
... Keesokan harinya berita kematian Joseph Kony tersebar ke seluruh dunia dan disambut senyum penuh kebahagiaan oleh banyak masyarakan Africa terutama masyarakat Uganda. Kelompok pejuang kemerdekaan Uganda membubarkan diri dan menyatakan bahwa Uganda akan segera bangkit dengan demokrasi kepada seluruh masyarakat Uganda. Naga dan skuad Abaddon lainnya menyelidiki sisa - sisa peninggalan Joseph Kony di markas dan tempat - tempat rahasia yang berhasil di bongkar oleh para pejuang kemerdekaan Uganda....
“Mereka hingga menimbun obat - obatan yang diperlukan masyarakat agar bisa terus mempertahankan kekuasaannya sunggu menjijikan!” kata Naga yang melihat sebuah ruanga yang berisi peralatan medis beserta obat - obatan.
“Aku akan menyebarkannya besok ke rumah sakit yang kekurangan obat - obatan.” lanjut Naga penuh tekad.
“Kamu tidak perlu sungkan meminta kami untuk membantumu mengirimkan semua barang yang ada di sini Naga sekalipun ini bukan bagian dari pekerjaan kita. Kami semua yang ada disini tahu bahwa kakakmu sedang bertugas di Afrika bersama suaminya.” jawab Hamzah sambil menatap Naga penuh percaya diri.
“Aku tidak ingin meminta bantuan kalian karena ini urusan pribadiku.” jawab Naga santai sambil menatap Hamzah.
“Jika kamu ingin menjenguk kakakmu dan mengajaknya makan malam itu urusan pribadimu tapi jika kamu ingin mendistribusikan semua barang - barang yang ada di sini termasuk ke rumah sakit tempat kakakmu bertugas itu urusan kita bersama sebagai Abaddon.” jawab Hamzah santai sambil menatap Naga.
“Itu benar Naga!” sahut Quince yang baru saja menghampiri Naga dan Hamzah diikuti oleh skuad Abaddon lainnya.
... Keberhasilan Naga dan skuad Abaddon menggulingkan Joseph Kony serta mengembalikan negara Uganda kepada masyarakatnya mulai tersebar ke seluruh penjuru Afrika melalui mulut ke mulut. Reputasi Naga dan skuad Abaddon yang tidak asing oleh kebanyakan masyarakat Afrika membuat mereka disambut dengan hangat ketika beristirahat di Uganda. Keesokan harinya Naga pergi terlebih dahulu ke rumah sakit tempat Ruan, Rizki, dan Bernard bertugas di Afrika....
... Ruan, Rizki, dan Bernard cukup sering bertugas di rumah sakit Indonesia untuk Afrika yang didirikan oleh mendiang ibunda Rizki. Namun mereka tidak pernah tahu bahwa masyarakat disana juga sangat mengenal sosk Naga terutama sebaigai Abaddon. Ketika Naga tiba di tempat parkir rumah sakit tersebut tidak ada yang menyadari kedatangan Naga hingga ketika Naga turun dari mobil semua orang yang ada di tempat tersebut langsung berdiri menatap Naga....
“Are you, are you comin’ to the tree? Where they strung up a man, who murdered three.” semua orang bernyanyi sambil menatap Naga.
“Strange things did happen here, no stranger would it be. If we met at midnight in the hanging tree.” lanjut semua orang bernyanyi menatap Naga yang sedang berjalan masuk ke dalam area rumah sakit.
... Suara nyanyian orang - orang di area parkir membuat semua orang yang mendengarnya langsung bangkit berdiri terutama ketika Naga sedang berjalan mereka langsung ikut bernyanyi sambil menatap Naga. Beberapa pasien yang sedang di atas kasur juga bangkit untuk ikut bernyanyi yang membuat Ruan, Rizki dan tenaga medis dari Indonesia keheranan. Dokter Seymour Fourma selaku pemimpin rumah sakit tersebut langsung tahu kehadiran Naga dan berjalan ke arah Naga....
“Are you, are you comin’ to the tree? Where necklace of hope, side by side with me? Strange things did happen here, no stranger would it be. If we met ad midnight in the hanging tree.” suara Barnard yang ikut bernyanyi sambil berjalan dengan penuh semangat ke arah Naga.
“Dokter Leroy apa yang sedang terjadi?” tanya Rizki yang masih keheranan.
__ADS_1
“Adik dokter Ruan.” jawab Barnard sambil tersenyum bangga menatap Ruan.
“Adikku?” tanya Ruan yang semakin kebingungan.
“Iya, Naga sedang datang ke rumah sakit ini.” jawab Barnard sambil tersenyum bangga menatap Ruan lalu lanjut berjalan ke arah Naga.
“Naga!” sapa Seymour setelah memberikan kode untuk berhenti bernyanyi dan langsung menjabat tangan Naga dengan penuh senyuman.
“Dokter Seymour!” balas Naga yang menjabat tangan Seymour sambil tersenyum.
“Naga!” panggil Barnard sambil tersenyum bangga dan bergegas menghampiri Naga untuk berjabat tangan.
“Dokter Barnard!” balas Naga yang menjabat tangan Barnard dengan penuh senyuman sambil melihat ke arah Ruan yang baru saja tiba di belakang Barnard.
“Kak Ruan!” sapa Naga sambil tersenyum menatap Ruan.
“Dokter Ruan adalah kakak perempuanku dokter Seymour.” jawab Naga santai sambil tersenyum menatap Seymour yang membuat semua orang yang mendengarnya terkejut tidak percaya.
“Apakah kamu sudah tahu tentang hal ini Barnard?” tanya Seymour memastikan yang membuat Ruan dan Rizki kebingungan.
“Iya.” jawab Barnard sambil mengangguk santai.
“Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku!” protes Seymour yang membuat Naga tersenyum melihat tingkah mereka.
“Kamu tahu sendiri bagaimana karakter Naga Seymour.” jawab Barnard santai.
“Naga apa kamu datang ke sini untuk bekerja?” tanya Seymour sambil menatap Naga.
__ADS_1
“Tidak, aku mendengar persediaan obat - obatan disini sudah menipis jadi aku mengirimkan beberapa obat - obatan yang mungkin kalian perlukan.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah Seymour dan Barnard.
“Uganda?” tanya Barnard memastikan.
“Iya.” jawab Naga sambil mengangguk.
... Tidak lama kemudian skuad Abaddon lainnya datang dengan obat - obatan beserta peralatan medis lainnya. Ketika mereka turun masyarakat setempat menyambut mereka dengan penuh kehangatan begitupun dengan Seymour dan Barnard. Melihat Naga dan skuad Abaddon Rizki langsung teringat sesuatu terutama ketika melihat cincin di jari skuad Abaddon masing - masing....
“Senang bertemu dengan anda dokter Ruan!” sapa skuad Abaddon kompak sambil sedikit menunduk dengan penuh hormat menatap Ruan.
“Mereka semua teman - teman seperjuanganku kak!” kata Naga sambil tersenyum ramah menatap Ruan.
“Senang juga bertemu kalian.” jawab Ruan sambil tersenyum ramah melihat ke arah skuad Abaddon.
“Abaddon!” kata Rizki yang langsung menatap Naga dan skuad Abaddon dengan sangat terkejut ketika melihat cincin yang sama di tangan mereka masing - masing.
“Anda sudah mengetahui Naga sebagai seorang Abaddon?” tanya Barnard memastikan yang membuat Ruan semakin kebingungan.
“Aku tidak tahu Naga seorang Abaddon, tapi aku ingat pernah mendengar tentang skuad Abaddon di berbagai desa di sekitar sini.” jawab Rizki sambil menatap Naga.
... Rizki mulai menceritakan beberapa desa menggambarkan seorang mayat hidup dari ksatria berkuda yang menunggangi kuda yang juga sudah mati. Rizki bertanya kepada masyarakat setempat apakah gambar tersebut merupakan gambaran tentang dewa yang mereka percayai? Masyarakat setempat menjawab bahwa gambar itu merujuk kepada sebuah kelompok militer yang memberikan kami kebebasan seperti saat ini dan membunuh para kelompok bersenjata yang menindas kami....
... Rizki juga mendengar sebuah cerita tentang seseorang yang dijuluki sang iblis yang tersenyum. Kematian karena kelaparan merupakan suatu hal yang lumrah ditemukan di banyak dataran Afrika tapi beberapa desa balita yang mati kelaparan bukan hanya karena kelaparan saja tapi karena mereka tidak mendapatkan asi dari ibu mereka. Lalu masyarakat tersebut bercerita bahwa banyak wanita di perkosa hingga hamil dan melahirkan lalu para kelompok bersenjata ini memotong payudara banyak wanita agar mereka tidak bisa menyusi anak - anak mereka....
... Hal itu terdengar oleh salah satu orang dari kelompok Abaddon yang mereka gambarkan sebagai mayat hidup ksatria yang menunggai kuda yang sudah mati. Orang tersebutlah yang kemudian dijuluki sebagai sang iblis yang tersenyum karena dia membantai para kelompok bersenjata yang telah melecehkan wanita dan menyebabkan banyak balita tewas. Kemarahan dia telah melampaui batasnya hingga wajahnya tersenyum penuh amarah meninggalkan lautan darah dan mayat dari para kelompok bersenjata....
“Orang yang kamu dengar sekarang telah berdiri tepat di depanmu!” kata Barnard yang langsung membuat Rizki dan Ruan terkejut mendengarnya.
__ADS_1
“Naga pernah berkata bahwa amarah bisa membuat kita bertindak di luar batas, tapi cinta dan kasih sayang bisa membuat kita bertindak jauh di luar akan sehat manusia. Banyak orang yang mengetahui bahwa Naga sang Abaddon memiliki saudara perempuan tapi tidak ada yang tahu apakah seorang kakak, adik, berjumlah satu orang atau lebih? Jadi kami semua yakin bahwa Naga membantai semua kelompok bersenjata dengan sangat sadis bukan karena marah tapi karena dia sangat menyayangi saudara perempuannya dan tahu bagaimana sakitnya melihat kejadian tersebut jika menimpa saudara perempuannya.” lanjut Barnard penuh percaya diri.