?” tanya Thea sambil tersenyum ramah menatap Naga.
“Iya tolong.” jawab Naga santai.
__ADS_1
... Thea langsung menyiapkan pesanan Naga dan Naga langsung membayar pesanannya ketika Thea memberikan baki pesanan Naga. Tanpa sepatah katapun Naga langsung duduk di dekat kaca di tempat yang sama seperti ketika Naga pertama kali datang ke cafe milik Thea. Lisa yang tahu alasan Thea langsung masuk bekerja setelah kemarin baru pulang dari rumah sakit langsung meminta Thea untuk kembali menemani Naga sambil mengobrol dengannya....
“Naga bolehkah aku memintamu menilai puff baru buatan kami?” tanya Thea sambil membawa puff blueberry yang baru dia buat.
“Silahkan duduk!” jawab Naga yang membuat Thea tersenyum dan langsung duduk sambil menyajikan puff blueberry dihadapan Naga.
... Naga langsung mengamati puff yang dibawa oleh Thea lalu membelahnya jadi dua bagian sama besar lalu salah satunya dibelah kembali menjadi dua bagian sama besar. Naga menekan salah satu bagian puff yang berukuran seperempat lalu mencicipi bagian paling pinggir dari puff tersebut. Setelah selesai satu kali gigitan, Naga mencicipi puff bagian tengah dari puff yang berukuran setengahnya....
“Untuk tekstur lembut dan renyahnya menurutku cukup tapi kamu terlalu memberikan banyak selai blueberry sehingga rasa blueberrynya terlalu dominan dan bisa menghilangkan nilai dari puffnya itu sendiri.” kata Naga setelah selesai mencicipi puff buatan Thea.
“Mungkin kamu bisa mengolesi selai blueberrynya hanya beberapa lapis saja tidak perlu di semua lapisan dan usahakan selai blueberrynya cukup tipis agar rasa blueberrynya bisa seimbang dengan kerenyahan puffnya.” lanjut Naga sambil menatap Thea yang membuat Thea tersenyum senang.
“Terima kasih Naga atas masukannya.” jawab Thea sambil tersenyum bahagia menatap Naga.
“Sepertinya kamu masih belum banyak berubah ya terutama terkait makanan.” lanjut Thea sambil tersenyum manis menatap Naga.
“Tidak, aku sudah banyak berubah dan aku rasa kamu sudah tahu seperti apa diriku yang sekarang.” jawab Naga santai sambil menyeruput cappucino pesanannya.
“Justru karena aku tahu dirimu yang sekarang makanya aku bisa bilang bahwa kamu belum banyak berubah Naga.” kata Thea sedikit canggung.
“Salahkah jika aku berharap kamu akan segera ke Surabaya untuk kembali mengunjungiku Naga?” tanya Thea sambil menatap Naga penuh harap.
“Thea tidak apa jika kamu menyesali masa lalu tapi jangan sampai hidupmu terjebak di masa lalu, melangkahlah maju menatap masa depan. Kamu tahu bahwa tidak ada masa depan yang pasti dari hidupku, bahkan aku tidak bisa hidup normal seperti orang pada umumnya lagi.” jawab Naga sambil menatap Thea.
“Apa menariknya hidup normal?” tanya Thea dengan mata berkaca - kaca.
“Kamu sudah tahu bagaimana kehidupan yang aku jalani sampai saat ini dan bagiku hanya menjadi tempatmu kembali sudah lebih dari cukup untuk membuatku bahagia Naga.” lanjut Thea sambil menatap Naga penuh tekad.
“Kamu berhak mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik Thea.” jawab Naga yang langsung bangkit dari duduknya.
__ADS_1
“Terima kasih atas makanannya.” lanjut Naga sambil tersenyum menatap Thea lalu pergi menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.
... Melihat Naga yang kembali tersenyum kepadanya membuat Thea merasa bahagia sekaligus membuat Thea semakin yakin dengan keputusannya yang ingin terus hidup bersama Naga. Naga memang masih mencintai Thea tapi kehidupannya sebagai Abaddon tidak akan bisa membuat Thea hidup normal seperti wanita pada umumnya dan sepasang suami istri pada umumnya. Hal itu yang membuat Naga meminta Thea untuk tidak berharap kembali kepadanya dan membuka hatinya untuk pria normal di luar sana agar mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik....